saat manusia berusaha, berikhtiar dgn segala daya upayanya, 
itupun sdh tertera disana. bahkan termasuk bgmana hasilnya sdh 
juga ditentukan. kitanya tak tahu ...


sepenggal 'skenario' saja,

... mobil sampeyan remnya seret. lalu sempeyan berpikir bgmana 
perbaikinya, ada dana cukup utk perbaiki dgn pemilihan kampas, 
spare part mana yg perlu diganti, bengkel mana yg bagus .. hingga
hasilnya sangat memuaskan & mobil dpt kendara lagi dgn nyaman, 
lalu bersyukurlah sampeyan dgn semua itu ...

mulai dr sampeyan tahu rem mobil itu rusak, upaya perbaikan hingga
sampeyan bisa bersyukur, itu sdh ditulis disana, mas. sepenggal itu 
sdh tertera dlm kitab induk sblm sampeyan tahu ada problem rem,
sblm punya mobil itu, sblm sampeyan dilahirkan, bahkan jauh lebih 
awal lagi dr itu. stlh diservis mobil itu sampeyan jual atw tidak pun 
sdh ditulis disana. 

saat ini sampeyan mungkin gak tahu/gak rencana apapun thd mobil yg 
baru diservis itu lha wong itu bagian dari rahasiaNya koq. tapi Allah SWT 
maha tahu akan sempeyan apakan itu mobil. kalau Dia mau tunjukkan 
apa yg akan terjadi, Dia cukup bilang 'Kun', maka jadilah apa yg Dia 
Kehendaki walau mungkin kalimat-Nya tidak sesuai dgn hasrat/rencana 
sampeyan.
---

itu sepenggal saja, runutan amalan sorg hamba pd satu persoalan kecil. 
manusia sedunia yg demikian banyak & kompleks problemnya, Dia juga 
sdh mengaturnya. Dia tidak akan pernah kelelahan & kebingungan mengurusi 
semua itu. setiap apapun yg dikehendaki terjadi pd manusia, pasti ada 
saja rasa ridha, ada yg kurang, atw malah tidak sama sekali. Islam, mengajari 
manusia utk tawakal dgn semua. makanya al-Hadid itu sebut gak boleh 
sombong kalo dpt karunia, juga gak boleh duka kalo musibah.

taqdir, qadr, qadrat itu memiliki akar kata yg sama, yg tersusun atas 
qaf-dal-ra. 
bahwa segala sesuatu itu sdh ada ketentuan & jatahnya. tak satupun makhluk 
mengetahui, kecuali Allah SWT Sendiri dan itu tak bisa dirubah. dgn kerahasiaan 
ketentuan itu, diharapkan manusia senantiasa selalu dlm ketergantungan yg 
tinggi 
pada-Nya yg terbimbing pd ketawakalan. bahwa sebagus apapun upaya manusia, 
toh tak tahu hasilnya.

kiranya begitu sederhananya, mudah2an gampang dipahami



salam,
Fahru


________________________________
From: Tejosuroso <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 27, 2008 6:59:01 PM
Subject: Re: [is-lam] antara Michael  dan Mikaeel...apakah bedanya ? --c|

 
Kang Fahru nulis begini;
 
PHK,
musibah, kelahiran, kematian, kenikmatan, karunia ... yg disengaja/tidak oleh
tangan2 manusia, 
lalu menimpa ssorg/ummat, sdh tertulis dlm induk kitab. bahkan sebelum bumi ini
dicipta: itulah qadla'.

Subhanallah
.... memang gusti Allah SWT sing paling andhisik-i sakabeh-e.


-------------------------
 
Lha ini... Lha ini yang bikin orang seperti saya makin kelihatan
kalau tidak bisa apa-apa... Soal seperti ini, bisa membuat ikhtiar (upaya) saya
menjadi tidak berarti. Kalau bencana dan gembira sudah “dijatah” dari Gusti
Alloh, lha terus ngapain kalau beli mobil kok milih yang remnya paling 
pakem.....???
 
Sik, saya tak sinau dari panjenengan semua... 
 
Apa QADLA’ tidak sama dengan QODAR? Apa pula itu kodrat dan
iradat?
 
Suwun;
Tejosuroso


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke