Prioritasnya kalau nggak salah adalah:

- dien
- nyawa
- kehormatan
- harta

Dengan menolong pasien, kan tidak merusak dienul Islam, tetapi
kemungkinan menolong nyawa.

Salam
B.S.

--- Dewa Gede Permana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Nah lho? mumpung Mas Wahyu nongol disini....
> 
> Hayo mana oleh-oleh dari Bandung tempo hari...?
> 
> Ayolah mas monggo diceritakan ke kite yang ada dibelakang ini, by
> japri juga
> gak pa-pa lah... :-)
> 
>  
> 
> :)
> 
>  
> 
> Wassalam
> 
>  
> 
>   _____  
> 
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> On Behalf Of [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, November 16, 2006 9:41 PM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [is-lam] Kesesatan Dawam dan Sikap Muslim dalam
> Menghadapi
> Munafik
> 
>  
> 
> Pilih pasien mas.....
> 
>  
> 
> slm
> 
> why
> 
>  
> 
>   _____  
> 
> From: [EMAIL PROTECTED] on behalf of ardiansyah
> Sent: Thu 11/16/2006 12:47 PM
> To: Milis is-lam
> Subject: Re: [is-lam] Kesesatan Dawam dan Sikap Muslim dalam
> Menghadapi
> Munafik
> 
>  
> 
> Saya ada kasus, tolong jika ada yg tahu bisa ngasih jawaban atas
> kasus yg
> saya dapat.
> 
> Ada kasus: (Temen saya menanyaka)
> 
> 
> Dia (dokter) dihadapkan pada kasus dimana dia harus memilih, harus
> menjalankan operasi untuk menolong orang yg sudah kritis atau
> menjalankan
> sholat Dzuhur-Ashar pada waktu yang sama, dimana jika kita memilih
> salah
> satunya maka kita tidak dapat menunaikan salah satu ibadah yang
> lainnya
> tersebut.
> 
> Dia menanyakan, apakah dia bisa mengganti sholat Dzuhur dan Ashar
> tersebut
> di lain waktu?
> 
> Bagaimana menyikapi hal ini? mungkin ada ustad yang mempunyai jawaban
> akan
> hal ini?
> 
> 
> 
> Tks
> 
> Ardi
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "is-lam" <[email protected]>
> Sent: Monday, November 13, 2006 1:17 PM
> Subject: [is-lam] Kesesatan Dawam dan Sikap Muslim dalam Menghadapi
> Munafik
> 
> 
> > Kesesatan Dawam dan Sikap Muslim dalam Menghadapi
> > Munafik
> >
> > Assalamu'alaikum wr wb,
> >
> > Dawam Rahardjo telah mengatakan bahwa berpindah agama
> > tidak berarti murtad. Ini adalah masalah yang serius
> > dan telah dimuat di Suara Pembaruan dan menyebar di
> > Internet.
> >
> > Jika ada Muslim yang awam tersesat dan pindah agama
> > karenanya, bukan hanya Dawam, tapi kita juga berdosa
> > jika diam saja dan tidak melakukan amar ma'ruf nahi
> > munkar. Padahal Amar ma'ruf nahi munkar itu
> > diperintahkan Allah.
> >
> > "Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan,
> > mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari
> > yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan)
> > pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang
> > yang saleh." [AliImran:114]
> >
> > Pecahnya ummat Islam menjadi 2 dalam menghadapi
> > golongan munafik juga sangat memprihatinkan. Ada dari
> > kita yang berharap agar mereka dapat petunjuk, padahal
> > Allah menjelaskan bahwa mereka telah kafir karena
> > perbuatan mereka sendiri. Allah juga melarang kita
> > menjadikan mereka sebagai penolong/sahabat:
> >
> > " Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua
> > golongan[328] dalam (menghadapi) orang-orang munafik,
> > padahal Allah telah membalikkan mereka kepada
> > kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah
> > kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang
> > yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang
> > disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan
> > jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya" [An
> > Nisaa':88]
> >
> > [328]. Maksudnya: golongan orang-orang mukmin yang
> > membela orang-orang munafik dan golongan orang-orang
> > mukmin yang memusuhi mereka.
> >
> > "Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana
> > mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama
> > (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara
> > mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah
> > pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan
> > dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan
> > janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka
> > menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong"
> > [An Nisaa':89]
> >
> > Ayat di atas cukup bagi kita untuk menyikapi
> > orang-orang munafik. Orang munafik lebih berbahaya
> > dari orang kafir. Karena mereka berpura-pura menjadi
> > Muslim/cendekiawan Muslim guna menyesatkan orang
> > Islam. Bahkan ada yang sampai membangun masjid
> > sebagaimana terjadi di zaman Nabi:
> >
> > "Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada
> > orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan
> > kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk
> > kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang
> > mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang
> > telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu[660].
> > Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki
> > selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa
> > sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam
> > sumpahnya). " [At Taubah:107]
> >
> > [660]. Yang dimaksudkan dengan orang yang telah
> > memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu ialah
> > seorang pendeta Nasrani bernama Abu 'Amir, yang mereka
> > tunggu-tunggu kedatangannya dari Syiria untuk
> > bersembahyang di masjid yang mereka dirikan itu, serta
> > membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum
> > muslimin. Akan tetapi kedatangan Abu 'Amir ini tidak
> > jadi karena ia mati di Syiria. Dan masjid yang
> > didirikan kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah
> > Rasulullah s.a.w. berkenaan dengan wahyu yang
> > diterimanya sesudah kembali dari perang Tabuk.
> >
> > Ada yang berpendapat Dawam hanya keseleo lidah.
> > Sayangnya pernyataan Dawam yang menyimpang dari Islam
> > bukan hanya itu. Sebelumnya dia mendukung alirat sesat
> > Ahmadiyah (yang menganggap Ghulam Mirza Ahmad sebagai
> > Nabi setelah Nabi Muhammad) dan menyebut MUI yang
> > megeluarkan fatwa Ahmadiyah sesat sebagai Aliran Sesat
> > sehingga akhirnya dikeluarkan dari Muhammadiyyah.
> >
> > ==
> > http://www.suaramerdeka.com/harian/0507/30/nas13.htm
> > Sementara itu, Dawam Rahardjo menyatakan tidak ada
> > gunanya mempertahankan MUI lagi. Dia juga berpendapat
> > sebaiknya lembaga tersebut dibubarkan. "Saya pikir,
> > MUI adalah aliran sesat karena telah mengeluarkan
> > fatwa yang menyesatkan," tandasnya.
> >
> > Menurut Dawam, Ahmadiyah jangan disesatkan. Mereka
> > adalah bagian dari umat Islam.
> >
> > "Seharusnya ada salah satu pengurus MUI yang berasal
> > dari Ahmadiyah," katanya.
> > ==
> >
> > Gara-gara sepak-terjangnya pula, 13 Januari 2006 lalu,
> > sebagaimana dimuat di tempointeraktif.com, Ketua Umum
> > Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dien Syamsuddin
> > mengatakan, Dawam Rahardjo "dipecat secara tidak
> > langsung" oleh organisasinya (Muhammadiyah) . Hal ini
> > terutama berkaitan dengan pandangan-pandangannya
> > terhadap liran Ahmadiyah.
> >
>
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/01/13/brk,20060113-72249,id.
> html
> >
> > Dawam juga merupakan salah satu kontributor Jaringan
> > Islam Liberal
> > (http://islamlib.com/id/index.php?page=archives
> <http://islamlib.com/id/index.php?page=archives&mode=author&id=163>
> &mode=author&id=163).
> > Salah satu tulisannya:
> > ==
> > http://islamlib.com/id/index.php?page=article
> <http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=962> &id=962
> > Ketiga, semua agama itu sama, dalam arti semua agama
> > itu, dalam perspektif masing-masing, pada hakikatnya
> > merupakan jalan menuju kebenaran dan kebajikan. Tidak
> > ada agama yang mengajarkan kesalahan atau keburukan
> > dan kejahatan.
> > ==
> >
> > Bagaimana mungkin semua agama benar dan baik sementara
> > ada yang mengajarkan syirik dan Allah menyatakan
> > syirik adalah dosa terbesar dan tidak terampuni?
> >
> > " Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
> > syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain
> > dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
> > Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh
> > ia telah berbuat dosa yang besar." [An Nisaa'48]
> >
> > Dawam juga menentang RUU yang melarang pornografi dan
> > porno aksi bersama artis seperti Inul:
> > ==
> > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0604/23/UTAMA/2604598.htm
> > Sejumlah sosok dari berbagai kelompok turut dalam
> > pawai, seperti Franky Sahilatua, Ratna Sarumpaet,
> > Dawam Rahardjo, Inul Daratista, Ayu Utami, Adi Kurdi,
> > Sarwono Kusumaatmadja, Jajang C Noer, Rima Melati,
> > Yeni Rosa Damayanti, Butet Kertaradjasa, Sukmawati
> > Soekarnoputri, Garin Nugroho, Goenawan Moehammad, dan
> > Nia Dinata.
> > ==
> >
> > Jelas perbuatan  Dawam dalam mendukung kesesataan dan
> > memaki orang yang lurus sebagai sesat begitu konsisten
> > dari dulu hingga sekarang.
> >
> > Ada sebagian orang Islam yang terkecoh. Mudah-mudahan
> > tulisan ini bisa menjelaskan hal yang sebenarnya.
> >
> > Wassalamu'alaikum wr wb
> >
> > ==
> >
> >
> http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content
>
<http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3130&;
> I> &task=view&id=3130&I
> temid=55
> > "Menunggu Ketegasan Muhammadiyah"
> > Sabtu, 13 Mei 2006
> > Salah satu tujuan utama didirikannya Muhammadiyah
> > adalah pemurnikan tauhid. Sayang, Muhammadiyah belum
> > tegas terhadap pengurusnya yang jelas menyimpang. Baca
> > Catatan Adian Husaini ke-146
> >
> > Oleh: Adian Husaini
> >
> > Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berjanji untuk segera
> > memutuskan status keanggotaan Dawam Rahardjo di
> > Muhammadiyah. Menurut Wakil Ketua PP Muhammadiyah,
> > Goodwil Zubair, dalam waktu dekat, akan ada Rapat
> > Pleno PP Muhammadiyah dan masalah status Dawam
> > Rahardjo ini akan dibicarakan dalam rapat tersebut.
> >
> > Goodwil menyampaikan hal itu kepada delegasi Front
> > Penanggulangan Ahmadiyah dan Aliran Sesat (FPAS), yang
> > mendatangi PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya 62
> > Jakpus, Rabu (3/5/2006).
> >
> >
> > Kepada delegasi FPAS, Goodwil mengabarkan, bahwa
> > hampir setiap hari ada warga Muhammadiyah yang
> > mengadukan masalah Dawam Rahardjo kepada PP
> > Muhammadiyah. Ditambahkan juga oleh seorang pengurus
> > Majelis Tablig PP Muhammaidyah, bahwa ketika Musda
> > Muhammadiyah Bekasi, banyak juga yang mempertanyakan
> > sikap PP Muhammadiyah terhadap Dawam Rahardjo.
> >
> >
> > Kepada PP Muhammadiyah, FPAS mendesak, agar Dawam
> > Rahardjo dipecat secara resmi dari keanggotaan
> > Muhammadiyah, mengingat sepak terjangnya yang sudah
> > sangat keterlaluan dalam melakukan pembelaan terhadap
> > kelompok sesat Ahmadiyah dan berbagai ucapannya yang
> > menyudutkan umat Islam di Indonesia.
> >
> > Padahal, sebagaimana kita sebutkan dalam catatan yang
> > lalu, sejak tahun 1934, Majelis Tarjih Muhammadiyah
> > sudah memutuskan, bahwa orang yang mengimani ada nabi
> > lagi setelah Nabi Muhammad adalah KAFIR. "Sepak
> > terjang Dawam Rahardjo bukan hanya merugikan
> > Muhammadiyah, tetapi juga umat Islam Indonesia," tegas
> > Mashadi, mantan anggota Komisi I DPR, yang hadir dalam
> > delegasi FPAS. Karena itu, Mashadi mendesak PP
> > Muhammadiyah, agar berani menegakkan disiplin
> > organisasi terutama yang berkaitan dengan aqidah
> > Islam.
> >
> >
> > Menanggapi desakan itu, Goodwil menyatakan, secara
> > individu, sejumlah anggota PP Muhammadiyah juga sudah
> > berpendapat agar Dawam Rahardjo segera dipecat secara
> > resmi dari keanggotaannya di Muhammadiyah. Tetapi, itu
> > masih merupakan pendapat-pendapat individu; belum
> > menjadi keputusan resmi organisasi. Insyaallah,
> > masalah Dawam, kata Goodwil, akan segera dituntaskan
> > secara organisasi.
> >
> >
> > Dalam acara pertemuan tersebut, TIM FAKTA (Forum
> > Antisipasi Pemurtadan), juga menyerahkan bukti-bukti
> > ceramah Dawam Rahardjo (dalam bentuk VCD dan transkrip
> > ceramah), di hadapan Jemaat Kristen di Balai Sarbini
> > Semanggi Jakarta pada 28 April 2006 lalu. Diantara isi
> > ceramahnya, Dawam menyatakan, bahwa Menteri Agama RI
> > harus segera diganti. Dan penggantinya sebaiknya bukan
> > dari kalangan Muslim, tetapi dari golongan minoritas.
> >
> >
> > "Kalau itu berasal dari kelompok agama yang mayoritas,
> > wah, itu pasti dia cenderung untuk selalu melanggar,
> > karena merasa berani dan merasa kuat," kata Dawam. Ia
> > juga menegaskan, bahwa kebebasan beragama di
> > Indonesia harus diperjuangkan, termasuk kebebasan
> > untuk tidak beragama.
> >
> >
> > Menyimak pernyataan Dawam tersebut, kita bisa menilai,
> > orang seperti apakah Dawam Rahardjo ini? Hanya karena
> > untuk mengambil hati kaum Kristen, maka dia berani
> > menyampaikan sesuatu yang sulit diterima akal sehat.
> > Kaum Kristen pun mungkin tidak terpikir seperti itu.
> > Di daerah-daerah mayoritas Kristen di Indonesia,
> > seperti NTT dan Sulawesi Utara, kaum Kristen menuntut
> > agar Kepala Kanwil Departemen Agama adalah dari
> > kalangan mereka, kaum Kristen.
> >
> > Maka, pernyataan Dawam bahwa, jika orang Muslim yang
> > menjadi Menteri Agama, maka akan cenderung melanggar,
> > adalah tidak berdasar sama sekali.
> >
> >
> > Dalam pertemuan dengan PP Muhammadiyah, sejumlah
> > pengurus Muhammadiyah sendiri juga mengungkapkan
> > data-data seputar kesalahan yang telah diperbuat Dawam
> > Rahardjo ketika aktif di Majelis Ekonomi Muhammadiyah.
> >
> >
> > Karena itulah, kita semua menunggu keberanian
> > Muhammadiyah untuk mengambil sikap yang tegas terhadap
> > Dawam Rahardjo. Sebagai pengurus Majelis Tabligh PP
> > Muhammadiyah, saya juga mengingatkan, agar
> > Muhammadiyah sangat peduli dan berani mengambil sikap
> > yang tegas dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan
> > aqidah Islam. Sebab, itulah tujuan utama Muhammadiyah
> > didirikan. Dan masalah aqidah (Tauhid) inilah yang
> > juga menjadi tugas pokok dari semua Nabi yang diutus
> > Allah SWT kepada umat manusia.
> >
> >
> > Adalah sangat tidak patut, jika Muhammadiyah
> > mengabaikan masalah keimanan dan lebih menekankan pada
> > masalah amal usaha semata. Paham syirik modern,
> > seperti paham Pluralisme Agama, seharusnya mendapat
> > penanganan yang serius di Muhammadiyah. "Jangan sampai
> > azab Allah ditimpakan kepada Muhammadiyah,  karena
> > mengabaikan masalah aqidah ini," saran saya kepada PP
> > Muhammadiyah. Saya ingat, sekitar tahun 1970-an, Bapak
> > saya yang aktif di Muhammadiyah Cepu, begitu sibuk
> > membahas masalah-masalah yang  berkaitan dengan
> > takhayul, bid'ah, dan khurafat (TBC).
> >
> > Sekarang ini, menurut Syamsul Hidayat, Wakil Ketua
> > Majlis Tabligh Muhammadiyah, penyakit TBC sudah
> > menjelma menjadi 'sipilis' (sekularisme, pluralisme
> > agama, dan liberalisme).  Masalah inilah yang harusnya
> > terus menjadi perhatian utama pimpinan Muhammadiyah.
> >
> > Jangan sampai di tubuh Muhammadiyah bersarang penyakit
> > TBC atau 'sipilis'. Sebab, syirik adalah kezaliman
> > yang besar. Dosa syirik adalah urusan besar. Adalah
> > aneh, jika di tubuh Muhammadiyah disebarkan paham
> > Pluralisme Agama yang menyatakan semua agama adalah
> > benar dan sah sebagai jalan menuju Tuhan.
> >
> >
> > Kepada PP Muhammadiyah, Mashadi, yang juga pengurus
> > Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, tak lupa mengingatkan
> > pimpinan Muhammadiyah agar lebih memperhatikan umatnya
> > dan mengurusi internal warga dan amal usaha
> > Muhammadiyah. Kata Mashadi, itu lebih baik, ketimbang
> > sibuk mencari muka kepada pemimpin-pemimpin Barat.
> >
> > Urusan umat begitu besar, dan harusnya semua itu
> > menjadi prioritas kerja pimpinan Muhammadiyah. Saran
> > Mashadi itu perlu direnungkan dengan mendalam oleh
> > pimpinan Muhammadiyah. Mereka sudah saatnya melakukan
> > pembenahan total dan mendasar ke kampus-kampus
> > Muhammadiyah, sekolah-sekolah Muhammadiyah,
> > rumah-rumah sakit Muhammadiyah dan sebagainya. Jika
> > semua itu berhasil dilakukan dengan baik oleh Prof.
> > Dr. Din Syamsuddin dan kawan-kawan, maka sekitar 20-30
> > tahun lagi, Muhamadiyah akan menjadi kekuatan umat
> > yang sangat signifikan sebagai gerakan dakwah dan
> > gerakan budaya di Indonesia.
> >
> > Pemimpin Muhammadiyah harus meninggalkan cara pandang
> > yang terlalu pragmatis dan silau dengan
> > prestasi-prestasi politik sesaat yang tidak memberikan
> > perubahan yang mendasar terhadap  masa depan  mat
> > Islam. Target-target politik jangka pendek jangan
> > sampai mengorbankan urusan aqidah dan perjuangan
> > jangka panjang dalam bidang dakwah yang lebih
> > strategis bagi masa depan umat.
> >
> >
> > Untuk itu, tidak bisa tidak, pimpinan Muhammadiyah
> > harus memperhatikan masalah aqidah dan ilmu. Disiplin
> > dalam kedua harus harus mulai ditegakkan dengan kuat.
> >
> > Perlu dibuat target, misalnya, sepuluh tahun lagi,
> > tidak boleh ada sarjana lulusan pendidikan tinggi
> > Muhammadiyah yang menjadi penghujat aqidah Islam atau
> > tidak menjalankan shalat lima waktu. Kampus
> > Muhammadiyah harus menjadi pusat pembinaan kader-kader
> > intelektual atau ulama yang memiliki kualitas ilmu dan
> > amal yang tinggi.
> >
> >
> > Semua itu bisa dilaksanakan jika dimulai dari pucuk
> > pimpinan terlebih dulu. Pemimpin Muhammadiyah harus
> > menjadi teladan bagi umatnya, dalam bidang ilmu dan
> > amal. Mereka nanti akan dimintai pertanggungjawaban di
> > hadapan Allah, atas segala amanah yang diterima.
> >
> >
> > Karena itu, kasus Dawam Rahardjo ini menjadi batu
> > ujian untuk pimpinan Muhammadiyah. Beranikah mereka
> > mengambil keputusan yang tegas terhadap seorang
> > anggota Muhammadiyah yang jelas-jelas menentang ajaran
> > Islam dan menyudutkan umat Islam dalam berbagai
> > kesempatan. Apalagi, setelah resmi diberhentikan d ari
> > Majelis Ekonomi Muhammadiyah, sepak terjang Dawam
> > Rahardjo semakin liar.
> >
> > Di berbagai organisasi Islam, bahkan di berbagai
> > lingkungan perguruan tinggi Islam,  penegakan disiplin
> > dalam soal aqidah dan pemikiran Islam ini tampak
> > begitu lemah. Kekeliruan yang mendasar dalam bidang
> > keilmuan sering dipuji-puji sebagai prestasi keilmuan.
> >
> > Ini adalah bentuk kezaliman yang sangat nyata. Orang
> > yang bukan ulama diagung-agungkan sebagai ulama besar.
> > Cendekiawan yang keliru dalam pemikirannya dipuja-puji
> > sebagai pemikir besar ata  pembaru  (mujaddid) Islam.
> >
> >
> > Pada 19 April 2006, saya diundang ke salah satu
> > perguruan tinggi Islam di Bandung untuk menjadi
> > pembicara dalam acara bedah buku saya 'Hegemoni
> > Kristren-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi'.
> > Di dalam forum, ada seorang mahasiswa yang menyatakan,
> > bahwa ada dosennya yang mengatakan, al-Quran perlu
> > dikritik. Ada lagi mahasiswa yang cerita, usai acara,
> > bahwa ada dosennya (laki-laki) yang secara
> > terang-terangan tidak melaksanakan shalat Jumat.
> >
> > Seorang dosen yang juga petinggi di kampus itu, malah
> > menyatakan, bahwa di kampusnya memang tidak diajarkan
> > aqidah Islam, tetapi hanya diajarkan Ilmu Kalam.  Kita
> > tentu heran, mengapa semua itu dibiarkan terjadi
> > begitu lama ?  Seolah-olah tidak ada masalah yang
> > serius.
> >
> > Pendidikan Tinggi Islam, sebagaimana dicita-citakan
> > oleh umat Islam, seyogyanya dikelola oleh cendekiawan
> > yang memahami dan mengamalkan Islam, sehingga
> > diharapkan akan melahirkan sarjana-sarjana yang
> > bermutu tinggi dan baik. Meskipun jumlah yang rusak,
> > secara kuantitatif, tidak banyak, tetapi karena
> > 'penyakit' itu dibiarkan saja, maka lama kelamaan akan
> > menyebar dan merusak semua sistem yang ada.
> >
> > Dr. Moh. Natsir pernah mengungkapkan, jika mau
> > memadamkan api, lakukan ketika api itu masih kecil.
> > Jika ada pemikiran yang dianggap baru dan menyimpang -
> > seperti pernyataan bahwa al-Quran bukan Kitab Suci --
> > maka secepatnya harus dilakukan klarifikasi, diuji
> > secara ilmiah, dan dikonfrontasikan dengan para
> > ilmuwan lain. Tidak boleh dibiarkan begitu saja. Jika
> > ada dosen yang tidak shalat, maka harus segera
> > disidang oleh senat guru besar dan disadarkan untuk
> > bertobat. Jika tidak mau juga, maka seyogyanya diambil
> > tindakan yang tegas. Meninggalkan shalat lima waktu
> > adalah tindakan kejahatan dan dosa besar dalam
> > pandangan Islam. Bukan hanya mencuri atau korupsi
> > saja. Jadi, seyogyanya, satu organisasi, kampus, atau
> > lembaga Islam, menerapkan disiplin organisasi dan
> > pemikiran Islam ke dalam dulu, sebelum menerapkan atau
> > memperjuangkannya kepada lembaga lain.
> >
> >
> > Sikap kritis dan tegas dalam pemikiran dan keilmuan
> > harus ditegakkan, khususnya di kalangan ilmuwan.
> > Adalah sangat berbahaya jika para ilmuwan sendiri
> > kehilangan sikap kritis, dan sekedar memuja-muji
> > seseorang tanpa  sikap kritis yang memadai. Ini
> > terjadi, misalnya, terhadap Nurcholish Madjid dan
> > Harun Nasution. Kedua ilmuwan ini sering dipuji-puji
> > tanpa memberikan kritik yang memadai terhadap sejumlah
> > pemikiran mereka yang keliru. Sebagai contoh, dalam
> > sebuah buku berjudul "Teologi Islam Rasional", banyak
> > ilmuwan yang memberikan pujian yang berlebihan dan
> > kurang kritis terhadap pemikiran Prof. Dr. Harun
> > Nasution.
> >
> >
> > Prof. Dr. Said Agil al-Munawwar, misalnya, menulis
> > dalam buku ini: "Karena itu, beliau perlu diteladani
> > oleh para intelektual maupun generasi berikutnya.
> > Harun Nasution adalah sebagai salah seorang tokoh
> > pembaru diantara sedikit tokoh yang ada, ia termasuk
> > tokoh sentral dalam menyemaikan ide pembaruan bersama
> > tokoh lainnya di Indonesia . Harun sangat tepat
> > disebut pemancang perubahan dalam tradisi akademik di
> > lingkungan perguruan tinggi Islam Indonesia.  (Teologi
> > Islam Rasional, 2005:xvi-xvii)."
> >
> > Ada sejumlah pemikiran Harun Nasution yang sangat
> > perlu dikritisi, sebelum dipuji secara berlebihan.
> > Misalnya, dalam buku ini juga disebutkan pemikiran
> > Harun Nasution, bahwa ajaran Islam yang bersifat dasar
> > dan absolut hanya ada empat, yaitu: (a) Tidak boleh
> > ada dalam pemikiran Islam bahwa Allah tidak ada, (b)
> > Tidak boleh ada dalam pemikiran Islam bahwa al-Quran
> > bukan wahyu, (c)  Tidak boleh ada kesimpulan dalam
> > pemikiran Islam bahwa Muhammad bukan Rasul Allah, (d)
> > Tidak boleh ada kesimpulan bahwa Hari Akhir tidak ada.
> > Sedangkan ajaran Islam lainnya bersifat pengembangan.
> > (Ibid, hal. 65).
> >
> >
> > Benarkah ajaran Islam yang dasar dan absolut hanya
> > empat hal itu? Bagaimana jika ada yang menyatakan
> > bahwa ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad? Bukankah
> > iman kepada Malaikat dan iman kepada taqdir Allah juga
> > termasuk ajaran pokok dalam Islam?
> >
> > Pemikiran Harun seperti itu jelas keliru dan terlalu
> > mudah untuk dikritisi. Kekeliruan Harun lainnya,
> > misalnya, dalam kategorisasi agama-agama, seperti
> > ditulisnya dalam buku "Islam Ditinjau dari Berbagai
> > Aspeknya". Menurut Harun, jenis agama monoteisme
> > (diistilahkan juga dengan 'agama Tauhid') adalah
> > Islam, Yahudi, Kristen, dan Hindu. Agama Islam,
> > Yahudi, dan Kristen, adalah satu rumpun. Sedangkan
> > agama Hindu bukan satu rumpun.
> >
> > Namun, Islam dan Yahudi adalah agama monoteis yang
> > murni, sedangkan Kristen tidak murni monoteis lagi.
> > Pemikiran Harun tersebut jelas keliru. Tetapi, karena
> > para dosen agama dan petinggi Departemen Agama  kurang
> > peduli dengan masalah ini, maka puluhan tahun,
> > kekeliruan itu tetap dibiarkan. Hingga kini, sudah 30
> > tahun lebih, buku Harun Nasution tetap menjadi buku
> > wajib di kampus-kampus UIN/IAIN/STAIN dan PTIS di
> > Indonesia.  Kita berharap, sikap kritis dan semangat
> > keilmuan Islam yang tinggi segera dapat ditumbuhkan di
> > lingkungan perguruan dan organisasi Islam, sehingga
> > kekeliruan ilmu tidak semakin bertambah parah. Amin.
> > (Bukittinggi, 5 Mei 2006/hidayatullah.com).
> >
> >
> >
> > ===
> > Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> > Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
> > http://www.media-islam.or.id
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> > _______________________________________________
> > is-lam mailing list
> > [email protected]
> > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> >
> 
> _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> > _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 





 
____________________________________________________________________________________
Sponsored Link

Mortgage rates near 39yr lows. 
$310k for $999/mo. Calculate new payment! 
www.LowerMyBills.com/lre
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke