Saya ada kasus, tolong jika ada yg tahu bisa ngasih jawaban atas kasus yg saya dapat.
Ada kasus: (Temen saya menanyaka) Dia (dokter) dihadapkan pada kasus dimana dia harus memilih, harus menjalankan operasi untuk menolong orang yg sudah kritis atau menjalankan sholat Dzuhur-Ashar pada waktu yang sama, dimana jika kita memilih salah satunya maka kita tidak dapat menunaikan salah satu ibadah yang lainnya tersebut. Dia menanyakan, apakah dia bisa mengganti sholat Dzuhur dan Ashar tersebut di lain waktu? Bagaimana menyikapi hal ini? mungkin ada ustad yang mempunyai jawaban akan hal ini? Tks Ardi ----- Original Message ----- From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]> To: "is-lam" <[email protected]> Sent: Monday, November 13, 2006 1:17 PM Subject: [is-lam] Kesesatan Dawam dan Sikap Muslim dalam Menghadapi Munafik > Kesesatan Dawam dan Sikap Muslim dalam Menghadapi > Munafik > > Assalamu'alaikum wr wb, > > Dawam Rahardjo telah mengatakan bahwa berpindah agama > tidak berarti murtad. Ini adalah masalah yang serius > dan telah dimuat di Suara Pembaruan dan menyebar di > Internet. > > Jika ada Muslim yang awam tersesat dan pindah agama > karenanya, bukan hanya Dawam, tapi kita juga berdosa > jika diam saja dan tidak melakukan amar ma'ruf nahi > munkar. Padahal Amar ma'ruf nahi munkar itu > diperintahkan Allah. > > "Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, > mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari > yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) > pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang > yang saleh." [AliImran:114] > > Pecahnya ummat Islam menjadi 2 dalam menghadapi > golongan munafik juga sangat memprihatinkan. Ada dari > kita yang berharap agar mereka dapat petunjuk, padahal > Allah menjelaskan bahwa mereka telah kafir karena > perbuatan mereka sendiri. Allah juga melarang kita > menjadikan mereka sebagai penolong/sahabat: > > " Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua > golongan[328] dalam (menghadapi) orang-orang munafik, > padahal Allah telah membalikkan mereka kepada > kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah > kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang > yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang > disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan > jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya" [An > Nisaa':88] > > [328]. Maksudnya: golongan orang-orang mukmin yang > membela orang-orang munafik dan golongan orang-orang > mukmin yang memusuhi mereka. > > "Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana > mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama > (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara > mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah > pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan > dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan > janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka > menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong" > [An Nisaa':89] > > Ayat di atas cukup bagi kita untuk menyikapi > orang-orang munafik. Orang munafik lebih berbahaya > dari orang kafir. Karena mereka berpura-pura menjadi > Muslim/cendekiawan Muslim guna menyesatkan orang > Islam. Bahkan ada yang sampai membangun masjid > sebagaimana terjadi di zaman Nabi: > > "Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada > orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan > kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk > kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang > mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang > telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu[660]. > Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki > selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa > sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam > sumpahnya). " [At Taubah:107] > > [660]. Yang dimaksudkan dengan orang yang telah > memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu ialah > seorang pendeta Nasrani bernama Abu 'Amir, yang mereka > tunggu-tunggu kedatangannya dari Syiria untuk > bersembahyang di masjid yang mereka dirikan itu, serta > membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum > muslimin. Akan tetapi kedatangan Abu 'Amir ini tidak > jadi karena ia mati di Syiria. Dan masjid yang > didirikan kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah > Rasulullah s.a.w. berkenaan dengan wahyu yang > diterimanya sesudah kembali dari perang Tabuk. > > Ada yang berpendapat Dawam hanya keseleo lidah. > Sayangnya pernyataan Dawam yang menyimpang dari Islam > bukan hanya itu. Sebelumnya dia mendukung alirat sesat > Ahmadiyah (yang menganggap Ghulam Mirza Ahmad sebagai > Nabi setelah Nabi Muhammad) dan menyebut MUI yang > megeluarkan fatwa Ahmadiyah sesat sebagai Aliran Sesat > sehingga akhirnya dikeluarkan dari Muhammadiyyah. > > == > http://www.suaramerdeka.com/harian/0507/30/nas13.htm > Sementara itu, Dawam Rahardjo menyatakan tidak ada > gunanya mempertahankan MUI lagi. Dia juga berpendapat > sebaiknya lembaga tersebut dibubarkan. "Saya pikir, > MUI adalah aliran sesat karena telah mengeluarkan > fatwa yang menyesatkan," tandasnya. > > Menurut Dawam, Ahmadiyah jangan disesatkan. Mereka > adalah bagian dari umat Islam. > > "Seharusnya ada salah satu pengurus MUI yang berasal > dari Ahmadiyah," katanya. > == > > Gara-gara sepak-terjangnya pula, 13 Januari 2006 lalu, > sebagaimana dimuat di tempointeraktif.com, Ketua Umum > Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dien Syamsuddin > mengatakan, Dawam Rahardjo "dipecat secara tidak > langsung" oleh organisasinya (Muhammadiyah) . Hal ini > terutama berkaitan dengan pandangan-pandangannya > terhadap liran Ahmadiyah. > http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/01/13/brk,20060113-72249,id. html > > Dawam juga merupakan salah satu kontributor Jaringan > Islam Liberal > (http://islamlib.com/id/index.php?page=archives&mode=author&id=163). > Salah satu tulisannya: > == > http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=962 > Ketiga, semua agama itu sama, dalam arti semua agama > itu, dalam perspektif masing-masing, pada hakikatnya > merupakan jalan menuju kebenaran dan kebajikan. Tidak > ada agama yang mengajarkan kesalahan atau keburukan > dan kejahatan. > == > > Bagaimana mungkin semua agama benar dan baik sementara > ada yang mengajarkan syirik dan Allah menyatakan > syirik adalah dosa terbesar dan tidak terampuni? > > " Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa > syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain > dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. > Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh > ia telah berbuat dosa yang besar." [An Nisaa'48] > > Dawam juga menentang RUU yang melarang pornografi dan > porno aksi bersama artis seperti Inul: > == > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0604/23/UTAMA/2604598.htm > Sejumlah sosok dari berbagai kelompok turut dalam > pawai, seperti Franky Sahilatua, Ratna Sarumpaet, > Dawam Rahardjo, Inul Daratista, Ayu Utami, Adi Kurdi, > Sarwono Kusumaatmadja, Jajang C Noer, Rima Melati, > Yeni Rosa Damayanti, Butet Kertaradjasa, Sukmawati > Soekarnoputri, Garin Nugroho, Goenawan Moehammad, dan > Nia Dinata. > == > > Jelas perbuatan Dawam dalam mendukung kesesataan dan > memaki orang yang lurus sebagai sesat begitu konsisten > dari dulu hingga sekarang. > > Ada sebagian orang Islam yang terkecoh. Mudah-mudahan > tulisan ini bisa menjelaskan hal yang sebenarnya. > > Wassalamu'alaikum wr wb > > == > > http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3130&I temid=55 > "Menunggu Ketegasan Muhammadiyah" > Sabtu, 13 Mei 2006 > Salah satu tujuan utama didirikannya Muhammadiyah > adalah pemurnikan tauhid. Sayang, Muhammadiyah belum > tegas terhadap pengurusnya yang jelas menyimpang. Baca > Catatan Adian Husaini ke-146 > > Oleh: Adian Husaini > > Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berjanji untuk segera > memutuskan status keanggotaan Dawam Rahardjo di > Muhammadiyah. Menurut Wakil Ketua PP Muhammadiyah, > Goodwil Zubair, dalam waktu dekat, akan ada Rapat > Pleno PP Muhammadiyah dan masalah status Dawam > Rahardjo ini akan dibicarakan dalam rapat tersebut. > > Goodwil menyampaikan hal itu kepada delegasi Front > Penanggulangan Ahmadiyah dan Aliran Sesat (FPAS), yang > mendatangi PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya 62 > Jakpus, Rabu (3/5/2006). > > > Kepada delegasi FPAS, Goodwil mengabarkan, bahwa > hampir setiap hari ada warga Muhammadiyah yang > mengadukan masalah Dawam Rahardjo kepada PP > Muhammadiyah. Ditambahkan juga oleh seorang pengurus > Majelis Tablig PP Muhammaidyah, bahwa ketika Musda > Muhammadiyah Bekasi, banyak juga yang mempertanyakan > sikap PP Muhammadiyah terhadap Dawam Rahardjo. > > > Kepada PP Muhammadiyah, FPAS mendesak, agar Dawam > Rahardjo dipecat secara resmi dari keanggotaan > Muhammadiyah, mengingat sepak terjangnya yang sudah > sangat keterlaluan dalam melakukan pembelaan terhadap > kelompok sesat Ahmadiyah dan berbagai ucapannya yang > menyudutkan umat Islam di Indonesia. > > Padahal, sebagaimana kita sebutkan dalam catatan yang > lalu, sejak tahun 1934, Majelis Tarjih Muhammadiyah > sudah memutuskan, bahwa orang yang mengimani ada nabi > lagi setelah Nabi Muhammad adalah KAFIR. "Sepak > terjang Dawam Rahardjo bukan hanya merugikan > Muhammadiyah, tetapi juga umat Islam Indonesia," tegas > Mashadi, mantan anggota Komisi I DPR, yang hadir dalam > delegasi FPAS. Karena itu, Mashadi mendesak PP > Muhammadiyah, agar berani menegakkan disiplin > organisasi terutama yang berkaitan dengan aqidah > Islam. > > > Menanggapi desakan itu, Goodwil menyatakan, secara > individu, sejumlah anggota PP Muhammadiyah juga sudah > berpendapat agar Dawam Rahardjo segera dipecat secara > resmi dari keanggotaannya di Muhammadiyah. Tetapi, itu > masih merupakan pendapat-pendapat individu; belum > menjadi keputusan resmi organisasi. Insyaallah, > masalah Dawam, kata Goodwil, akan segera dituntaskan > secara organisasi. > > > Dalam acara pertemuan tersebut, TIM FAKTA (Forum > Antisipasi Pemurtadan), juga menyerahkan bukti-bukti > ceramah Dawam Rahardjo (dalam bentuk VCD dan transkrip > ceramah), di hadapan Jemaat Kristen di Balai Sarbini > Semanggi Jakarta pada 28 April 2006 lalu. Diantara isi > ceramahnya, Dawam menyatakan, bahwa Menteri Agama RI > harus segera diganti. Dan penggantinya sebaiknya bukan > dari kalangan Muslim, tetapi dari golongan minoritas. > > > "Kalau itu berasal dari kelompok agama yang mayoritas, > wah, itu pasti dia cenderung untuk selalu melanggar, > karena merasa berani dan merasa kuat," kata Dawam. Ia > juga menegaskan, bahwa kebebasan beragama di > Indonesia harus diperjuangkan, termasuk kebebasan > untuk tidak beragama. > > > Menyimak pernyataan Dawam tersebut, kita bisa menilai, > orang seperti apakah Dawam Rahardjo ini? Hanya karena > untuk mengambil hati kaum Kristen, maka dia berani > menyampaikan sesuatu yang sulit diterima akal sehat. > Kaum Kristen pun mungkin tidak terpikir seperti itu. > Di daerah-daerah mayoritas Kristen di Indonesia, > seperti NTT dan Sulawesi Utara, kaum Kristen menuntut > agar Kepala Kanwil Departemen Agama adalah dari > kalangan mereka, kaum Kristen. > > Maka, pernyataan Dawam bahwa, jika orang Muslim yang > menjadi Menteri Agama, maka akan cenderung melanggar, > adalah tidak berdasar sama sekali. > > > Dalam pertemuan dengan PP Muhammadiyah, sejumlah > pengurus Muhammadiyah sendiri juga mengungkapkan > data-data seputar kesalahan yang telah diperbuat Dawam > Rahardjo ketika aktif di Majelis Ekonomi Muhammadiyah. > > > Karena itulah, kita semua menunggu keberanian > Muhammadiyah untuk mengambil sikap yang tegas terhadap > Dawam Rahardjo. Sebagai pengurus Majelis Tabligh PP > Muhammadiyah, saya juga mengingatkan, agar > Muhammadiyah sangat peduli dan berani mengambil sikap > yang tegas dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan > aqidah Islam. Sebab, itulah tujuan utama Muhammadiyah > didirikan. Dan masalah aqidah (Tauhid) inilah yang > juga menjadi tugas pokok dari semua Nabi yang diutus > Allah SWT kepada umat manusia. > > > Adalah sangat tidak patut, jika Muhammadiyah > mengabaikan masalah keimanan dan lebih menekankan pada > masalah amal usaha semata. Paham syirik modern, > seperti paham Pluralisme Agama, seharusnya mendapat > penanganan yang serius di Muhammadiyah. "Jangan sampai > azab Allah ditimpakan kepada Muhammadiyah, karena > mengabaikan masalah aqidah ini," saran saya kepada PP > Muhammadiyah. Saya ingat, sekitar tahun 1970-an, Bapak > saya yang aktif di Muhammadiyah Cepu, begitu sibuk > membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan > takhayul, bid'ah, dan khurafat (TBC). > > Sekarang ini, menurut Syamsul Hidayat, Wakil Ketua > Majlis Tabligh Muhammadiyah, penyakit TBC sudah > menjelma menjadi 'sipilis' (sekularisme, pluralisme > agama, dan liberalisme). Masalah inilah yang harusnya > terus menjadi perhatian utama pimpinan Muhammadiyah. > > Jangan sampai di tubuh Muhammadiyah bersarang penyakit > TBC atau 'sipilis'. Sebab, syirik adalah kezaliman > yang besar. Dosa syirik adalah urusan besar. Adalah > aneh, jika di tubuh Muhammadiyah disebarkan paham > Pluralisme Agama yang menyatakan semua agama adalah > benar dan sah sebagai jalan menuju Tuhan. > > > Kepada PP Muhammadiyah, Mashadi, yang juga pengurus > Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, tak lupa mengingatkan > pimpinan Muhammadiyah agar lebih memperhatikan umatnya > dan mengurusi internal warga dan amal usaha > Muhammadiyah. Kata Mashadi, itu lebih baik, ketimbang > sibuk mencari muka kepada pemimpin-pemimpin Barat. > > Urusan umat begitu besar, dan harusnya semua itu > menjadi prioritas kerja pimpinan Muhammadiyah. Saran > Mashadi itu perlu direnungkan dengan mendalam oleh > pimpinan Muhammadiyah. Mereka sudah saatnya melakukan > pembenahan total dan mendasar ke kampus-kampus > Muhammadiyah, sekolah-sekolah Muhammadiyah, > rumah-rumah sakit Muhammadiyah dan sebagainya. Jika > semua itu berhasil dilakukan dengan baik oleh Prof. > Dr. Din Syamsuddin dan kawan-kawan, maka sekitar 20-30 > tahun lagi, Muhamadiyah akan menjadi kekuatan umat > yang sangat signifikan sebagai gerakan dakwah dan > gerakan budaya di Indonesia. > > Pemimpin Muhammadiyah harus meninggalkan cara pandang > yang terlalu pragmatis dan silau dengan > prestasi-prestasi politik sesaat yang tidak memberikan > perubahan yang mendasar terhadap masa depan mat > Islam. Target-target politik jangka pendek jangan > sampai mengorbankan urusan aqidah dan perjuangan > jangka panjang dalam bidang dakwah yang lebih > strategis bagi masa depan umat. > > > Untuk itu, tidak bisa tidak, pimpinan Muhammadiyah > harus memperhatikan masalah aqidah dan ilmu. Disiplin > dalam kedua harus harus mulai ditegakkan dengan kuat. > > Perlu dibuat target, misalnya, sepuluh tahun lagi, > tidak boleh ada sarjana lulusan pendidikan tinggi > Muhammadiyah yang menjadi penghujat aqidah Islam atau > tidak menjalankan shalat lima waktu. Kampus > Muhammadiyah harus menjadi pusat pembinaan kader-kader > intelektual atau ulama yang memiliki kualitas ilmu dan > amal yang tinggi. > > > Semua itu bisa dilaksanakan jika dimulai dari pucuk > pimpinan terlebih dulu. Pemimpin Muhammadiyah harus > menjadi teladan bagi umatnya, dalam bidang ilmu dan > amal. Mereka nanti akan dimintai pertanggungjawaban di > hadapan Allah, atas segala amanah yang diterima. > > > Karena itu, kasus Dawam Rahardjo ini menjadi batu > ujian untuk pimpinan Muhammadiyah. Beranikah mereka > mengambil keputusan yang tegas terhadap seorang > anggota Muhammadiyah yang jelas-jelas menentang ajaran > Islam dan menyudutkan umat Islam dalam berbagai > kesempatan. Apalagi, setelah resmi diberhentikan d ari > Majelis Ekonomi Muhammadiyah, sepak terjang Dawam > Rahardjo semakin liar. > > Di berbagai organisasi Islam, bahkan di berbagai > lingkungan perguruan tinggi Islam, penegakan disiplin > dalam soal aqidah dan pemikiran Islam ini tampak > begitu lemah. Kekeliruan yang mendasar dalam bidang > keilmuan sering dipuji-puji sebagai prestasi keilmuan. > > Ini adalah bentuk kezaliman yang sangat nyata. Orang > yang bukan ulama diagung-agungkan sebagai ulama besar. > Cendekiawan yang keliru dalam pemikirannya dipuja-puji > sebagai pemikir besar ata pembaru (mujaddid) Islam. > > > Pada 19 April 2006, saya diundang ke salah satu > perguruan tinggi Islam di Bandung untuk menjadi > pembicara dalam acara bedah buku saya 'Hegemoni > Kristren-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi'. > Di dalam forum, ada seorang mahasiswa yang menyatakan, > bahwa ada dosennya yang mengatakan, al-Quran perlu > dikritik. Ada lagi mahasiswa yang cerita, usai acara, > bahwa ada dosennya (laki-laki) yang secara > terang-terangan tidak melaksanakan shalat Jumat. > > Seorang dosen yang juga petinggi di kampus itu, malah > menyatakan, bahwa di kampusnya memang tidak diajarkan > aqidah Islam, tetapi hanya diajarkan Ilmu Kalam. Kita > tentu heran, mengapa semua itu dibiarkan terjadi > begitu lama ? Seolah-olah tidak ada masalah yang > serius. > > Pendidikan Tinggi Islam, sebagaimana dicita-citakan > oleh umat Islam, seyogyanya dikelola oleh cendekiawan > yang memahami dan mengamalkan Islam, sehingga > diharapkan akan melahirkan sarjana-sarjana yang > bermutu tinggi dan baik. Meskipun jumlah yang rusak, > secara kuantitatif, tidak banyak, tetapi karena > 'penyakit' itu dibiarkan saja, maka lama kelamaan akan > menyebar dan merusak semua sistem yang ada. > > Dr. Moh. Natsir pernah mengungkapkan, jika mau > memadamkan api, lakukan ketika api itu masih kecil. > Jika ada pemikiran yang dianggap baru dan menyimpang - > seperti pernyataan bahwa al-Quran bukan Kitab Suci -- > maka secepatnya harus dilakukan klarifikasi, diuji > secara ilmiah, dan dikonfrontasikan dengan para > ilmuwan lain. Tidak boleh dibiarkan begitu saja. Jika > ada dosen yang tidak shalat, maka harus segera > disidang oleh senat guru besar dan disadarkan untuk > bertobat. Jika tidak mau juga, maka seyogyanya diambil > tindakan yang tegas. Meninggalkan shalat lima waktu > adalah tindakan kejahatan dan dosa besar dalam > pandangan Islam. Bukan hanya mencuri atau korupsi > saja. Jadi, seyogyanya, satu organisasi, kampus, atau > lembaga Islam, menerapkan disiplin organisasi dan > pemikiran Islam ke dalam dulu, sebelum menerapkan atau > memperjuangkannya kepada lembaga lain. > > > Sikap kritis dan tegas dalam pemikiran dan keilmuan > harus ditegakkan, khususnya di kalangan ilmuwan. > Adalah sangat berbahaya jika para ilmuwan sendiri > kehilangan sikap kritis, dan sekedar memuja-muji > seseorang tanpa sikap kritis yang memadai. Ini > terjadi, misalnya, terhadap Nurcholish Madjid dan > Harun Nasution. Kedua ilmuwan ini sering dipuji-puji > tanpa memberikan kritik yang memadai terhadap sejumlah > pemikiran mereka yang keliru. Sebagai contoh, dalam > sebuah buku berjudul "Teologi Islam Rasional", banyak > ilmuwan yang memberikan pujian yang berlebihan dan > kurang kritis terhadap pemikiran Prof. Dr. Harun > Nasution. > > > Prof. Dr. Said Agil al-Munawwar, misalnya, menulis > dalam buku ini: "Karena itu, beliau perlu diteladani > oleh para intelektual maupun generasi berikutnya. > Harun Nasution adalah sebagai salah seorang tokoh > pembaru diantara sedikit tokoh yang ada, ia termasuk > tokoh sentral dalam menyemaikan ide pembaruan bersama > tokoh lainnya di Indonesia . Harun sangat tepat > disebut pemancang perubahan dalam tradisi akademik di > lingkungan perguruan tinggi Islam Indonesia. (Teologi > Islam Rasional, 2005:xvi-xvii)." > > Ada sejumlah pemikiran Harun Nasution yang sangat > perlu dikritisi, sebelum dipuji secara berlebihan. > Misalnya, dalam buku ini juga disebutkan pemikiran > Harun Nasution, bahwa ajaran Islam yang bersifat dasar > dan absolut hanya ada empat, yaitu: (a) Tidak boleh > ada dalam pemikiran Islam bahwa Allah tidak ada, (b) > Tidak boleh ada dalam pemikiran Islam bahwa al-Quran > bukan wahyu, (c) Tidak boleh ada kesimpulan dalam > pemikiran Islam bahwa Muhammad bukan Rasul Allah, (d) > Tidak boleh ada kesimpulan bahwa Hari Akhir tidak ada. > Sedangkan ajaran Islam lainnya bersifat pengembangan. > (Ibid, hal. 65). > > > Benarkah ajaran Islam yang dasar dan absolut hanya > empat hal itu? Bagaimana jika ada yang menyatakan > bahwa ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad? Bukankah > iman kepada Malaikat dan iman kepada taqdir Allah juga > termasuk ajaran pokok dalam Islam? > > Pemikiran Harun seperti itu jelas keliru dan terlalu > mudah untuk dikritisi. Kekeliruan Harun lainnya, > misalnya, dalam kategorisasi agama-agama, seperti > ditulisnya dalam buku "Islam Ditinjau dari Berbagai > Aspeknya". Menurut Harun, jenis agama monoteisme > (diistilahkan juga dengan 'agama Tauhid') adalah > Islam, Yahudi, Kristen, dan Hindu. Agama Islam, > Yahudi, dan Kristen, adalah satu rumpun. Sedangkan > agama Hindu bukan satu rumpun. > > Namun, Islam dan Yahudi adalah agama monoteis yang > murni, sedangkan Kristen tidak murni monoteis lagi. > Pemikiran Harun tersebut jelas keliru. Tetapi, karena > para dosen agama dan petinggi Departemen Agama kurang > peduli dengan masalah ini, maka puluhan tahun, > kekeliruan itu tetap dibiarkan. Hingga kini, sudah 30 > tahun lebih, buku Harun Nasution tetap menjadi buku > wajib di kampus-kampus UIN/IAIN/STAIN dan PTIS di > Indonesia. Kita berharap, sikap kritis dan semangat > keilmuan Islam yang tinggi segera dapat ditumbuhkan di > lingkungan perguruan dan organisasi Islam, sehingga > kekeliruan ilmu tidak semakin bertambah parah. Amin. > (Bukittinggi, 5 Mei 2006/hidayatullah.com). > > > > === > Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? > Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] > http://www.media-islam.or.id > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > _______________________________________________ > is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
