lha kalo pada baik semua trus neraka jadi nggak laku dong... :) :) wassalam
On 2/18/09, syarif hidayat <[email protected]> wrote: > Hmm, saya ingin sedikit menambahkan, barangkali bisa jadi pembanding,.. > Konon jaman doeloe (dibaca: dulu),dikampung saya julukan orang pintar hanya > diberikan kepada para santri yang soleh dan pandai puasa, sholat, mengaji, > pandai berdakwah serta terampil dalam ilmu pertanian. > Tetapi karna perkembangan jaman,.... julukan itu tidak lagi diberikan kepada > orang-orang seperti santri di atas. Julukan itu diberikan kepada orang yang > pandai mengobati orang sakit, orang yang pandai meramal, orang yang pandai > hal-hal mistik. > Dan sekarang julukan orang pintar itu berubah lagi,.... > Sekarang, dikampung saya julukan orang pintar diberikan kepada orang-orang > yang sukses dalam berbisnis, mahasiswa yang lulus universitas dan cepat > dapat kerja pun dikatakan pintar. Tetapi yang paling dominan julukan pintar > itu banyak diberikan kepada orang yang terampil mencari uang. > > Jadi,... julukan pintar itu sekarang dinilai dari berapa rupiah yang bisa > dihasilkan dengan segala cara. > > Padahal orang yang pintar seharusnya adalah orang yang tahu dan memahami > tentang aturan-aturan agama dan non agama (scient) untuk kemudian > melaksanakannnya dengan benar. > Bukan orang-orang yang tahu aturan, tetapi malah mengakalinya. > Cerita tadi hanya sebagai pembanding saja, bila dikatakan orang-orang jews > itu pintar-pintar, seharusnya mereka memilih jalan keselamatan. Bukan > menciptakan bom waktu yang pada ahirnya membunuh mereka sendiri. > Jika begitu, mereka ternyata lebih bodoh dari kita... > > > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
