Kesejahteraan atau kemslahatan ummat itu aku pikir tak harus dilalui melalui pilihan2 yang boros itu. Masih banyak alternatif yang lain. Bukan juga kalah dan menang yang jadi ukuran. Selalu dalam setiap pemilu bilang sekali ini saja pilih, kalau ini kalah ya balik lagi dibilang lepas tangan. Apa bedanya lepas tangan dan golput? Mestinya kita belajar dari sejarah.
Rosul ditawarin kedudukan aja bilang : Seandainya matahari ditaruh di tangan kanan, dan bulan di tangan kiri tak akan hentikan dakwah ini. Padahal tawarannya gak tanggung-tanggung, bukan hanya duduk satu kursi dengan quraisy, tapi kekuasan, harta dan wanita. Kunci ka'bah bisa dipegang, berarti kekuasaan jazirah arab langsung di tangan Rosul, tapi mengapa rasul masih gak mau? Mengapa Rosul menjawab seperti itu? tentunya punya prinsip. Dan prinsip itulah yang mestinya samapi sekarang harus dipegang. ....................... kawan muslim golput, berpikirlah sblm menyesal. tapi kalo sdh milih masih kalah (dikuasai kafir), maka ada 2 pilihan lepas tangan atw perang (chaos?). wong hamas/taliban menang demokrasi saja dipojokkan kaum kafir, kenapa jika sampai muslim kalah tidak berontak? ....................... saya kira ini ungkapan yang cukup dijadikan pelajaran. Maksud saya pelajaran cukup sampai disini dan tak akan berulang lagi dan jangan mengulang lagi. Masih banyak alternatif yang lain. Lihat yang diungkapkan Permadi di detik.com hari ini(30/01/2008) ? apa yagn dikerjakan oleh anggota DPR? Permadi orang dalam, mengaku kecewa dengan kinerja. Itu kan oknum, ya benar oknum, tapi mau ndak kalau bayarannya telat? gak mau kan? --- On Fri, 1/30/09, Wong Lim Pok <[email protected]> wrote: From: Wong Lim Pok <[email protected]> Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c4| bai'at golput & simulasi kecil pemilu To: [email protected] Date: Friday, January 30, 2009, 3:48 PM Tak ada alasan kuat untuk Golput. Karena kalau tidak puas dengan yang sudah exist mengapa tahun kemarin bagi semua yang tidak puas (biang golput) membentuk partai sendiri menurut keinginan misalnya PGP (Partai Golongan Putih), yang mungkin lima tahun ke depan pecah lagi dan akan lahir PGP2 (Partai Golongan Putih Perjuangan) J J Kalau yang ada sekarang dianggap semuanya buruk, maka pilihlah yang keburukannya paling sedikit. Gitu loh.. Wong From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR Sent: Friday, January 30, 2009 3:21 PM To: [email protected]; [email protected] Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c4| bai'at golput & simulasi kecil pemilu org mau beli barang kalo terlalu rewel bisa gak jadi beli karena gak ketemu barang sempurna pdhl yg mau dibeli itu brg bekas. semantara semua politisi itu bukan 'fresh people' yg turun dr langit kesempurnaan. mungkin masih mending org yahudi yg disuruh nyembelih sapi ruewelnya minta ampun sampe akhirnya didpt harga senilai emas seberat sapi itu. akhirnya apa? menyulitkan diri sendiri ... --- pengen bai'at org yg golput, apa kelompok ini sanggup konsisten atw tidak a. kalo lbh jelek yg terpilih, gak boleh ngritik, ngeluh, protes. andai kafirin menang dgn 'keajaiban', tidak boleh ikut jihad melawan mereka dgn sepak terjangnya walau niscaya mrk akan memaksa Muslim kpd agamanya. krn scr tidak langsung, kemenangan mereka adlh 'support'-nya juga. b. jika yg terpilih nanti 'bagus', entah diukur dari mana saja shg bisa dikata memberikan kontribusi 0.000001% lbh baik dr periode sblm, gak boleh memuji. sikapnya kayak pandito, gak oleh 'iya' atw 'tidak' pd setiap kebijakan. siapapun yg milih apa, yg dipilih pun gak akan tahu siapa yg golput. jadi ke-golputan-nya itu hanya dirinya sendiri yg tahu. boleh merubah pendirian utk pilih ini-itu stlh periode kepemimpinan selesai. kalo bisa bersikap spt itu, itulah golput sejati, yg konsisten dgn pendirian. deal??? --- simulasi golput. ada 1000 org pemilih di kampung: x muslim, y golput, (1000-x-y) kafir. ada N partai yg terdiri: (N-1) partai muslim, 1 partai kafir. dari 1000 pemilih: (1000-x-y) pemilih itu sdh pasti milik kafir, sdg x direbut (N-1) partai muslim. semakin besar N, semakin kecil masing2 partai muslim. koalisi. dari (N-1) partai muslim itu, tidak semua kuat pondasinya maka yg lemah dipinteri partai kafir karena dananya bisa sangat kuat + lobi ala yahudi, shg partai kafir tambah lagi kekuatan. kalau sdh upaya koalisi, pemilih sama sekali tdk dpt berbuat, apalagi yg golput (egois?). jadi ada kemungkinan partai muslim kalah! kawan muslim golput, berpikirlah sblm menyesal. tapi kalo sdh milih masih kalah (dikuasai kafir), maka ada 2 pilihan lepas tangan atw perang (chaos?). wong hamas/taliban menang demokrasi saja dipojokkan kaum kafir, kenapa jika sampai muslim kalah tidak berontak? salam, Fahru From: hamami <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, January 29, 2009 12:00:06 PM Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c| Mas Yandi, Hanya segini salinannya? Ini salinan/copy lengkap atau hanya cuplikan? (saya lagi gak bisa searching or browsing) Wassalam Hamami -----Original Message----- From: Yandi Dwiputra F [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, January 29, 2009 11:04 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c| ini mas salinannya.... -->Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa. -->Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama. -->Imamah dan imarah dalam Islam menghajatkan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar terwujud kemashlahatan dalam masyarakat. -->Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib. -->Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) atau tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram. Selanjutnya fatwa ini diikuti dengan dua rekomendasi, yakni: (1) Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang mengemban tugas amar makruf nahi munkar; (2) Pemerintah dan penyelenggara pemilu perlu meningkatkan sosialisasi penyelenggaraan pemilu agar partisipasi masyarakat dapat meningkat, sehingga hak masyarakat terpenuhi. -----Inline Attachment Follows----- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
