Prioritasnya kalau nggak salah adalah: - dien - nyawa - kehormatan - harta
Dengan menolong pasien, kan tidak merusak dienul Islam, tetapi kemungkinan menolong nyawa. Salam B.S. --- Dewa Gede Permana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Nah lho? mumpung Mas Wahyu nongol disini.... > > Hayo mana oleh-oleh dari Bandung tempo hari...? > > Ayolah mas monggo diceritakan ke kite yang ada dibelakang ini, by > japri juga > gak pa-pa lah... :-) > > > > :) > > > > Wassalam > > > > _____ > > From: [EMAIL PROTECTED] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] > On Behalf Of [EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, November 16, 2006 9:41 PM > To: [email protected] > Subject: RE: [is-lam] Kesesatan Dawam dan Sikap Muslim dalam > Menghadapi > Munafik > > > > Pilih pasien mas..... > > > > slm > > why > > > > _____ > > From: [EMAIL PROTECTED] on behalf of ardiansyah > Sent: Thu 11/16/2006 12:47 PM > To: Milis is-lam > Subject: Re: [is-lam] Kesesatan Dawam dan Sikap Muslim dalam > Menghadapi > Munafik > > > > Saya ada kasus, tolong jika ada yg tahu bisa ngasih jawaban atas > kasus yg > saya dapat. > > Ada kasus: (Temen saya menanyaka) > > > Dia (dokter) dihadapkan pada kasus dimana dia harus memilih, harus > menjalankan operasi untuk menolong orang yg sudah kritis atau > menjalankan > sholat Dzuhur-Ashar pada waktu yang sama, dimana jika kita memilih > salah > satunya maka kita tidak dapat menunaikan salah satu ibadah yang > lainnya > tersebut. > > Dia menanyakan, apakah dia bisa mengganti sholat Dzuhur dan Ashar > tersebut > di lain waktu? > > Bagaimana menyikapi hal ini? mungkin ada ustad yang mempunyai jawaban > akan > hal ini? > > > > Tks > > Ardi > > > > > ----- Original Message ----- > From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]> > To: "is-lam" <[email protected]> > Sent: Monday, November 13, 2006 1:17 PM > Subject: [is-lam] Kesesatan Dawam dan Sikap Muslim dalam Menghadapi > Munafik > > > > Kesesatan Dawam dan Sikap Muslim dalam Menghadapi > > Munafik > > > > Assalamu'alaikum wr wb, > > > > Dawam Rahardjo telah mengatakan bahwa berpindah agama > > tidak berarti murtad. Ini adalah masalah yang serius > > dan telah dimuat di Suara Pembaruan dan menyebar di > > Internet. > > > > Jika ada Muslim yang awam tersesat dan pindah agama > > karenanya, bukan hanya Dawam, tapi kita juga berdosa > > jika diam saja dan tidak melakukan amar ma'ruf nahi > > munkar. Padahal Amar ma'ruf nahi munkar itu > > diperintahkan Allah. > > > > "Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, > > mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari > > yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) > > pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang > > yang saleh." [AliImran:114] > > > > Pecahnya ummat Islam menjadi 2 dalam menghadapi > > golongan munafik juga sangat memprihatinkan. Ada dari > > kita yang berharap agar mereka dapat petunjuk, padahal > > Allah menjelaskan bahwa mereka telah kafir karena > > perbuatan mereka sendiri. Allah juga melarang kita > > menjadikan mereka sebagai penolong/sahabat: > > > > " Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua > > golongan[328] dalam (menghadapi) orang-orang munafik, > > padahal Allah telah membalikkan mereka kepada > > kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah > > kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang > > yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang > > disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan > > jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya" [An > > Nisaa':88] > > > > [328]. Maksudnya: golongan orang-orang mukmin yang > > membela orang-orang munafik dan golongan orang-orang > > mukmin yang memusuhi mereka. > > > > "Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana > > mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama > > (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara > > mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah > > pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan > > dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan > > janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka > > menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong" > > [An Nisaa':89] > > > > Ayat di atas cukup bagi kita untuk menyikapi > > orang-orang munafik. Orang munafik lebih berbahaya > > dari orang kafir. Karena mereka berpura-pura menjadi > > Muslim/cendekiawan Muslim guna menyesatkan orang > > Islam. Bahkan ada yang sampai membangun masjid > > sebagaimana terjadi di zaman Nabi: > > > > "Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada > > orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan > > kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk > > kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang > > mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang > > telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu[660]. > > Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki > > selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa > > sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam > > sumpahnya). " [At Taubah:107] > > > > [660]. Yang dimaksudkan dengan orang yang telah > > memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu ialah > > seorang pendeta Nasrani bernama Abu 'Amir, yang mereka > > tunggu-tunggu kedatangannya dari Syiria untuk > > bersembahyang di masjid yang mereka dirikan itu, serta > > membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum > > muslimin. Akan tetapi kedatangan Abu 'Amir ini tidak > > jadi karena ia mati di Syiria. Dan masjid yang > > didirikan kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah > > Rasulullah s.a.w. berkenaan dengan wahyu yang > > diterimanya sesudah kembali dari perang Tabuk. > > > > Ada yang berpendapat Dawam hanya keseleo lidah. > > Sayangnya pernyataan Dawam yang menyimpang dari Islam > > bukan hanya itu. Sebelumnya dia mendukung alirat sesat > > Ahmadiyah (yang menganggap Ghulam Mirza Ahmad sebagai > > Nabi setelah Nabi Muhammad) dan menyebut MUI yang > > megeluarkan fatwa Ahmadiyah sesat sebagai Aliran Sesat > > sehingga akhirnya dikeluarkan dari Muhammadiyyah. > > > > == > > http://www.suaramerdeka.com/harian/0507/30/nas13.htm > > Sementara itu, Dawam Rahardjo menyatakan tidak ada > > gunanya mempertahankan MUI lagi. Dia juga berpendapat > > sebaiknya lembaga tersebut dibubarkan. "Saya pikir, > > MUI adalah aliran sesat karena telah mengeluarkan > > fatwa yang menyesatkan," tandasnya. > > > > Menurut Dawam, Ahmadiyah jangan disesatkan. Mereka > > adalah bagian dari umat Islam. > > > > "Seharusnya ada salah satu pengurus MUI yang berasal > > dari Ahmadiyah," katanya. > > == > > > > Gara-gara sepak-terjangnya pula, 13 Januari 2006 lalu, > > sebagaimana dimuat di tempointeraktif.com, Ketua Umum > > Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dien Syamsuddin > > mengatakan, Dawam Rahardjo "dipecat secara tidak > > langsung" oleh organisasinya (Muhammadiyah) . Hal ini > > terutama berkaitan dengan pandangan-pandangannya > > terhadap liran Ahmadiyah. > > > http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/01/13/brk,20060113-72249,id. > html > > > > Dawam juga merupakan salah satu kontributor Jaringan > > Islam Liberal > > (http://islamlib.com/id/index.php?page=archives > <http://islamlib.com/id/index.php?page=archives&mode=author&id=163> > &mode=author&id=163). > > Salah satu tulisannya: > > == > > http://islamlib.com/id/index.php?page=article > <http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=962> &id=962 > > Ketiga, semua agama itu sama, dalam arti semua agama > > itu, dalam perspektif masing-masing, pada hakikatnya > > merupakan jalan menuju kebenaran dan kebajikan. Tidak > > ada agama yang mengajarkan kesalahan atau keburukan > > dan kejahatan. > > == > > > > Bagaimana mungkin semua agama benar dan baik sementara > > ada yang mengajarkan syirik dan Allah menyatakan > > syirik adalah dosa terbesar dan tidak terampuni? > > > > " Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa > > syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain > > dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. > > Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh > > ia telah berbuat dosa yang besar." [An Nisaa'48] > > > > Dawam juga menentang RUU yang melarang pornografi dan > > porno aksi bersama artis seperti Inul: > > == > > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0604/23/UTAMA/2604598.htm > > Sejumlah sosok dari berbagai kelompok turut dalam > > pawai, seperti Franky Sahilatua, Ratna Sarumpaet, > > Dawam Rahardjo, Inul Daratista, Ayu Utami, Adi Kurdi, > > Sarwono Kusumaatmadja, Jajang C Noer, Rima Melati, > > Yeni Rosa Damayanti, Butet Kertaradjasa, Sukmawati > > Soekarnoputri, Garin Nugroho, Goenawan Moehammad, dan > > Nia Dinata. > > == > > > > Jelas perbuatan Dawam dalam mendukung kesesataan dan > > memaki orang yang lurus sebagai sesat begitu konsisten > > dari dulu hingga sekarang. > > > > Ada sebagian orang Islam yang terkecoh. Mudah-mudahan > > tulisan ini bisa menjelaskan hal yang sebenarnya. > > > > Wassalamu'alaikum wr wb > > > > == > > > > > http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content > <http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3130& > I> &task=view&id=3130&I > temid=55 > > "Menunggu Ketegasan Muhammadiyah" > > Sabtu, 13 Mei 2006 > > Salah satu tujuan utama didirikannya Muhammadiyah > > adalah pemurnikan tauhid. Sayang, Muhammadiyah belum > > tegas terhadap pengurusnya yang jelas menyimpang. Baca > > Catatan Adian Husaini ke-146 > > > > Oleh: Adian Husaini > > > > Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berjanji untuk segera > > memutuskan status keanggotaan Dawam Rahardjo di > > Muhammadiyah. Menurut Wakil Ketua PP Muhammadiyah, > > Goodwil Zubair, dalam waktu dekat, akan ada Rapat > > Pleno PP Muhammadiyah dan masalah status Dawam > > Rahardjo ini akan dibicarakan dalam rapat tersebut. > > > > Goodwil menyampaikan hal itu kepada delegasi Front > > Penanggulangan Ahmadiyah dan Aliran Sesat (FPAS), yang > > mendatangi PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya 62 > > Jakpus, Rabu (3/5/2006). > > > > > > Kepada delegasi FPAS, Goodwil mengabarkan, bahwa > > hampir setiap hari ada warga Muhammadiyah yang > > mengadukan masalah Dawam Rahardjo kepada PP > > Muhammadiyah. Ditambahkan juga oleh seorang pengurus > > Majelis Tablig PP Muhammaidyah, bahwa ketika Musda > > Muhammadiyah Bekasi, banyak juga yang mempertanyakan > > sikap PP Muhammadiyah terhadap Dawam Rahardjo. > > > > > > Kepada PP Muhammadiyah, FPAS mendesak, agar Dawam > > Rahardjo dipecat secara resmi dari keanggotaan > > Muhammadiyah, mengingat sepak terjangnya yang sudah > > sangat keterlaluan dalam melakukan pembelaan terhadap > > kelompok sesat Ahmadiyah dan berbagai ucapannya yang > > menyudutkan umat Islam di Indonesia. > > > > Padahal, sebagaimana kita sebutkan dalam catatan yang > > lalu, sejak tahun 1934, Majelis Tarjih Muhammadiyah > > sudah memutuskan, bahwa orang yang mengimani ada nabi > > lagi setelah Nabi Muhammad adalah KAFIR. "Sepak > > terjang Dawam Rahardjo bukan hanya merugikan > > Muhammadiyah, tetapi juga umat Islam Indonesia," tegas > > Mashadi, mantan anggota Komisi I DPR, yang hadir dalam > > delegasi FPAS. Karena itu, Mashadi mendesak PP > > Muhammadiyah, agar berani menegakkan disiplin > > organisasi terutama yang berkaitan dengan aqidah > > Islam. > > > > > > Menanggapi desakan itu, Goodwil menyatakan, secara > > individu, sejumlah anggota PP Muhammadiyah juga sudah > > berpendapat agar Dawam Rahardjo segera dipecat secara > > resmi dari keanggotaannya di Muhammadiyah. Tetapi, itu > > masih merupakan pendapat-pendapat individu; belum > > menjadi keputusan resmi organisasi. Insyaallah, > > masalah Dawam, kata Goodwil, akan segera dituntaskan > > secara organisasi. > > > > > > Dalam acara pertemuan tersebut, TIM FAKTA (Forum > > Antisipasi Pemurtadan), juga menyerahkan bukti-bukti > > ceramah Dawam Rahardjo (dalam bentuk VCD dan transkrip > > ceramah), di hadapan Jemaat Kristen di Balai Sarbini > > Semanggi Jakarta pada 28 April 2006 lalu. Diantara isi > > ceramahnya, Dawam menyatakan, bahwa Menteri Agama RI > > harus segera diganti. Dan penggantinya sebaiknya bukan > > dari kalangan Muslim, tetapi dari golongan minoritas. > > > > > > "Kalau itu berasal dari kelompok agama yang mayoritas, > > wah, itu pasti dia cenderung untuk selalu melanggar, > > karena merasa berani dan merasa kuat," kata Dawam. Ia > > juga menegaskan, bahwa kebebasan beragama di > > Indonesia harus diperjuangkan, termasuk kebebasan > > untuk tidak beragama. > > > > > > Menyimak pernyataan Dawam tersebut, kita bisa menilai, > > orang seperti apakah Dawam Rahardjo ini? Hanya karena > > untuk mengambil hati kaum Kristen, maka dia berani > > menyampaikan sesuatu yang sulit diterima akal sehat. > > Kaum Kristen pun mungkin tidak terpikir seperti itu. > > Di daerah-daerah mayoritas Kristen di Indonesia, > > seperti NTT dan Sulawesi Utara, kaum Kristen menuntut > > agar Kepala Kanwil Departemen Agama adalah dari > > kalangan mereka, kaum Kristen. > > > > Maka, pernyataan Dawam bahwa, jika orang Muslim yang > > menjadi Menteri Agama, maka akan cenderung melanggar, > > adalah tidak berdasar sama sekali. > > > > > > Dalam pertemuan dengan PP Muhammadiyah, sejumlah > > pengurus Muhammadiyah sendiri juga mengungkapkan > > data-data seputar kesalahan yang telah diperbuat Dawam > > Rahardjo ketika aktif di Majelis Ekonomi Muhammadiyah. > > > > > > Karena itulah, kita semua menunggu keberanian > > Muhammadiyah untuk mengambil sikap yang tegas terhadap > > Dawam Rahardjo. Sebagai pengurus Majelis Tabligh PP > > Muhammadiyah, saya juga mengingatkan, agar > > Muhammadiyah sangat peduli dan berani mengambil sikap > > yang tegas dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan > > aqidah Islam. Sebab, itulah tujuan utama Muhammadiyah > > didirikan. Dan masalah aqidah (Tauhid) inilah yang > > juga menjadi tugas pokok dari semua Nabi yang diutus > > Allah SWT kepada umat manusia. > > > > > > Adalah sangat tidak patut, jika Muhammadiyah > > mengabaikan masalah keimanan dan lebih menekankan pada > > masalah amal usaha semata. Paham syirik modern, > > seperti paham Pluralisme Agama, seharusnya mendapat > > penanganan yang serius di Muhammadiyah. "Jangan sampai > > azab Allah ditimpakan kepada Muhammadiyah, karena > > mengabaikan masalah aqidah ini," saran saya kepada PP > > Muhammadiyah. Saya ingat, sekitar tahun 1970-an, Bapak > > saya yang aktif di Muhammadiyah Cepu, begitu sibuk > > membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan > > takhayul, bid'ah, dan khurafat (TBC). > > > > Sekarang ini, menurut Syamsul Hidayat, Wakil Ketua > > Majlis Tabligh Muhammadiyah, penyakit TBC sudah > > menjelma menjadi 'sipilis' (sekularisme, pluralisme > > agama, dan liberalisme). Masalah inilah yang harusnya > > terus menjadi perhatian utama pimpinan Muhammadiyah. > > > > Jangan sampai di tubuh Muhammadiyah bersarang penyakit > > TBC atau 'sipilis'. Sebab, syirik adalah kezaliman > > yang besar. Dosa syirik adalah urusan besar. Adalah > > aneh, jika di tubuh Muhammadiyah disebarkan paham > > Pluralisme Agama yang menyatakan semua agama adalah > > benar dan sah sebagai jalan menuju Tuhan. > > > > > > Kepada PP Muhammadiyah, Mashadi, yang juga pengurus > > Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, tak lupa mengingatkan > > pimpinan Muhammadiyah agar lebih memperhatikan umatnya > > dan mengurusi internal warga dan amal usaha > > Muhammadiyah. Kata Mashadi, itu lebih baik, ketimbang > > sibuk mencari muka kepada pemimpin-pemimpin Barat. > > > > Urusan umat begitu besar, dan harusnya semua itu > > menjadi prioritas kerja pimpinan Muhammadiyah. Saran > > Mashadi itu perlu direnungkan dengan mendalam oleh > > pimpinan Muhammadiyah. Mereka sudah saatnya melakukan > > pembenahan total dan mendasar ke kampus-kampus > > Muhammadiyah, sekolah-sekolah Muhammadiyah, > > rumah-rumah sakit Muhammadiyah dan sebagainya. Jika > > semua itu berhasil dilakukan dengan baik oleh Prof. > > Dr. Din Syamsuddin dan kawan-kawan, maka sekitar 20-30 > > tahun lagi, Muhamadiyah akan menjadi kekuatan umat > > yang sangat signifikan sebagai gerakan dakwah dan > > gerakan budaya di Indonesia. > > > > Pemimpin Muhammadiyah harus meninggalkan cara pandang > > yang terlalu pragmatis dan silau dengan > > prestasi-prestasi politik sesaat yang tidak memberikan > > perubahan yang mendasar terhadap masa depan mat > > Islam. Target-target politik jangka pendek jangan > > sampai mengorbankan urusan aqidah dan perjuangan > > jangka panjang dalam bidang dakwah yang lebih > > strategis bagi masa depan umat. > > > > > > Untuk itu, tidak bisa tidak, pimpinan Muhammadiyah > > harus memperhatikan masalah aqidah dan ilmu. Disiplin > > dalam kedua harus harus mulai ditegakkan dengan kuat. > > > > Perlu dibuat target, misalnya, sepuluh tahun lagi, > > tidak boleh ada sarjana lulusan pendidikan tinggi > > Muhammadiyah yang menjadi penghujat aqidah Islam atau > > tidak menjalankan shalat lima waktu. Kampus > > Muhammadiyah harus menjadi pusat pembinaan kader-kader > > intelektual atau ulama yang memiliki kualitas ilmu dan > > amal yang tinggi. > > > > > > Semua itu bisa dilaksanakan jika dimulai dari pucuk > > pimpinan terlebih dulu. Pemimpin Muhammadiyah harus > > menjadi teladan bagi umatnya, dalam bidang ilmu dan > > amal. Mereka nanti akan dimintai pertanggungjawaban di > > hadapan Allah, atas segala amanah yang diterima. > > > > > > Karena itu, kasus Dawam Rahardjo ini menjadi batu > > ujian untuk pimpinan Muhammadiyah. Beranikah mereka > > mengambil keputusan yang tegas terhadap seorang > > anggota Muhammadiyah yang jelas-jelas menentang ajaran > > Islam dan menyudutkan umat Islam dalam berbagai > > kesempatan. Apalagi, setelah resmi diberhentikan d ari > > Majelis Ekonomi Muhammadiyah, sepak terjang Dawam > > Rahardjo semakin liar. > > > > Di berbagai organisasi Islam, bahkan di berbagai > > lingkungan perguruan tinggi Islam, penegakan disiplin > > dalam soal aqidah dan pemikiran Islam ini tampak > > begitu lemah. Kekeliruan yang mendasar dalam bidang > > keilmuan sering dipuji-puji sebagai prestasi keilmuan. > > > > Ini adalah bentuk kezaliman yang sangat nyata. Orang > > yang bukan ulama diagung-agungkan sebagai ulama besar. > > Cendekiawan yang keliru dalam pemikirannya dipuja-puji > > sebagai pemikir besar ata pembaru (mujaddid) Islam. > > > > > > Pada 19 April 2006, saya diundang ke salah satu > > perguruan tinggi Islam di Bandung untuk menjadi > > pembicara dalam acara bedah buku saya 'Hegemoni > > Kristren-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi'. > > Di dalam forum, ada seorang mahasiswa yang menyatakan, > > bahwa ada dosennya yang mengatakan, al-Quran perlu > > dikritik. Ada lagi mahasiswa yang cerita, usai acara, > > bahwa ada dosennya (laki-laki) yang secara > > terang-terangan tidak melaksanakan shalat Jumat. > > > > Seorang dosen yang juga petinggi di kampus itu, malah > > menyatakan, bahwa di kampusnya memang tidak diajarkan > > aqidah Islam, tetapi hanya diajarkan Ilmu Kalam. Kita > > tentu heran, mengapa semua itu dibiarkan terjadi > > begitu lama ? Seolah-olah tidak ada masalah yang > > serius. > > > > Pendidikan Tinggi Islam, sebagaimana dicita-citakan > > oleh umat Islam, seyogyanya dikelola oleh cendekiawan > > yang memahami dan mengamalkan Islam, sehingga > > diharapkan akan melahirkan sarjana-sarjana yang > > bermutu tinggi dan baik. Meskipun jumlah yang rusak, > > secara kuantitatif, tidak banyak, tetapi karena > > 'penyakit' itu dibiarkan saja, maka lama kelamaan akan > > menyebar dan merusak semua sistem yang ada. > > > > Dr. Moh. Natsir pernah mengungkapkan, jika mau > > memadamkan api, lakukan ketika api itu masih kecil. > > Jika ada pemikiran yang dianggap baru dan menyimpang - > > seperti pernyataan bahwa al-Quran bukan Kitab Suci -- > > maka secepatnya harus dilakukan klarifikasi, diuji > > secara ilmiah, dan dikonfrontasikan dengan para > > ilmuwan lain. Tidak boleh dibiarkan begitu saja. Jika > > ada dosen yang tidak shalat, maka harus segera > > disidang oleh senat guru besar dan disadarkan untuk > > bertobat. Jika tidak mau juga, maka seyogyanya diambil > > tindakan yang tegas. Meninggalkan shalat lima waktu > > adalah tindakan kejahatan dan dosa besar dalam > > pandangan Islam. Bukan hanya mencuri atau korupsi > > saja. Jadi, seyogyanya, satu organisasi, kampus, atau > > lembaga Islam, menerapkan disiplin organisasi dan > > pemikiran Islam ke dalam dulu, sebelum menerapkan atau > > memperjuangkannya kepada lembaga lain. > > > > > > Sikap kritis dan tegas dalam pemikiran dan keilmuan > > harus ditegakkan, khususnya di kalangan ilmuwan. > > Adalah sangat berbahaya jika para ilmuwan sendiri > > kehilangan sikap kritis, dan sekedar memuja-muji > > seseorang tanpa sikap kritis yang memadai. Ini > > terjadi, misalnya, terhadap Nurcholish Madjid dan > > Harun Nasution. Kedua ilmuwan ini sering dipuji-puji > > tanpa memberikan kritik yang memadai terhadap sejumlah > > pemikiran mereka yang keliru. Sebagai contoh, dalam > > sebuah buku berjudul "Teologi Islam Rasional", banyak > > ilmuwan yang memberikan pujian yang berlebihan dan > > kurang kritis terhadap pemikiran Prof. Dr. Harun > > Nasution. > > > > > > Prof. Dr. Said Agil al-Munawwar, misalnya, menulis > > dalam buku ini: "Karena itu, beliau perlu diteladani > > oleh para intelektual maupun generasi berikutnya. > > Harun Nasution adalah sebagai salah seorang tokoh > > pembaru diantara sedikit tokoh yang ada, ia termasuk > > tokoh sentral dalam menyemaikan ide pembaruan bersama > > tokoh lainnya di Indonesia . Harun sangat tepat > > disebut pemancang perubahan dalam tradisi akademik di > > lingkungan perguruan tinggi Islam Indonesia. (Teologi > > Islam Rasional, 2005:xvi-xvii)." > > > > Ada sejumlah pemikiran Harun Nasution yang sangat > > perlu dikritisi, sebelum dipuji secara berlebihan. > > Misalnya, dalam buku ini juga disebutkan pemikiran > > Harun Nasution, bahwa ajaran Islam yang bersifat dasar > > dan absolut hanya ada empat, yaitu: (a) Tidak boleh > > ada dalam pemikiran Islam bahwa Allah tidak ada, (b) > > Tidak boleh ada dalam pemikiran Islam bahwa al-Quran > > bukan wahyu, (c) Tidak boleh ada kesimpulan dalam > > pemikiran Islam bahwa Muhammad bukan Rasul Allah, (d) > > Tidak boleh ada kesimpulan bahwa Hari Akhir tidak ada. > > Sedangkan ajaran Islam lainnya bersifat pengembangan. > > (Ibid, hal. 65). > > > > > > Benarkah ajaran Islam yang dasar dan absolut hanya > > empat hal itu? Bagaimana jika ada yang menyatakan > > bahwa ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad? Bukankah > > iman kepada Malaikat dan iman kepada taqdir Allah juga > > termasuk ajaran pokok dalam Islam? > > > > Pemikiran Harun seperti itu jelas keliru dan terlalu > > mudah untuk dikritisi. Kekeliruan Harun lainnya, > > misalnya, dalam kategorisasi agama-agama, seperti > > ditulisnya dalam buku "Islam Ditinjau dari Berbagai > > Aspeknya". Menurut Harun, jenis agama monoteisme > > (diistilahkan juga dengan 'agama Tauhid') adalah > > Islam, Yahudi, Kristen, dan Hindu. Agama Islam, > > Yahudi, dan Kristen, adalah satu rumpun. Sedangkan > > agama Hindu bukan satu rumpun. > > > > Namun, Islam dan Yahudi adalah agama monoteis yang > > murni, sedangkan Kristen tidak murni monoteis lagi. > > Pemikiran Harun tersebut jelas keliru. Tetapi, karena > > para dosen agama dan petinggi Departemen Agama kurang > > peduli dengan masalah ini, maka puluhan tahun, > > kekeliruan itu tetap dibiarkan. Hingga kini, sudah 30 > > tahun lebih, buku Harun Nasution tetap menjadi buku > > wajib di kampus-kampus UIN/IAIN/STAIN dan PTIS di > > Indonesia. Kita berharap, sikap kritis dan semangat > > keilmuan Islam yang tinggi segera dapat ditumbuhkan di > > lingkungan perguruan dan organisasi Islam, sehingga > > kekeliruan ilmu tidak semakin bertambah parah. Amin. > > (Bukittinggi, 5 Mei 2006/hidayatullah.com). > > > > > > > > === > > Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? > > Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] > > http://www.media-islam.or.id > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > > http://mail.yahoo.com > > _______________________________________________ > > is-lam mailing list > > [email protected] > > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > > _______________________________________________ > is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > _______________________________________________ > is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > ____________________________________________________________________________________ Sponsored Link Mortgage rates near 39yr lows. $310k for $999/mo. Calculate new payment! www.LowerMyBills.com/lre _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
