Mohon maaf, panjenengan terlalu memaksakan cara pandang differensiasi FIKIH dan 
TASAUF. Yang gembira, saya terus terang kurang info tentang ini, tapi kalau hal 
ini disebabkan karena pandangan secara fikih, wah waktu itu fikih dan ushul 
fikih belum dikodifikasi. Yang sedih dalam kitab-kitab sirah dijelaskan karena 
mereka "cukup cerdas" untuk mengerti bahwa Rasulullah hakekatnya juga sedang 
melakukan pidato perpisahan. Dien sudah paripurna, berarti tugas pembawanya 
telah selesai, dus beliau akan segera dipundhut Allah SWT.

IMHO, meminjam istilah mas Alkhori, tampaknya mas juga terlalu FIKIH dalam 
melihat pendekatan differensiasi FIKIH dan TASAUF yang panjenengan ciptakan.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Tue, 2/17/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:

> From: Alkhori M <[email protected]>
> Subject: [is-lam] Alyaum akmaltu ... dan Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu 
> (dilihat dari 2 sudut yg berbeda
> To: [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], 
> [email protected]
> Date: Tuesday, February 17, 2009, 12:04 AM
> Alyaum Akmaltu ... Dan Kuridhai Islam Itu Jadi Agama Bagimu
> (dilihat dari 2
> sudut yg berbeda)
> Pada suatu hari, Rasulullah mengatakan kepada para sahabat
> bahwa beliau baru
> saja menerima wahyu berikut yaitu QS. 5:3 yang potongan
> ayatnya adalah sbb
> "Pada Hari Ini Telah Kusempurnakan Untuk Kamu Agamamu,
> Dan Telah Ku-Cukupkan
> Kepadamu Nikmat-Ku, Dan Telah Ku-Ridhai Islam Itu Jadi
> Agama Bagimu" Sewaktu
> para sahabat mendengarkan wahyu tersebut, maka terdapat dua
> reaksi dari para
> sahabat, mereka terbagi dalam dua kelompok ketika menerima
> kabar bahwa wahyu
> tersebut telah diturunkan yaitu:
> 1.    Kelompok pertama, mereka sangat SENANG dan sangat
> GEMBIRA.
> 2.    Kelompok kedua, mereka sangat SEDIH dan malahan ada yang
> MENANGIS
> Demikianlah walau kejadian yang sama diterima, kedua
> kelompok sama sama
> mendengarkan bahwa wahyu bahwa Islam Telah Disempurnakan,
> tapi kelompok
> pertama melihat secara Fiqih mereka sangat SENANG,
> sementara kelompok kedua
> adalah yang melihat secara Tasauf lantas mereka sangat
> SEDIH, malahan ada
> yang sampai meneteskan Air Mata. Begitulah kehidupan di
> Dunia, selalu
> terjadi ANOMALI sehingga selalulah timbul dua sisi yang
> berbeda ada siang
> ada malam, ada surga ada neraka, ada yang SENANG ada yang
> SEDIH. Mengapa
> Fiqih senang dan sementara Tasauf sedih ketika mendengar
> wahyu tersebut
> yaitu wahyu yang berbunyi "Alyaum Akmaltu ... Dan
> Kuridhai Islam Itu Jadi
> Agama Bagimu"
> Insya Allah bersambung, salam kompak selalu dari Qatar.
> Alkhori M
> Alkhor Community
> Qatar
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke