Sepurane mas Fahru, Kayaknya jati diri gak segampang itu bisa dilihat dari sekedar tulisan apalagi dimilis macam ini.
Yang ada paling-paling sebatas lapisan topeng-lapisan topeng hasil pekerjaan rasio dan logika. Jati diri tdk dikontrol oleh pusat otak sadar, namun oleh otak tak sadar (syaraf autonom) dan biasanya muncul dalam bentuk reflek-reflek. Ketika orang mengalami tekanan sangat berat, ketika mengalami bencana besar, ketika menghadapi sakratul maut, pada saat-saat seperti inilah jati diri mbrojol dengan sendirinya. Itu nurut saya lho.. J wassalam From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR Sent: Friday, February 06, 2009 8:45 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Pertanyaan Buat Harry Sufehmi & AFR --c| mas Harry, kalo org yg merasa ingin di-tua-kan dilurusin pola pikirnya, ujung2nya nuduh si anu merasa intelek. padahal setiap ucapnya juga bukanlah suatu wahyu, bahkan mungkin nafsu (kalo lemah rujukannya). mungin tidak disadari bahwa siapa yg menulis di sini itu cenderungnya jati dirinya sendiri; emosi, pola pikir, selera humor .. dstnya. salam, Fahru
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
