Sebuah tulisan yang bagus/menarik..
Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: MENJAGA PEMIKIRAN DI BULAN RAMADHAN
Oleh: Adian Husaini
>Kita tidak perlu mengikuti paham yang menyama-nyamakan semua >agama. Kita
>tidak perlu ikut-ikutan paham yang menghujat kesucian >Al-Quran. Kita tidak
>perlu silau dengan pemikiran yang menyatakan >bahwa semua orang yang berserah
>diri kepada Tuhan – siapa pun >Tuhannya dan dengan cara apa pun ibadahnya –
>adalah Muslim, >karena ia telah mengikuti “islam” dalam makna generiknya,
>yaitu >“berserah diri”. Kita tidak perlu ikuti paham yang melecehkan dan
>>menganggap remeh syariah Islam. Kita tidak perlu ikut-ikutan orang >yang
>menghalalkan pornografi dan pornoaksi dengan alasan >kebebasan berekspresi.
sedikit penjelasan, pada milis padhang mbulan saya komentari tulisan subject
"MEMILIH AGAMA", bahwa saya mempertanyakan pada miliser semua benarkah
al-Qur'an jumlah nya masih 6666 ayat??, maksudnya tiada lain adalah justru
ingin menekankan keYAKINan bahwa sekalipun jumlah ayat pada al-Qur'an yang ada
di kita sekarang tidak 6666 ayat lagi tidak berarti harus membuat ragu / goyang
terhadap keyakinan itu sendiri, kalo memang sudah mengIMANi rukun Iman yang
enam itu apa pun yang terjadi pada poin-poin itu tidak mesti mengurangi
keyakinan yang sudah dimiliki. itulah saya bilang sebvagian pada agama adalah
DOKTRIN/DOGMA. justru saya mngejak pada muslimin semua agar tidak TAQLID,
pelajari, dalami, pahami, apa yang ada pada al-Qur;an. Sekalipun memang jumlah
ayat tdk 6666 ayat lagi toh Allah SWT sendiri mengatakan dalam surat
"al-Waqiah", "Fi Kitabim Maknun".. "ini adalah sebuah kitab yang
terpelihara"..,mungkin akan terlalu panjang bila dituliskan disini tetapi saya
pribadi
meyakini bahwa al-Quran adalah Kitab Suci umat Islam yang dijamin oleh Allah
SWT sendiri keasliannya spt ayat yang saya tulis di atas.Maksud saya
mengemukakan isu tsb adalah sekedar mengajak untuk tidak bertaklid ya..
"fataqulloh mastatho'tum" lah...
>“Dengan demikian bisa dikatakan setiap agama yang mengajarkan >sikap pasrah
>dan tunduk kepada Allah harus disebut dengan islam >(dalam makna generiknya)
>walaupun ajaran lokalnya berbeda-beda, >dan tentu saja akan mendapat perkenan
>Tuhan. Tidak hanya agama >semitik (Abrahamic religions) yang mendapat perkenan
>Tuhan, >agama-agama lainnya juga, seperti Hindu-Budha, Konghucu dan
>>sebagainya akan mendapat perkenan Tuhan (rida) selama agama >tersebut
>mengajarkan sikap tunduk dan pasrah kepada Tuhan (islam). >(hal. 10).
>“Sampai di sini, sejatinya pengertian islam harus dipahami dalam >makna
>generiknya, yaitu sikap pasrah dan tunduk kepada tuhan Yang >Maha Esa. Dalam
>hal ini, tidaklah terlalu tepat jika islam dibatasi >hanya untuk agama yang
>dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.” (hal. >11).
memang hukum Allah itu ada dua (2), Hukum Agama dan Hukum Alam, yang pertama
disebut Dinniy Syar'i, yang kedua Kauniy Qadariy, singkatnya "Diniy Syar'i yang
sekarang adalah risalah Rasululloh SAW, dan semua nabi yang disebut dalam
al-Quran spt, Ibrahim a.s., Musa a.s, Isa a.s, dll adalah masuk dalam dua hal
tsb.
wassalam.
a.s.
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
---------------------------------
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga._______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam