2008/11/16 AFR <[EMAIL PROTECTED]>:
> anyway,
> rupanya mas Harry lagi merintis media Islam ya? sorry kalo mengecilkan,

Pingin sih, tapi saat ini sedang sibuk sekali, jadinya belum sempat.
Hari ini saja saya baru tidur pukul 4:30, jam 9 pagi sudah jadi
pembicara workshop selama seharian. Sabtu DAN Minggu saya bekerja
juga.

Mudah-mudahan segera ada waktu untuk menggarap ini.

Mengecilkan? Enggak masalah, cuma saya merasa sayang saja kalau kita
jadi korban terus.
Jadi ingat Ali Imron 104 :

"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang mengajak kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang
mungkar.

Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung".


Dengan cara biasa, seorang da'i sulit untuk bisa menjangkau banyak
orang. Jadi yang bisa menarik manfaat dari ybs juga jadi tidak banyak.

Dengan media MASSA, maka kita jadi bisa menjangkau lebih banyak orang
dengan usaha yang lebih sedikit.




> mudah2an gak
> tenggelam spt Aa Gymn yg juga jadi korban mass media ...

Lha itu kan satu lagi contoh SANGAT bagus kenapa kita musti menguasai media  :-)

Coba bayangkan dong, kalau media massa pada saat tsb sudah pro Islam.
Apakah mereka akan tetap menghina Aa Gym juga ?

He he...


Salam, HS


> ---
>
>>>Salah satu modus operandi favorit mereka adalah menafsirkan Quran
>>>secara literal, tanpa analisis yang lebih komprehensif. Tanpa
>>>memeriksa asbabun nuzul. Tanpa memeriksa konteks dari ayat tersebut.
>>>Dan ini yang Anda lakukan juga.
>
> belajar tafsir Qur'an itu 2 cara: dari dalam-keluar, atw dari luar-ke dalam.
>
> menafsir mesti match dgn asbab an-nuzul, analisis .. dlsbgnya utk mendukung
> pemakiaan
> suatu dalil. itu proses da'wah dari dalam ke luar. tahu saja asbab an-nuzul,
> tak menyingkap
> semua ayat melainkan bbrp saja. jadi mode tafsirnya lebih pd sami'na wa
> atha'na.
>
> belajar dari luar ke dalam, itu lbh pd membaca keadaan sekitar lalu cari di
> Qur'an.
> ayat/dalil mana yg mendekati keadaan skrg. seluruh kejadian ini hanyalah
> tamsil perulangan
> kejadian sblmnya. shg modenya tafsirnya lbh pad baca realita, komparasi ke
> Qur'an/hadist.
>
> kedua methode belajar Islam itu, dlm ilmu kalkulus spt konsep limit; limit
> kiri, limit kanan;
> yg pasti konvergen ke SATU titik.
> ---
>
> da'wah tanpa harus menguasai media mass.
> menda'wahkan Islam itu lewat 2 (dua) cara: sampaikan 'berita gembira & beri
> peringatan'.
> berita gembira bisa disampaikan lewat da'wah para ulama, da'wah dari awam
> adlh jaga
> kelakuan. beri peringatan dgn adanya bencana alam atw 'ancaman' tangan
> manusia.
> siapapun pelakunya mau dari golongan muslim atw kafir sama saja. visinya
> adalah
> peringatan agar jadi lebih hati2. yg satu jadi korban yg lain ... mirip2
> qishsash begitu.
>
> bencana (yg terkesan) alam sendiri pun bukan tak lepas dari tangan manusia.
> makhluklah yg
> mengundang murka Allah SWT karena kelakuannya. lihat kaum Luth, Tsamud, 'Ad,
> kaum nabi Nuh as .. dll. itu akan terus berulang sampai kiamat. korbannya?
> kalau Allah SWT
> yg kehendaki, korbannya bukan cuma ratusan org tapi bisa ribuan. ingat
> tsunami Aceh
> berapa ratus ribu?
>
> prinsipnya semua musibah, manusia yg lakukan atw bukan, terjadinya pasti dgn
> izin Allah SWT.
> bedanya kalo manusia yg lakukan, yg dicari embe hitam. concern isyu teroris
> dari barat thd Islam,
> sejauh korbannya memang kafir harb, tempat ma'siat: no-commment siapapun
> pelakunya. tapi kalo
> targetnya tempat pasar dan sejenisnya ... biarpun pelakunya sdh rukun 5,
> la'nat juga.
> ---
>
>
> salam,
> Fahru
> ________________________________
> From: Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Sunday, November 16, 2008 8:04:09 AM
> Subject: Re: [is-lam] Salah Kaprah Anggap Amrozi Cs Mujahid --c|
>
> 2008/11/14 AFR <[EMAIL PROTECTED]>:
>> menguasai media?
>> bukan jaminan, justru malah akan merusak aqidah krn memungkinan diri
>> terjebak keriya'an sdgkan riya' adlh benih2 kesyirikan. semua mengimani
>> Islam adlh agama sempurna, tapi penganutnya adlh manusia yg rapuh. media
>> skrg saja sdh mampu meng-selebritis-kan sbgian 'ulama'. apalagi penguasaan
>> penuh: ummat Islam bisa sombong tuh!
>
>
> Lha ya buatlah media yang baik dong  :-)
>
> Kok malah menafikan sama sekali. Sayang banget.
>
> Padahal jelas kekuatan media itu sangat luar biasa.
> Kalau umat Islam tidak berusaha menguasainya, ya jadinya seperti
> sekarang ini. Dimanfaatkan oleh Yahudi dan musuh-musuh Islam, untuk
> menghancurkan kita.
>
> Karena media massa mereka, maka malah sampai sesama Islam bisa jadi
> saling berkelahi  :-(
>
> Ini mau Anda biarkan terus ?
> Kalau saya sih tidak mau. Tapi entahlah dengan Anda. Mungkin Anda
> sudah senang dengan situasi di saat ini.
>
> Anyway, ini sebetulnya peluang bisnis --- semua media pada saat ini
> adalah bersifat negatif.
> Maksudnya, mereka mengandalkan berita negatif untuk kesuksesan oplahnya.
>
> Contoh berita negatif:
> "fulan membunuh anaknya"
> "artis xxx selingkuh dengan aktor yyy"
> "fulanah bertengkar dan mencincang ibu mertuanya"
> dst
>
> Ini sangat memuakkan banyak orang, termasuk saya. Pada saat ini saya
> hanya langganan Republika, itupun tidak terlalu sering saya baca,
> hanya sekedar solidaritas saya kepada media muslim saja.
>
> Nah, kalau ada yang bisa membuat media massa yang fokus ke
> berita-berita positif, maka ini akan sukses, karena jadi berbeda
> dengan yang lain-lainnya.
> Mungkin yang pernah membaca buku marketing "blue ocean, red ocean"
> akan paham maksud ini saya ini. Differentiation adalah salah satu
> kunci sukses dalam bisnis.
>
> Contoh berita positif :
> "harry berhasil menemukan cara untuk membuat BBM lebih irit sampai 50%"
> "komunitas nelayan di kabupaten xxx bangkit dari keterpurukan dengan
> koperasi nelayan"
> "anak indonesia sukses menjadi juara lomba matematika sedunia"
> dst
>
>
>
>
>
>> kalau toh Islam kini sering terhasut, itu sunatullah. mustahil ummat Islam
>> dpt mengatasi bahkan berita itulah malah baik ummat Islam sendiri. Qur'an
>> menegaskan,
>
> Anda sepertinya belum paham bagaimana tingkat kedahsyatan fitnah di zaman
> ini.
>
> Contoh 1 : ada anggota institusi pemerintah kenalan saya mengeluh &
> stress. Ybs melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.
> Tapi kemudian di media massa muncul artikel : "Fulan jalan-jalan
> melulu ke luar negeri"
> Dia kemudian tunjukkan jadwal kerjanya selama di luar negeri itu.
> Ternyata sangat padat, jelas tidak ada waktu untuk pelesir dan
> jalan-jalan.
>
> Media massa saat ini bukan cuma menyebarkan fitnah, tapi memang hidup
> nya adalah dari fitnah.
>
> Sudah sedemikian parahnya.
>
>
> Contoh 2 :
> a)) Warga dianiaya preman
> b)) FPI mendapat kabar tersebut
> c)) FPI bentrok dengan preman dan memberi pelajaran kepada mereka
> d)) Media massa menulis : "FPI menganiaya warga"
>
>
>
>> a'udzubillai min asyaitahaani rajiim,
>> Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari
>> golongan
>> kamu juga. Janganlah kamu kira berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia
>> adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan
>> dari
>> dosa yang dikerjakannya dan siapa diantara mereka yang mengambil bahagian
>> yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.
>> (an-Nuur:11)
>
> Sebab kesesatan terbesar di zaman ini adalah menafsirkan Quran &
> Hadits secara keliru.
>
> Banyak sekali sekte sesat Islam kita lihat berpegang pada Quran &
> Hadits yang sama dengan kita.
> Bedanya "hanya" satu, yaitu mereka menafsirkannya secara ngawur.
>
> Begitu juga dengan para Islamophobic, salah satu metode mereka dalam
> menyerang & menjelek-jelekkan Islam adalah dengan melakukan penafsiran
> yang ngawur terhadap ayat & hadits.
>
> Salah satu modus operandi favorit mereka adalah menafsirkan Quran
> secara literal, tanpa analisis yang lebih komprehensif. Tanpa
> memeriksa asbabun nuzul. Tanpa memeriksa konteks dari ayat tersebut.
>
> Dan ini yang Anda lakukan juga.
>
> Memang di balik setiap keburukan itu ada kebaikan.
> Tetapi, kita juga punya kewajiban untuk menegakkan kebenaran.
>
> Umat Islam bukan umat yang jika ditampar pipi kanannya lantas akan
> memberikan pipi kirinya.
>
> Umat Islam adalah umat yang berjuang untuk menegakkan kebenaran.
>
>
>> ttg apakah Amrozi cs itu mujahid atw bukan itu ukan urusan. tapi kalo mau
>> bukti tunggu qiamat atw gali saja kuburnya?
>
> Itu ide yang bagus.
>
> Sementara menunggu ada yang melakukan itu, saya tetap berpegang pada
> syariah, bahwa membunuh orang yang tidak bersalah (membunuh tanpa hak)
> itu hukumnya adalah haram.
>
>
>
> Salam, HS
>
>
>
>> akan lebih baik kalau setiap mu'min itu berpegangan pd ini,
>> Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa
>> suatu
>> berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu
>> musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan
>> kamu
>> menyesal atas perbuatanmu itu. (al-Hujaraat:6)
>> ---
>>
>> ttg apakah Amrozi cs itu mujahid atw bukan itu ukan urusan. tapi kalo mau
>> bukti tunggu qiamat atw gali saja kuburnya? sejarah Islam mencatat bahwa
>> maqam para syuhada di Madinah yg sdh terkubur selama 40 thn pernah
>> terhempas
>> banjir. Subhanallah, jasad mereka utuh & segar spt baru wafat saja. dan
>> itu
>> persis spt janji Allah SWT bahwa mereka itu memiliki kedudukan tersendiri
>> di
>> sisi-Nya.
>>
>> Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu
>> mati;
>> bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. (QS. Ali
>> 'Imran:169)
>>
>> andai jasad tereksekusi itu kelak tersingkap & janji Allah SWT terpenuhi,
>> apakah si pencela masih yakin dgn imannya atw mau jadi 'teroris' baru?
>> wallahu 'alam.
>>
>>
>> salam,
>> Fahru
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke