dunia ini permainan & kita ini pemainnya dgn peran masing2. apakah permainan
ini fair atw tidak, kita bisa lihat sendiri. taliban/hamas yg berusaha fair
diperlakukan
spt begitu. kalo gak milih, tentu tak diperlakukan apa2 oleh kafirin karena
mereka
menilai kita dianggap jinak, karena sudah terjebak/dijebak berita2 yg memupuk
keputusasaan & frustasi diri.
sekalipun taliban/hamas tersudut, saya yakin mereka tinggi di sisi Allah SWT.
contoh bagus, Rasulullah ditawari hal duniawai menolak. lha yg nawari siapa,
mas?
kafirin kan? motifnya apa coba kalo bukan supaya nabi SAW urungkan da'wahnya.
saya juga kalo dibisiki/ditawari utk golput juga gak ta' gubris mas soalnya yg
nawari
itu pastinya adlh nafsu amarah diri, provokator kaum yg mau curi suara: kafirin.
---
kita ini dipaksa jadi pemain walau tak ahli dipermainan itu. sementara
permainan
itu pasti ada konsekeuensi kalah/menang. sdg buah dr kemenangan adlh kebebasan
tentukan sikap/kebijakan/aturan sesuka perut pemenang. saya gak mau & walau
juga gak
tahu entah dlm berapa tahun ke depan jika golput ini makin byk, akan memastikan
posisi
muslim sbg pecundang dlm setiap pemilu. lalu makin saja mereka leluasa buat
aturan,
dilarang shadaqah krn itu utk mendukung teroris, zakat harus diawasi dgn sgt
ketat
alirannya walau ada amil yg paling berhak mengatur ...
dan yg nyata sepak terjang mereka dg pandangan mereka sdh sedemikian jahat,
hingga
mampu mencampuri urusan kurikulum pesantren yg mereka nilai penuh dg ajaran
teroris.
mungkin saja kita yg saat ini masih hidup sudah mati, tapi siapa yg
mengkondisikan mereka
bisa begitu? golput!
saya tak peduli sekecil apapun pengaruh suara yg awam spt saya ini utk 5 tahun
kedepan ini.
tapi saya peduli kalau2 mereka akan menang, maka mereka harus dilawan dulu.
sebodoh-bodoh
saya, cuma punya prioritas mana kelompok muslim yg terbaik hingga yg terburuk
diantara yg
terjelek. yg pasti yg mendukung pemimpin wanita, yg pernah berniat mau buka
diplomat dgn
yahudi itu yg paling buncit.
---
>> .. Apa bedanya lepas tangan dan golput? Mestinya kita belajar dari sejarah.
lepas tangan itu hanya jika sdh memilih, dan itu lbh berkenaan dgn hasil.
kalo golput, tidak berbuat tapi sdh pasrah --> pasrah yg salah kaprah.
walau saya cuma tukang parkir, kapasitas saya ya sebatas tukang parkir.
kalo nanti ada tanya: "koq cuma milih saja?"
"ealah mas-mas, wong saya ini cuma tukang parkir. ngatur kendaraan
diam org agar gak semrawut, gak nyusahin yg lewat namun aman sdh
syukur. tapi itu saja sudah repot, lha mau apa lagi dituntut dari
saya?"
>> Lihat yang diungkapkan Permadi di ..
lah .. permadi itu (masih) dukun(?). koq dijadikan rujukan sih?
kalo dia insyaf & sadar, ya syukurlah dan masih byk org lbh baik
yg perlu walau sekedar didengar.
salam,
Fahru
________________________________
From: Mawan Sugiyanto <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, January 30, 2009 6:22:09 PM
Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c4| bai'at golput & simulasi kecil
pemilu
Kesejahteraan atau kemslahatan ummat itu aku pikir tak harus dilalui melalui
pilihan2 yang boros itu. Masih banyak alternatif yang lain. Bukan juga kalah
dan menang yang jadi ukuran. Selalu dalam setiap pemilu bilang sekali ini saja
pilih, kalau ini kalah ya balik lagi dibilang lepas tangan. Apa bedanya lepas
tangan dan golput? Mestinya kita belajar dari sejarah.
Rosul ditawarin kedudukan aja bilang : Seandainya matahari ditaruh di tangan
kanan, dan bulan di tangan kiri tak akan hentikan dakwah ini. Padahal
tawarannya gak tanggung-tanggung, bukan hanya duduk satu kursi dengan quraisy,
tapi kekuasan, harta dan wanita. Kunci ka'bah bisa dipegang, berarti kekuasaan
jazirah arab langsung di tangan Rosul, tapi mengapa rasul masih gak mau?
Mengapa Rosul menjawab seperti itu? tentunya punya prinsip. Dan prinsip itulah
yang mestinya samapi sekarang harus dipegang.
.......................
kawan muslim golput, berpikirlah sblm menyesal.
tapi kalo sdh milih masih kalah (dikuasai kafir), maka ada 2 pilihan
lepas tangan atw perang (chaos?).
wong hamas/taliban menang demokrasi saja dipojokkan kaum kafir,
kenapa jika sampai muslim kalah tidak berontak?
.......................
saya kira ini ungkapan yang cukup dijadikan pelajaran. Maksud saya pelajaran
cukup sampai disini dan tak akan berulang lagi dan jangan mengulang lagi. Masih
banyak alternatif yang lain.
Lihat yang diungkapkan Permadi di detik.com hari ini(30/01/2008) ? apa yagn
dikerjakan oleh anggota DPR? Permadi orang dalam, mengaku kecewa dengan
kinerja. Itu kan oknum, ya benar oknum, tapi mau ndak kalau bayarannya telat?
gak mau kan?
--- On Fri, 1/30/09, Wong Lim Pok <[email protected]> wrote:
From: Wong Lim Pok <[email protected]>
Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c4| bai'at golput & simulasi kecil
pemilu
To: [email protected]
Date: Friday, January 30, 2009, 3:48 PM
Tak ada alasan kuat untuk Golput. Karena kalau tidak puas dengan
yang sudah exist mengapa tahun kemarin bagi semua yang tidak puas (biang
golput) membentuk partai sendiri menurut keinginan misalnya PGP (Partai
Golongan Putih), yang mungkin lima tahun ke depan pecah lagi dan akan lahir
PGP2 (Partai Golongan Putih Perjuangan) JJ
Kalau yang ada sekarang dianggap semuanya buruk, maka pilihlah
yang keburukannya paling sedikit. Gitu loh..
Wong
From:[email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR
Sent: Friday, January 30, 2009 3:21 PM
To: [email protected]; [email protected]
Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c4| bai'at golput &
simulasi kecil pemilu
org
mau beli barang kalo terlalu rewel bisa gak jadi beli karena gak
ketemu
barang sempurna pdhl yg mau dibeli itu brg bekas. semantara
semua
politisi itu bukan 'fresh people' yg turun dr langit kesempurnaan.
mungkin
masih mending org yahudi yg disuruh nyembelih sapi ruewelnya
minta
ampun sampe akhirnya didpt harga senilai emas seberat sapi itu.
akhirnya apa? menyulitkan diri sendiri ...
---
pengen bai'at org yg golput, apa kelompok
ini sanggup konsisten atw tidak
a. kalo lbh jelek yg terpilih, gak boleh ngritik, ngeluh, protes. andai kafirin
menang dgn 'keajaiban', tidak boleh ikut jihad melawan mereka dgn sepak
terjangnya walau niscaya mrk akan memaksa Muslim kpd agamanya. krn
scr tidak langsung, kemenangan mereka adlh 'support'-nya juga.
b. jika yg terpilih nanti 'bagus', entah diukur dari mana saja shg bisa dikata
memberikan kontribusi 0.000001% lbh baik dr periode sblm, gak boleh memuji.
sikapnya kayak pandito, gak oleh 'iya' atw 'tidak' pd setiap kebijakan.
siapapun yg milih apa, yg dipilih pun gak akan tahu siapa yg golput.
jadi ke-golputan-nya itu hanya dirinya sendiri yg tahu. boleh merubah pendirian
utk pilih ini-itu stlh periode kepemimpinan selesai. kalo bisa bersikap spt
itu,
itulah golput sejati, yg konsisten dgn pendirian. deal???
---
simulasi golput.
ada 1000 org pemilih di kampung: x muslim, y golput, (1000-x-y) kafir.
ada N partai yg terdiri: (N-1) partai muslim, 1 partai kafir.
dari 1000 pemilih: (1000-x-y) pemilih itu sdh pasti milik kafir,
sdg x direbut (N-1) partai
muslim.
semakin besar N, semakin kecil masing2 partai muslim.
koalisi.
dari (N-1) partai muslim itu, tidak semua kuat pondasinya maka yg lemah
dipinteri partai kafir karena dananya bisa sangat kuat + lobi ala yahudi,
shg partai kafir tambah lagi kekuatan. kalau sdh upaya koalisi, pemilih sama
sekali tdk dpt berbuat, apalagi yg golput (egois?). jadi ada kemungkinan
partai muslim kalah!
kawan muslim golput, berpikirlah sblm menyesal.
tapi kalo sdh milih masih kalah (dikuasai kafir), maka ada 2 pilihan
lepas tangan atw perang (chaos?).
wong hamas/taliban menang demokrasi saja dipojokkan kaum kafir,
kenapa jika sampai muslim kalah tidak berontak?
salam,
Fahru
________________________________
From:hamami <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, January 29, 2009 12:00:06 PM
Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c|
Mas Yandi,
Hanya segini salinannya? Ini
salinan/copy lengkap atau hanya cuplikan?
(saya lagi gak bisa searching or browsing)
Wassalam
Hamami
-----Original Message-----
From: Yandi Dwiputra F [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, January 29, 2009 11:04 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] kenapa GOLPUT haram? --c|
ini mas salinannya....
-->Pemilihan umum dalam
pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi
syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi
umat dan kepentingan bangsa.
-->Memilih pemimpin dalam
Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan
bersama.
-->Imamah dan imarah dalam
Islam menghajatkan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar terwujud
kemashlahatan dalam masyarakat.
-->Memilih pemimpin yang
beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif
(tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat
Islam hukumnya adalah wajib.
-->Memilih pemimpin yang
tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) atau
tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya
adalah haram.
Selanjutnya fatwa ini diikuti
dengan dua rekomendasi, yakni: (1) Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin
dan wakil-wakilnya yang mengemban tugas amar makruf nahi munkar; (2) Pemerintah
dan penyelenggara pemilu perlu meningkatkan sosialisasi penyelenggaraan pemilu
agar partisipasi masyarakat dapat meningkat, sehingga hak masyarakat terpenuhi.
-----Inline Attachment Follows-----
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam