Lha yang dipelajari di tasauf opo tho? Kok dikesankan istimewa banget:-)

Salam hangat
B. Samparan


--- On Fri, 2/13/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:

> From: Alkhori M <[email protected]>
> Subject: [is-lam] Engineering Ajaran Islam, lanjutan 5
> To: [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], 
> [email protected]
> Date: Friday, February 13, 2009, 11:44 PM
> Engineering Ajaran Islam, lanjutan 5
> 
> Mengapa Fiqih menggugat Tasauf?
> 
> Ketika jama'ah lagi berdiskusi tentang Tasauf, maka
> masuklah orang Fiqih,
> apa yang bakal terjadi sudah bisa ditebak, kalau orang
> Fiqih ini termasuk
> orang yang tidak pernah belajar Tasauf maka akan tidak
> matching ibarat
> pemancar yang sudah FM tapi receiver masih AM, biasanya
> akan keluar kata
> kata dari orang Fiqih, kamu bid'ah, kamu syirik dll
> dll. Contoh kasus
> (engineering fiqih & engineering tasauf yang bisa
> dimisalkan dan hampir sama
> yaitu Civil Engineer & Arsiktektur). Ini adalah kisah
> nyata karena penulis
> termasuk orang yang mendengar langsung curhat insinyur
> sipil terhadap
> arsiktektur. Insinyur Sipil mengatakan, bahwa seorang
> arksitektur seenaknya
> saja membuat atau mendesign sebuah pencakar langit dengan
> bentuk yang
> digambar sesuka hati arsitektur, yang terima gawenya atau
> yang terima
> "BENGKAKNYA" adalah insinyur sipil. Insinyur
> Sipil harus menghitung kekuatan
> struktur bangunan tersebut berhari hari, belum lagi
> menghitung daya dukung
> tanah untuk mempersiapakan pondasi. Begitulah sang
> Arsitektur mendesign
> sebuah pencakar langit dengan bentuk yang megah, tapi
> insinyur sipil yang
> harus menghitung struktur bangunan tersebut. Pada saat itu
> memang belum
> terdapat program komputer untuk menghitung kekuatan
> struktur bangunan. Jika
> ujian tentang mekanika teknik walaupun diberikan waktu 4
> jam belum tentu
> siap hitungan dalam ujian tersebut. Tapi sekarang dengan
> tersedianya program
> komputer tentang perhitungan struktur bangunan, maka apapun
> design seorang
> arsitektur tidak bermasalah lagi. Sekarang Civil Engineer
> dan Architectur
> telah bersinergy maka dapat dilihat karya karya mereka yang
> spectaculer,
> dimana gedung gedung pencakar langit bisa berputar dan itu
> tak lama lagi
> akan jadi kenyataan.
> 
> Jadi kalau dulu, insinyur saja tidak akur dengan
> arsitektur, tapi dengan
> teknologi mereka telah bersinergy, tentu sekarang dengan
> cepatnya berkembang
> IT, maka al-qur'an dan al-hadits bisa sangat cepat
> diakses, maka akan sangat
> TELMI jika masih ada yang mengatakan Tasauf sesat dan
> Tasauf tidak ada
> panutan dari rasul. Padahal didalam al-qur'an dan
> al-hadits didalam keduanya
> terdapat hampir semua sumber ilmu yang diperlukan sebagai
> rujukan, bagi
> aqidah, fiqih, tasauf dan tauhid. Makanya didalam belajar
> ajaran Islam perlu
> diterapkan methode yang benar, jika salah methode akan
> masih kita dengar ada
> yang mengatakan saya tidak bermazhab, saya adalah ahlul
> sunnah wal jama'ah.
> Saya hanya gunakan al-qur'an saja dll dll. Jika tidak
> sesuai apa yang pernah
> didapat dari gurunya, berani beraninya mengatakan kamu
> bid'ah. Padahal dan
> ingatlah "Uthlubul Ilmi Minal Mahdi Ilal Lahdi"
> 
> Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauhid"
> sehingga patutkah Shaikh
> Siti Jenar harus dibunuh ?
> 
> Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari
> Qatar.
> 
> Alkhori M
> 
> Alkhor Community
> 
> Qatar
> 
> ===============================================
> 
> Engineering Ajaran Islam, lanjutan 4
> 
> Alhamdulillah, sekarang di Indonesia semuanya sudah akur
> dan tidak lagi
> seperti dulu, saling menyalahkan, saling tuduh bid'ah,
> habis gelap timbulah
> terang. Hal tersebut adalah sangat besar andilnya jasa IT
> yang salah satu
> adalah siaran langsung TV. Contoh kasus, hanya masalah
> "bismillah" tidak
> diucapkan sudah cukup untuk jama'ah tidak saling mau
> berjama'ah, hingga
> akhirnya siaran langsung shalat berjama'ah dari Mekkah
> bisa dilihat dan
> didengarkan langsung, maka hal bismillah yang di-SIR-kan
> hilang dengan
> sendirinya. Banyak juga masalah masalah lain yang selesai
> setelah mereka
> mereka melihat secara langsung apa yang terjadi selama haji
> atau ramadhan
> selama di Arafah, Mina dan Mekkah.
> 
> Engineering Aqidah: Aqidah adalah urusan kepercayaan dan
> tidak ada hubungan
> dengan mata. Makanya kadang kadang karena terbatasnya waktu
> untuk
> memperdalami ilmu Islam telah dicampuri ajaran Aqidah
> dengan ajaran Fiqih,
> sehingga salah kaprah, sewaktu belajar Aqidah, seorang
> murid nyelutuk,
> ustdaz ini ada pertanyaan, bagaimana atau ada bukti yang
> Ustadz katakan. Dan
> dengan santun Ustadz menjawab, kita lagi belajar Aqidah
> tidak pakai pakai
> bukti di Aqidah hanya ada dua IKUT atau TINGGAL (IMAN atau
> KAFIR).
> 
> Syari'ah Islam mengatakan Fiqih dan Tasauf adalah kedua
> ilmu yang harus
> digunakan secara simultance dan tidak bisa dipisahkan.
> Engineering Fiqih
> yaitu fiqih itu merupakan TOOL atau ALAT, dengan Fiqih itu
> segala sesuatu
> yang konkret harus diselesaikan berdasarkan al-qur'an
> dan al-hadits, kalau
> ada masalah baru yg timbul maka para Fuqaha akan
> ber-Ijtihad untuk
> mendapatkan jawabannya sehingga persoalan manusia itu bisa
> selesai. Sehingga
> ilmu Fiqih lebih banyak atau lebih berkaitan dengan hal hal
> yang HORIZONTAL
> yaitu hablum minannaas yaitu hubungan manusai dengan
> manusia. Engineering
> Tasauf lebih cenderung yang berhubungan dengan VERTIKAL
> yaitu hablum
> minallaah yaitu hubungan manusia dengan sang Khalik tapi
> bukan berarti
> Tasauf tidak ada hablum minnannaas. Jadi didalam ajaran
> Islam kalau Fiqih,
> Tasauf & Tauhid (FTT) sudah bisa digabungkan menjadi
> SATU maka insya Allah
> sudah bisa melihat indahnya apa yang dimaksud dengan
> Rahmatan Lil Alaamin.
> Karena ketiga ilmu tersebut (FTT) adalah bersumber pada
> al-qur'an dan
> al-hadits yaitu Fiqih, Tasauf & Tauhid adalah bersumber
> pada al-qur'an dan
> al-hadits, maka dengan telah bersatunya ketiga ilmu
> tersebut tidak sangat
> mudah dari mulut keluar kata kata "KAMU KAFIR, KAMU
> BID'AH, KAMU SESAT, KAMU
> SYIRIK" itu tiada lain ketika seseorang telah mampu
> menggabungkan FTT jika
> menghadapi persoalan beliau itu sudah tahu, ini lagi bicara
> Fiqih maka yang
> dipakai adalah methode Fiqih, ini lagi diskusi Tasauf maka
> yang dipakai
> methode Tasauf. Sehingga sudah tahu akan digunakan yang
> mana dari ilmu ilmu
> tersebut, akan digunakan aqidah, fiqih, tasauf atau tauhid
> sudah tertentu
> letaknya.
> 
> Mengapa Fiqih menggugat Tasauf?
> 
> Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauhid"
> sehingga patutkah Shaikh
> Siti Jenar harus dibunuh ?
> 
> Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari
> Qatar.
> 
> Alkhori M
> 
> Alkhor Community
> 
> Qatar
> 
> ===============================================================
> 
> Engineering Ajaran Islam, lanjutan 3
> 
> Alhamdulillah, khususnya di Indonesia sudah banyak yang
> mengerti bahwa Fiqih
> dan Tasauf tidak bisa dipisahkan satu dari lainya dan itu
> adalah dua
> diantara ilmu ilmu islam yang diwariskan oleh Rasulullah
> yang tidak bisa
> dipisahkan satu dan lainya. Makanya sudah poupuler di
> Indonesia bahwa Fiqih
> tanpa Tasauf adalah Fasik sementara Tasauf tanpa Fiqih
> adalah Zindiq.
> Makanya kedua ilmu tersebut tidak boleh dan tidak bisa
> kalau hanya
> dipelajari salah satunya saja. Ibarat air dan ikan yang
> tidak bisa dan tidak
> boleh terpisahkan. Setelah nabi wafat, maka di islam Sunni
> terdapat 4 mazhab
> yang populer ke-4 mazhab tersebut semuanya boleh digunakan,
> walaupun didalam
> ke-4 mazhab tersebut terdapat perbedaan, dan itu sesuai
> dengan "ikhtilaf fi
> ummatii rahmat" perbedaan itu terjadi juga disebabkan
> antara lain tergantung
> dimana penekanan yang terjadi, kalau penekanan di Fiqih,
> maka terlihat hukum
> yang kedepan, tapi kalau terjadi penekanan pada Tasauf maka
> pendekatan
> akhlak yang ditonjolkan. Jadi ke-4 mazhab itu adalah sangat
> sesuai dengan
> warisan nabi yaitu al-Qur'an dan al-Sunnah. Jika ingin
> tahu secara detail
> mengapa sampai terjadi perbedaan untuk itu ada bidang ilmu
> yang bisa
> dipelajari dan sanggup menjawabnya yaitu "FIQIH
> MUQARRAN"
> 
> Management Rasulullah dalam penerapan Engineering Fiqih
> dengan Pertimbangan
> Engineering Tasauf: Selama berpuasa disiang hari sepasang
> suami isteri
> dilarang berhubungan jika dilanggar dikenakan sanksi harus
> memberi makan 40
> orang fakir miskin. Suatu hari datang seorang muslim beliau
> mengaku pada
> rasulullah bahwa telah terjadi hubungan sepasang suami
> isteri selama
> berpuasa disiang hari. Maka rasulullah menyuruh mereka agar
> memberi makan 40
> orang fakir miskin. Tapi orang itu mengatakan tidak punya
> harta untuk
> memberikan makan 40 orang fakir miskin. Kemudian rasulullah
> mengatakan
> ambillah setandan kurma ini dan sedeqahkan kepada 40 orang
> fakir miskin.
> Masih memakai tapi, tapi lagi orang itu mengatakan pada
> rasulullah bahwa
> tidak ada orang yang lebih miskin dikampung saya selain
> kami sekeluarga.
> Akhirnya rasulullah berkata, kalau demikian halnya, maka
> bawalah pulang
> kurma itu untuk keluarga kamu. Begitulah sangat bijaknya
> pendekatan Fiqih
> yang dipoles Tasauf yang dilakukan oleh rasulullah. Seorang
> yang seharusnya
> membayar denda, tapi karena pendekatan Tasauf tidak jadi
> menerima hukuman
> tapi sebaliknya malahan mendapatkan hadiah setandan buah
> kurma.
> Subhanallaah.
> 
> Mengapa Fiqih menggugat Tasauf?
> 
> Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauihd"
> sehingga patutkah Shaikh
> Siti Jenar harus dibunuh ?
> 
> Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari
> Qatar.
> 
> Alkhori M
> 
> Alkhor Community
> 
> Qatar
> 
> ===============================================================
> 
> Judulnya diganti, karena kepanjangan menjadi Engineering
> Ajaran Islam,
> lanjutan 2
> 
> Abstrak:
> 
> Ajaran Islam itu adalah identik dengan pembawa risalahnya
> sendiri yaitu
> Rasulullah Muhammad SAW, tapi sejak diturunkan "Alyaum
> Akmaltu." maka
> wafatlah sang Rasul pembawa risalah islam dan seluruh
> ajaran Islam sebagai
> rujukan digunakanlah "Al-Qur'an dan
> As-Sunnah" dan alqur'an dan alsunnah
> inilah sebagai rujukan utama ajaran Islam. Dari kedua
> warisan tersebut yaitu
> "Alqur'an dan Alsunnah" karena keterbatasan
> kemampuan daya tampung pikiran
> manusia maka terpenggal-penggal ilmu alqur'an dan
> alsunnah menjadi beberapa
> ilmu yang bisa dituliskan derivativenya seperti, fiqih,
> tasauf, tauhid dll
> dll. Malah diantara pecahan ilmu itu sendiri, entah apa
> sebabnya ada yang
> mengatakan tidak ada terdapat pada zaman Rasulullah SAW.
> Padahal kalau mau
> jujur memang pada saat rasulullah masih hidup tidak dikenal
> yang namanya
> alqur'an dan alsunnah. Karena untuk alqur'an adalah
> dikenal sebagai wahyu
> yang setiap turun wahyu tersebut dimntakan kepada sahabat
> untuk menghafalnya
> dan menuliskan pada mushaf mushaf yang terpisah. Dan untuk
> alsunnah sendiri
> para sahabat bisa melihat dan menanyakan langsung pada
> Nabiallah. Barulah
> setelah nabi wafat muncul al-Qur'an dan as-Sunnah
> seperti kita lihat
> sekarang ini. Jadi semua ilmu ilmu yang ada zaman sekarang
> ini tidak ada
> pada zaman rasul, karena semuanya itu ter-integrated pada
> diri Nabi Muhammad
> SAW sendiri. Semua itu ada pada diri nabi Muhammad SAW.
> Jadi kalau ada yang
> mengatakan ini ilmu tidak ada pada zaman nabi dan itu ilmu
> tidak ada zaman
> nabi malahan boleh kita tambahkan semua ilmu itu tidak ada
> pada zaman nabi,
> karena semuanya itu boleh ditanyakan pada nabi langsung
> pada saat itu. Itu
> adalah yang berhubungan dengan Engineering Ajaran Islam.
> 
> Kesimpulan:
> 
> Setelah nabi wafat, maka dituliskan al-Qur'an dan
> itupun terus disempurnakan
> cara tulisanya hingga kita bisa melihat bentuk yang
> sekarang ini dan malahan
> bisa dipegang dalam bentuk CD atau DVD. Begitu juga tentang
> As-Sunnah atau
> al-Hadits baru setelah beberapa ratus tahun kemudian dicoba
> untuk
> mengumpulkan al-hadits tersebut, maka kemudian muncul pakar
> pakar hadits dan
> pada merekalah kita harus berterima kasih, karena telah
> membuat hadits
> hadits tersebut mempunyai nomor urut sehingga mudah untuk
> ditelusuri. 
> 
> Engineering Aqidah, tidak banyak masalah yang timbul,
> karena Take it or
> Leave it sungguh sederhana anda percaya anda ambil kalau
> tidak percaya anda
> tinggalkan, cukup hanya True or False logiknya 0 atau 1.
> Tapi lain halnya
> between Fiqih dan Tasauf juga yang paling rumit Fiqih dan
> Tauhid. Makanya
> sering dikatakan ajaran islam itu belum dikatakan kamil
> sebelum among of
> three bisa di-marry-kan yaitu Fiqih, Tasuaf & Tauhid.
> Sementara untuk ilmu
> Hadits tidak banyak yang bertentangan.
> 
> Mengapa Fiqih menggugat Tasauf?
> 
> Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauihd"
> sehingga patutkah Shaikh
> Siti Jenar harus dibunuh ?
> 
> Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari
> Qatar.
> 
> Alkhori M
> 
> Alkhor Community
> 
> Qatar
> 
> ===========================================================================
> 
> Engineering Fiqih, Engineering Tasauf & Engineering
> Tauhid dan Tidak Ada
> Engineering Aqidah
> 
> Judul tersebut diatas kelihatan aneh, mungkin ada juga yang
> missleading
> dalam hati berkata, ini mengada ada. Tapi sebelum JUMPING
> TO CONCLUSION
> baiklah dilihat paradigma ajaran Islam mungkin bisa juga
> dikatakan sebagai
> flow chart dari ajaran Islam. Dalam mempelajari ajaran
> Islam semuanya
> dirujuk kepada Al-Qur'an dan Al-Hadith kedua ini adalah
> Main Reference Islam
> dan tanpa kita sadari didalam belajar Islam telah tercakup
> didalamnya
> beberapa Core Teaching of Islam yaitu diantaranya yaitu:
> 
> *       AQIDAH,  diaqidah adalah TAKE IT or LEAVE IT, jadi
> hanya ada dua
> pilihan, karena hanya dua pilihan tidak ada ENGINEERING,
> didalam aqidah
> hanya ada dua pilihan IMAN atau KAFIR. Apanya yang mau di
> rekayasa kalau
> hanya dua pilihan.
> 
> *       FIQIH, disini walaupun di-ENGINEERING-kan dan para
> fuqaha bisa
> ber-argumentasi tapi hanya berkisar didalam ruang SALAH
> & BENAR dengan
> pertimbangan BAIK & BURUK yang akan berakibat pada
> ummat Islam. Disini
> terlihat hak priviledge dari para Fuqaha. Para Fuqaha
> didalam ber-Ijtihad
> jika hasilnya benar diperoleh 2 pahala, sebaliknya dalam
> ber-Ijtihad
> ternyata keliru atau salah masih diberikan 1 pahala. Para
> Fuqaha ibarat
> orang yang lagi mendaki gunung, maka semakin tinggi berada
> di gunung itu,
> maka semakin luas yang bisa dilihat. Makanya Fuqaha
> diberikan hak istimewa
> ketika sedang dalam proses ber-Ijtihad.
> 
> *       TASAUF, engineering didalam tasauf adalah bagaimana
> membersihkan
> HATI untuk mencapai akhlak mulia dengan ruang lingkupnya
> adalah KEINDAHAN
> alias SENI.
> 
> *       TAUHID atau KALAMULLAH atau THEOLOGY, engineering
> didalam Tauhid
> memang un-limited sehingga menyerempet-nyerempet BAHAYA,
> sehingga orang
> Aqidah with regret has to say "KAMU SUDAH KAFIR"
> dan orang Fiqih also with
> regret has to say "KAMU SUDAH SESAT atau KAMU
> Bid'ah" maka orang Fiqih
> tersebut akan menggunakan bullet "Kullu Bid'ah
> Dhalalah wa Kullu Dhalalah
> Fin Naar" mengapa bisa terjadi demikian ?
> 
> *       Al-Qur'an, engineering al-Qur'an tidak
> bakalan selesai selesai,
> karena Alif Laaam Mimmm, Alif Laaam Raaa & Alif Laaam
> Shaaa, wallahu a'lam,
> hanya Allah-lah yang tahu akan artinya.
> 
> *       Al-Hadith, ibarat IT, kalau ada bad-sector tidak
> ada link-nya, maka
> seperti komputer, maka akan HALT, akan HANG dts dst dst
> 
> Insya Allah akan bersambung/ Salam kompak selalu dari Doha.
> 
> Alkhori M
> 
> Alkhor Community
> 
> Qatar
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke