http://musliminsuffer.wordpress.com/
bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful
=== News Update ===
Masyarakat Diimbau tak Lakukan Provokasi
Ada kecenderungan pergeseran isu dari pembubaran Ahmadiyah ke FPI.
JAKARTA -- Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan
provokatif yang dapat memancing terjadinya kekacauan baru. Bentrokan
antara massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
Berkeyakinan (AKKBB) dengan Front Pembela Islam (FPI) di Monumen
Nasional (Monas), Ahad (1/6) lalu, diharapkan tak meluas dan
mengundang reaksi yang tidak perlu.
''AKKBB harus mawas diri, menghentikan provokasi, dan kemudian
jajaran NU, Muhammadiyah, sampai ke daerah. Begitu juga dengan FPI,
tidak usah terprovokasi, ini bahaya benar,'' kata Ketua Mahkamah
Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, di Jakarta, Senin (2/6).
Perubahan demokrasi sepuluh tahun terakhir membutuhkan kearifan dalam
mengungkapkan kebebasan berekspresi. ''Jadi, kalau mengekspresikan
kebebasan yang provokatif, itu juga mengundang reaksi yang tidak
perlu,'' katanya.
Salah satu penyebab yang melatari konflik antarumat beragama karena
terlalu menggebu-gebu mengekspresikan kebebasan. Untuk itu, Jimly
mengimbau pemerintah tidak terbawa arus menentukan mana pihak yang
benar dan mana yang salah.
Biarkan, katanya, konflik diselesaikan melalui jalur hukum, termasuk
tuntutan pembubaran FPI. Aparat hukum dapat mengambil tindakan tegas
untuk menunjukkan bahwa pemerintah melindungi segenap warga
sebaik-baiknya. ''Kalau yang mau dibubarkan itu parpol, tempatnya di
MK. Tapi, kalau ormas, di pengadilan biasa.''
Jimly khawatir, jika peristiwa di Monas terus berkembang, akan
terjadi adu domba dalam tubuh umat beragama. Padahal, persoalan
internal umat beragama dapat diselesaikan dengan dialog.
Dia mencontohkan masalah Ahmadiyah yang disebutnya rumit karena tak
mengakui Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, tapi tetap mengklaim
sebagai Islam. ''Biarlah umat beragama itu sendiri yang memutuskan.
Negara, ya percaya saja.''
Ketua Lembaga Penyuluh Bantuan Hukum PBNU, M Sholeh Amin, menilai ada
kecenderungan pergeseran isu dari tuntutan pembubaran Ahmadiyah
menjadi pembubaran FPI pascabentrokan di Monas. Menurutnya, keyakinan
Ahmadiyah bahwa ada nabi setelah Muhammad SAW merupakan penodaan
terhadap agama Islam.
''Upaya melestarikan penodaan agama Islam ini harus dilawan. Jangan
bergeser karena isu kekerasan oleh FPI,'' kata salah satu pimpinan
majelis pakar DPP PPP ini.
Politikus Partai Golkar, Agun Gunandjar, berpendapat, penghormatan
terhadap keragaman agama berbeda dengan persoalan penistaan agama.
''Jangan sampai masalahnya justru dikaburkan dengan isu
kebhinekaan.'' Setiap warga negara memang berhak hidup dalam agama
dan kepercayaan masing-masing, tapi tak diartikan bebas melakukan
penistaan terhadap agama lain. ''Kalau Ahmadiyah kemudian menjadi
aliran kepercayaan, saya kira tidak akan muncul masalah.''
Lima tersangka
Buntut bentrokan di Monas, Polri menetapkan lima tersangka pelaku
kerusuhan, termasuk pimpinan Komando Laskar Islam, Munarman. ''Sudah
lima orang yang terindikasi sebagai pelaku dan kini telah ditetapkan
sebagai tersangka,'' kata Menko Polhukam, Widodo AS.
Sementara itu, Sekjen GP Anshor, Malik Haramain, mengancam
membubarkan FPI jika polisi dan pemerintah tak bertindak tegas. Arbi
Sanit, dari Persatuan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), menuntut
pembubaran FPI. Kekerasan yang dilakukan FPI, tambah Arbi, merupakan
ancaman terhadap kehidupan bersama.
Di Kab Cirebon, Jabar, sejumlah massa yang mengaku dari Aliansi Warga
Nahdliyin (AWN) menyerbu markas FPI Cirebon, Ahad (1/6), sekitar
pukul 21.00 WIB. Di Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
mengecam aksi kekerasan di Monas.
Ketua Tim Pengacara Muslim, Mahendradatta, menilai, SBY tidak arif
dengan hanya menindak FPI, tapi tidak terhadap Ahmadiyah.
(ade/dwo/wed/osa/ann/dri/lis/ant )
From: AL shahida <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [anggotaicmi] Masyarakat Diimbau tak Lakukan Provokasi
===
-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam