--- On Mon, 12/22/08, AFR <[email protected]> wrote:

> 1. golput itu tidak selesaikan masalah, sikap mereka ini
> spt org duduk berpangku 
>     tangan saat perang: pengecut!

Wah, untuk menjadi golput justru diperlukan keberanian. Kalau milih, malah 
sudah wajar.

Yang pengecut adalah orang partai yang mengecam golput, tapi malas mengakui 
keamburadulan, lalu memperbaiki kinerja partainya. Kalau benar HNW menghimbau 
MUI, ya dia itu termasuk pengecut.

Wah, mosok disamakan perang? Memang, habis golput orang terus ngganggur? 
Memang, habis milih orang terus berjuang kayak berperang? Mas AFR nih bercanda 
yah:-)

> 2. ada tuntunan pilihlah pda hal2 yg sekiranya mudharatnya
> tersedikit.

Ya monggo, kalau masih pakai pertimbangan di atas. Kalau saya mah sama saja. 
IMHO, talbisul haq bil bathil adalah mudharat yang luar biasa besar.

> 3. aturan voting itu berdasarkan byk2an pemilih, kalo gak
> milih para 
>     penjahatlah yg semangat memilih  ->
> konsekuensinya gol penjahat pula 
>     yg menang.

Malah bagus kalau yang menang jelas-jelas penjahat, kita tinggal menjadi 
Batman, Robin, Daredevil, Superman, Spiderman, Catwoman, Creeper, Dove, Hawk, 
Punisher, dll.

Sekedar catatan: dulu waktu PKS masih tarbiyah, kadernya semua golput. Sedulur 
Islam yang nggak golput mengecam dengan cara persis seperti yang dilakukan oleh 
PKS sekarang untuk mengecam golput. Dan para golput sekarang menjawab persis 
seperti dulu pks/tarbiyah menjawab kecaman para sedulur islam yang tidak 
golput. Nah lho, lucu kan.

PILIH GOLPUT, LEBIH WARNA WARNI!
JANGAN PILIH POLITISI PEMBOHONG, TAPI ADAKAH YANG BUKAN PEMBOHONG?

Salam Hangat
B. Samparan


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke