2008/11/16 AFR <[EMAIL PROTECTED]>:
> upaya penguasaan media kalo pemacanya kayak sampeyan itu cuma mungkin saja,
> tapi itu mustahil. keragaman sikap dr yg istiqmah hingga munafiq lbh skew ke
> kanan.
>
> mengingat hadist Islam pecah 73 golongan tetap tak bisa dihindar. menguasai
> media
> malah akan perkeruh suasana dlm berda'wah. berebut jama'ah demi peluang
> bisnis,
> spt antum sebutkan, akan berkonsekuensi: klaim paling lurus, plg istiqamah
> akan
> jadi trend dg masing2 maskotnya. sementara 'ketrampilan' ummat memfilter
> berita
> bisa dibilang lemah.

Waduh, sebelum perang sudah menyerah duluan.

Ya sudah   :-)

Kita biarkan para Yahudi itu saja yang menguasai media.




Salam, HS



>
> anyway,
> rupanya mas Harry lagi merintis media Islam ya? sorry kalo mengecilkan,
> mudah2an gak
> tenggelam spt Aa Gymn yg juga jadi korban mass media ...
> ---
>
>>>Salah satu modus operandi favorit mereka adalah menafsirkan Quran
>>>secara literal, tanpa analisis yang lebih komprehensif. Tanpa
>>>memeriksa asbabun nuzul. Tanpa memeriksa konteks dari ayat tersebut.
>>>Dan ini yang Anda lakukan juga.
>
> belajar tafsir Qur'an itu 2 cara: dari dalam-keluar, atw dari luar-ke dalam.
>
> menafsir mesti match dgn asbab an-nuzul, analisis .. dlsbgnya utk mendukung
> pemakiaan
> suatu dalil. itu proses da'wah dari dalam ke luar. tahu saja asbab an-nuzul,
> tak menyingkap
> semua ayat melainkan bbrp saja. jadi mode tafsirnya lebih pd sami'na wa
> atha'na.
>
> belajar dari luar ke dalam, itu lbh pd membaca keadaan sekitar lalu cari di
> Qur'an.
> ayat/dalil mana yg mendekati keadaan skrg. seluruh kejadian ini hanyalah
> tamsil perulangan
> kejadian sblmnya. shg modenya tafsirnya lbh pad baca realita, komparasi ke
> Qur'an/hadist.
>
> kedua methode belajar Islam itu, dlm ilmu kalkulus spt konsep limit; limit
> kiri, limit kanan;
> yg pasti konvergen ke SATU titik.
> ---
>
> da'wah tanpa harus menguasai media mass.
> menda'wahkan Islam itu lewat 2 (dua) cara: sampaikan 'berita gembira & beri
> peringatan'.
> berita gembira bisa disampaikan lewat da'wah para ulama, da'wah dari awam
> adlh jaga
> kelakuan. beri peringatan dgn adanya bencana alam atw 'ancaman' tangan
> manusia.
> siapapun pelakunya mau dari golongan muslim atw kafir sama saja. visinya
> adalah
> peringatan agar jadi lebih hati2. yg satu jadi korban yg lain ... mirip2
> qishsash begitu.
>
> bencana (yg terkesan) alam sendiri pun bukan tak lepas dari tangan manusia.
> makhluklah yg
> mengundang murka Allah SWT karena kelakuannya. lihat kaum Luth, Tsamud, 'Ad,
> kaum nabi Nuh as .. dll. itu akan terus berulang sampai kiamat. korbannya?
> kalau Allah SWT
> yg kehendaki, korbannya bukan cuma ratusan org tapi bisa ribuan. ingat
> tsunami Aceh
> berapa ratus ribu?
>
> prinsipnya semua musibah, manusia yg lakukan atw bukan, terjadinya pasti dgn
> izin Allah SWT.
> bedanya kalo manusia yg lakukan, yg dicari embe hitam. concern isyu teroris
> dari barat thd Islam,
> sejauh korbannya memang kafir harb, tempat ma'siat: no-commment siapapun
> pelakunya. tapi kalo
> targetnya tempat pasar dan sejenisnya ... biarpun pelakunya sdh rukun 5,
> la'nat juga.
> ---
>
>
> salam,
> Fahru
> ________________________________
> From: Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Sunday, November 16, 2008 8:04:09 AM
> Subject: Re: [is-lam] Salah Kaprah Anggap Amrozi Cs Mujahid --c|
>
> 2008/11/14 AFR <[EMAIL PROTECTED]>:
>> menguasai media?
>> bukan jaminan, justru malah akan merusak aqidah krn memungkinan diri
>> terjebak keriya'an sdgkan riya' adlh benih2 kesyirikan. semua mengimani
>> Islam adlh agama sempurna, tapi penganutnya adlh manusia yg rapuh. media
>> skrg saja sdh mampu meng-selebritis-kan sbgian 'ulama'. apalagi penguasaan
>> penuh: ummat Islam bisa sombong tuh!
>
>
> Lha ya buatlah media yang baik dong  :-)
>
> Kok malah menafikan sama sekali. Sayang banget.
>
> Padahal jelas kekuatan media itu sangat luar biasa.
> Kalau umat Islam tidak berusaha menguasainya, ya jadinya seperti
> sekarang ini. Dimanfaatkan oleh Yahudi dan musuh-musuh Islam, untuk
> menghancurkan kita.
>
> Karena media massa mereka, maka malah sampai sesama Islam bisa jadi
> saling berkelahi  :-(
>
> Ini mau Anda biarkan terus ?
> Kalau saya sih tidak mau. Tapi entahlah dengan Anda. Mungkin Anda
> sudah senang dengan situasi di saat ini.
>
> Anyway, ini sebetulnya peluang bisnis --- semua media pada saat ini
> adalah bersifat negatif.
> Maksudnya, mereka mengandalkan berita negatif untuk kesuksesan oplahnya.
>
> Contoh berita negatif:
> "fulan membunuh anaknya"
> "artis xxx selingkuh dengan aktor yyy"
> "fulanah bertengkar dan mencincang ibu mertuanya"
> dst
>
> Ini sangat memuakkan banyak orang, termasuk saya. Pada saat ini saya
> hanya langganan Republika, itupun tidak terlalu sering saya baca,
> hanya sekedar solidaritas saya kepada media muslim saja.
>
> Nah, kalau ada yang bisa membuat media massa yang fokus ke
> berita-berita positif, maka ini akan sukses, karena jadi berbeda
> dengan yang lain-lainnya.
> Mungkin yang pernah membaca buku marketing "blue ocean, red ocean"
> akan paham maksud ini saya ini. Differentiation adalah salah satu
> kunci sukses dalam bisnis.
>
> Contoh berita positif :
> "harry berhasil menemukan cara untuk membuat BBM lebih irit sampai 50%"
> "komunitas nelayan di kabupaten xxx bangkit dari keterpurukan dengan
> koperasi nelayan"
> "anak indonesia sukses menjadi juara lomba matematika sedunia"
> dst
>
>
>
>
>
>> kalau toh Islam kini sering terhasut, itu sunatullah. mustahil ummat Islam
>> dpt mengatasi bahkan berita itulah malah baik ummat Islam sendiri. Qur'an
>> menegaskan,
>
> Anda sepertinya belum paham bagaimana tingkat kedahsyatan fitnah di zaman
> ini.
>
> Contoh 1 : ada anggota institusi pemerintah kenalan saya mengeluh &
> stress. Ybs melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.
> Tapi kemudian di media massa muncul artikel : "Fulan jalan-jalan
> melulu ke luar negeri"
> Dia kemudian tunjukkan jadwal kerjanya selama di luar negeri itu.
> Ternyata sangat padat, jelas tidak ada waktu untuk pelesir dan
> jalan-jalan.
>
> Media massa saat ini bukan cuma menyebarkan fitnah, tapi memang hidup
> nya adalah dari fitnah.
>
> Sudah sedemikian parahnya.
>
>
> Contoh 2 :
> a)) Warga dianiaya preman
> b)) FPI mendapat kabar tersebut
> c)) FPI bentrok dengan preman dan memberi pelajaran kepada mereka
> d)) Media massa menulis : "FPI menganiaya warga"
>
>
>
>> a'udzubillai min asyaitahaani rajiim,
>> Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari
>> golongan
>> kamu juga. Janganlah kamu kira berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia
>> adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan
>> dari
>> dosa yang dikerjakannya dan siapa diantara mereka yang mengambil bahagian
>> yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.
>> (an-Nuur:11)
>
> Sebab kesesatan terbesar di zaman ini adalah menafsirkan Quran &
> Hadits secara keliru.
>
> Banyak sekali sekte sesat Islam kita lihat berpegang pada Quran &
> Hadits yang sama dengan kita.
> Bedanya "hanya" satu, yaitu mereka menafsirkannya secara ngawur.
>
> Begitu juga dengan para Islamophobic, salah satu metode mereka dalam
> menyerang & menjelek-jelekkan Islam adalah dengan melakukan penafsiran
> yang ngawur terhadap ayat & hadits.
>
> Salah satu modus operandi favorit mereka adalah menafsirkan Quran
> secara literal, tanpa analisis yang lebih komprehensif. Tanpa
> memeriksa asbabun nuzul. Tanpa memeriksa konteks dari ayat tersebut.
>
> Dan ini yang Anda lakukan juga.
>
> Memang di balik setiap keburukan itu ada kebaikan.
> Tetapi, kita juga punya kewajiban untuk menegakkan kebenaran.
>
> Umat Islam bukan umat yang jika ditampar pipi kanannya lantas akan
> memberikan pipi kirinya.
>
> Umat Islam adalah umat yang berjuang untuk menegakkan kebenaran.
>
>
>> ttg apakah Amrozi cs itu mujahid atw bukan itu ukan urusan. tapi kalo mau
>> bukti tunggu qiamat atw gali saja kuburnya?
>
> Itu ide yang bagus.
>
> Sementara menunggu ada yang melakukan itu, saya tetap berpegang pada
> syariah, bahwa membunuh orang yang tidak bersalah (membunuh tanpa hak)
> itu hukumnya adalah haram.
>
>
>
> Salam, HS
>
>
>
>> akan lebih baik kalau setiap mu'min itu berpegangan pd ini,
>> Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa
>> suatu
>> berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu
>> musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan
>> kamu
>> menyesal atas perbuatanmu itu. (al-Hujaraat:6)
>> ---
>>
>> ttg apakah Amrozi cs itu mujahid atw bukan itu ukan urusan. tapi kalo mau
>> bukti tunggu qiamat atw gali saja kuburnya? sejarah Islam mencatat bahwa
>> maqam para syuhada di Madinah yg sdh terkubur selama 40 thn pernah
>> terhempas
>> banjir. Subhanallah, jasad mereka utuh & segar spt baru wafat saja. dan
>> itu
>> persis spt janji Allah SWT bahwa mereka itu memiliki kedudukan tersendiri
>> di
>> sisi-Nya.
>>
>> Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu
>> mati;
>> bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. (QS. Ali
>> 'Imran:169)
>>
>> andai jasad tereksekusi itu kelak tersingkap & janji Allah SWT terpenuhi,
>> apakah si pencela masih yakin dgn imannya atw mau jadi 'teroris' baru?
>> wallahu 'alam.
>>
>>
>> salam,
>> Fahru
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke