Jadi Allah Yang Maha Agung itu ada di mana, Mas ? Yang jauh itu apa, yang dekat itu apa ? Ternyata tidak mudah ya untuk menjawab hal itu. Makanya kita semua perlu belajar Ilmu Ma'rifatullah. Belajar ma'rifatullah yang utuh bukanlah terbatas belajar tentang teori-teori, konsep-konsep atau analogi-analogi tentang Dzat Yang Maha Tinggi yang kadang diuraikan dengan bahasa filsafat yang rumit, akan tetapi belajar MERASAKAN keberadaan ALlah. Allah itu DzatNya tak terjangkau. Bukan di langit tapi lebih luhur dari langit (ini pengertian yang valid tentang istilah "fis samaa). Benar dikatakan syirik atau tertipu halusinasi kalau merasakan bahwa Dzat Allah itu dekat. Akan tetapi pengaruh (atsar) dari Sifat-SifatNya yang sangat dekat. Ilmu dan PengawasanNya sangat dekat lebih dekat dari urat leher. PertolonganNya sangat dekat tidak perlu melalui birokrasi yang rumit dan bertele-tele. Kasih sayangNya sangat dekat dapat disaksikan kemana saja kita menghadap. Ilmu dan KekuasaanNya sangat dekat, selalu menyertai kemana saja kita berada dan takkan lepas (misal terhadap kehidupan sel-sel di dalam tubuh kita). Barangkali ini gambaran sederhananya. Untuk detilnya mari kita selami samudra ma'rifatullah. = Wizh = Tambahan : QS. Qof dan Al Waqi'ah itu konteksnya adalah kehadiran malaikat, mohon dibaca secara lengkap rangkaian ayatnya jangan dipotong-potong seperti yang dikecam oleh mas Nizami sendiri. Please respond to Milis is-lam <[email protected]> To: is-lam <[email protected]> cc: (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv) Subject: [is-lam] Di Manakah Allah? Dan Mencegah Fitnah dan Perpecahan Assalamu
Æalaikum wr wb, Saya lihat ada artikel yang memuat tentang
ôDi Mana Allah?
ö. Namun sayangnya ayat Al Qur
Æan yang dia kutip hanya sepotong, yaitu Allah ada di langit. Yang beranggapan lain, misalnya Allah ada di dekat hambanya yang saleh (manusia yang ada di bumi) dianggap kafir dan sesat. Ini sudah menjurus pada ghibah dan takfir. Yang beranggapan Allah itu dekat juga punya dalil yang tegas dari Al Qur
Æan: Allah itu dekat:
ôDan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan KAMI LEBIH DEKAT KEPADANYA DARIPADA URAT LEHERNYA
ö [Qaaf:16] "Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan KAMI LEBIH DEKAT KEPADANYA DARI PADA KAMU. Tetapi kamu tidak melihat" [Al Waqi'ah:83-85]
ôDAN APABILA HAMBA-HAMBA-KU BERTANYA KEPADAMU TENTANG AKU, MAKA (JAWABLAH), BAHWASANYA AKU ADALAH DEKAT. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
ö [Al Baqarah:186] Yang beranggapan Allah ada di mana saja mungkin mereka memakai dalil ini:
ôDan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka KEMANAPUN KAMU MENGHADAP DI SITULAH WAJAH ALLAH. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
ö [Al Baqarah:115]
ôDialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ?arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan DIA BERSAMA KAMU DI MAMA SAJA KAMU BERADA. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
ö [Al Hadiid:4] Allah di atas
æArsy:
ôSesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy
ö [Al A
Æraaf:54]
ôAllah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy
ö [As Sajdah:4]
ôYang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy
ö [Al Furqaan:59]
ô(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy
ô [Thaahaa:5]
ä Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan...[Yunus:3] Apakah ayat-ayat di atas bertentangan? Jika kita pikir baik-baik tidak. Semua benar adanya. Sebagai contoh (meski tidak sama karena Allah Maha Besar dan tidak serupa dengan makhlukNya), jika istri saya bilang bahwa saya ada di rumah. Istri saya benar, karena malam hari saya ada di rumah. Sebaliknya jika teman saya bilang saya ada di kantor, dia juga benar karena pagi saya kerja di kantor. Atau contoh lain, udara ada di Amerika. Tapi kalau ada yang bilang udara juga ada di Indonesia dia tidak salah. Karena udara juga ada di Indonesia. Jika ada yang bilang sinar matahari ada di matahari, dia benar. Tapi jika ada yang bilang sinar matahari ada di pekarangan rumahnya juga benar karena sinar matahari bersinar ke mana-mana. Atau jika ada buaya yang panjangnya 10 meter, maka jika ada semut A yang bilang ada buaya di dekat lubangnya di dekat ruang tamu. Semut itu benar. Dan jika ada semut B bilang bahwa ada buaya di dekat lubangnya di dapur. Semut ini juga benar karena buaya tersebut amat panjang. Tapi sekali lagi Maha Suci Allah dari yang kita sifatkan atau pikirkan. Itu hanyalah analogi agar kita dapat memahaminya. Ada ayat-ayat Al Qur
Æan lain yang menyebutkan singgasana Allah sangat besar. Meliputi langit dan bumi: Arsy Allah besar meliputi langit dan bumi:
ô
à Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
ö [Al Baqarah:255]
ôAllah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar." [An Naml:26]
ôKatakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?" [Al Mu
Æminuun:86]
ôSekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.
ö [Al Anbiyaa
Æ:22]
äDan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.
ô [An Nisaa
Æ:131] Makhluk Allah yang ad adi langit dan bumi bertasbih kepada Allah:
ôSemua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
ö [Al Hadiid:1]
ôTidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
ö [An Nuur:41]
ôBertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
ö [At Taghaabun:1]
ôSenantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
ö [Al Jumu
Æah:1] Malaikat memikul
æArs:
ô(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman ..
ö [Mu
Æmin:7] Jangan sampai karena pertanyaan
ôDi mana Allah
ö kita akhirnya mengkafirkan orang yang sudah berkata tidak ada Tuhan selain Allah. Mengakui bahwa Allah itu Esa dan beribadah kepadanya. Padahal orang itu juga punya sandaran dalil Al Qur
Æan yang jelas. Janganlah kita jadi orang sesat yang cenderung mentakwilkan ayat-ayat Al Qur
Æan yang mutasyabihaat hanya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan:
ô Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
ö [Ali
æImran:7] [183]. Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah. [184]. Termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain. Wassalamu
Æalaikum wr wb
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
