Saya kira ini sumber permasalahan ada di sifat keterburu-buruan atau kekurang-sabaran manusia saja, dan ini memang permasalah yg teramat klasik dan akan selalu berulang-ulang. Para nabi, shalihin, tabiin, tabiut, begitu pula dengan imam 4 mazhab ataupun imam-imam lainnya sertapula para wali-wali yg pengajarannya sampai ke kita, mereka adalah orang-orang pilihan yg tak mampu lepas dari memandang Allah. Akan tetapi dengan adanya decay informasi dari pengajaran pengikut-pengikut beliau2 inilah yang kemudian menimbulkan konflik atau perpecahan disana-sini. Tambah pula perpecahan ini dibumbui oleh aspek kepentingan dan kekuasaan bahkan sampai tega melibatkan dalil-dalil dari sumber yg sama, dan berakibat semakin runcingnya konflik dan bertambah meluasnya perpecahan tsb. Istilah apalagi ini yg lebih tepat kalo tidak kita sebut sebagai ulah sang "nafsu"?
:) Wassalam -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Bango Samparan Sent: Saturday, February 14, 2009 10:04 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Engineering Ajaran Islam, lanjutan 5 Lha yang dipelajari di tasauf opo tho? Kok dikesankan istimewa banget:-) Salam hangat B. Samparan --- On Fri, 2/13/09, Alkhori M <[email protected]> wrote: > From: Alkhori M <[email protected]> > Subject: [is-lam] Engineering Ajaran Islam, lanjutan 5 > To: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] > Date: Friday, February 13, 2009, 11:44 PM > Engineering Ajaran Islam, lanjutan 5 > > Mengapa Fiqih menggugat Tasauf? > > Ketika jama'ah lagi berdiskusi tentang Tasauf, maka > masuklah orang Fiqih, > apa yang bakal terjadi sudah bisa ditebak, kalau orang > Fiqih ini termasuk > orang yang tidak pernah belajar Tasauf maka akan tidak > matching ibarat > pemancar yang sudah FM tapi receiver masih AM, biasanya > akan keluar kata > kata dari orang Fiqih, kamu bid'ah, kamu syirik dll > dll. Contoh kasus > (engineering fiqih & engineering tasauf yang bisa > dimisalkan dan hampir sama > yaitu Civil Engineer & Arsiktektur). Ini adalah kisah > nyata karena penulis > termasuk orang yang mendengar langsung curhat insinyur > sipil terhadap > arsiktektur. Insinyur Sipil mengatakan, bahwa seorang > arksitektur seenaknya > saja membuat atau mendesign sebuah pencakar langit dengan > bentuk yang > digambar sesuka hati arsitektur, yang terima gawenya atau > yang terima > "BENGKAKNYA" adalah insinyur sipil. Insinyur > Sipil harus menghitung kekuatan > struktur bangunan tersebut berhari hari, belum lagi > menghitung daya dukung > tanah untuk mempersiapakan pondasi. Begitulah sang > Arsitektur mendesign > sebuah pencakar langit dengan bentuk yang megah, tapi > insinyur sipil yang > harus menghitung struktur bangunan tersebut. Pada saat itu > memang belum > terdapat program komputer untuk menghitung kekuatan > struktur bangunan. Jika > ujian tentang mekanika teknik walaupun diberikan waktu 4 > jam belum tentu > siap hitungan dalam ujian tersebut. Tapi sekarang dengan > tersedianya program > komputer tentang perhitungan struktur bangunan, maka apapun > design seorang > arsitektur tidak bermasalah lagi. Sekarang Civil Engineer > dan Architectur > telah bersinergy maka dapat dilihat karya karya mereka yang > spectaculer, > dimana gedung gedung pencakar langit bisa berputar dan itu > tak lama lagi > akan jadi kenyataan. > > Jadi kalau dulu, insinyur saja tidak akur dengan > arsitektur, tapi dengan > teknologi mereka telah bersinergy, tentu sekarang dengan > cepatnya berkembang > IT, maka al-qur'an dan al-hadits bisa sangat cepat > diakses, maka akan sangat > TELMI jika masih ada yang mengatakan Tasauf sesat dan > Tasauf tidak ada > panutan dari rasul. Padahal didalam al-qur'an dan > al-hadits didalam keduanya > terdapat hampir semua sumber ilmu yang diperlukan sebagai > rujukan, bagi > aqidah, fiqih, tasauf dan tauhid. Makanya didalam belajar > ajaran Islam perlu > diterapkan methode yang benar, jika salah methode akan > masih kita dengar ada > yang mengatakan saya tidak bermazhab, saya adalah ahlul > sunnah wal jama'ah. > Saya hanya gunakan al-qur'an saja dll dll. Jika tidak > sesuai apa yang pernah > didapat dari gurunya, berani beraninya mengatakan kamu > bid'ah. Padahal dan > ingatlah "Uthlubul Ilmi Minal Mahdi Ilal Lahdi" > > Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauhid" > sehingga patutkah Shaikh > Siti Jenar harus dibunuh ? > > Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari > Qatar. > > Alkhori M > > Alkhor Community > > Qatar > > =============================================== > > Engineering Ajaran Islam, lanjutan 4 > > Alhamdulillah, sekarang di Indonesia semuanya sudah akur > dan tidak lagi > seperti dulu, saling menyalahkan, saling tuduh bid'ah, > habis gelap timbulah > terang. Hal tersebut adalah sangat besar andilnya jasa IT > yang salah satu > adalah siaran langsung TV. Contoh kasus, hanya masalah > "bismillah" tidak > diucapkan sudah cukup untuk jama'ah tidak saling mau > berjama'ah, hingga > akhirnya siaran langsung shalat berjama'ah dari Mekkah > bisa dilihat dan > didengarkan langsung, maka hal bismillah yang di-SIR-kan > hilang dengan > sendirinya. Banyak juga masalah masalah lain yang selesai > setelah mereka > mereka melihat secara langsung apa yang terjadi selama haji > atau ramadhan > selama di Arafah, Mina dan Mekkah. > > Engineering Aqidah: Aqidah adalah urusan kepercayaan dan > tidak ada hubungan > dengan mata. Makanya kadang kadang karena terbatasnya waktu > untuk > memperdalami ilmu Islam telah dicampuri ajaran Aqidah > dengan ajaran Fiqih, > sehingga salah kaprah, sewaktu belajar Aqidah, seorang > murid nyelutuk, > ustdaz ini ada pertanyaan, bagaimana atau ada bukti yang > Ustadz katakan. Dan > dengan santun Ustadz menjawab, kita lagi belajar Aqidah > tidak pakai pakai > bukti di Aqidah hanya ada dua IKUT atau TINGGAL (IMAN atau > KAFIR). > > Syari'ah Islam mengatakan Fiqih dan Tasauf adalah kedua > ilmu yang harus > digunakan secara simultance dan tidak bisa dipisahkan. > Engineering Fiqih > yaitu fiqih itu merupakan TOOL atau ALAT, dengan Fiqih itu > segala sesuatu > yang konkret harus diselesaikan berdasarkan al-qur'an > dan al-hadits, kalau > ada masalah baru yg timbul maka para Fuqaha akan > ber-Ijtihad untuk > mendapatkan jawabannya sehingga persoalan manusia itu bisa > selesai. Sehingga > ilmu Fiqih lebih banyak atau lebih berkaitan dengan hal hal > yang HORIZONTAL > yaitu hablum minannaas yaitu hubungan manusai dengan > manusia. Engineering > Tasauf lebih cenderung yang berhubungan dengan VERTIKAL > yaitu hablum > minallaah yaitu hubungan manusia dengan sang Khalik tapi > bukan berarti > Tasauf tidak ada hablum minnannaas. Jadi didalam ajaran > Islam kalau Fiqih, > Tasauf & Tauhid (FTT) sudah bisa digabungkan menjadi > SATU maka insya Allah > sudah bisa melihat indahnya apa yang dimaksud dengan > Rahmatan Lil Alaamin. > Karena ketiga ilmu tersebut (FTT) adalah bersumber pada > al-qur'an dan > al-hadits yaitu Fiqih, Tasauf & Tauhid adalah bersumber > pada al-qur'an dan > al-hadits, maka dengan telah bersatunya ketiga ilmu > tersebut tidak sangat > mudah dari mulut keluar kata kata "KAMU KAFIR, KAMU > BID'AH, KAMU SESAT, KAMU > SYIRIK" itu tiada lain ketika seseorang telah mampu > menggabungkan FTT jika > menghadapi persoalan beliau itu sudah tahu, ini lagi bicara > Fiqih maka yang > dipakai adalah methode Fiqih, ini lagi diskusi Tasauf maka > yang dipakai > methode Tasauf. Sehingga sudah tahu akan digunakan yang > mana dari ilmu ilmu > tersebut, akan digunakan aqidah, fiqih, tasauf atau tauhid > sudah tertentu > letaknya. > > Mengapa Fiqih menggugat Tasauf? > > Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauhid" > sehingga patutkah Shaikh > Siti Jenar harus dibunuh ? > > Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari > Qatar. > > Alkhori M > > Alkhor Community > > Qatar > > =============================================================== > > Engineering Ajaran Islam, lanjutan 3 > > Alhamdulillah, khususnya di Indonesia sudah banyak yang > mengerti bahwa Fiqih > dan Tasauf tidak bisa dipisahkan satu dari lainya dan itu > adalah dua > diantara ilmu ilmu islam yang diwariskan oleh Rasulullah > yang tidak bisa > dipisahkan satu dan lainya. Makanya sudah poupuler di > Indonesia bahwa Fiqih > tanpa Tasauf adalah Fasik sementara Tasauf tanpa Fiqih > adalah Zindiq. > Makanya kedua ilmu tersebut tidak boleh dan tidak bisa > kalau hanya > dipelajari salah satunya saja. Ibarat air dan ikan yang > tidak bisa dan tidak > boleh terpisahkan. Setelah nabi wafat, maka di islam Sunni > terdapat 4 mazhab > yang populer ke-4 mazhab tersebut semuanya boleh digunakan, > walaupun didalam > ke-4 mazhab tersebut terdapat perbedaan, dan itu sesuai > dengan "ikhtilaf fi > ummatii rahmat" perbedaan itu terjadi juga disebabkan > antara lain tergantung > dimana penekanan yang terjadi, kalau penekanan di Fiqih, > maka terlihat hukum > yang kedepan, tapi kalau terjadi penekanan pada Tasauf maka > pendekatan > akhlak yang ditonjolkan. Jadi ke-4 mazhab itu adalah sangat > sesuai dengan > warisan nabi yaitu al-Qur'an dan al-Sunnah. Jika ingin > tahu secara detail > mengapa sampai terjadi perbedaan untuk itu ada bidang ilmu > yang bisa > dipelajari dan sanggup menjawabnya yaitu "FIQIH > MUQARRAN" > > Management Rasulullah dalam penerapan Engineering Fiqih > dengan Pertimbangan > Engineering Tasauf: Selama berpuasa disiang hari sepasang > suami isteri > dilarang berhubungan jika dilanggar dikenakan sanksi harus > memberi makan 40 > orang fakir miskin. Suatu hari datang seorang muslim beliau > mengaku pada > rasulullah bahwa telah terjadi hubungan sepasang suami > isteri selama > berpuasa disiang hari. Maka rasulullah menyuruh mereka agar > memberi makan 40 > orang fakir miskin. Tapi orang itu mengatakan tidak punya > harta untuk > memberikan makan 40 orang fakir miskin. Kemudian rasulullah > mengatakan > ambillah setandan kurma ini dan sedeqahkan kepada 40 orang > fakir miskin. > Masih memakai tapi, tapi lagi orang itu mengatakan pada > rasulullah bahwa > tidak ada orang yang lebih miskin dikampung saya selain > kami sekeluarga. > Akhirnya rasulullah berkata, kalau demikian halnya, maka > bawalah pulang > kurma itu untuk keluarga kamu. Begitulah sangat bijaknya > pendekatan Fiqih > yang dipoles Tasauf yang dilakukan oleh rasulullah. Seorang > yang seharusnya > membayar denda, tapi karena pendekatan Tasauf tidak jadi > menerima hukuman > tapi sebaliknya malahan mendapatkan hadiah setandan buah > kurma. > Subhanallaah. > > Mengapa Fiqih menggugat Tasauf? > > Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauihd" > sehingga patutkah Shaikh > Siti Jenar harus dibunuh ? > > Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari > Qatar. > > Alkhori M > > Alkhor Community > > Qatar > > =============================================================== > > Judulnya diganti, karena kepanjangan menjadi Engineering > Ajaran Islam, > lanjutan 2 > > Abstrak: > > Ajaran Islam itu adalah identik dengan pembawa risalahnya > sendiri yaitu > Rasulullah Muhammad SAW, tapi sejak diturunkan "Alyaum > Akmaltu." maka > wafatlah sang Rasul pembawa risalah islam dan seluruh > ajaran Islam sebagai > rujukan digunakanlah "Al-Qur'an dan > As-Sunnah" dan alqur'an dan alsunnah > inilah sebagai rujukan utama ajaran Islam. Dari kedua > warisan tersebut yaitu > "Alqur'an dan Alsunnah" karena keterbatasan > kemampuan daya tampung pikiran > manusia maka terpenggal-penggal ilmu alqur'an dan > alsunnah menjadi beberapa > ilmu yang bisa dituliskan derivativenya seperti, fiqih, > tasauf, tauhid dll > dll. Malah diantara pecahan ilmu itu sendiri, entah apa > sebabnya ada yang > mengatakan tidak ada terdapat pada zaman Rasulullah SAW. > Padahal kalau mau > jujur memang pada saat rasulullah masih hidup tidak dikenal > yang namanya > alqur'an dan alsunnah. Karena untuk alqur'an adalah > dikenal sebagai wahyu > yang setiap turun wahyu tersebut dimntakan kepada sahabat > untuk menghafalnya > dan menuliskan pada mushaf mushaf yang terpisah. Dan untuk > alsunnah sendiri > para sahabat bisa melihat dan menanyakan langsung pada > Nabiallah. Barulah > setelah nabi wafat muncul al-Qur'an dan as-Sunnah > seperti kita lihat > sekarang ini. Jadi semua ilmu ilmu yang ada zaman sekarang > ini tidak ada > pada zaman rasul, karena semuanya itu ter-integrated pada > diri Nabi Muhammad > SAW sendiri. Semua itu ada pada diri nabi Muhammad SAW. > Jadi kalau ada yang > mengatakan ini ilmu tidak ada pada zaman nabi dan itu ilmu > tidak ada zaman > nabi malahan boleh kita tambahkan semua ilmu itu tidak ada > pada zaman nabi, > karena semuanya itu boleh ditanyakan pada nabi langsung > pada saat itu. Itu > adalah yang berhubungan dengan Engineering Ajaran Islam. > > Kesimpulan: > > Setelah nabi wafat, maka dituliskan al-Qur'an dan > itupun terus disempurnakan > cara tulisanya hingga kita bisa melihat bentuk yang > sekarang ini dan malahan > bisa dipegang dalam bentuk CD atau DVD. Begitu juga tentang > As-Sunnah atau > al-Hadits baru setelah beberapa ratus tahun kemudian dicoba > untuk > mengumpulkan al-hadits tersebut, maka kemudian muncul pakar > pakar hadits dan > pada merekalah kita harus berterima kasih, karena telah > membuat hadits > hadits tersebut mempunyai nomor urut sehingga mudah untuk > ditelusuri. > > Engineering Aqidah, tidak banyak masalah yang timbul, > karena Take it or > Leave it sungguh sederhana anda percaya anda ambil kalau > tidak percaya anda > tinggalkan, cukup hanya True or False logiknya 0 atau 1. > Tapi lain halnya > between Fiqih dan Tasauf juga yang paling rumit Fiqih dan > Tauhid. Makanya > sering dikatakan ajaran islam itu belum dikatakan kamil > sebelum among of > three bisa di-marry-kan yaitu Fiqih, Tasuaf & Tauhid. > Sementara untuk ilmu > Hadits tidak banyak yang bertentangan. > > Mengapa Fiqih menggugat Tasauf? > > Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauihd" > sehingga patutkah Shaikh > Siti Jenar harus dibunuh ? > > Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari > Qatar. > > Alkhori M > > Alkhor Community > > Qatar > > =========================================================================== > > Engineering Fiqih, Engineering Tasauf & Engineering > Tauhid dan Tidak Ada > Engineering Aqidah > > Judul tersebut diatas kelihatan aneh, mungkin ada juga yang > missleading > dalam hati berkata, ini mengada ada. Tapi sebelum JUMPING > TO CONCLUSION > baiklah dilihat paradigma ajaran Islam mungkin bisa juga > dikatakan sebagai > flow chart dari ajaran Islam. Dalam mempelajari ajaran > Islam semuanya > dirujuk kepada Al-Qur'an dan Al-Hadith kedua ini adalah > Main Reference Islam > dan tanpa kita sadari didalam belajar Islam telah tercakup > didalamnya > beberapa Core Teaching of Islam yaitu diantaranya yaitu: > > * AQIDAH, diaqidah adalah TAKE IT or LEAVE IT, jadi > hanya ada dua > pilihan, karena hanya dua pilihan tidak ada ENGINEERING, > didalam aqidah > hanya ada dua pilihan IMAN atau KAFIR. Apanya yang mau di > rekayasa kalau > hanya dua pilihan. > > * FIQIH, disini walaupun di-ENGINEERING-kan dan para > fuqaha bisa > ber-argumentasi tapi hanya berkisar didalam ruang SALAH > & BENAR dengan > pertimbangan BAIK & BURUK yang akan berakibat pada > ummat Islam. Disini > terlihat hak priviledge dari para Fuqaha. Para Fuqaha > didalam ber-Ijtihad > jika hasilnya benar diperoleh 2 pahala, sebaliknya dalam > ber-Ijtihad > ternyata keliru atau salah masih diberikan 1 pahala. Para > Fuqaha ibarat > orang yang lagi mendaki gunung, maka semakin tinggi berada > di gunung itu, > maka semakin luas yang bisa dilihat. Makanya Fuqaha > diberikan hak istimewa > ketika sedang dalam proses ber-Ijtihad. > > * TASAUF, engineering didalam tasauf adalah bagaimana > membersihkan > HATI untuk mencapai akhlak mulia dengan ruang lingkupnya > adalah KEINDAHAN > alias SENI. > > * TAUHID atau KALAMULLAH atau THEOLOGY, engineering > didalam Tauhid > memang un-limited sehingga menyerempet-nyerempet BAHAYA, > sehingga orang > Aqidah with regret has to say "KAMU SUDAH KAFIR" > dan orang Fiqih also with > regret has to say "KAMU SUDAH SESAT atau KAMU > Bid'ah" maka orang Fiqih > tersebut akan menggunakan bullet "Kullu Bid'ah > Dhalalah wa Kullu Dhalalah > Fin Naar" mengapa bisa terjadi demikian ? > > * Al-Qur'an, engineering al-Qur'an tidak > bakalan selesai selesai, > karena Alif Laaam Mimmm, Alif Laaam Raaa & Alif Laaam > Shaaa, wallahu a'lam, > hanya Allah-lah yang tahu akan artinya. > > * Al-Hadith, ibarat IT, kalau ada bad-sector tidak > ada link-nya, maka > seperti komputer, maka akan HALT, akan HANG dts dst dst > > Insya Allah akan bersambung/ Salam kompak selalu dari Doha. > > Alkhori M > > Alkhor Community > > Qatar > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
