> masih fresh diingatan bbrp bulan sblm kejatuhan kapitalis, pernah banggakan
> sistem
> perekonomian kapitalis drpd sistem syari'ah Islamic. saya kira mas Agus
> Nizami punya
> arsip posting beliau.

Oh ya. Posting tersebut saya kira cuma kegelisahan saja, karena banyak
umat Islam terlalu fokus kepada jargon & slogan. Namun, tidak terlihat
banyak yang "paham" (bukan sekedar "tahu") solusi DAN cara untuk
implementasinya.

Terlalu banyak kawan-kawan kita yang terlalu fokus kepada solusi yang
separuh-separuh.

Misal; menganggap sistim pemerintahan tertentu, atau sistim ekonomi
tertentu, sebagai solusi dari SELURUH persoalan yang ada.

Padahal, Islam adalah agama yang lengkap. Solusi Islam bukan
separuh-separuh, melainkan seluruhnya perlu dipadukan.

Contoh: Islam memfokuskan pada kekuatan masyarakat / umat. Bukan pemimpin.
Jelas dari berbagai teks bahwa kualitas pemimpin adalah cerminan kualitas umat.
Memang ada beberapa perkecualian, seperti Raja Faisal dll, tapi ya
itu, perkecualian. Bukan kelaziman. Jadi solusi PASTI membenahi negara
adalah dengan membenahi umat. Bukan sistim pemerintahan / pemimpinnya.

Karena itu saya tertarik dengan PKS dan berbagai gerakan grassroot
lainnya, karena saya lihat mereka lumayan berhasil menyadari inti
permasalahannya.

Jadi, email tsb saya baca beberapa kali, sepertinya sih bukan berniat
menjelek-jelekkan sistim ekonomi syariah. Malah kelihatan ada
kecemasan kalau2 umat Islam terus tidak paham, sehingga ekonomi
syariah malah tidak berhasil memanfaatkan peluang ini (ekonomi
kapitalis sedang terpuruk)

Alhamdulillah -- kita punya banyak kawan2 yang tidak banyak bicara,
namun terus bekerja dengan sangat keras. Berkat perjuangan mereka lah
maka kini non-muslim pun senang menyimpan uangnya di bank syariah --
karena ternyata bagi hasilnya sudah mengalahkan bunga hasil riba.
Alhamdulillah.

Padahal saya tahu betul bagaimana awal perjuangan mereka -- bukannya
disemangati, malah dicemooh oleh yang tidak paham. Tahu pentingnya
ekonomi syariah, namun tidak paham. Sehingga jadi mencemooh.
Untung saja hal-hal tersebut tidak meluluhkan semangat perjuangan
mereka. Barakallahufikum.

-----------------
Satu lagi - pada email saya yang dikutip dibawah ini, titik beratnya
adalah pada ulama yang BAIK.

Saya tidak peduli dengan ulama yang JAHAT, mudah-mudahan mereka
menjadi kerak neraka. Sangat jauh dari berhak untuk menyandang gelar
"pewaris Nabi"

Trims, mudah-mudahan lebih menjelaskan.



Salam, HS



On 2/6/09, AFR <[email protected]> wrote:
> mas Harry,
> kalo org yg merasa ingin di-tua-kan dilurusin pola pikirnya, ujung2nya nuduh
> si anu
> merasa intelek. padahal setiap ucapnya juga bukanlah suatu wahyu, bahkan
> mungkin
> nafsu (kalo lemah rujukannya). mungin tidak disadari bahwa siapa yg menulis
> di sini
> itu cenderungnya jati dirinya sendiri; emosi, pola pikir, selera humor ..
> dstnya.
>
>
> masih fresh diingatan bbrp bulan sblm kejatuhan kapitalis, pernah banggakan
> sistem
> perekonomian kapitalis drpd sistem syari'ah Islamic. saya kira mas Agus
> Nizami punya
> arsip posting beliau.
> ---
>
> kalo sikap saya,
> gak ada aturan yg lbh tua & byk pengalaman itu jaminan hanif lakunya: TIDAK!
> sepanjang belum pikun & masih punya mental belajar harusnya tetap objektif
> kalo
> memang org itu punya jiwa jujur.
>
> org boleh berdebat sepanjang masing2 punya dalih terlepas dalilnya samawi
> atw
> duniawi. toh semua org akan tahu kalo si anu spt apa pola pikirnya. kalau
> dlm debat
> ternyata buntu/stuck, tinggallah evaluasi diri. mau keukeuh sikapnya
> silahkan, mau
> merubah pd kebaikan ya syukur. itu mah hidayah ... hehehe
> ---
>
> dengan rendah hati, sedikit-byk suka tulis-menulis disini, yg mungkin
> terbaca kawans
> isnet. silahkan di-counter kalo ada yg kurang berkenan. akan selalu ada
> baik-buruknya,
> ambillah sebab itu bukan hal yg sia-sia. kalo baik dikembangkan, buruk
> tinggalkan.
>
>
> salam,
> Fahru
>
> ________________________________
> From: Harry Sufehmi <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, February 4, 2009 12:39:02 PM
> Subject: Re: [is-lam] Pertanyaan Buat Harry Sufehmi & AFR
>
>> Kedua orang ini HS & AFR kelihatanya adalah dua Inteletual Islam, yang
>> mengaku diri sudah lebih dari kita kita di milis ini.
>
> Sorry boss, kapan saya mengaku diri sebagai "intelektual Islam" yang
> "mengaku diri sudah lebih"  ?
>
> Tidak usah ribet2, kita mulai klarifikasi dari sini dulu.
>
> Note: saya tidak senang konflik. Bisa ditanya kepada kawan2 disini
> yang sudah pernah bertemu dengan saya. Tapi kalau ulama, yang baik,
> dihina tanpa dasar yang haq -- padahal mereka adalah pewaris Nabi saw,
> maka saya anggap itu adalah hinaan terhadap Nabi saya juga.
>
> Saya kira kita disini bisa berpendapat tanpa perlu mencaci maki orang
> lain, bisa kan ?
>
> Alih-alih menghina orang biasa, apalagi sampai mencaci maki ulama yang
> baik. Rasanya itu bukan akhlak Muslim. Dan tentu saya kira itu jauh
> sekali dari akhlaknya para sufi.
>
>
>
> Salam, HS
>
>
>
>
> 2009/2/4 Alkhori M <[email protected]>:
>> Walaupun judulnya pertanyaan buat Harry Sufehmi dan AFR, tapi yang lain
>> juga
>> monggo dan sangat senang sekali bisa sharing knowledge.
>>
>>
>>
>> Supaya jangan membingungkan, kenapa pertanyaan ditujukan pada HS dan AFR,
>> dengan segala kerendahan hati bisa dibrief sedikit disini.
>>
>> Kedua orang ini HS & AFR kelihatanya adalah dua Inteletual Islam, yang
>> mengaku diri sudah lebih dari kita kita di milis ini. Jadi kalau ada email
>> yg diposting maka gaya kedua orang ini seperti seorang guru High School
>> sambil bertolak pinggang didepan kelas lalu berkata " He kamu tidak boleh
>> begitu, tapi harus begini. Atau lagaknya dosen dosen di PT yang bangga
>> kalau
>> subject yang diajarkan banyak mahasiswa yang gagal. Inilah dosen yg TELMI
>> malahan bangga kalau banyak yang tidak lulus. Apa masih ada dosen atau
>> guru
>> yang seperti diatas ?
>>
>>
>>
>> Pertanyaanya adalah sederhana:
>>
>> Bagaimana anda pahami secara FIQIH dan TASAUF tentang:
>>
>> Uthlubul Ilmi Minal Mahdi Ilal Lahdi ?
>>
>>
>>
>> Akan sangat menarik sekali, pertanyaan diatas bila sudah mampu melihat
>> dari
>> angle yang berbeda yaitu secara FIQIH dan TASAUF.
>>
>> Dengan segala kerendahan hati, ditunggu jawaban Inteltual Muslim yaitu HS
>> &
>> AFR, monggo, yang lain juga welcome.
>>
>>
>>
>> Salam kompak selalu dari Qatar.
>>
>>
>>
>> Alkhori M
>>
>> Alkhor Community
>>
>> Qatar
>>
>>
>>
>> _______________________________________________
>> Is-lam mailing list
>> [email protected]
>> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>>
>>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke