-- Pada Rab, 25/2/09, Setio Koesoemo <[email protected]> menulis:

> Dari: Setio Koesoemo <[email protected]>
> Topik: Re: [Saksi] Muslihat Uang Kertas
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 6:57 PM
> Menurut saya ada beberapa kendala
> penggunaan dinar/dirham sebagai alat tukar:
> 1. Tidak praktis
>    Untuk bisnis/perdagangan memberatkan bila
> harus dibawa2, susah menghitung untuk jumlah yg banyak atau
> pecahan tertentu, dan repot untuk memberi kembalian atau
> membayar jumlah yg lebih kecil dari 1 dirham.

Kata siapa berat dan tidak praktis?
1 dinar emas (4,25 gram emas 22 karat) itu nilainya Rp 1,6 juta. Atau 32 lembar 
uang RP 50 ribu. Kalau dihitung volume atau beratnya, masih lebih kecil dan 
enteng 1 Dinar ketimbang Rp 1,6 juta.

Selain itu ada juga 1 dirham perak (hanya 3 gram) yang nilainya Rp 38 ribu.
Selain itu baru bisa dibuat uang kertas yang dipatok dgn dirham minyalnya 1 
cent dirham yang nilainya Rp 380.

> 2. Tidak aman
>    Membutuhkan penyimpanan khusus (ingat
> kasus qarun yg harus memakai keledai/unta yg cukup banyak
> dan jumlah kunci yg harus dibawa oleh orang khusus krn
> saking banyaknya)

Menyimpan emas sama amannya dengan menyimpan uang. Nabi dan para sahabat dulu 
menyimpan dinar emas dan perak aman2 saja. Istri pak Koesoemo menyimpan 
perhiasan emas juga aman kan?

Jadi jangan terlalu berlebihan...:)

> 3. Tidak cukup
>    Krn sudah diketahui bahwa jumlah uang
> beredar tidak sebanding dgn emas yg ada, sehingga akan ada
> orang yg tidak kebagian dinar bila semua uang tsb di
> tukarkan. Dan bila jumlah penduduk dunia bertambah sedang
> tidak ditemukan lagi sumber emas baru maka akan terjadi
> kelangkaan supply emas, padahal kebutuhan emas bukan hanya
> untuk dinar tapi banyak hal lain dari perhiasan sampai ke
> peralatan elektronik.
> 
> Bagaimana solusinya?

Stabilnya nilai 1 dinar emas yang pada zaman Nabi dan sekarang bisa dipakai 
membeli 1 ekor kambing menandakan bahwa supply emas sesuai dgn demand. Jika 
tidak tentu harganya naik atau turun.

Emas yang lama tidak hilang. Sementara tambang emas di Freeport, Cikotok, AS, 
Rusia, Afrika Selatan, dsb terus berproduksi. Para ibu2 di seluruh dunia juga 
cukup memakai emas. Toko2 emas juga banyak menyediakan emas.

Jadi jangan khawatir.

Harusnya ummat Islam masuk Islam secara kaffah/menyeluruh. Artinya dalam sistem 
moneter juga mengikuti Nabi Muhammad SAW. Bukan justru mengikuti kaum Yahudi 
dan Nasrani dengan memakai uang kertas.
 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]on
> Behalf Of A Nizami
> 
> http://warnaislam.com/rubrik/muamalat/2009/2/7/1020/Muslihat_Uang_Kertas.htm
> 
> Muslihat Uang Kertas
> Zaim Saidi
> Sabtu, 07 Februari 2009 00:17
> 
> Tulisan ini merupakan kelanjutan dua tulisan sebelumnya
> mengenai Riba.
> _______________________________________________
> Saksi mailing list
> [email protected]
> http://ji-indonesia.com/mailman/listinfo/saksi_ji-indonesia..com
> 


      Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo! 
Answers!
http://id.answers.yahoo.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke