walah, sampeyan malah seneng profil heroik pdhl tak ada contoh heroik 'islami' yg bergerak sendiri. memilih dgn tidak memilih itu sdh pasti berbeda, tak mungkin yg berbeda hasilnya hal yg sama, cuma gak kerasa langsung saja ...
tapi monggo saja, mau golput asal konsisten. jangan lalu muncul kelompok/aliansi golput dgn seorg perintis, misalnya, itu mah sama aja bo'ong .. --- kalo golput yg saya maksud itu, golput itu bukan nge-fans berat pada yg terbaik diantara yg buruk. hidup berorganisasi, sunatullah-Nya cenderung membawa anggota berbangga pd organisasi dimana ssorg itu tinggal & buat saya itu jelek! muslim dgn keislamannya itu bukanlah organisasi tapi suatu jama'ah yg terikat bathinnya pd syari'at dibawah bimbingan Qur'an dan hadist. maka seharusnya (brgkali) dimana ssorg berada, pondasinya tidak harus mengikatkan diri pd bendera organisasi itu kecuali a/n Islam. 'teoritik' memang, tapi itulah entengnya golput yg saya maksud muslim juga bukan pelaku 'merketing' suatu organisasi shg harus loyal pdnya, apalagi sampe taqlid. tapi kalo sdh masuk dlm organisasi pun tetaplah jadi muslim yg bisa keluar tanpa ada beban, yah spt pekerja freelance begitu brgkali. perhatikan juga bbrp anggota organisasi yg loncat pagar atw bahkan bikin yg baru, PKB pecah, NU pecah, P3 ... gak ada yg punya pondasi yg sama kecuali keegoan diri. yg nampak hanyalah fitnah perpecahan ummat, sikap iri/dengki ... dlsbgnya. sama juga ketika kapal PKS mau tunjuk kapten. ribut penuh isyu si A didukung itu, si B didukung ini, yg sama2 punya 'motif baik'. kita lihat saja, apa spt yg lain juga? --- a'udzubillahi min asyaithaani rajiim, Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertaqwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). (Mu'minuun:52-53) salam, Fahru ________________________________ From: Bango Samparan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Saturday, December 27, 2008 11:16:24 AM Subject: Re: [is-lam] Fw: jama'ah brengsek! --- On Mon, 12/22/08, AFR <[email protected]> wrote: > 1. golput itu tidak selesaikan masalah, sikap mereka ini > spt org duduk berpangku > tangan saat perang: pengecut! Wah, untuk menjadi golput justru diperlukan keberanian. Kalau milih, malah sudah wajar. Yang pengecut adalah orang partai yang mengecam golput, tapi malas mengakui keamburadulan, lalu memperbaiki kinerja partainya. Kalau benar HNW menghimbau MUI, ya dia itu termasuk pengecut. Wah, mosok disamakan perang? Memang, habis golput orang terus ngganggur? Memang, habis milih orang terus berjuang kayak berperang? Mas AFR nih bercanda yah:-) > 2. ada tuntunan pilihlah pda hal2 yg sekiranya mudharatnya > tersedikit. Ya monggo, kalau masih pakai pertimbangan di atas. Kalau saya mah sama saja. IMHO, talbisul haq bil bathil adalah mudharat yang luar biasa besar. > 3. aturan voting itu berdasarkan byk2an pemilih, kalo gak > milih para > penjahatlah yg semangat memilih -> > konsekuensinya gol penjahat pula > yg menang. Malah bagus kalau yang menang jelas-jelas penjahat, kita tinggal menjadi Batman, Robin, Daredevil, Superman, Spiderman, Catwoman, Creeper, Dove, Hawk, Punisher, dll. Sekedar catatan: dulu waktu PKS masih tarbiyah, kadernya semua golput. Sedulur Islam yang nggak golput mengecam dengan cara persis seperti yang dilakukan oleh PKS sekarang untuk mengecam golput. Dan para golput sekarang menjawab persis seperti dulu pks/tarbiyah menjawab kecaman para sedulur islam yang tidak golput. Nah lho, lucu kan. PILIH GOLPUT, LEBIH WARNA WARNI! JANGAN PILIH POLITISI PEMBOHONG, TAPI ADAKAH YANG BUKAN PEMBOHONG? Salam Hangat B. Samparan _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
