Berita ini, baru saya baca pagi ini di ANTARA disamping berita dimedia lain
yang tidak kalah memilukan dalam pemberitaannya mengenai aksi brutal zionis
Israel.

 

Tindakan apa yang diambil oleh pemerintah kita  melihat kebrutalan yang
dilakukan oleh  Zionis Israel ini? Akankah hanya akan berkata menyayangkan,
menyesalkan, mengutuk atau …?¡...@%$&^^)*&()

Tidakkah pemerintah kita bisa menyuarakan/mendesak PBB untuk bertindak lebih
riil dan tegas terhadap Israel sebagaimana yang dilakukan terhadap Taliban
atau Iraq…?

Bukankah sudah lebih 400 nyawa rakyat Palestina di GAZA yang menjadi korban
kebrutalan Israel…?

Namun sampai hari ini belum terlihat tindakan nyata dari PBB selain kecaman
seperti diberitakan Antara.

Karena hal seperti ini tidak cukup dengan aksi demo2 dijalanan, butuh
tindakan riil sebagaimana PBB lewat tangan Agresor AS menghukum Iraq.   

Ataukah pemimpin kita sedang extra sibuk guna persiapan Pemilu 2009…..?
sehingga waktu dan tenaganya tak tersisa untuk memikirkan hal seperti ini..?


 

Ya….Allah, bukakanlah mata hati para pemimpin umat manusia didunia ini agar
mereka tidak menghinakan sesama mahluk ciptaan-Mu.  

Amin.

 

 

PBB Protes Akibat Dua Kali Dirudal Israel

 

Jerusalem, (ANTARA News, 30-12-08) - Utusan khusus PBB untuk Timur Tengah
Senin memprotes keras Israel akibat serangan udara negara yang menghantam
dua gedung PBB dan menewaskan delapan orangnya di Jalur Gaza.

 

Pernyataan yang disebarluaskan PBB menyebutkan, utusan PBB Robert Serry dan
kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) Karen Abu Zayd telah menulis
sepucuk surat mendesak pada Menteri 

Pertahanan Israel Ehud Barak "untuk memprotes insiden itu dengan kata-kata
sekeras mungkin".

 

Insiden pertama terjadi pada hari Sabtu tak lama setelah Israel melancarkan
serangan udara besar-besarannya di wilayah yang diperintah Hamas itu. Satu
Rudal yang diarahkan kepada seorang polisi Palestina yang berdiri di samping
pusat pelatihan UNRWA ternyata menghantam sekelompok siswa pelatihan UNRWA
sehingga menewaskan delapan orang dan melukai 19 lainnya.

 

Insiden kedua adalah pada Senin, ketika markas besar PBB di Gaza dirusak
oleh dua Rudal, kata pernyataan PBB itu.

 

"Tempat PBB harus dilindungi dan tidak diganggu. Pemerintah Israel memiliki
semua koordinat tempat PBB di Gaza," kata pernyataan itu.

 

"Serangan itu terjadi tanpa peringatan sebelumnya. Serangan militer dalam
keadaan itu, sangat dekat dengan tempat PBB dengan maksud membahayakan
secara serampangan personil dan properti PBB, jangan diulangi."

 

Hampir 350 warga Palestina -- di antara mereka sedikitnya 57 warga sipil --
tewas sejak Israel melancarkan serangan udara kilatnya di daerah kantong
yang dikuasai gerakan Islam itu Sabtu pagi.(*)

 

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke