tanpa sedikitpun su'udzon dgn sistem pengadilan bangsa Arab tegakkan syari'at 
Islam sekalipun vonisnya ditetapkan dlm pengadilan tertutup, jgnkan 2 org per 
minggu lebih pun gak masalah. siapa pun kafirin/dhalimin yg pantas dpt ganjaran 
dipancung, ya dipancung saja. bagus buat pelajaran yg masih diberi waktu. 
persetan dgn amnesti HAM international. 

Rasulullah SAW sendiri tegas akan potong tangan anaknya sendiri kalo ketahuan 
mencuri. ummat Islam mau tegakkan syari'at Islam kalo byk timbang omongan kaum 
kafirin, niscaya gak akan pernah jadi.

coba di Indonesia, ada org mau eksekusi mati saja ragu2. para penegak hukum ini 
spt sdg bercanda dgn malaikat Izrail atw mereka juga ragu & menyadari kalo 
vonis matinya itu cacat. menurut saya, kalo ada ummat Islam mati dieksekusi 
dari keputusan/pengadilan itu banyak bermuatan fitnah & rekayasa dari kaum 
kafir, insya Allah sejajar syahid: calon surga tuh!

asal tahu saja, 
yg namanya mati syahid itu umumnya berkesan jelek di dunia, tapi insya Allah 
tidak di akhirat. mati perang lawan kafir pemusuh Islam akan dicap teroris, 
keluarga yg ditinggal terkesan dina, bahkan jangan2 asuransi jiwa saja bisa 
batal ... :-)

memang mati dgn jaminan surga itu berat sekali, makanya sedikit sekali org yg 
siap mati jadi mujahid sejati demi tegaknya Islam kecuali org2 yg sdh sangat 
yakin imannya. mereka sedikitnya sdh bekali keluarganya dgn jiwa yg luas akan 
luasnya karunia Allah SWT. 



salam,
Fahru

--- On Wed, 10/15/08, hamami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: hamami <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [is-lam] 2 orang perminggu  harus di eksekusi
To: [email protected]
Date: Wednesday, October 15, 2008, 8:34 AM




 
 

 

 

 

 

 

 







   

Meskipun lebelnya Lembaga HAM Amnesty International, kita harus tetap 
mewaspadai motivasi apa
yang ada dibalik kasus atau pemberitaan yang diangkatnya.  

Siapapun yang ada dibalik lembaga itu,
kita harus tetap tabayun terlebih dahulu terhadap issue yang diangkatnya. 
Apalagi
kalau sudah memasuki wilayah syariat. 

Sebagaimana kita ketahui, Gozwul Fikri
tetap berlangsung dan dengan berbagai macam cara akan dilakukan guna
menciptakan citra dan image bahkan menanamkan ideologi sebagaimana mereka
kehendaki. 

   

Karena berita2 seperti ini, biasanya mudah
sekali memprovokasi kelompok yang merasa pendekar HAM untuk bertindak sebagai
pahlawan. 

   

Wassalam 

Hamami   

   

   









From: A. Dharmawan
[mailto:[EMAIL PROTECTED] 

Sent: Tuesday, October 14, 2008
9:07 PM

To: [email protected]

Subject: [is-lam] 2 orang
perminggu harus di eksekusi 



   



  





  





  





Eksekusi Arab Saudi dikecam  



Eksekusi hukuman mati di Arab Saudi
berlangsung rata-rata lebih dari dua per minggu, kata lembaga HAM Amnesty
International.  

Lembaga HAM itu mengatakan, laju eksekusi di Arab Saudi meningkat tajam
dalam beberapa tahun terakhir. 

Dalam laporan AI, banyak warga asing menjadi korban eksekusi. 

Arab Saudi termasuk salah satu dari beberapa negara yang menjatuhkan
dan melaksanakan eksekusi terhadap orang yang melakukan kejahatan saat berumur
di bawah 18 tahun.  

Hari Jumat di pusat kota
 Riyadh , masa berkumpul di
Lapangan Keadilan, di luar masjid jamik. Orang Barat menjuluki "
 Chop Chop Square "
(Lapangan Potong Potong).  

Di atas panggung, pedang algojo menunggu terpidana mati. Banyak hukuman
mati di Arab Saudi dilakukan dengan pemancungan menurut syariah.  

'Pengadilan tertutup' 

Kendati Arab Saudi tidak bersedia menerbitkan statistik resmi mengenai
jumlah orang yang dieksekusi, Amnesty International mencatat sedikitnya 1.695
eksekusi antara tahun 1985 dan Mei 2008.  

Dari jumlah itu, 830 adalah warga asing, dan jumlah itu dinilai sangat
besar mengingat jumlah warga asing hanya sekitar seperempat dari keseluruhan
penduduk Arab Saudi.  

Laju eksekusi meningkat, kata Amnesty International dalam laporan berjudul

"Affront to justice: Death penalty in
 Saudi Arabia ", setelah hukuman
mati juga dijatuhkan dalam pelanggaran narkotika dan korupsi.  

Menurut laporan tersebut, sidang pengadilan sering digelar tertutup,
dan banyak warga asing tidak memahami proses hukum, sebab mereka sering tidak
bisa mendapatkan bantuan pengacara dan bahkan mereka tidak tahu mereka telah
dinyatakan bersalah.  

Enam warga Somalia 
yang dipancung tahun ini baru diberitahu bahwa mereka akan dieksekusi pada pagi
menjelang pelaksanaan hukuman mati.  

Menurut Amnesty, pengakuan biasanya diperoleh melalui penyiksaan,
termasuk dengan menyulutkan rokok, sengatan listrik, mencabut kuku, memukul
tersangka, dan mengancam anggota keluarga.  

Menurut Amnesty Internasional, meskin pengampunan kadang-kadang
diberikan, warga Arab Saudi delapan kali lebih mungkin lolos dari eksekusi
dengan membayar diyat.  









__________ NOD32 3360 (20080815) Information __________



This message was checked by NOD32 antivirus system.

http://www.eset.com 



 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke