ya, 
mas Wong cerdas ngomentari mereka. dan tak perlu minta maaf 
karena tak satu tetes darah saya keturunan kapitalis 


salam,
Fahru

________________________________
From: Harry Sufehmi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, February 24, 2009 10:01:19 AM
Subject: Re: [is-lam] Bls: Deterring Democracy Was RE: Ummat Islam Tidak 
Radikal - Bls: [ppiindia] Diskusi: Radikalisasi di Sekolah Negeri

> Maaf bagi yang tidak berkenan..

Lho kok minta maaf  :D  ini adalah salah satu retort / balasan
komentar yang paling cerdas dan menggelikan yang pernah saya baca !

Terimakasih sudah berbagi disini.


Salam, HS



On Mon, Feb 23, 2009 at 5:21 PM, Wong Lim Pok <[email protected]> wrote:
> Dalam satu Seminar tentang Populasi Penduduk di West Coast USA, salah satu
> pemateri dari Belanda menggambarkan tentang penyebaran populasi penduduk dan
> cara mengontrolnya. Disebutkan juga negara-negara yang sistemnya gagal
> mengontrol populasi penduduk yaitu Indonesia, China, dan India. Saya yang
> dari Indonesia langsung naik daun .. eh naik darah ... kuping... jadi merah.
>
>
> Saya langsung menanggapi bahwa ketiga negara yang dimisalkan oleh sibule
> tersebut adalah negara yang sudah benar cara mengontrol penduduknya dan yang
> salah sistem adalah negara Caucasian di Eropah. Buktinya Indonesia, China
> dan India tidak pernah mengambil negara lain untuk menyebarkan populasi
> penduduknya. Tapi cara negara eropah mengontrol penduduknya adalah dengan
> cara hijrah ke negara lain, bunuh penduduknya dan menetap di situ. Contohnya
> negara US ini di mana orang Indian dimusnahkan kemudian tanahnya dirampas.
> Contoh: Pada awal orang Eropah datang di Idaho sendiri 800 suku Indian,
> sekarang ini hanya tinggal satu suku dan itu pun tinggal di kawasan
> reservasi. Seluruh benua Amerika dirampas, Australia, New Zealand, Canada
> dan Africa Selatan. Nah, apa jadinya kalau seluruh bule di Amerika, Canada,
> Australia, dan New Zealand disuruh pulang ke Eropah, terpaksa tidur berdiri.
>
> Si Bule itu pun merah mukanya. Saya tambah lagi, untung Indonesia punya dua
> musim, yaitu hujan dan kering. Coba kalau Indonesia dan Malaysia punya 4
> musim seperti eropah, sampai sekarang kita masih dijajah seperti Amerika dan
> Canada. South Africa has four season like Europe, and until the end of
> apartheid era the "Bule" under Botha still "bermastautin" there.
>
> Yang lebih menyedihkan lagi, orang Amerika buat film koboy dan dengan
> bangganya ditunjukkan bagaimana membantai orang Indian, baik dengan peluru
> mau pun dengan virus kolera dengan cara membagi selimut tebal yang ditebari
> virus kolera di musim dingin. Suku-suku yang tersisa dibarter kulit dengan
> senapang dan bir, sehingga ketika mabuk suku-suku tersebut dengan lebih
> cepat dan mudah memusnahkan bangsanya sendiri. Sekarang si Bule yang menang
> mengkampanyekan tentang HAM.
>
> Maaf bagi yang tidak berkenan..
>
> Salam,
>
> Wong
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of A Nizami
> Sent: Monday, February 23, 2009 4:44 PM
> To: [email protected]
> Subject: [is-lam] Bls: Deterring Democracy Was RE: Ummat Islam Tidak Radikal
> - Bls: [ppiindia] Diskusi: Radikalisasi di Sekolah Negeri
>
>
> Yah begitulah mas Wong.
>
> Sebenarnya orang-orang Barat itulah yang paling barbar. Mereka paling banyak
> membantai manusia seperti pada Perang Dunia II (54 juta jiwa tewas), Perang
> Dunia I (17 juta jiwa), Masa penjajahan abad 15-20 di Asia (termasuk
> Indonesia dijajah Belanda), Afrika, Australia, Amerika, dsb, Perang Salib,
> dsb. Lihat:
> http://islammyreligion.wordpress.com/2008/12/16/is-islam-the-most-violent-re
> ligion-in-the-world/
>
> Toh mereka tidak sadar. Mereka justru menganggap Islam paling biadab,
> teroris, babi, dsb. Jadi lucu jika mereka mendanai JIL untuk mengajarkan
> toleransi agama yang mereka sendiri tidak punya.
>
> Ini sering saya jumpai ketika berdiskusi dgn mereka di soc.culture.usa, dsb:
>
> http://groups.google.co.id/group/soc.culture.usa/browse_thread/thread/79c8fa
> 75515b17b5?hl=id#
>
>
> ÇDoügßT
> Newsgroup: soc.culture.usa, soc.culture.british, soc.culture.canada
> Dari: "ÇDoügßT" <[email protected]>
> Tanggal: Wed, 11 Feb 2009 08:07:54 -0800
> Perihal: Muslime pigs violated the cease fire in Gaza again
>
> By firing more rocket and mortar rounds into Israel.
>
> Time to push the muslime pigs into the sea. Let them swim to
> their homeland: Soddy Barbaria.
>
> "A Nizami" <[email protected]> wrote in message
>
> news:cd61d0b1-8b20-493a-9aa6-a59ff2f7d...@p2g2000prn.googlegroups..com...
>
> ===
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> Informasi selengkapnya ada di:
> http://www.media-islam.or.id
> Ingin belajar Islam?
> Kirim email ke: [email protected]
>
>
> --- Pada Ming, 22/2/09, Wong Lim Pok <[email protected]> menulis:
>
>> Dari: Wong Lim Pok <[email protected]>
>> Topik: [is-lam] Deterring Democracy Was RE: Ummat Islam Tidak Radikal -
> Bls: [ppiindia] Diskusi: Radikalisasi di Sekolah Negeri
>> Kepada: [email protected]
>> Tanggal: Minggu, 22 Februari, 2009, 9:09 PM
>> Deterring Democracy
>> From Wikipedia, the free encyclopedia
>> Deterring Democracy
>> Author    Noam Chomsky
>> Publisher    Hill and Wang
>> Publication date    April, 1992
>> Media type    Paperback
>> Pages    424
>> ISBN    ISBN 0374523495
>> Deterring Democracy is a book published in 1992 by Noam
>> Chomsky, which explores the differences between the
>> humanitarian rhetoric and imperialistic reality of United
>> States foreign policy and how it affects various countries
>> around the world.
>> In the book, Chomsky explores the idea that the US is the
>> only remaining world superpower that works to maintain its
>> dominance, even ruthlessly employing violence such as
>> outright invasions and overthowing governments pursuing
>> independent economic policies. He also discusses the large
>> difference between public opinion on the Cold War,
>> establishment American educated opinion and reality.
>> The book also contains criticism aimed at the Soviet Union
>> and other communist states, but makes a major point to the
>> fact that if the United States really supported "freedom" in
>> the cold war, then why did it still support authoritarian
>> regimes? The conclusion that Chomsky comes to is that the
>> U.S did not really care about supporting freedom, but rather
>> maintaining dominance over resources and geopolitical
>> power.
>> [edit]Structure
>>
>> ONE    Cold War: Fact and Fancy
>> TWO    The Home Front
>> THREE    The Global System
>> FOUR    Problems of Population Control
>> FIVE    The Post-Cold War Era
>> SIX    Nefarious Aggression
>> SEVEN    The Victors
>> EIGHT    The Agenda of the Doves: 1988
>> NINE    The Mortal Sin of Self-Defense
>> TEN    The Decline of the Democratic Ideal
>> ELEVEN    Democracy in the Industrial
>> Societies
>> TWELVE    Force and Opinion
>>
>>
>> -----Original Message-----
>> From: [email protected]
>> [mailto:[email protected]]
>> On Behalf Of A Nizami
>> Sent: Monday, February 23, 2009 11:45 AM
>> To: is-lam
>> Subject: [is-lam] Ummat Islam Tidak Radikal - Bls:
>> [ppiindia] Diskusi: Radikalisasi di Sekolah Negeri
>>
>>
>> Buat mas Guntur Romli, ummat Islam itu tidak radikal. Jadi
>> jangan takut / khawatir.
>> Sebaliknya anda harus fokus pada AS dan sekutunya negara2
>> Eropa yang tengah membantai ummat Islam di Iraq dan
>> Afghanistan.
>> Juga Israel yang membantai ummat Islam di Palestina.
>>
>> Menurut mereka Islam itu adalah radikal dan teroris yang
>> harus dibasmi.
>>
>> Jadi tolong ajarkan toleransi agama kepada mereka....:)
>>
>> --- Pada Ming, 22/2/09, MGR <[email protected]>
>> menulis:
>>
>> Deleted ...
>>
>> _______________________________________________
>> Is-lam mailing list
>> [email protected]
>> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>>
>
>
>      Pemanasan global? Apa sih itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
> http://id.answers.yahoo.com
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke