On 2/6/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: > Ketika orang mengalami tekanan sangat berat, ketika mengalami bencana besar, > ketika menghadapi sakratul maut, pada saat-saat seperti inilah jati diri > mbrojol dengan sendirinya. Itu nurut saya lho..
Hehe saya jadi ingat pengalaman ketika naik haji. Awalnya saya kira kelompok saya berisi orang-orang yang menyenangkan semua. Kebetulan saya juga yang paling muda, jadi semuanya memperlakukan saya seperti anak atau kemenakannya. Lalu ritual haji dimulai, dan mulailah kelihatan berbagai belang mereka :-) Saya sampai terbengong-bengong menyaksikan berbagai drama yang terjadi disana. Luar biasa. Di akhir haji, satu persatu mereka mulai sadar kembali. Sambil tersipu-sipu malu mereka saling minta maaf satu dengan yang lainnya. Dimaafkan, tentu, tapi dilupakan? Tentu tidak, ini adalah pelajaran hidup yang berharga sekali :-) Salam, HS _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
