assalamu alaikum warahmatullah ngomong-ngomong soal perlawanan terhadap israel, saya jadi ingat beerapa minggu yang lalu ketika saya kehujanan waktu naik Kopaja. Setelah sampai, kemudian ngetem di Cilandak saya nggak langsung turun karena masih hujan, jadi saya nongkrong di dalam kopaja sampai para kenek-kenek kopaja pada istirahat juga di dalam kopaja tersebut. setelah ngobrol-ngobrol ngalor ngidul mereke terlibat perdebatan tentang uang setoran yang tidak memenuhi kuota yang diminta oleh boss, karena awal bulan kemarin adalah hari libur panjang dan sekolah juga libur. setoran jadi berkurang, kemudian terlibat konflik juga dengan bos yagn ndak mau mengerti tentang setoran ini. yang jadi perhatian mereka adalah ternyata bosnya adalah seorang haji. kemudian mereka bilang haji ini lah .. itu lah ... dan lain sebagainya. akhirnya sampai pada obrolan, bukankah kita dan pak haji itu orang islam, mestinya mengerti dong. ..........lanjutlah obrolan mereka akhirnya ...... ya ndak di indonesia saja orang islam ini ndak mau bersatu, di negeri asalnya islam sana juga ndak mau bersatu. korban palestina ini sudah mencapai 700-an orang. (waktu itu korban baru sampai 700an orang itu ). coba kalo orang islam ini bersatu, disana kan ada yordania, mesir, arab, syiria, berapa sih jumlah orang israel ? salah satunya nyeletuk : emang obama belum dilantik ya ? apa obama ndak bertindak? disahut lagi, ya amerika mah sama saja.
yang menjadi garis bawah saya itu ada satu orang yang nyeletuk : "MEMANG ORANG ISLAM ITU NDAK BELAJAR DARI PENGALAMAN, LIDI ITU KALO CUMAN SATU DIPATAHKAN YA MUDAH, DIBUAT BERSIH-BERSIH YA NDAK AKAN BERSIH, COBA KALO SATU IKAT LIDI DIPATAHKAN JUGA SAMPAI JEDENG GAK AKAN BISA, DIPAKAI BUAT BERSIH-BERSIH JUGA BISA" mohon maaf kalau ada yagn tersinggung, tapi itu asli suara dari dalam kopaja nomor 605A jurusan Ragunan (Cilandak) <-> Blok M. Akhirnya hujan reda, dengan malu saya turun, dan sampai sekarang masih terngiang itu kata "TIDAK BELAJAR DARI PENGALAMAN" sampai sekarang. semoga nguping saya ini diampuni Allah SWT. mawan sugiyantobogor, indonesia --- On Wed, 1/28/09, Harry Sufehmi <[email protected]> wrote: From: Harry Sufehmi <[email protected]> Subject: Re: [is-lam] Mufti Arab Pembela Yahudi Anggap “Tak Berguna” Seruan Boikot To: [email protected] Date: Wednesday, January 28, 2009, 3:04 PM Wa'alaikumsalam wr. wb, Ternyata di Arab Saudi ada juga ulama antek Yahudi ya :) malah mufti agung nya pula. Ya, umat Islam jangan kalah lah. Negara kafir saja, kalau tidak salah Finlandia, sudah memboikot produk pertanian Israel misalnya. DAN ini dilakukan dengan cara2 yang sangat efektif (jadi bukan cuma asal-asalan boikot) Hasilnya? Para pengusaha Israel di bidang agraria langsung kelabakan. Yang mengaku Islam malah pro Zionis, hehe. Salam, HS 2009/1/28 A Nizami <[email protected]>: > Assalamu'alaikum wr wb, > > Ketika mayoritas ulama (termasuk 55 ulama Arab Saudi) > menyerukan boikot terhadap produk AS dan Israel, > ternyata ada Mufti Arab yang digaji oleh raja Arab > yang mengatakan Boikot tak berguna. Dia ingin agar > ummat Islam terus membeli produk AS dan Israel > sehingga akhirnya AS dan Israel bisa mendapat banyak > uang dari ummat Islam. Uang itu akhirnya bisa dipakai > untuk membuat senjata guna membantai ummat Islam di > Iraq, Afghanistan, Palestina, dan sebagainya. > > Hendaknya ummat Islam mewaspadai ulama yang membela > Yahudi sambil justru menyerang sesama Muslim. Ulama > yang digaji pemerintah Arab Saudi ini diam ketika Raja > Arab mengundang tentara kafir AS ke negeri Arab. > Mereka juga diam tidak menyeru jihad untuk melawan > Israel guna membantu rakyat Palestina. Sebaliknya > mereka justru mengkafirkan para mujahidin seperti > Hamas, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, dan > sebagainya. > > Ulama antek Yahudi tersebut keras terhadap orang > beriman dan sayang terhadap Yahudi. Tidak pernah > menyeru jihad guna melawan Yahudi: > > "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang > bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang > kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka..." [Al > Fath:28] > > "Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara > kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan > mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka > dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut > terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras > terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan > Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang > suka mencela..." [Al Maa-idah:54] > > > Nabi Muhammad sendiri menghadapi orang kafir yang > memerangi mereka tidak membeli produk orang kafir. > Bahkan menyerang kafilah dagang mereka agar mereka > lemah dan tidak bisa membeli senjata atau membayar > tentara sehingga tidak bisa menyerang ummat Islam > lagi. > > Selamatlah Kafilah Dagang Quraisy > > Abu Sufyan tidak hanya berpangku tangan menanti uluran > bantuan dari penduduk Quraisy. Ia curahkan segenap > kepiawaian yang ia miliki agar mereka tidak jatuh ke > tangan kaum muslimin. Semua informansi dan peristiwa > yang ada ia kumpulkan dan dianalisis hingga akhirnya > ia tahu kapan pasukan muslimin pergi menghadang > kafilah dagang mereka. > > http://www.dakwatuna.com/2008/perang-badar-kubra-bagian-1/ > Diriwayatkan bahwa Abu Sufyan bertemu dengan Majdi bin > 'Amr dan bertanya kepadanya, "Apakah engkau > berjumpa dengan seseorang?" Ia menjawab, "Aku > tidak menjumpai seorang pun yang tidak kukenal kecuali > dua orang penunggang unta yang berhenti di bukit itu. > Kemudian mereka mengambil air dan meletakkannya di > tempat air mereka lalu pergi." Abu Sufyan mendatangi > tempat tersebut dan mengambil beberapa buah sisa > kotoran hewan mereka. Lalu ia pisahkan dan di dalamnya > terdapat biji. Ia berkata, "Demi Tuhan, ini adalah > makanan hewan penduduk Yatsrib (Madinah)." Ia pun > akhirnya tahu bahwa kedua orang tersebut tak lain > adalah sahabat Nabi Muhammad saw. dan pasukan kaum > muslimin ternyata sudah begitu dekat dari > tempat."[5] Abu Sufyan segera kembali ke tengah > kafilah sambil memukuli mukanya. Ia alihkan jalur > perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, yaitu > pesisir pantai demi menghindari daerah Badar menuju ke > kiri sehingga kafilah pun terselamatkan. > > Sikap Keras Kepala Kaum Musyikin untuk Berperang > > Pasukan musyrik Quraisy bergerak dengan penuh > kesombongan di tengah hamparan padang pasir, di antara > sekian banyak kabilah Arab yang terdapat di sepanjang > jalur yang menghubungkan Kota Makkah dan Madinah > diiringi nyanyian biduan wanita. Mereka begitu bangga > dengan kekuatan dan pasukan yang ada. Mereka bermaksud > hendak menyelamatkan Abu Sufyan dan kafilah dagang > dari tangan umat Islam. Namun ternyata kafilah > tersebut telah terselamatkan. Abu Sufyan sendiri yakin > bahwa ia telah berhasil menyelamatkan kafilah dagang > mereka dari kepungan dan incaran umat Islam. Ia pun > mengirim pesan kepada pasukan Quraisy, "Sesungguhnya > kalian keluar untuk melindungi perdagangan, > orang-orang, dan harta benda kalian. Mereka semuanya > telah terselamatkan. Maka kembalilah!" Utusan Abu > Sufyan pun akhirnya bertemu dengan pasukan Quraisy di > perjalanan. Ia sampaikan berita selamatnya kafilah > dagang mereka. Mendengar berita ini Abu Jahal berkata, > "Demi Tuhan! Kita tidak akan kembali kecuali setelah > sampai di Badar dan tinggal di sana selama tiga hari. > Kita akan memotong hewan sembelihan, memberi makan, > menuangkan khamr, dan mendengarkan lagu dari para > biduan. Dan orang-orang Arab pun akan mendengar > ekspedisi dan perkumpulan kita ini sehingga mereka > akan senantiasa segan kepada kita untuk > selama-lamanya."[6] > > http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8473:mufti-arab-malah-anggap-tak-berguna-seruan-boikot&catid=67:internasional&Itemid=55 > > Mufti Arab Malah Anggap "Tak Berguna" Seruan > Boikot > Tuesday, 27 January 2009 05:34 > > Seorang mufti Saudi menolak Boikot produk Israel dan > Amerika. Katanya, sebagai "tindakan tak berguna" > > > > Hidayatullah.com--Mufti Agung Kerajaan Saudi Arabia > as-SyeikhAbdul Aziz ibn Abdullah Ali as-Syeikh > mengkritik keras ulama-ulama dan para penyeru > pemboikotan atas produk-produk Israel dan Amerika, > juga produk-produk Barat lainnya yang memiliki > jaringan bisnis Zionis. > > Sebagaimana dilansir situs Islam rujukan Islamonlione > (24/1), dalam keterangan resminya as-Syeikh mengatakan > jika ulama-ulama dan para penyeru tindakan pemboikotan > tersebut sebagai "kalangan 'mutha'tha'in', atau > golongan yang asal bicara tanpa didasari oleh ilmu", > sekaligus menganggap aksi boikot sebagai "tindakan tak > berguna." > > "Memboikot produk dagang tidak akan berguna sama > sekali. Sebaiknya, sebagai seorang Muslim, kita tidak > boleh tha'tha'ah, tidak boleh asal bicara," ungkap > as-Syeikhsaat memberikan pengajian umum di Mesjid > Turki ibn Abdullah di Riyadh. > > Ungkapan kontroversial Mufti Agung Saudi Arabia ini > dikeluarkan menyusul pernyataan sikap 55 ulama besar > Saudi Arabia yang menegaskan wajib hukumnya untuk > memboikot produk-produk Israel dan Amerika. Hemat 55 > ulama, boikot adalah salah satu "jihad" yang dipercaya > dapat melumpuhkan roda perekonomian Zionisme. > > Selain itu, ke-55 ulama Saudi Arabia juga menyerukan > agar negara-negara Muslim yang memiliki hubungan > diplomatik dengan Israel untuk segera memutuskan > hubungan tersebut. Sebelumnya, langkah pemutusan > hubungan ekonomi dan politis dengan Israel telah > dilakukan oleh Qatar dan Muritania pada minggu lalu. > > Sejak invasi brutal Israel ke jalur Gaza, para ulama, > cendikiawan, akademisi, dan beberapa pejabat kerajaan > Saudi Arabia menandatangani kesepakatan gerakan "Gaza > Terbakar dan Remuk Redam, Matikan Api dan Bangun > Kembali dengan Boikot Produk Israel". > > Dr. Aidh al-Qarni, penasihat utama gerakan tersebut > menyatakan jika "boikot adalah senjata yang ampuh. Ini > adalah perang ekomoni." > > Al-Qarni menambahkan, jika dalam teks-teks primer > hukum Islam, dapat ditemukan jika aspek enomoni dapat > menjadi senjata utama yang dapat melumpuhkan kekuatan > musuh. > > "Dalam kacamata fikih, hukum boikot adalah mubah, dan > tak ada asal pengharaman atasnya. Namun hukum boikot, > melihat kondisi saat ini, adalah menjadi wajib > hukumnya," tegas al-Qarni. > [atj/iol/www.hidayatullah.com] > > Bagi yang ingin tahu produk AS-Israel yang diboikot: > http://media-islam.or.id/2009/01/19/daftar-produk-as-yang-diboikot-para-ulama-dan-kekuatan-ekonomi-yahudi-as/ > > === > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 > Informasi selengkapnya ada di: > http://syiarislam.wordpress.com > http://www.media-islam.or.id > > > Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru >sekarang! http://id.messenger.yahoo.com > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
