Tetap kita tidak bisa menyamaratakan semua kasus dengan situasi
Rasulullah saw sih.  Simplifikasi dalam hal-hal yang penting seperti
ini bisa jadi menyebabkan kita melakukan kesalahan yang fatal, yang
mungkin justru akan dikutuk oleh Allah & Rasul Nya.

Misalnya, pada kasus Rasulullah saw, mungkin ada pertimbangan karena
Islam masih baru tumbuh. Sehingga bahaya Musailamah menjadi
signifikan, dan dianggap perlu tindakan yang bisa segera
menyelesaikannya sebelum berlarut-larut. Atau, mungkin ada berbagai
pertimbangan lainnya yang kita tidak tahu.

Jadi dalam meneladani berbagai sikap Nabi saw, kita perlu terlebih
dahulu memahami konteks dari tindakan yang dilakukan beliau. Baru
kemudian kita akan bisa memahami maksud sebenarnya beliau; dan bisa
menerapkannya juga dengan benar kapan saja, di mana saja.

Rasulullah saw adalah strategist / ahli strategi yang ulung; mungkin
kita masih ingat perjanjian Hudaibiyah yang pada awalnya dikira semua
orang sebagai kekalahan Islam. Demikian pula dengan para sahabat
beliau, seperti Khalid bin Walid, Salman Al-Farisi, dan lain-lainnya.
Idealnya kita bisa meniru jejak beliau juga. Jika memang konflik bisa
diselesaikan secara damai, mengapa musti konfrontasi?

Ini yang kemudian diterapkan dengan sukses oleh umat Yahudi. Tanpa
banyak ribut, tiba-tiba mereka sudah menggenggam dunia ini dan membuat
semua orang mengikuti cara pikir mereka. Yahudi sudah terkenal selama
puluhan abad sebagai ras yang sukses di berbagai penjuru dunia. Dan
mereka cenderung mengandalkan  strategi, bukan konfrontasi.
Perkecualian adalah akhir-akhir ini, yaitu sejak munculnya sekte
Zionis yang kemudian merampas tanah Palestina. Dan sekte Zealot pada
abad 1 Masehi dulu (1)

Kawan saya pernah mencontohkan secara cukup telak, dan saya cukup
beruntung bisa menyaksikannya secara langsung dari dekat. Prinsip
beliau adalah "jangan memadamkan cahaya orang lain. Tapi, buatlah agar
cahaya kita sendiri menjadi lebih terang".

Beliau sempat diserang oleh banyak pihak, bahkan sampai ke bisnisnya
juga. Namun beliau tetap teguh dan bekerja dengan pintar untuk
mewujudkan idealismenya.

Akhirnya kini hasilnya sudah mulai nampak.
Dan semua itu bisa dicapai tanpa perlu menyerang balik musuhnya  :-)
 karena "cahaya" dari beliau jauh lebih terang, maka otomatis beliau
yang jadi nampak sebagai pemenangnya.

Ya, mudah-mudahan umat Islam bisa mulai kembali mengandalkan otaknya,
dan tidak hanya semata-mata ototnya.


Salam,
Harry

(1) http://harry.sufehmi.com/archives/2008-08-26-1715/



2008/8/26 Teddie Harjadi <[EMAIL PROTECTED]>:
> Rasulullah yang lebih paham makna DAMAI dalam Islam sebagai rahmatan lil
> alamin pernah memerangi musailamah si pendusta yang mengaku sebagai nabi.
> Ahmadiyah bukanlah organisasi yang baru berdiri kemarin sore, organisasi ini
> sudah hampir satu abad menyesatkan umat Islam dengan mengklaim bahwa
> pendirinya adalah nabi.
> Jika Ahmadiyah tidak mengklaim sebagai bagian dari Islam maka tidak akan ada
> orang Islam yang akan mempermasalahkannya.
> Jika Ahmadiyah memang berniat DAMAI maka jangan sekali-sekali merusak
> kedamaian yang ada dengan menistakan agama Islam.
>
>
>
> ----- Original Message -----
>
> From: Alkhori M
> To: [email protected]
> Sent: Monday, August 25, 2008 8:38 PM
> Subject: Re: [is-lam] Ceramah Rizieq Picu Kerusuhan Monas (Mulut
> KamuHarimauKamu)
> Terpaksa ikut nimbrung komentar.
>
> Hingga hari ini yang saya percayai adalah Islam itu adalah agama yang penuh
> ke-DAMAI-an, karena islam itu sendiri artinya DAMAI.
> Hingga hari ini yang saya amalkan dimana ada Islam disitu harus tercipta
> ke-DAMAI-an, karena Muhammad SAW diutus untuk rahmatan lil'alamin.
>
> Oleh sebab itu saya selalu ingin mengajak bagaimana Islam harus tampil beda,
> bagaimana cara-cara yang Islami yang harus dikedepankan dalam menyelesaikan
> MASALAH.
> Janganlah menyelesaikan MASALAH dengan menimbulkan MASALAH LAIN.
> Janganlah kita (muslim yang juga mutaqin) seolah-olah sudah MEMEGANG KUNCI
> SURGA dan KUNCI NERAKA, maksudnya dengan mudah men-JUDGE orang lain penghuni
> NERAKA dan hanya kita yang masuk SURGA, karena merasa sudah memgang
> KUNCInya.
>
> Jadi kesimpulan TONJOLKANLAH KEDAMAIAN ISLAM (contohlah rasul dlm problem
> solving), sehingga akhirnya DAMAI yang dihasilkan sebagai outputnya. Tapi
> bukanlah cara-cara preman kampung seolah-olah yang benar hanya DIRI sendiri
> sementara orang lain SESAT semua.
>
> Lihatlah mereka mereka yang sudah MATANG ISLAM-nya, mereka tidak grusa grusu
> untuk minta AHMADIYAH dibubarkan, tapi mereka meminta, mari secara
> persuasive pengikut Ahmadiyah tersebut diajak kembali ke jalan yang benar.
> Kedepankan OTAK dalam problem solving, tapi jangan gunakan OTOT seperti
> preman preman kampung. Saya merasa malu melihat islam yang beginian, salam.
>
> ----- Original Message -----
> From: Syarif Hidayat
> To: [email protected]
> Sent: Monday, August 25, 2008 10:10 AM
> Subject: [is-lam] Ceramah Rizieq Picu Kerusuhan Monas (Mulut
> KamuHarimauKamu)
> Hmmm, sepertinya ngga juga,.... ada sejaranh bentrok kali sama teman-teman
> FPI. Soalnya oda beberapa teman-teman kita yang memusuhi FPI tetapi mereka
> bukan Ahmadi dan bukan pula Liberalis,.. Tetapi munkin ada alasan yang lain.
> Tapi masa sih kang  Alkhoiri M musuhan sama FPI...?
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Hermanto
> To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected]
> Sent: Monday, August 25, 2008 11:25 AM
> Subject: Re: [is-lam] Ceramah Rizieq Picu Kerusuhan Monas (Mulut
> KamuHarimauKamu)
> Ass.
> Udah lama ga aktif nih aku...
> ikutan lagi yah...
>
> Aku geli lho posting nya Alkhoiri M, diambil mentah2 dari mas media yg
> jelas2 ga membela Islam dan perjuangannya.  Ga taukah tuh koran
> perjuangannya menuju kemana? atau memang sngaja membela ahmady...?
>
> wah..wah..wah...
> moga2 tidak yah...
>
>
> 2008/8/24 AFR <[EMAIL PROTECTED]>
>>
>> mudah2an kawan kita yg pernah aktif kasih nasehat disini jadi paham mana
>> yg Islam rahmatan lil 'alamin sebenarnya, yg bukan ahmdy
>>
>>
>> salam,
>> Fahru
>>
>> --- On Sat, 8/23/08, Syarif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> From: Syarif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
>> Subject: Re: [is-lam] Ceramah Rizieq Picu Kerusuhan Monas (Mulut
>> KamuHarimau Kamu)
>> To: [EMAIL PROTECTED], [email protected]
>> Date: Saturday, August 23, 2008, 1:49 PM
>>
>> Hmmm,...
>> Betul. Menurut saya, ada baiknya kita lupakan dan ambil hikmahnya agar
>> tidak
>> terulang lagi kejadian serupa. Dan mari saling memaafkan.
>>
>>
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: "Bango Samparan" <[EMAIL PROTECTED]>
>> To:
>>  <[email protected]>
>> Sent: Saturday, August 23, 2008 9:09 AM
>> Subject: Re: [is-lam] Ceramah Rizieq Picu Kerusuhan Monas (Mulut
>> KamuHarimau
>> Kamu)
>>
>>
>>
>> > Walah mas, wong masalahnya sudah selesai kok. Udah terbukti siapa yang
>> > main api di Monas.
>> >
>> > Di Indonesia tuh kalau yang tegas-tegas memang susah. Kalau main
>> > selintutan, nah itu yang disarankan:-)
>>
>> >
>> > Salam hangat
>> > B. Samparan
>> >
>> >
>> > --- On Fri, 8/22/08, Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> >
>> >> From: Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]>
>>
>> >> Subject: [is-lam] Ceramah Rizieq Picu Kerusuhan Monas (Mulut Kamu
>> Harimau
>> >> Kamu)
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke