Dalam satu Seminar tentang Populasi Penduduk di West Coast USA, salah satu pemateri dari Belanda menggambarkan tentang penyebaran populasi penduduk dan cara mengontrolnya. Disebutkan juga negara-negara yang sistemnya gagal mengontrol populasi penduduk yaitu Indonesia, China, dan India. Saya yang dari Indonesia langsung naik daun .. eh naik darah ... kuping... jadi merah.
Saya langsung menanggapi bahwa ketiga negara yang dimisalkan oleh sibule tersebut adalah negara yang sudah benar cara mengontrol penduduknya dan yang salah sistem adalah negara Caucasian di Eropah. Buktinya Indonesia, China dan India tidak pernah mengambil negara lain untuk menyebarkan populasi penduduknya. Tapi cara negara eropah mengontrol penduduknya adalah dengan cara hijrah ke negara lain, bunuh penduduknya dan menetap di situ. Contohnya negara US ini di mana orang Indian dimusnahkan kemudian tanahnya dirampas. Contoh: Pada awal orang Eropah datang di Idaho sendiri 800 suku Indian, sekarang ini hanya tinggal satu suku dan itu pun tinggal di kawasan reservasi. Seluruh benua Amerika dirampas, Australia, New Zealand, Canada dan Africa Selatan. Nah, apa jadinya kalau seluruh bule di Amerika, Canada, Australia, dan New Zealand disuruh pulang ke Eropah, terpaksa tidur berdiri. Si Bule itu pun merah mukanya. Saya tambah lagi, untung Indonesia punya dua musim, yaitu hujan dan kering. Coba kalau Indonesia dan Malaysia punya 4 musim seperti eropah, sampai sekarang kita masih dijajah seperti Amerika dan Canada. South Africa has four season like Europe, and until the end of apartheid era the "Bule" under Botha still "bermastautin" there. Yang lebih menyedihkan lagi, orang Amerika buat film koboy dan dengan bangganya ditunjukkan bagaimana membantai orang Indian, baik dengan peluru mau pun dengan virus kolera dengan cara membagi selimut tebal yang ditebari virus kolera di musim dingin. Suku-suku yang tersisa dibarter kulit dengan senapang dan bir, sehingga ketika mabuk suku-suku tersebut dengan lebih cepat dan mudah memusnahkan bangsanya sendiri. Sekarang si Bule yang menang mengkampanyekan tentang HAM. Maaf bagi yang tidak berkenan.. Salam, Wong -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of A Nizami Sent: Monday, February 23, 2009 4:44 PM To: [email protected] Subject: [is-lam] Bls: Deterring Democracy Was RE: Ummat Islam Tidak Radikal - Bls: [ppiindia] Diskusi: Radikalisasi di Sekolah Negeri Yah begitulah mas Wong. Sebenarnya orang-orang Barat itulah yang paling barbar. Mereka paling banyak membantai manusia seperti pada Perang Dunia II (54 juta jiwa tewas), Perang Dunia I (17 juta jiwa), Masa penjajahan abad 15-20 di Asia (termasuk Indonesia dijajah Belanda), Afrika, Australia, Amerika, dsb, Perang Salib, dsb. Lihat: http://islammyreligion.wordpress.com/2008/12/16/is-islam-the-most-violent-re ligion-in-the-world/ Toh mereka tidak sadar. Mereka justru menganggap Islam paling biadab, teroris, babi, dsb. Jadi lucu jika mereka mendanai JIL untuk mengajarkan toleransi agama yang mereka sendiri tidak punya. Ini sering saya jumpai ketika berdiskusi dgn mereka di soc.culture.usa, dsb: http://groups.google.co.id/group/soc.culture.usa/browse_thread/thread/79c8fa 75515b17b5?hl=id# ÇDoügßT Newsgroup: soc.culture.usa, soc.culture.british, soc.culture.canada Dari: "ÇDoügßT" <[email protected]> Tanggal: Wed, 11 Feb 2009 08:07:54 -0800 Perihal: Muslime pigs violated the cease fire in Gaza again By firing more rocket and mortar rounds into Israel. Time to push the muslime pigs into the sea. Let them swim to their homeland: Soddy Barbaria. "A Nizami" <[email protected]> wrote in message news:cd61d0b1-8b20-493a-9aa6-a59ff2f7d...@p2g2000prn.googlegroups..com... === Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Ingin belajar Islam? Kirim email ke: [email protected] --- Pada Ming, 22/2/09, Wong Lim Pok <[email protected]> menulis: > Dari: Wong Lim Pok <[email protected]> > Topik: [is-lam] Deterring Democracy Was RE: Ummat Islam Tidak Radikal - Bls: [ppiindia] Diskusi: Radikalisasi di Sekolah Negeri > Kepada: [email protected] > Tanggal: Minggu, 22 Februari, 2009, 9:09 PM > Deterring Democracy > From Wikipedia, the free encyclopedia > Deterring Democracy > Author Noam Chomsky > Publisher Hill and Wang > Publication date April, 1992 > Media type Paperback > Pages 424 > ISBN ISBN 0374523495 > Deterring Democracy is a book published in 1992 by Noam > Chomsky, which explores the differences between the > humanitarian rhetoric and imperialistic reality of United > States foreign policy and how it affects various countries > around the world. > In the book, Chomsky explores the idea that the US is the > only remaining world superpower that works to maintain its > dominance, even ruthlessly employing violence such as > outright invasions and overthowing governments pursuing > independent economic policies. He also discusses the large > difference between public opinion on the Cold War, > establishment American educated opinion and reality. > The book also contains criticism aimed at the Soviet Union > and other communist states, but makes a major point to the > fact that if the United States really supported "freedom" in > the cold war, then why did it still support authoritarian > regimes? The conclusion that Chomsky comes to is that the > U.S did not really care about supporting freedom, but rather > maintaining dominance over resources and geopolitical > power. > [edit]Structure > > ONE Cold War: Fact and Fancy > TWO The Home Front > THREE The Global System > FOUR Problems of Population Control > FIVE The Post-Cold War Era > SIX Nefarious Aggression > SEVEN The Victors > EIGHT The Agenda of the Doves: 1988 > NINE The Mortal Sin of Self-Defense > TEN The Decline of the Democratic Ideal > ELEVEN Democracy in the Industrial > Societies > TWELVE Force and Opinion > > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[email protected]] > On Behalf Of A Nizami > Sent: Monday, February 23, 2009 11:45 AM > To: is-lam > Subject: [is-lam] Ummat Islam Tidak Radikal - Bls: > [ppiindia] Diskusi: Radikalisasi di Sekolah Negeri > > > Buat mas Guntur Romli, ummat Islam itu tidak radikal. Jadi > jangan takut / khawatir. > Sebaliknya anda harus fokus pada AS dan sekutunya negara2 > Eropa yang tengah membantai ummat Islam di Iraq dan > Afghanistan. > Juga Israel yang membantai ummat Islam di Palestina. > > Menurut mereka Islam itu adalah radikal dan teroris yang > harus dibasmi. > > Jadi tolong ajarkan toleransi agama kepada mereka....:) > > --- Pada Ming, 22/2/09, MGR <[email protected]> > menulis: > > Deleted ... > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > Pemanasan global? Apa sih itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
