Anu mas... sebetulnya pokok permasalahannya bukan di lompat track nya,
akan tetapi kenapa kog bisa sampai terjadi sebegitu terpengaruhnya
melirik track-track yg lain dan kemudian pakai komen-komen yg
cenderung menjustifikasi track orang gitu lho. Jika si A memang benar-
benar hendak memberitahukan bahwa tracknya benar, maka yg seharusnya
dilakukan adalah dengan tetap istiqomah jalan di atas track A
tersebut, dan hasil buahnya akan terlihat dengan sendirinya oleh si B
dalam perilaku si A sehari2. Bukti perilaku si A itu sendirilah yg
akan mengatakan "BENAR" kepada si B.
"Kami tidak memberikan BUKTI, tetapi JANJI !".... begitulah semboyan
dalam spanduk salah satu kampanye kontestan.... ehh.. salah ding,
kebalik....... eeh.. bener ding... wong kenyataannya emang begitu
kog. :) :)
:)
salam hangat
On Apr 28, 2009, at 1:26 PM, Yandi Dwiputra F wrote:
>Sampai disini tdk ada masalah, semua oke-oke aja krn memang tdk ada
persinggungan atau kontak. Permasalahan justru mulai muncul ketika
si A tak sengaja mengintip track jalan si B dan kemudian berkomentar
sinis menyalahkan track jalan yg ditempuh B. Lho apa urusanmu A kog
jalan saya kamu bilang sesat? Memangnya kamu saat ini berada di
jalan ku tha? Kalo kamu mau benar-benar membuktikan kesesatan jalan
B yg aku tempuh ini ya seharusnya kamu ikuti track B ini sampai ke
ujung.... agar kamu tahu persis sesat-tidaknya, jadi bukan sekedar
berteori atau menduga-duga lantaran yg kamu tahu selama ini hanya
jalan mu sendiri saja.. !!!
Kalo menurutku nih mas.....
untuk mengetahui track B salah atau tidak gak harus mengikuti
tracknya si B mas.......lihat aja ujungnya sama dengan ujung jalan
si A or tidak? kalo jawabannya tidak berarti jelas2 jalan si B salah/
sesat......
lain persoalannya apabila ujungnya sama.......untuk kasus ini memang
paling tidak kita harus mengikuti tracknya si B terlebih dahulu.....
salam,
yandi
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]
]On Behalf Of Dewa Gede Permana
Sent: Tuesday, April 28, 2009 12:38 PM
To: [email protected]; [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] KENAPA AGAMA BERBEDA? PADAHAL SUMBERNYA SAMA__1
Kebenaran itu adanya di Tuhan, sedangkan kesalahan adanya numplek di
manusia. Sedangkan agama adalah merupakan jalan atau cara utk
mencapai kebenaran tersebut. Jadi agama itu bukan merupakan tujuan
akhir, ia hanyalah merupakan tuntutan atau rambu-rambu yg hendaknya
harus diikuti jika manusia memang ingin mencapai kebenaran, mencapai
Tuhan.
Jalan yg ditempuh oleh seluruh para nabi dan orang-orang sholeh
terdahulu adalah jalan islam, yaitu dengan mematuhi semua perintah
Tuhannya dan meninggalkan semua larangan dari Tuhannya; tujuannya
tidak lain adalah semata utk balik kembali kepada Tuhannya, di dunia
dan di akhirat.
Sudah merupakan gejala alamiah jika penganut agama apapun akan
menyatakan bhw jalan yg ditempuhnya adalah jalan yg tepat, oleh krn
hal ini memang berguna sebagai fungsi afirmatif (pembenar) serta
fungsi kondensasi (pengokoh) didalam dirinya agar ia tidak mudah
gamang, sehingga dalam menyusurinya tsb ia tidak mudah terganggu
oleh keadaan jalan itu sendiri. Hal ini sudah mulai terpupuk
semenjak dari awal anak masih bayi dalam didikan orangtuanya hingga
didikan lingkungan sosial. Orangtua dgn latarbelakang agama apapun
tentu semua melakukan ini.
Si A tekun menyusuri jalan A, dia hidup diwarnai oleh jalan itu.
Begitu juga dengan si B yg tekun ngikuti jalannya (jalan B), pun
dengan warna gaya yg berbeda sedikit atau banyak dengan warna gaya
jalan A. Tentu saja si A yakin 100% dengan jalannya ini akan membawa
kpd tujuannya. Pun si B juga 100% yakin akan membawa kpd tujuaannya
pula.
Sampai disini tdk ada masalah, semua oke-oke aja krn memang tdk ada
persinggungan atau kontak. Permasalahan justru mulai muncul ketika
si A tak sengaja mengintip track jalan si B dan kemudian berkomentar
sinis menyalahkan track jalan yg ditempuh B. Lho apa urusanmu A kog
jalan saya kamu bilang sesat? Memangnya kamu saat ini berada di
jalan ku tha? Kalo kamu mau benar-benar membuktikan kesesatan jalan
B yg aku tempuh ini ya seharusnya kamu ikuti track B ini sampai ke
ujung.... agar kamu tahu persis sesat-tidaknya, jadi bukan sekedar
berteori atau menduga-duga lantaran yg kamu tahu selama ini hanya
jalan mu sendiri saja.. !!!
Nah lho? Si A yg juga seorang ahli teori dan dengan pengetahuan yg
segunungnya ttg berbagai ragam seluruh agama dan kepercayaan di
kolong langit ini pun terdiam sejenak.... hmm... bener juga apa kata
B. Sungguh selama ini aku menyalahkan jalan B adalah berdasarkan
pengetahuan teoritis ku saja, menurut kata si ahli ini dan si ahli
itu yg kudapat dalam bacaan buku... sedangkan aku sendiri sebetulnya
tidak pernah menyusuri jalan B dengan sepenuh hatiku. Dus itu
artinya aku telah berbohong terhadap B, karena aku telah mengatakan
apa-apa yg sesungguhnya tidak aku lakukan. Mulutku mengatakan apa-
apa yg tidak dilakukan oleh tangan dan kaki ku.
:)
salam hangat
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam