upaya penguasaan media kalo pemacanya kayak sampeyan itu cuma mungkin saja, 
tapi itu mustahil. keragaman sikap dr yg istiqmah hingga munafiq lbh skew ke 
kanan.

mengingat hadist Islam pecah 73 golongan tetap tak bisa dihindar. menguasai 
media 
malah akan perkeruh suasana dlm berda'wah. berebut jama'ah demi peluang bisnis, 
spt antum sebutkan, akan berkonsekuensi: klaim paling lurus, plg istiqamah akan
jadi trend dg masing2 maskotnya. sementara 'ketrampilan' ummat memfilter berita 
bisa dibilang lemah. 

anyway, 
rupanya mas Harry lagi merintis media Islam ya? sorry kalo mengecilkan, 
mudah2an gak 
tenggelam spt Aa Gymn yg juga jadi korban mass media ...
---

>>Salah satu modus operandi favorit mereka adalah menafsirkan Quran
>>secara literal, tanpa analisis yang lebih komprehensif. Tanpa
>>memeriksa asbabun nuzul. Tanpa memeriksa konteks dari ayat tersebut.
>>Dan ini yang Anda lakukan juga.

belajar tafsir Qur'an itu 2 cara: dari dalam-keluar, atw dari luar-ke dalam. 

menafsir mesti match dgn asbab an-nuzul, analisis .. dlsbgnya utk mendukung 
pemakiaan 
suatu dalil. itu proses da'wah dari dalam ke luar. tahu saja asbab an-nuzul, 
tak menyingkap 
semua ayat melainkan bbrp saja. jadi mode tafsirnya lebih pd sami'na wa 
atha'na. 

belajar dari luar ke dalam, itu lbh pd membaca keadaan sekitar lalu cari di 
Qur'an. 
ayat/dalil mana yg mendekati keadaan skrg. seluruh kejadian ini hanyalah tamsil 
perulangan 
kejadian sblmnya. shg modenya tafsirnya lbh pad baca realita, komparasi ke 
Qur'an/hadist.

kedua methode belajar Islam itu, dlm ilmu kalkulus spt konsep limit; limit 
kiri, limit kanan; 
yg pasti konvergen ke SATU titik. 
---

da'wah tanpa harus menguasai media mass.
menda'wahkan Islam itu lewat 2 (dua) cara: sampaikan 'berita gembira & beri 
peringatan'. 
berita gembira bisa disampaikan lewat da'wah para ulama, da'wah dari awam adlh 
jaga 
kelakuan. beri peringatan dgn adanya bencana alam atw 'ancaman' tangan manusia. 
siapapun pelakunya mau dari golongan muslim atw kafir sama saja. visinya adalah
peringatan agar jadi lebih hati2. yg satu jadi korban yg lain ... mirip2 
qishsash begitu.

bencana (yg terkesan) alam sendiri pun bukan tak lepas dari tangan manusia. 
makhluklah yg 
mengundang murka Allah SWT karena kelakuannya. lihat kaum Luth, Tsamud, 'Ad, 
kaum nabi Nuh as .. dll. itu akan terus berulang sampai kiamat. korbannya? 
kalau Allah SWT 
yg kehendaki, korbannya bukan cuma ratusan org tapi bisa ribuan. ingat tsunami 
Aceh 
berapa ratus ribu?

prinsipnya semua musibah, manusia yg lakukan atw bukan, terjadinya pasti dgn 
izin Allah SWT. 
bedanya kalo manusia yg lakukan, yg dicari embe hitam. concern isyu teroris 
dari barat thd Islam, 
sejauh korbannya memang kafir harb, tempat ma'siat: no-commment siapapun 
pelakunya. tapi kalo
targetnya tempat pasar dan sejenisnya ... biarpun pelakunya sdh rukun 5, la'nat 
juga.
---


salam,
Fahru


________________________________
From: Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, November 16, 2008 8:04:09 AM
Subject: Re: [is-lam] Salah Kaprah Anggap Amrozi Cs Mujahid --c|

2008/11/14 AFR <[EMAIL PROTECTED]>:
> menguasai media?
> bukan jaminan, justru malah akan merusak aqidah krn memungkinan diri
> terjebak keriya'an sdgkan riya' adlh benih2 kesyirikan. semua mengimani
> Islam adlh agama sempurna, tapi penganutnya adlh manusia yg rapuh. media
> skrg saja sdh mampu meng-selebritis-kan sbgian 'ulama'. apalagi penguasaan
> penuh: ummat Islam bisa sombong tuh!


Lha ya buatlah media yang baik dong  :-)

Kok malah menafikan sama sekali. Sayang banget.

Padahal jelas kekuatan media itu sangat luar biasa.
Kalau umat Islam tidak berusaha menguasainya, ya jadinya seperti
sekarang ini. Dimanfaatkan oleh Yahudi dan musuh-musuh Islam, untuk
menghancurkan kita.

Karena media massa mereka, maka malah sampai sesama Islam bisa jadi
saling berkelahi  :-(

Ini mau Anda biarkan terus ?
Kalau saya sih tidak mau. Tapi entahlah dengan Anda. Mungkin Anda
sudah senang dengan situasi di saat ini.

Anyway, ini sebetulnya peluang bisnis --- semua media pada saat ini
adalah bersifat negatif.
Maksudnya, mereka mengandalkan berita negatif untuk kesuksesan oplahnya.

Contoh berita negatif:
"fulan membunuh anaknya"
"artis xxx selingkuh dengan aktor yyy"
"fulanah bertengkar dan mencincang ibu mertuanya"
dst

Ini sangat memuakkan banyak orang, termasuk saya. Pada saat ini saya
hanya langganan Republika, itupun tidak terlalu sering saya baca,
hanya sekedar solidaritas saya kepada media muslim saja.

Nah, kalau ada yang bisa membuat media massa yang fokus ke
berita-berita positif, maka ini akan sukses, karena jadi berbeda
dengan yang lain-lainnya.
Mungkin yang pernah membaca buku marketing "blue ocean, red ocean"
akan paham maksud ini saya ini. Differentiation adalah salah satu
kunci sukses dalam bisnis.

Contoh berita positif :
"harry berhasil menemukan cara untuk membuat BBM lebih irit sampai 50%"
"komunitas nelayan di kabupaten xxx bangkit dari keterpurukan dengan
koperasi nelayan"
"anak indonesia sukses menjadi juara lomba matematika sedunia"
dst





> kalau toh Islam kini sering terhasut, itu sunatullah. mustahil ummat Islam
> dpt mengatasi bahkan berita itulah malah baik ummat Islam sendiri. Qur'an
> menegaskan,

Anda sepertinya belum paham bagaimana tingkat kedahsyatan fitnah di zaman ini.

Contoh 1 : ada anggota institusi pemerintah kenalan saya mengeluh &
stress. Ybs melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.
Tapi kemudian di media massa muncul artikel : "Fulan jalan-jalan
melulu ke luar negeri"
Dia kemudian tunjukkan jadwal kerjanya selama di luar negeri itu.
Ternyata sangat padat, jelas tidak ada waktu untuk pelesir dan
jalan-jalan.

Media massa saat ini bukan cuma menyebarkan fitnah, tapi memang hidup
nya adalah dari fitnah.

Sudah sedemikian parahnya.


Contoh 2 :
a)) Warga dianiaya preman
b)) FPI mendapat kabar tersebut
c)) FPI bentrok dengan preman dan memberi pelajaran kepada mereka
d)) Media massa menulis : "FPI menganiaya warga"



> a'udzubillai min asyaitahaani rajiim,
> Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan
> kamu juga. Janganlah kamu kira berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia
> adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari
> dosa yang dikerjakannya dan siapa diantara mereka yang mengambil bahagian
> yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.
> (an-Nuur:11)

Sebab kesesatan terbesar di zaman ini adalah menafsirkan Quran &
Hadits secara keliru.

Banyak sekali sekte sesat Islam kita lihat berpegang pada Quran &
Hadits yang sama dengan kita.
Bedanya "hanya" satu, yaitu mereka menafsirkannya secara ngawur.

Begitu juga dengan para Islamophobic, salah satu metode mereka dalam
menyerang & menjelek-jelekkan Islam adalah dengan melakukan penafsiran
yang ngawur terhadap ayat & hadits.

Salah satu modus operandi favorit mereka adalah menafsirkan Quran
secara literal, tanpa analisis yang lebih komprehensif. Tanpa
memeriksa asbabun nuzul. Tanpa memeriksa konteks dari ayat tersebut.

Dan ini yang Anda lakukan juga.

Memang di balik setiap keburukan itu ada kebaikan.
Tetapi, kita juga punya kewajiban untuk menegakkan kebenaran.

Umat Islam bukan umat yang jika ditampar pipi kanannya lantas akan
memberikan pipi kirinya.

Umat Islam adalah umat yang berjuang untuk menegakkan kebenaran.


> ttg apakah Amrozi cs itu mujahid atw bukan itu ukan urusan. tapi kalo mau
> bukti tunggu qiamat atw gali saja kuburnya?

Itu ide yang bagus.

Sementara menunggu ada yang melakukan itu, saya tetap berpegang pada
syariah, bahwa membunuh orang yang tidak bersalah (membunuh tanpa hak)
itu hukumnya adalah haram.



Salam, HS



> akan lebih baik kalau setiap mu'min itu berpegangan pd ini,
> Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu
> berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu
> musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu
> menyesal atas perbuatanmu itu. (al-Hujaraat:6)
> ---
>
> ttg apakah Amrozi cs itu mujahid atw bukan itu ukan urusan. tapi kalo mau
> bukti tunggu qiamat atw gali saja kuburnya? sejarah Islam mencatat bahwa
> maqam para syuhada di Madinah yg sdh terkubur selama 40 thn pernah terhempas
> banjir. Subhanallah, jasad mereka utuh & segar spt baru wafat saja. dan itu
> persis spt janji Allah SWT bahwa mereka itu memiliki kedudukan tersendiri di
> sisi-Nya.
>
> Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati;
> bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. (QS. Ali
> 'Imran:169)
>
> andai jasad tereksekusi itu kelak tersingkap & janji Allah SWT terpenuhi,
> apakah si pencela masih yakin dgn imannya atw mau jadi 'teroris' baru?
> wallahu 'alam.
>
>
> salam,
> Fahru
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke