Engineering Ajaran Islam, lanjutan 5

Mengapa Fiqih menggugat Tasauf?

Ketika jama'ah lagi berdiskusi tentang Tasauf, maka masuklah orang Fiqih,
apa yang bakal terjadi sudah bisa ditebak, kalau orang Fiqih ini termasuk
orang yang tidak pernah belajar Tasauf maka akan tidak matching ibarat
pemancar yang sudah FM tapi receiver masih AM, biasanya akan keluar kata
kata dari orang Fiqih, kamu bid'ah, kamu syirik dll dll. Contoh kasus
(engineering fiqih & engineering tasauf yang bisa dimisalkan dan hampir sama
yaitu Civil Engineer & Arsiktektur). Ini adalah kisah nyata karena penulis
termasuk orang yang mendengar langsung curhat insinyur sipil terhadap
arsiktektur. Insinyur Sipil mengatakan, bahwa seorang arksitektur seenaknya
saja membuat atau mendesign sebuah pencakar langit dengan bentuk yang
digambar sesuka hati arsitektur, yang terima gawenya atau yang terima
"BENGKAKNYA" adalah insinyur sipil. Insinyur Sipil harus menghitung kekuatan
struktur bangunan tersebut berhari hari, belum lagi menghitung daya dukung
tanah untuk mempersiapakan pondasi. Begitulah sang Arsitektur mendesign
sebuah pencakar langit dengan bentuk yang megah, tapi insinyur sipil yang
harus menghitung struktur bangunan tersebut. Pada saat itu memang belum
terdapat program komputer untuk menghitung kekuatan struktur bangunan. Jika
ujian tentang mekanika teknik walaupun diberikan waktu 4 jam belum tentu
siap hitungan dalam ujian tersebut. Tapi sekarang dengan tersedianya program
komputer tentang perhitungan struktur bangunan, maka apapun design seorang
arsitektur tidak bermasalah lagi. Sekarang Civil Engineer dan Architectur
telah bersinergy maka dapat dilihat karya karya mereka yang spectaculer,
dimana gedung gedung pencakar langit bisa berputar dan itu tak lama lagi
akan jadi kenyataan.

Jadi kalau dulu, insinyur saja tidak akur dengan arsitektur, tapi dengan
teknologi mereka telah bersinergy, tentu sekarang dengan cepatnya berkembang
IT, maka al-qur'an dan al-hadits bisa sangat cepat diakses, maka akan sangat
TELMI jika masih ada yang mengatakan Tasauf sesat dan Tasauf tidak ada
panutan dari rasul. Padahal didalam al-qur'an dan al-hadits didalam keduanya
terdapat hampir semua sumber ilmu yang diperlukan sebagai rujukan, bagi
aqidah, fiqih, tasauf dan tauhid. Makanya didalam belajar ajaran Islam perlu
diterapkan methode yang benar, jika salah methode akan masih kita dengar ada
yang mengatakan saya tidak bermazhab, saya adalah ahlul sunnah wal jama'ah.
Saya hanya gunakan al-qur'an saja dll dll. Jika tidak sesuai apa yang pernah
didapat dari gurunya, berani beraninya mengatakan kamu bid'ah. Padahal dan
ingatlah "Uthlubul Ilmi Minal Mahdi Ilal Lahdi"

Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauhid" sehingga patutkah Shaikh
Siti Jenar harus dibunuh ?

Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari Qatar.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

===============================================

Engineering Ajaran Islam, lanjutan 4

Alhamdulillah, sekarang di Indonesia semuanya sudah akur dan tidak lagi
seperti dulu, saling menyalahkan, saling tuduh bid'ah, habis gelap timbulah
terang. Hal tersebut adalah sangat besar andilnya jasa IT yang salah satu
adalah siaran langsung TV. Contoh kasus, hanya masalah "bismillah" tidak
diucapkan sudah cukup untuk jama'ah tidak saling mau berjama'ah, hingga
akhirnya siaran langsung shalat berjama'ah dari Mekkah bisa dilihat dan
didengarkan langsung, maka hal bismillah yang di-SIR-kan hilang dengan
sendirinya. Banyak juga masalah masalah lain yang selesai setelah mereka
mereka melihat secara langsung apa yang terjadi selama haji atau ramadhan
selama di Arafah, Mina dan Mekkah.

Engineering Aqidah: Aqidah adalah urusan kepercayaan dan tidak ada hubungan
dengan mata. Makanya kadang kadang karena terbatasnya waktu untuk
memperdalami ilmu Islam telah dicampuri ajaran Aqidah dengan ajaran Fiqih,
sehingga salah kaprah, sewaktu belajar Aqidah, seorang murid nyelutuk,
ustdaz ini ada pertanyaan, bagaimana atau ada bukti yang Ustadz katakan. Dan
dengan santun Ustadz menjawab, kita lagi belajar Aqidah tidak pakai pakai
bukti di Aqidah hanya ada dua IKUT atau TINGGAL (IMAN atau KAFIR).

Syari'ah Islam mengatakan Fiqih dan Tasauf adalah kedua ilmu yang harus
digunakan secara simultance dan tidak bisa dipisahkan. Engineering Fiqih
yaitu fiqih itu merupakan TOOL atau ALAT, dengan Fiqih itu segala sesuatu
yang konkret harus diselesaikan berdasarkan al-qur'an dan al-hadits, kalau
ada masalah baru yg timbul maka para Fuqaha akan ber-Ijtihad untuk
mendapatkan jawabannya sehingga persoalan manusia itu bisa selesai. Sehingga
ilmu Fiqih lebih banyak atau lebih berkaitan dengan hal hal yang HORIZONTAL
yaitu hablum minannaas yaitu hubungan manusai dengan manusia. Engineering
Tasauf lebih cenderung yang berhubungan dengan VERTIKAL yaitu hablum
minallaah yaitu hubungan manusia dengan sang Khalik tapi bukan berarti
Tasauf tidak ada hablum minnannaas. Jadi didalam ajaran Islam kalau Fiqih,
Tasauf & Tauhid (FTT) sudah bisa digabungkan menjadi SATU maka insya Allah
sudah bisa melihat indahnya apa yang dimaksud dengan Rahmatan Lil Alaamin.
Karena ketiga ilmu tersebut (FTT) adalah bersumber pada al-qur'an dan
al-hadits yaitu Fiqih, Tasauf & Tauhid adalah bersumber pada al-qur'an dan
al-hadits, maka dengan telah bersatunya ketiga ilmu tersebut tidak sangat
mudah dari mulut keluar kata kata "KAMU KAFIR, KAMU BID'AH, KAMU SESAT, KAMU
SYIRIK" itu tiada lain ketika seseorang telah mampu menggabungkan FTT jika
menghadapi persoalan beliau itu sudah tahu, ini lagi bicara Fiqih maka yang
dipakai adalah methode Fiqih, ini lagi diskusi Tasauf maka yang dipakai
methode Tasauf. Sehingga sudah tahu akan digunakan yang mana dari ilmu ilmu
tersebut, akan digunakan aqidah, fiqih, tasauf atau tauhid sudah tertentu
letaknya.

Mengapa Fiqih menggugat Tasauf?

Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauhid" sehingga patutkah Shaikh
Siti Jenar harus dibunuh ?

Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari Qatar.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

===============================================================

Engineering Ajaran Islam, lanjutan 3

Alhamdulillah, khususnya di Indonesia sudah banyak yang mengerti bahwa Fiqih
dan Tasauf tidak bisa dipisahkan satu dari lainya dan itu adalah dua
diantara ilmu ilmu islam yang diwariskan oleh Rasulullah yang tidak bisa
dipisahkan satu dan lainya. Makanya sudah poupuler di Indonesia bahwa Fiqih
tanpa Tasauf adalah Fasik sementara Tasauf tanpa Fiqih adalah Zindiq.
Makanya kedua ilmu tersebut tidak boleh dan tidak bisa kalau hanya
dipelajari salah satunya saja. Ibarat air dan ikan yang tidak bisa dan tidak
boleh terpisahkan. Setelah nabi wafat, maka di islam Sunni terdapat 4 mazhab
yang populer ke-4 mazhab tersebut semuanya boleh digunakan, walaupun didalam
ke-4 mazhab tersebut terdapat perbedaan, dan itu sesuai dengan "ikhtilaf fi
ummatii rahmat" perbedaan itu terjadi juga disebabkan antara lain tergantung
dimana penekanan yang terjadi, kalau penekanan di Fiqih, maka terlihat hukum
yang kedepan, tapi kalau terjadi penekanan pada Tasauf maka pendekatan
akhlak yang ditonjolkan. Jadi ke-4 mazhab itu adalah sangat sesuai dengan
warisan nabi yaitu al-Qur'an dan al-Sunnah. Jika ingin tahu secara detail
mengapa sampai terjadi perbedaan untuk itu ada bidang ilmu yang bisa
dipelajari dan sanggup menjawabnya yaitu "FIQIH MUQARRAN"

Management Rasulullah dalam penerapan Engineering Fiqih dengan Pertimbangan
Engineering Tasauf: Selama berpuasa disiang hari sepasang suami isteri
dilarang berhubungan jika dilanggar dikenakan sanksi harus memberi makan 40
orang fakir miskin. Suatu hari datang seorang muslim beliau mengaku pada
rasulullah bahwa telah terjadi hubungan sepasang suami isteri selama
berpuasa disiang hari. Maka rasulullah menyuruh mereka agar memberi makan 40
orang fakir miskin. Tapi orang itu mengatakan tidak punya harta untuk
memberikan makan 40 orang fakir miskin. Kemudian rasulullah mengatakan
ambillah setandan kurma ini dan sedeqahkan kepada 40 orang fakir miskin.
Masih memakai tapi, tapi lagi orang itu mengatakan pada rasulullah bahwa
tidak ada orang yang lebih miskin dikampung saya selain kami sekeluarga.
Akhirnya rasulullah berkata, kalau demikian halnya, maka bawalah pulang
kurma itu untuk keluarga kamu. Begitulah sangat bijaknya pendekatan Fiqih
yang dipoles Tasauf yang dilakukan oleh rasulullah. Seorang yang seharusnya
membayar denda, tapi karena pendekatan Tasauf tidak jadi menerima hukuman
tapi sebaliknya malahan mendapatkan hadiah setandan buah kurma.
Subhanallaah.

Mengapa Fiqih menggugat Tasauf?

Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauihd" sehingga patutkah Shaikh
Siti Jenar harus dibunuh ?

Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari Qatar.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

===============================================================

Judulnya diganti, karena kepanjangan menjadi Engineering Ajaran Islam,
lanjutan 2

Abstrak:

Ajaran Islam itu adalah identik dengan pembawa risalahnya sendiri yaitu
Rasulullah Muhammad SAW, tapi sejak diturunkan "Alyaum Akmaltu." maka
wafatlah sang Rasul pembawa risalah islam dan seluruh ajaran Islam sebagai
rujukan digunakanlah "Al-Qur'an dan As-Sunnah" dan alqur'an dan alsunnah
inilah sebagai rujukan utama ajaran Islam. Dari kedua warisan tersebut yaitu
"Alqur'an dan Alsunnah" karena keterbatasan kemampuan daya tampung pikiran
manusia maka terpenggal-penggal ilmu alqur'an dan alsunnah menjadi beberapa
ilmu yang bisa dituliskan derivativenya seperti, fiqih, tasauf, tauhid dll
dll. Malah diantara pecahan ilmu itu sendiri, entah apa sebabnya ada yang
mengatakan tidak ada terdapat pada zaman Rasulullah SAW. Padahal kalau mau
jujur memang pada saat rasulullah masih hidup tidak dikenal yang namanya
alqur'an dan alsunnah. Karena untuk alqur'an adalah dikenal sebagai wahyu
yang setiap turun wahyu tersebut dimntakan kepada sahabat untuk menghafalnya
dan menuliskan pada mushaf mushaf yang terpisah. Dan untuk alsunnah sendiri
para sahabat bisa melihat dan menanyakan langsung pada Nabiallah. Barulah
setelah nabi wafat muncul al-Qur'an dan as-Sunnah seperti kita lihat
sekarang ini. Jadi semua ilmu ilmu yang ada zaman sekarang ini tidak ada
pada zaman rasul, karena semuanya itu ter-integrated pada diri Nabi Muhammad
SAW sendiri. Semua itu ada pada diri nabi Muhammad SAW. Jadi kalau ada yang
mengatakan ini ilmu tidak ada pada zaman nabi dan itu ilmu tidak ada zaman
nabi malahan boleh kita tambahkan semua ilmu itu tidak ada pada zaman nabi,
karena semuanya itu boleh ditanyakan pada nabi langsung pada saat itu. Itu
adalah yang berhubungan dengan Engineering Ajaran Islam.

Kesimpulan:

Setelah nabi wafat, maka dituliskan al-Qur'an dan itupun terus disempurnakan
cara tulisanya hingga kita bisa melihat bentuk yang sekarang ini dan malahan
bisa dipegang dalam bentuk CD atau DVD. Begitu juga tentang As-Sunnah atau
al-Hadits baru setelah beberapa ratus tahun kemudian dicoba untuk
mengumpulkan al-hadits tersebut, maka kemudian muncul pakar pakar hadits dan
pada merekalah kita harus berterima kasih, karena telah membuat hadits
hadits tersebut mempunyai nomor urut sehingga mudah untuk ditelusuri. 

Engineering Aqidah, tidak banyak masalah yang timbul, karena Take it or
Leave it sungguh sederhana anda percaya anda ambil kalau tidak percaya anda
tinggalkan, cukup hanya True or False logiknya 0 atau 1. Tapi lain halnya
between Fiqih dan Tasauf juga yang paling rumit Fiqih dan Tauhid. Makanya
sering dikatakan ajaran islam itu belum dikatakan kamil sebelum among of
three bisa di-marry-kan yaitu Fiqih, Tasuaf & Tauhid. Sementara untuk ilmu
Hadits tidak banyak yang bertentangan.

Mengapa Fiqih menggugat Tasauf?

Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauihd" sehingga patutkah Shaikh
Siti Jenar harus dibunuh ?

Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari Qatar.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

===========================================================================

Engineering Fiqih, Engineering Tasauf & Engineering Tauhid dan Tidak Ada
Engineering Aqidah

Judul tersebut diatas kelihatan aneh, mungkin ada juga yang missleading
dalam hati berkata, ini mengada ada. Tapi sebelum JUMPING TO CONCLUSION
baiklah dilihat paradigma ajaran Islam mungkin bisa juga dikatakan sebagai
flow chart dari ajaran Islam. Dalam mempelajari ajaran Islam semuanya
dirujuk kepada Al-Qur'an dan Al-Hadith kedua ini adalah Main Reference Islam
dan tanpa kita sadari didalam belajar Islam telah tercakup didalamnya
beberapa Core Teaching of Islam yaitu diantaranya yaitu:

*       AQIDAH,  diaqidah adalah TAKE IT or LEAVE IT, jadi hanya ada dua
pilihan, karena hanya dua pilihan tidak ada ENGINEERING, didalam aqidah
hanya ada dua pilihan IMAN atau KAFIR. Apanya yang mau di rekayasa kalau
hanya dua pilihan.

*       FIQIH, disini walaupun di-ENGINEERING-kan dan para fuqaha bisa
ber-argumentasi tapi hanya berkisar didalam ruang SALAH & BENAR dengan
pertimbangan BAIK & BURUK yang akan berakibat pada ummat Islam. Disini
terlihat hak priviledge dari para Fuqaha. Para Fuqaha didalam ber-Ijtihad
jika hasilnya benar diperoleh 2 pahala, sebaliknya dalam ber-Ijtihad
ternyata keliru atau salah masih diberikan 1 pahala. Para Fuqaha ibarat
orang yang lagi mendaki gunung, maka semakin tinggi berada di gunung itu,
maka semakin luas yang bisa dilihat. Makanya Fuqaha diberikan hak istimewa
ketika sedang dalam proses ber-Ijtihad.

*       TASAUF, engineering didalam tasauf adalah bagaimana membersihkan
HATI untuk mencapai akhlak mulia dengan ruang lingkupnya adalah KEINDAHAN
alias SENI.

*       TAUHID atau KALAMULLAH atau THEOLOGY, engineering didalam Tauhid
memang un-limited sehingga menyerempet-nyerempet BAHAYA, sehingga orang
Aqidah with regret has to say "KAMU SUDAH KAFIR" dan orang Fiqih also with
regret has to say "KAMU SUDAH SESAT atau KAMU Bid'ah" maka orang Fiqih
tersebut akan menggunakan bullet "Kullu Bid'ah Dhalalah wa Kullu Dhalalah
Fin Naar" mengapa bisa terjadi demikian ?

*       Al-Qur'an, engineering al-Qur'an tidak bakalan selesai selesai,
karena Alif Laaam Mimmm, Alif Laaam Raaa & Alif Laaam Shaaa, wallahu a'lam,
hanya Allah-lah yang tahu akan artinya.

*       Al-Hadith, ibarat IT, kalau ada bad-sector tidak ada link-nya, maka
seperti komputer, maka akan HALT, akan HANG dts dst dst

Insya Allah akan bersambung/ Salam kompak selalu dari Doha.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke