--- On Tue, 2/17/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:

> Mas Bango,
> Benar seperti yg diungkapkan. Memang dalam kehidupan ini
> kadang kala kita
> harus Fiqih minded dan dilain waktu bisa beralih pula
> menjadi Tasauf minded.
> Dan itulah yang dimaksud dgn Situated Management. 

Teecu makin tak mengerti saja jabaran suhu Alkhori. Teecu tidak pernah ngomong 
soal harus fiqih minded atau tasauf minded. Keterpisahan itu tidak ada di 
tataran praktek, adanya di tingkat pembelajaran saja. Dalam peristilah disiplin 
saya tidak ada lagi cateris paribus.

Bahwa sebagian sahabat sangat tajam di dalam melihat yang ada dibalik yang 
nampak, lebih karena kecerdasan mereka. Beberapa sahabat bahkan sangat cerdas 
sejak sebelum masuk Islam. Khalid bin Walid misalnya memang adalah seorang 
panglima yang handal, bahkan pernah hampir mengalahkan Rasulullah saat perang 
uhud (CMIIW)

> Dalam hidup hari-hari kita harus bisa dan mampu
> melihat dari dua
> sisi yang berbeda yaitu yang tersurat (fiqih) dan yang
> tersirat (tasauf).

Nah sekarang fiqih malah diartikan sebagai yang tersurat dan tasauf sebagai 
yang tersirat, apa ya tidak bermasalah.

Fikih adalah hasil berpikir atau ijtihad (jadi semacam report) dari aktivitas 
riset (menganalisis dan mencari pemecahan) atas masalah tertentu. Bolehlah 
fikih disebut sebagai sesuatu yang tersurat. Berpikirnya sendiri mesti dipandu 
dengan logika/cara berpikir/metodologi khusus yang dinamakan sebagai ushul 
fiqih. Nah, pengerahan ushul fiqih inilah yang sering menjadi tak terlihat. 
Dan, kepiawaian dalam ushul fikih inilah - dibantu dengan kepiawaian dalam 
ilmu-ilmu kontemporer (sunnatullah yang tertulis di alam semesta) yaitu sain 
sosial dan sain kealaman - yang akan membuat seseorang lebih mampu melihat yang 
tersurat dan tersirat dari berbagai permasalahan yang ada. IMHO, bukan tasauf:-)

Memilih keputusan-keputusan yang ada dalam khasanah fikih disebut sebagai 
mentarjih. Yang bisa melampau level memilih ini, karena persyaratannya 
terpenuhi, tidak mentarjih lagi tapi berijtihad.

Begitu yang boanpwee pahami. Saya sungguh tidak mengerti cianpwee Alkhoiri ini 
berasal dari perguruan mana. Kalau boanpwee memang belajar islam di jalanan dan 
trotoar, karena boanpwee berasal dari partai Kaypang. Sekedarnya, perguruan 
kami memiliki senjata keramat bernama tongkat pemukul anjing, sedangkan ilmu 
sakti kami adalah ilmu silat pemukul anjing dan han liong si pat ciang.

Salam hangat selalu
B. Samparan




      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke