Emmm... mungkin nggak suatu saat akan terjadi penguasaan dinar-dirham terpusat 
hanya ditangan-tangan tertentu saja (baca: yahudi) ?

:)

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of A Nizami
Sent: Thursday, February 26, 2009 9:38 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Muslihat Uang Kertas


Arti Riba itu adalah tambahan.
Nah kertas itu harganya paling Rp 50/lembar. Tapi kok bisa dihargai jadi Rp 100 
ribu? Nah ini riba namanya.

Karena riba dari sesuatu yang nyaris tidak ada harganya, maka nilainya 
bergantung pada para pelaku pasar/spekulan uang. Makanya kenapa nilai rupiah 
dulu Rp 450/1 USD sekarang Rp 12.000/1 USD itu terserah pelaku pasar. Tak 
peduli rakyat menderita karena hancurnya mata uang.

Jadi dari situ saja sudah riba. Belum lagi jika ada rentenir segala macam.

Ada pun mata uang emas itu pada dasarnya senilai harga emas yang real. Jadi 
tidak ada tambahan.

Kalau riba pada zaman Rasul itu karena 2 gram emas misalnya ditukar dengan 3 
gram emas. Itu tidak boleh karena riba.

Insya Allah Dinar emas dan Dirham Perak ini adalah solusi ummat Islam melepas 
diri dari permainan US$ yang dilakukan kapitalis Yahudi.

Info tentang Dinar/Dirham bisa didapat di www.media-islam.or.id


===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]


--- Pada Rab, 25/2/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> menulis:

> Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Topik: Re: [is-lam] Muslihat Uang Kertas
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 6:10 PM
> Mas Nizami,
> 
> Ini sebetulnya penekanannya ada di praktek ribanya ataukah
> di penggunaan uang kertasnya ya?
> Dengan demikian apakah jika sudah menggunakan mata uang
> dinar lantas sudah otomatis akan bebas dari riba; padahal
> seperti kita ketahui dijaman rasulullah dulu tentu praktek
> riba sudah ada meskipun menggunakan dinar-dirham.
> 
> :)
> Salam hangat
> Yang masih lieur
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of A Nizami
> Sent: Thursday, February 26, 2009 8:49 AM
> To: is-lam
> Subject: [is-lam] Muslihat Uang Kertas
> 
> 
> http://warnaislam.com/rubrik/muamalat/2009/2/7/1020/Muslihat_Uang_Kertas.htm
> 
> Muslihat Uang Kertas
> Zaim Saidi
> Sabtu, 07 Februari 2009 00:17
> 
> Tulisan ini merupakan kelanjutan dua tulisan sebelumnya
> mengenai Riba.
> 
> Urwah, salah seorang  Sahabat Rasul, sallalahu alayhi
> wa sallam,   meriwayatkan  bahwa ia
> diberi uang satu dinar  untuk
> membeli   seekor domba. Tapi dengan uang itu
> Urwah berhasil memperoleh  dua ekor. Maka ia menjual
> salah satunya senilai satu dinar dan membawa seekor yang
> lain, beserta sekeping dinarnya, kepada Rasul , sallalahu
> alayhi wa sallam, .  Atas kecerdikan Urwah tersebut
> Rasulullah , sallalahu alayhi wa sallam,  memintakan
> berkah Allah , subhanahu wa ta’ala,  atasnya, dan
> menyatakan bahwa “Ia akan menjadi seseorang yang selalu
> mendapatkan laba bahkan  bila ia berdagang debu
> sekalipun, “ (HR  Bukhari).
> 
> Nilai satu dinar emas saat ini setara dengan  sekitar
> Rp 1.4 juta, yang di Jakarta dapat dibelikan 1-2 ekor
> domba.  Jadi, selama lebih dari  1400 tahun nilai
> tukar sekeping dinar tidak berubah. Sebaliknya, nilai jual
> seekor domba, juga tidak berubah.  Jual beli 
> domba, atau komoditas apa pun, dengan dinar emas tidak 
> menyertakan inflasi. Dengan kata lain  yang terjadi
> sepanjang zaman ini bukan harga komoditas yang naik,
> melainkan nilai uang kertas yang terus merosot..
> 
> Dengan menggunakan dinar emas  kita melepaskan kaitan
> antara komoditas  dan uang kertas. Dengan memakai dinar
> kita kembalikan  hubungan fitrah antarkomoditas. Kita
> ambil contoh lain  antara  minyak dan emas. Akan
> kita buktikan, antara keduanya, tidak terjadi pergeseran
> nilai tukar. Inflasinya 0%. Kalau terjadi pergeseran karena
> faktor alamiah, kelangkaan atau kelebihan pasok, dalam waktu
> segera akan mengalami keseimbangan baru, sesuai fitrah..
> Dengan intervensi uang kertas, sebagai pengganti salah satu
> komoditas yang dipertukarkan, dengan nilai nominal yang
> dipaksakan oleh hukum manusia, rusaklah  fitrah
> supply-demand ini.
> 
> Lihatlah harga minyak mentah (Indonesia) yang terus naik
> dalam lima tahun terakhir, sejalan dengan ’krisis
> minyak’ saat ini, dari 37.58 dolar AS (2004) menjadi 53.4
> dolar AS (2005), menjadi 64.29 dolar AS (2006), menjadi
> 72.36 dolar AS (2007), dan terakhir melonjak menjadi 95.62
> dolar AS/barel (2008). Kenaikannya adalah 154% (dari 37.58
> menjadi 95.62 dolar AS/barel).  Secara flat 
> kenaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia per
> tahunnya (dalam dolar AS)  adalah  38.5%.
> 
> Sementara itu, kurs dinar emas sendiri dari tahun ke tahun
> juga terus naik. Pada tahun 2004 satu dinar adalah 54 dolar
> AS, menjadi 60 dolar AS (2005), berikutnya (2006) menjadi 85
> dolar AS, lalu 95 (2007), dan saat ini (2008) menjadi 127
> dolar AS, sebelum kembali turun ke 117 dolar AS (Mei
> 2008).  Awal Februari 2009 nilai tukar dinar
> mencapai  121 dolar AS dan dalam rupiah melewati angka
> Rp 1.460.000. Jadi, dinar emas sendiri mengalami apresiasi
> cukup besar, meskipun lebih rendah dari kenaikan harga
> minyak mentah,  yaitu 135% (dari 54 dolar AS menjadi
> 117 dolar AS/dinar). Rata-rata apresiasi dinar emas per
> tahun, dalam periode ini, adalah 29.16%, terpaut sekitar 9%
> dari rata-rata kenaikan harga minyak mentah Indonesia di
> atas..
> 
> Sekarang kita lihat harga minyak mentah ini dalam periode
> yang sama dalam dinar emas. Pada 2004 harga minyak mentah
> Indonesia adalah 0.7 dinar emas/barel, yang sesudah
> mengalami kenaikan lumayan tinggi setahun kemudian (2005)
> yakni 28%, menjadi 0.9 dinar emas/barel, kembali turun 11%
> setahun kemudian (2006) menjadi 0.76 dinar emas/barel. Dalam
> kurun tiga tahun terakhir (2006-2008), ketika situasi sangat
> tidak stabil – yang selalu ditampilkan kepada kita sebagai
> ’krisis’ – harga minyak dalam dinar emas justru 
> sangat stabil, tidak beranjak dari 0.76 dinar emas/barel.
> Dalam periode ini  harga minyak mentah dalam dolar AS
> naik secara drastis, sekitar 49%! (dari 64.29 ke 95.62 dolar
> AS/barel), dalam dinar emas tidak berubah  alias
> kenaikannya 0%! Memasuki tahun 2009 harga minyak mentah
> dunia kembali turun drastis, tetapi dinar emas justru masih
> naik. Dalam dolar harga minyak mentah  turun dari 92.62
> dolar ke tingkat sekitar 43 dolar AS  atau 55%.
>  Kalau diukur dengan dinar emas maka harga  minyak
> mentah internasional  saat ini sekitar 0..35
> dinar/barel, turun dari  posisi 0.82 dinar/barel. 
> Angka penurunannya hampir persis sama dengan penurunannya
> dalam dolar AS, yakni 54-55%.
> 
> Untuk kurun  waktu yang lebih panjang dan dalam
> perbandingan dengan komoditi yang jauh lebih luas cakupannya
> hadits Rasul , sallalahu alayhi wa sallam,  di atas
> telah pula dibuktikan secara ilmiah oleh Prof. Roy 
> Jastram, dalam bukunya The Golden Constant, bahwa selama
> sekitar 500 tahun (1560-1997) nilai tukar emas atas
> komoditas adalah konstan. Yang ada adalah nilai uang kertas
> yang terus merosot, menuju kepada asalnya sebagai selembar
> kertas tak bernilai.
> 
> Maka, awaslah, uang kertas adalah tipu muslihat riba
> belaka!  Kembalilah kepada dinar emas dan dirham
> perak.
> ===
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> Informasi selengkapnya ada di:
> http://www.media-islam.or.id
> Ingin belajar Islam?
> Kirim email ke: [email protected]
> 
> 
>       Menambah banyak teman sangatlah mudah
> dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo!
> Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


      Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? Temukan jawabannya di Yahoo! 
Answers! http://id.answers.yahoo.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke