Eksekusi Arab Saudi dikecam 
Eksekusi hukuman mati di Arab Saudi berlangsung rata-rata lebih dari dua per 
minggu, kata lembaga HAM Amnesty International. 

Lembaga HAM itu mengatakan, laju eksekusi di Arab Saudi meningkat tajam dalam 
beberapa tahun terakhir.

Dalam laporan AI, banyak warga asing menjadi korban eksekusi.

Arab Saudi termasuk salah satu dari beberapa negara yang menjatuhkan dan 
melaksanakan eksekusi terhadap orang yang melakukan kejahatan saat berumur di 
bawah 18 tahun. 

Hari Jumat di pusat kota Riyadh, masa berkumpul di Lapangan Keadilan, di luar 
masjid jamik. Orang Barat menjuluki "Chop Chop Square" (Lapangan Potong 
Potong). 

Di atas panggung, pedang algojo menunggu terpidana mati. Banyak hukuman mati di 
Arab Saudi dilakukan dengan pemancungan menurut syariah. 

'Pengadilan tertutup'

Kendati Arab Saudi tidak bersedia menerbitkan statistik resmi mengenai jumlah 
orang yang dieksekusi, Amnesty International mencatat sedikitnya 1.695 eksekusi 
antara tahun 1985 dan Mei 2008. 

Dari jumlah itu, 830 adalah warga asing, dan jumlah itu dinilai sangat besar 
mengingat jumlah warga asing hanya sekitar seperempat dari keseluruhan penduduk 
Arab Saudi. 

Laju eksekusi meningkat, kata Amnesty International dalam laporan berjudul
"Affront to justice: Death penalty in Saudi Arabia", setelah hukuman mati juga 
dijatuhkan dalam pelanggaran narkotika dan korupsi. 

Menurut laporan tersebut, sidang pengadilan sering digelar tertutup, dan banyak 
warga asing tidak memahami proses hukum, sebab mereka sering tidak bisa 
mendapatkan bantuan pengacara dan bahkan mereka tidak tahu mereka telah 
dinyatakan bersalah. 

Enam warga Somalia yang dipancung tahun ini baru diberitahu bahwa mereka akan 
dieksekusi pada pagi menjelang pelaksanaan hukuman mati. 

Menurut Amnesty, pengakuan biasanya diperoleh melalui penyiksaan, termasuk 
dengan menyulutkan rokok, sengatan listrik, mencabut kuku, memukul tersangka, 
dan mengancam anggota keluarga. 

Menurut Amnesty Internasional, meskin pengampunan kadang-kadang diberikan, 
warga Arab Saudi delapan kali lebih mungkin lolos dari eksekusi dengan membayar 
diyat. 
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke