>Sampai disini tdk ada masalah, semua oke-oke aja krn memang tdk ada 
>persinggungan atau kontak. Permasalahan justru mulai muncul ketika si A tak 
>sengaja mengintip track jalan si B dan kemudian berkomentar sinis menyalahkan 
>track jalan yg ditempuh B. Lho apa urusanmu A kog jalan saya kamu bilang 
>sesat? Memangnya kamu saat ini berada di jalan ku tha? Kalo kamu mau 
>benar-benar membuktikan kesesatan jalan B yg aku tempuh ini ya seharusnya kamu 
>ikuti track B ini sampai ke ujung.... agar kamu tahu persis sesat-tidaknya, 
>jadi bukan sekedar berteori atau menduga-duga lantaran yg kamu tahu selama ini 
>hanya jalan mu sendiri saja.. !!! 
 
Kalo menurutku nih mas.....
untuk mengetahui track B salah atau tidak gak harus mengikuti tracknya si B 
mas.......lihat aja ujungnya sama dengan ujung jalan si A or tidak? kalo 
jawabannya tidak berarti jelas2 jalan si B salah/sesat......
lain persoalannya apabila ujungnya sama.......untuk kasus ini memang paling 
tidak kita harus mengikuti tracknya si B terlebih dahulu.....
 
salam,
yandi

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]on 
Behalf Of Dewa Gede Permana
Sent: Tuesday, April 28, 2009 12:38 PM
To: [email protected]; [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] KENAPA AGAMA BERBEDA? PADAHAL SUMBERNYA SAMA__1


Kebenaran itu adanya di Tuhan, sedangkan kesalahan adanya numplek di manusia. 
Sedangkan agama adalah merupakan jalan atau cara utk mencapai kebenaran 
tersebut. Jadi agama itu bukan merupakan tujuan akhir, ia hanyalah merupakan 
tuntutan atau rambu-rambu yg hendaknya harus diikuti jika manusia memang ingin 
mencapai kebenaran, mencapai Tuhan.


Jalan yg ditempuh oleh seluruh para nabi dan orang-orang sholeh terdahulu 
adalah jalan islam, yaitu dengan mematuhi semua perintah Tuhannya dan 
meninggalkan semua larangan dari Tuhannya; tujuannya tidak lain adalah semata 
utk balik kembali kepada Tuhannya, di dunia dan di akhirat.


Sudah merupakan gejala alamiah jika penganut agama apapun akan menyatakan bhw 
jalan yg ditempuhnya adalah jalan yg tepat, oleh krn hal ini memang berguna 
sebagai fungsi afirmatif (pembenar) serta fungsi kondensasi (pengokoh) didalam 
dirinya agar ia tidak mudah gamang, sehingga dalam menyusurinya tsb ia tidak 
mudah terganggu oleh keadaan jalan itu sendiri. Hal ini sudah mulai terpupuk 
semenjak dari awal anak masih bayi dalam didikan orangtuanya hingga didikan 
lingkungan sosial. Orangtua dgn latarbelakang agama apapun tentu semua 
melakukan ini.


Si A tekun menyusuri jalan A, dia hidup diwarnai oleh jalan itu. Begitu juga 
dengan si B yg tekun ngikuti jalannya (jalan B), pun dengan warna gaya yg 
berbeda sedikit atau banyak dengan warna gaya jalan A. Tentu saja si A yakin 
100% dengan jalannya ini akan membawa kpd tujuannya. Pun si B juga 100% yakin 
akan membawa kpd tujuaannya pula.


Sampai disini tdk ada masalah, semua oke-oke aja krn memang tdk ada 
persinggungan atau kontak. Permasalahan justru mulai muncul ketika si A tak 
sengaja mengintip track jalan si B dan kemudian berkomentar sinis menyalahkan 
track jalan yg ditempuh B. Lho apa urusanmu A kog jalan saya kamu bilang sesat? 
Memangnya kamu saat ini berada di jalan ku tha? Kalo kamu mau benar-benar 
membuktikan kesesatan jalan B yg aku tempuh ini ya seharusnya kamu ikuti track 
B ini sampai ke ujung.... agar kamu tahu persis sesat-tidaknya, jadi bukan 
sekedar berteori atau menduga-duga lantaran yg kamu tahu selama ini hanya jalan 
mu sendiri saja.. !!! 


Nah lho? Si A yg juga seorang ahli teori dan dengan pengetahuan yg segunungnya 
ttg berbagai ragam seluruh agama dan kepercayaan di kolong langit ini pun 
terdiam sejenak.... hmm... bener juga apa kata B. Sungguh selama ini aku 
menyalahkan jalan B adalah berdasarkan pengetahuan teoritis ku saja, menurut 
kata si ahli ini dan si ahli itu yg kudapat dalam bacaan buku... sedangkan aku 
sendiri sebetulnya tidak pernah menyusuri jalan B dengan sepenuh hatiku. Dus 
itu artinya aku telah berbohong terhadap B, karena aku telah mengatakan apa-apa 
yg sesungguhnya tidak aku lakukan. Mulutku mengatakan apa-apa yg tidak 
dilakukan oleh tangan dan kaki ku.


:)
salam hangat 




 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke