Dakwah Provokative beda dengan Dakwah Informative & Dakwah Educative
Pada saat setelah kemerdekaan, keadaan ummat islam sungguh sangat ramai dan
ter-kontaminasi dengan dakwah dakwah provokative. Hal tersebut memang tidak
mungkin dihindari karena:
1.. Penjajah memang ingin kembali, maka harus diciptakan kekacauan, karena
Indonesia penduduknya ummat Islam, maka yang diobok obok tentu saja ummat
Islam. Kalau Islam sudah rusuh, maka rusuhlah Indonesia. Tidak mungkin yang
diobok obok ummat yang lain, kalaupun ummat yang lain berantam, belum bisa
dikatakan Indonesia kacau. Maka pada saat itu yang dikacaukan adalah ummat
Islam itu masuk akal. Sehingga ditonjolkan atau dicari cari PERBEDAAN PERBEDAAN
pada ajaran islam dan itu yang diangkat kepermukaan sehingga kacaulah ummat
islam sesama mereka. Lelah para Ulama yang sudah mengerti tentang itu mengimbau
bahwa, JANGANLAH KALIAN UMMAT ISLAM BERTIKAI DALAM HAL HAL KILAFIYAH dan JUGA
JANGANLAH KALIAN UMMAT ISLAM SALING TUDUH BID'AH SATU SAMA LAINYA, KARENA
BID'AH ITU BUKANLAH HUKUM ISLAM, HUKUM ISLAM HANYA ADA 5 DAN TIDAK TERMASUK
BID'AH DIDALAMNYA. Tapi mana ada yang mau mendengar. Pada saat itu setiap Ulama
yang masih pendek Antenna-nya sangat bangga kalau sudah berkoar koar, kalian
Bid'ah, kalian Sesat. Tidak jarang sesama tetangga tidak saling bertutur.
Malahan mesjid mesjid saling berbeda. Kalau ramadhan dan lebaran lelah kita
mendengar sibuk bertikai berapa jumlah shalat tarawih. Dan pada saat lebaran
sesama tetangga tidak saling bersilaturahmi, Masya Allah, itulah yang terjadi
pada saat itu.
2.. Setelah kemerdekaan, maka akan dilakukan PEMILU, itu juga merupakan celah
yang sangat empuk untuk mengadu domba partai partai islam, maka lengkaplah
sudah bagaimana CENTANG PERENANGNYA UMMAT ISLAM DISAAT SAAT ITU. Maka bercampur
baurlah antara POLITIK dan AGAMA yang dipahami oleh ULAMA ULAMA YANG MASIH
PENDEK ANTENNA, maka sangat sulit kita lihat pada saat itu kalau ummat islam
tidak rusuh, setiap hari kita lelah mendengar para penceramah dengan bangganya
KAMILAH YANG BENAR, KALIAN MASUK NERAKA DAN KAMILAH YANG MASUK SURGA. Itulah
yang terjadi semua berdakwah dengan semangat PROVOKATIVE.
Alhamdulillah, dengan berkembangnya technologie dengan adanya TV, mulailah
disadari apa yang diributkan saat itu adalah karena KEBODOHAN dan KEEGOISAN, di
TV bisa ditayangkan langsung shalat tarawih di Mesjid Haram, dengan malu malu
semuanya yang ribut tentang rakaat shalat tarwih, terbuka matanya dan
terbukalah hatinya. Doeloe kalau sebelum membaca Al-FATIHA, ada yang ribut
tentang pembacaan BISMILLAH, tapi setelah melihat langsung shalat di mesjid
Haram juga dengan malu malu mengakui kesalahan, lagi alhamdulillah, semua
dakwah PROVIKATIVE telah menghilang dari Bumi Indonesia. Muhammadiyah &
Nahdathul Ulama sudah pada bisa duduk bersama. Sehingga mulailah kita melihat
orang pada bisa tenang dan damai, itulah yang terjadi setelah kemerdekaan dan
sebelum ada internet. Pada saat itu terjadilah apa yang dinamakan Dakwah
Informative dan Dakwah Educative.
Biasanya dalam kehidupan ini, siklus selalu ber-ulang, kapan akan terulang
kekacauan lagi kita tidak tahu, tapi setelah ada Internet, gejala gejala itu
mulai tampak. Begitu banyaknya situs situs yang dengan sangat mudah di akses.
Padahal yang tertulis di Internet tersebut adalah SEJARAH masa lampau, dimana
semua yang tertulis adalah merupakan kumpulan kumpulan pemikiran pemikiran yang
diper-untuk-an sebagai kajian dalam belajar dan untuk dipakai sebagai bahan
pembanding. Tapi apa lacur tulisan tulisan tersebut memang sengaja dibuat bisa
di copy & pasted dengan mudah, maka berdasarkan tulisan tulisan tersebut,
mulailah lagi terjadi saling tuduh menuduh. Apakah zaman seperti doeloe akan
terulang lagi, dimana mulai lagi terjadi saling tuduh menuduh seperti dakwah
provokative saat Indonesia baru baru merdeka, Wallahu a'lam.
Semoga saja itu tidak terulang lagi, diharapkan semuanya bisa berlapang dada,
untuk tidak saling tuduh menuduh lagi, alhamdulillah.
Alkhori M
Al-Khor Community
Qatar
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam