AFR, apa benar demikian yang seperti anda tuliskan. Tentunya tidak
sesederhana ini, untuk itu anda boleh membaca tentang Jabariyah & Qadariyah.
Jika anda telah membaca tentang Jabariyah & Qadariyah ternyata pemahaman
tentang beragama itu tidaklah antara HITAM dan PUTIH, beragama itu sangat
tergantung dimana pemahaman level tentang ilmu dunia yang telah dikawinkan
dengan ilmu agama. Ilmu dunia cukup banyak sementara ilmu agama juga
beragam, yang sangat pelik adalah pemahaman ilmu agama tentang theologie
atau ilmu kalam atau ilmu tauhid. Karena manusia yang sangat terbatas daya
nalarnya, yaitu pikiran manusia terbatas apa yang pernah dilihat dan apa
yang pernah dialami. Namun dengan keterbatasan ini manusia mencoba menebak
ilmu allah, maka hasilnya adalah sebatas DUGAAN BELAKA. Mau digunakan wahyu
sebagai ref. ternyata wahyu yang ada sangat generative. Makanya tentu dapat
dibayangkan seberapa akurasinya tulisan anda yang dibawah ini?

 

Setelah anda mendalami tentang Jabariyah & Qadariyah, tinjau kembali tulisan
anda yang dibawah, salam kompak selalu dari Qatar.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

  _____  

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of AFR
Sent: Friday, November 28, 2008 3:46 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] antara Michael dan Mikaeel...apakah bedanya ? --c3|

 

saat manusia berusaha, berikhtiar dgn segala daya upayanya, 
itupun sdh tertera disana. bahkan termasuk bgmana hasilnya sdh 
juga ditentukan. kitanya tak tahu ...


sepenggal 'skenario' saja,

... mobil sampeyan remnya seret. lalu sempeyan berpikir bgmana 
perbaikinya, ada dana cukup utk perbaiki dgn pemilihan kampas, 
spare part mana yg perlu diganti, bengkel mana yg bagus .. hingga
hasilnya sangat memuaskan & mobil dpt kendara lagi dgn nyaman, 
lalu bersyukurlah sampeyan dgn semua itu ...

mulai dr sampeyan tahu rem mobil itu rusak, upaya perbaikan hingga
sampeyan bisa bersyukur, itu sdh ditulis disana, mas. sepenggal itu 
sdh tertera dlm kitab induk sblm sampeyan tahu ada problem rem,
sblm punya mobil itu, sblm sampeyan dilahirkan, bahkan jauh lebih 
awal lagi dr itu. stlh diservis mobil itu sampeyan jual atw tidak pun 
sdh ditulis disana. 

saat ini sampeyan mungkin gak tahu/gak rencana apapun thd mobil yg 
baru diservis itu lha wong itu bagian dari rahasiaNya koq. tapi Allah SWT 
maha tahu akan sempeyan apakan itu mobil. kalau Dia mau tunjukkan 
apa yg akan terjadi, Dia cukup bilang 'Kun', maka jadilah apa yg Dia 
Kehendaki walau mungkin kalimat-Nya tidak sesuai dgn hasrat/rencana 
sampeyan.
---

itu sepenggal saja, runutan amalan sorg hamba pd satu persoalan kecil. 
manusia sedunia yg demikian banyak & kompleks problemnya, Dia juga 
sdh mengaturnya. Dia tidak akan pernah kelelahan & kebingungan mengurusi 
semua itu. setiap apapun yg dikehendaki terjadi pd manusia, pasti ada 
saja rasa ridha, ada yg kurang, atw malah tidak sama sekali. Islam,
mengajari 
manusia utk tawakal dgn semua. makanya al-Hadid itu sebut gak boleh 
sombong kalo dpt karunia, juga gak boleh duka kalo musibah.

taqdir, qadr, qadrat itu memiliki akar kata yg sama, yg tersusun atas
qaf-dal-ra. 
bahwa segala sesuatu itu sdh ada ketentuan & jatahnya. tak satupun makhluk 
mengetahui, kecuali Allah SWT Sendiri dan itu tak bisa dirubah. dgn
kerahasiaan 
ketentuan itu, diharapkan manusia senantiasa selalu dlm ketergantungan yg
tinggi 
pada-Nya yg terbimbing pd ketawakalan. bahwa sebagus apapun upaya manusia, 
toh tak tahu hasilnya.

kiranya begitu sederhananya, mudah2an gampang dipahami



salam,
Fahru

  _____  

From: Tejosuroso <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 27, 2008 6:59:01 PM
Subject: Re: [is-lam] antara Michael dan Mikaeel...apakah bedanya ? --c|

Kang Fahru nulis begini;

 

PHK, musibah, kelahiran, kematian, kenikmatan, karunia ... yg
disengaja/tidak oleh tangan2 manusia, 
lalu menimpa ssorg/ummat, sdh tertulis dlm induk kitab. bahkan sebelum bumi
ini dicipta: itulah qadla'.

Subhanallah .... memang gusti Allah SWT sing paling andhisik-i sakabeh-e.


-------------------------

 

Lha ini... Lha ini yang bikin orang seperti saya makin kelihatan kalau tidak
bisa apa-apa... Soal seperti ini, bisa membuat ikhtiar (upaya) saya menjadi
tidak berarti. Kalau bencana dan gembira sudah "dijatah" dari Gusti Alloh,
lha terus ngapain kalau beli mobil kok milih yang remnya paling
pakem.....???

 

Sik, saya tak sinau dari panjenengan semua... 

 

Apa QADLA' tidak sama dengan QODAR? Apa pula itu kodrat dan iradat?

 

Suwun;

Tejosuroso

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke