wah kang Bango, om Dewa & kang Harry muridnya ya ... hahaha
tapi saya mau yg jawaban saklek dr do'i ... dari do'i

kalo saya mau tanya sampeyan gampang saja, 1 + 1 piro hayooo???


salam,
Fahru


________________________________
From: Alkhori M <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, March 10, 2009 10:29:58 AM
Subject: Re: [is-lam] Bls: LA .... ILLA Tinjauan dari 
Perfektive/Rijalsecaralughot dan syari'at --??|

 
Mas BS, Dewa
& HS, mungkin bisa bantukan maksud dari jawaban saya tentang Rijal dengan
ungkapan seorang protokol maulidan. Salam.
 
Ini ada hal
yang menarik sebuah pertanyaan seorang rekan dan sudah saya jawab dengan cara
FTT*, mungkin yang lain boleh tambahkan:
 
CLUE-nya sbb:
Rijal yang artinya laki-laki, oleh rekan ini bisakah Rijal diartikan perempuan?
Maka saya jawab
secara FTT : “Pada sebuah acara
Maulidan oleh protokol diumumkan, kepada adik-adik dan juga anak-anak
diharapkan duduk dibagian depan dan untuk ibu-ibu diharapkan mengambil tempat
duduk disebelah kiri dan yang terakhir untuk bapak-bapak diharapkan mengambil
tempat duduk disebelah kanan” 
 
Apakah ada yang
bisa membantukan menerangkan jawaban saya ini? kepada AS & AFR, salam.
Legend *Fiqih,
Tauhid & Tasauf (FTT).
 
Alkhori M
Alkhor
Community
Qatar

________________________________
 
From:[email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of AFR
Sent: Tuesday, March 10, 2009 1:39
AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Bls: LA ....
ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijalsecaralughot dan syari'at --??|
 
pertanyaan kang Agus sdrhn: rijal itu mewakili dzat atw
sifat?

Alkhoir,
tak bantu njelasin kalo belom ngerti maksud pertanyaan kang Agus.
kalo rijal sbg dzat, maksude dpt dilihat dari cirinya punya anu
diselangkangannya.
kalo rijal itu sbg sifat, itu Dorce ...  
---

1. dua titik kalo dihubungkan, selain jaraknay terdekat juga akan membentuk
garis 
lurus serupa angka 1 (SATU). simbol KETAUHIDAN, bahwa semua yg mudah, sederhana 
dan tidak harus mbulet, kompleks atw rumit.

2. ular itu binatang yg dzat-nya dikenal hanya punya kepala & ekor, 
selebihnya adalah badan. wajar jika utk berjalan selalu meliuk-liuk. bila 
ada 2 titik sesederhana kepala & ekor spt ular tapi jadi panjang
meliuk-liuk 
atw malah mbulet, itu cara/gaya hidup ular. 

3. iblis itu bermanifesatsi sbg ular yg melilit di pohon, yg dgn segala tipu
dayanya
sebabkan Adam & Hawa keluar surga.

4. kalo mengira diri sdh pinter dan ternyata ada yg lbh pinter itu bijak
shg semakin tawadlu', tidak sombong & rendah hati. wal hasil, 
boleh jadi diri ini yg paling bodo, ternyata masih ada yg lebih ...


saya ikut mas Agus: 
a'udzubilllahi min asyaithaani rajiim, iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin


salam,
Fahru

________________________________
 
From:Alkhori M
< [email protected] >
To: [email protected]
Sent: Monday, March 9, 2009
8:47:15 PM
Subject: Re: [is-lam] Bls: LA ....
ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal secaralughot dan syari'at
Agus Safudi
(AS), komentar anda panjang juga, tapi yang ingin saya tanggapi adalah soal 
“RIJAL” dan saya menjawabnya
adalah sbb: “Pada sebuah acara Maulidan
oleh protokol diumumkan, kepada adik-adik dan juga anak-anak diharapkan duduk
dibagian depan dan untuk ibu-ibu diharapkan mengambil tempat duduk disebelah
kiri dan yang terakhir untuk bapak-bapak diharapkan mengambil tempat duduk
disebelah kanan” diharapkan AS akan paham maksud saya tentang
arti “RIJAL” sekarang
bagaimana pemahaman anda AS tentang jawaban saya. 
 
Alkhori M
Alkhor
Community
Qatar

________________________________
 
From:[email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of Agus Safudi
Sent: Monday, March 09, 2009 2:39
PM
To: [email protected]
Subject: [is-lam] Bls: LA ....
ILLA Tinjauan dari Perfektive/Rijal secaralughot dan syari'at
 
(^_^)   .....,??@@#$%^zzzz ,....., ketika ada email masuk inbox, suka atawa 
tidak, terpaksa ato tidak (IYYAKA NA'BUDU WA IYYAKA NASTA'IN) ,  pasti saya 
buka, baca,..dst..terkadang ada rasa senang, kadang ada rasa kesal, 
dst......he.he.he..


--- Pada Sen, 9/3/09, Alkhori M < [email protected]  > menulis:
Dari: Alkhori M < [email protected]  >
>Kalimat LA ILA (ha) ILLA ALLAH (hu), bisa ditambahkan menjadi super >kompleks 
>yang berdasarkan riwayat singkat diatas yaitu:
>LA ILA (ha) ILLA ALLAH (hu), 
 
mas, coba di lihat lagi tekstual arab nya bgm, coba anda liat di Qur'an, saya 
lupa ayat nya tapi bunya nya begini:.."fa'lam anahu laa ilaha illallahu"..
Pertama: apakah betul terjemah "ila" dalam bahasa indonesia adalah ALLAH?
Kedua: apakah anda tidak salah dalam melakukan pemenggalan lafadz, seharusnya : 
laa ilaha, ..jangan di penggal la ila, ha  nya dalam kurung..
maksud judul mungkin perspektif ngkali ya..
 
mas, dalam al-Qur'an ada ayat yang berbunyi "laa takfuma laysa laka bihi 
'ilmun",..kalo gak salah surah al-Israa..dan banyak dalil2 lain yang mengatakan 
jangan berbicara tentang AKU bila tidak mengetahui...
pada ayat di atas ada kata "fa'lam",..maka keTAHUilah...sebenarnya mengucapkan 
"laa ilaha illallahu" pun harus dengan ILMU.
 
>LA ILA (ha) ILLA ALLAH (hu), Allah minimal 5x sebagai muslim anda 
>>menghadapnya atau minimal 34x anda sujud dihadapanya, pada saat itu, 
>>Subhanallah, Masyalaah kita-kita bisa langsung berkomunikasi dengan >Allah.

Dzikron katsiiro...
Jangankan cuma komunikasi, bahkan bisa mendapati-NYA...
ada sebuah hadits qudsi " wahai anak adam carilah AKU,  NISCAYA  kamu akan 
mendapati-KU. Bila kamu mendapati-KU maka kamu akan mendapati segala sesuatu, 
bila kamu tidak mendapati-KU, maka kamu tidak akan mendapati segala sesuatu. 
sesungguhnya AKU lebih mencuntai kepada kamu dari pada kepada segala 
sesuatu"..mo tahu bgmana mendapati-NYA. bung Khori?..

"menurut saya" ... sampeyan ini sedang ber "tholabul ilmi", tapi kok kaya nya 
kurang tepat dalam hal  positioning nya....
_____________________________________________________________________________

menjelang pesta demokrasi ini ada hal yg ingin saya diskusikan sbb:
pada suatu saat saya pernah menonton di salah satu tv, waktu itu yg di 
diskusikan adalah kata "rijal", pada saat itu JIL di wakili oleh DR. musdah 
mulia, dan ada seorang ustadz (laki2) dan juga wanda hamidah..

yang ingin saya diskusikan/tanyakan apakah kata "rijal" dalam al Quran mutlak 
melekat pada dzat, artinya harus laki-laki, atau bisa saja melekat pada sifat, 
bila demikian maka perempuan pun bisa saja. bila kata rijal bisa melekat pada 
sifat (mungkin baru wacana) maka ada dalil naqli lain yang memang mendukungnya.
mungkin ada yang punya kumpulan tafsir, kamus, dll..untuk ber sharing ria..

syukron katsiir
wassalam.
a.s.  
 

________________________________
 
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke