> Maaf bagi yang tidak berkenan.. Lho kok minta maaf :D ini adalah salah satu retort / balasan komentar yang paling cerdas dan menggelikan yang pernah saya baca !
Terimakasih sudah berbagi disini. Salam, HS On Mon, Feb 23, 2009 at 5:21 PM, Wong Lim Pok <[email protected]> wrote: > Dalam satu Seminar tentang Populasi Penduduk di West Coast USA, salah satu > pemateri dari Belanda menggambarkan tentang penyebaran populasi penduduk dan > cara mengontrolnya. Disebutkan juga negara-negara yang sistemnya gagal > mengontrol populasi penduduk yaitu Indonesia, China, dan India. Saya yang > dari Indonesia langsung naik daun .. eh naik darah ... kuping... jadi merah. > > > Saya langsung menanggapi bahwa ketiga negara yang dimisalkan oleh sibule > tersebut adalah negara yang sudah benar cara mengontrol penduduknya dan yang > salah sistem adalah negara Caucasian di Eropah. Buktinya Indonesia, China > dan India tidak pernah mengambil negara lain untuk menyebarkan populasi > penduduknya. Tapi cara negara eropah mengontrol penduduknya adalah dengan > cara hijrah ke negara lain, bunuh penduduknya dan menetap di situ. Contohnya > negara US ini di mana orang Indian dimusnahkan kemudian tanahnya dirampas. > Contoh: Pada awal orang Eropah datang di Idaho sendiri 800 suku Indian, > sekarang ini hanya tinggal satu suku dan itu pun tinggal di kawasan > reservasi. Seluruh benua Amerika dirampas, Australia, New Zealand, Canada > dan Africa Selatan. Nah, apa jadinya kalau seluruh bule di Amerika, Canada, > Australia, dan New Zealand disuruh pulang ke Eropah, terpaksa tidur berdiri. > > Si Bule itu pun merah mukanya. Saya tambah lagi, untung Indonesia punya dua > musim, yaitu hujan dan kering. Coba kalau Indonesia dan Malaysia punya 4 > musim seperti eropah, sampai sekarang kita masih dijajah seperti Amerika dan > Canada. South Africa has four season like Europe, and until the end of > apartheid era the "Bule" under Botha still "bermastautin" there. > > Yang lebih menyedihkan lagi, orang Amerika buat film koboy dan dengan > bangganya ditunjukkan bagaimana membantai orang Indian, baik dengan peluru > mau pun dengan virus kolera dengan cara membagi selimut tebal yang ditebari > virus kolera di musim dingin. Suku-suku yang tersisa dibarter kulit dengan > senapang dan bir, sehingga ketika mabuk suku-suku tersebut dengan lebih > cepat dan mudah memusnahkan bangsanya sendiri. Sekarang si Bule yang menang > mengkampanyekan tentang HAM. > > Maaf bagi yang tidak berkenan.. > > Salam, > > Wong > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[email protected]] > On Behalf Of A Nizami > Sent: Monday, February 23, 2009 4:44 PM > To: [email protected] > Subject: [is-lam] Bls: Deterring Democracy Was RE: Ummat Islam Tidak Radikal > - Bls: [ppiindia] Diskusi: Radikalisasi di Sekolah Negeri > > > Yah begitulah mas Wong. > > Sebenarnya orang-orang Barat itulah yang paling barbar. Mereka paling banyak > membantai manusia seperti pada Perang Dunia II (54 juta jiwa tewas), Perang > Dunia I (17 juta jiwa), Masa penjajahan abad 15-20 di Asia (termasuk > Indonesia dijajah Belanda), Afrika, Australia, Amerika, dsb, Perang Salib, > dsb. Lihat: > http://islammyreligion.wordpress.com/2008/12/16/is-islam-the-most-violent-re > ligion-in-the-world/ > > Toh mereka tidak sadar. Mereka justru menganggap Islam paling biadab, > teroris, babi, dsb. Jadi lucu jika mereka mendanai JIL untuk mengajarkan > toleransi agama yang mereka sendiri tidak punya. > > Ini sering saya jumpai ketika berdiskusi dgn mereka di soc.culture.usa, dsb: > > http://groups.google.co.id/group/soc.culture.usa/browse_thread/thread/79c8fa > 75515b17b5?hl=id# > > > ÇDoügßT > Newsgroup: soc.culture.usa, soc.culture.british, soc.culture.canada > Dari: "ÇDoügßT" <[email protected]> > Tanggal: Wed, 11 Feb 2009 08:07:54 -0800 > Perihal: Muslime pigs violated the cease fire in Gaza again > > By firing more rocket and mortar rounds into Israel. > > Time to push the muslime pigs into the sea. Let them swim to > their homeland: Soddy Barbaria. > > "A Nizami" <[email protected]> wrote in message > > news:cd61d0b1-8b20-493a-9aa6-a59ff2f7d...@p2g2000prn.googlegroups..com... > > === > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 > Informasi selengkapnya ada di: > http://www.media-islam.or.id > Ingin belajar Islam? > Kirim email ke: [email protected] > > > --- Pada Ming, 22/2/09, Wong Lim Pok <[email protected]> menulis: > >> Dari: Wong Lim Pok <[email protected]> >> Topik: [is-lam] Deterring Democracy Was RE: Ummat Islam Tidak Radikal - > Bls: [ppiindia] Diskusi: Radikalisasi di Sekolah Negeri >> Kepada: [email protected] >> Tanggal: Minggu, 22 Februari, 2009, 9:09 PM >> Deterring Democracy >> From Wikipedia, the free encyclopedia >> Deterring Democracy >> Author Noam Chomsky >> Publisher Hill and Wang >> Publication date April, 1992 >> Media type Paperback >> Pages 424 >> ISBN ISBN 0374523495 >> Deterring Democracy is a book published in 1992 by Noam >> Chomsky, which explores the differences between the >> humanitarian rhetoric and imperialistic reality of United >> States foreign policy and how it affects various countries >> around the world. >> In the book, Chomsky explores the idea that the US is the >> only remaining world superpower that works to maintain its >> dominance, even ruthlessly employing violence such as >> outright invasions and overthowing governments pursuing >> independent economic policies. He also discusses the large >> difference between public opinion on the Cold War, >> establishment American educated opinion and reality. >> The book also contains criticism aimed at the Soviet Union >> and other communist states, but makes a major point to the >> fact that if the United States really supported "freedom" in >> the cold war, then why did it still support authoritarian >> regimes? The conclusion that Chomsky comes to is that the >> U.S did not really care about supporting freedom, but rather >> maintaining dominance over resources and geopolitical >> power. >> [edit]Structure >> >> ONE Cold War: Fact and Fancy >> TWO The Home Front >> THREE The Global System >> FOUR Problems of Population Control >> FIVE The Post-Cold War Era >> SIX Nefarious Aggression >> SEVEN The Victors >> EIGHT The Agenda of the Doves: 1988 >> NINE The Mortal Sin of Self-Defense >> TEN The Decline of the Democratic Ideal >> ELEVEN Democracy in the Industrial >> Societies >> TWELVE Force and Opinion >> >> >> -----Original Message----- >> From: [email protected] >> [mailto:[email protected]] >> On Behalf Of A Nizami >> Sent: Monday, February 23, 2009 11:45 AM >> To: is-lam >> Subject: [is-lam] Ummat Islam Tidak Radikal - Bls: >> [ppiindia] Diskusi: Radikalisasi di Sekolah Negeri >> >> >> Buat mas Guntur Romli, ummat Islam itu tidak radikal. Jadi >> jangan takut / khawatir. >> Sebaliknya anda harus fokus pada AS dan sekutunya negara2 >> Eropa yang tengah membantai ummat Islam di Iraq dan >> Afghanistan. >> Juga Israel yang membantai ummat Islam di Palestina. >> >> Menurut mereka Islam itu adalah radikal dan teroris yang >> harus dibasmi. >> >> Jadi tolong ajarkan toleransi agama kepada mereka....:) >> >> --- Pada Ming, 22/2/09, MGR <[email protected]> >> menulis: >> >> Deleted ... >> >> _______________________________________________ >> Is-lam mailing list >> [email protected] >> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam >> > > > Pemanasan global? Apa sih itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! > http://id.answers.yahoo.com > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
