setiap keinginan adlh cita2 manusiawi. jarang ada yg bisa match & itu setiap 
org mengalami.
mungkin itu sealur falsafah ketika manusia ditawari amanah (al-Ahzab:72), dan 
disebutkan byk 
yg khianat. juga ketika jiwa disumpah utk mengakui Tuhannya saat di alam ruh 
(al-A'raaf:172), 
ternyata byk juga org yg lupa. begitulah alam dunia yg nampaknya gampang, 
ternyata bisa 
melupakan itu. 

yg pasti tak ada yg sia2, minimal buat diri sendiri hingga dpt benang 
merah "sdh dicoba ini-itu, 
keadaan blm berubah sesuai harapan". sementara waktu sdh mau habis. 
ujung-ujungnya tinggallah 
pasrah & mengajarkan pengalaman yg sdh didapat agar bisa berkata: ini yg perlu 
& tidak perlu 
dilakukan agar hasrat sampai pd harapan sambil terus belajar.

andai diminta muhasabah menguak al-Ahzab 72, mungkin relatif mudah 
pendekatannya. yaitu 
saat kita baru lulus ujian, misalnya, atw diangkat jadi pejabat. disitu tak 
terucap: "kamu diberi 
amanah. apakah kamu khianat atw menyampaikan?"

tapi menguak al-A'raaf 172 utk sampai puncak kesadaran "ya, saya pernah 
bersumpah ttg itu"? 
maa syaa Allah ...


salam,
Fahru

________________________________
From: Djoko Luknanto <[email protected]>
To: Octopus Garden <[email protected]>; Chicken Shack 
<[email protected]>; Yellow Submarine <[email protected]>; Sarasehan 
Dosen UGM <[email protected]>; Reviewer DPT Dikti 
<[email protected]>; Forum Diskusi Dikti 
<[email protected]>; James Gang <[email protected]>; Forum Alumni 
AS <[email protected]>
Sent: Saturday, December 27, 2008 8:33:21 PM
Subject: [is-lam] Mengubah persepsi-persepsi masyarakat ...


Howdy,
 
Saya lahir tahun 1956, jadi usia sudah memasuki ambang senja, banyak hal-hal 
yang dulu saya cita-citakan, mungkin tidak akan tercapai. Saya punya hobi aneh, 
yaitu suka mendatangi pelayatan, terutama untuk teman-teman sekerja yang 
mendahului saya. Biar saya selalu ingat, toh pada suatu saat saya akan 
menyusul. Dulu saya ingin memajukan Indonesia, rupanya tidak mudah, dulu saya 
ingin memajukan institusi saya, rupanya juga tidak mudah. Banyak hambatan 
internal dan budaya yang membuat 'jika tidak hati-hati' bisa 'makan hati' dan 
membuat usia menjadi memendek:-)
 
Yang paling sulit untuk diubah, adalah persepsi-persepsi yang ada di dalam diri 
dan di sekitar kita. Butuh puluhan tahun untuk mengubah persepsi salah menjadi 
persepsi yang benar. Saya sebenarnya sangat 'rely on' ajaran agama untuk 
membetulkan umat manusia dari kesalahan-kesalahan persepsi, dulu saya semangat 
sekali, bahwa agama akan dapat melakukan itu. Namun setelah memperhatikan 
kondisi umat beragama di sekitar kita, hampir pupus sudah harapan saya:-( 
Apalagi kalau melihat agama digunakan sebagai kendaraan politik secara tidak 
benar. Pupus sudah:-(
 
Ternyata sulit sekali mengubah persepsi yang sudah terbentuk, apalagi puluhan 
tahun. Dalam kepupusan hati saya, maka di akhir tahun ini saya berusaha 
mencerahkan diri pribadi saya melalui 'dongeng sufi.' Enjoy!
 
 
 
Selengkapnya bisa disimak di: 
http://media.isnet.org/sufi/Idries/Mahkota/Pulau.html
 
Howgh!
--                      Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker
                 "It ain't right" -- John Mayall & The Blues Breakers


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke