Sorry, justru itu di sini letak kebodohan temen-temen, terutama petinggi PKS. 
Seharusnya kan mereka tahu sejauh apapun gerakan Islam mencoba berlunak-lunak, 
tidak mungkin musuh-musuhnya percaya gerakan Islam kok tidak ingin merubah 
dunia:-)
Lha anehnya PKS dalam kampanye malah mencoba mengusung "keterbukaan", 
"nasionalisme", "inklusivitas", dan yang sejenisnya. Siapa mau percaya? Kalau 
mau memilih partai dengan branding seperti itu, jelas yang lebih bisa dipercaya 
adalah PD, Golkar, PDIP, dan yang sejenisnya. Bahkan PAN yang separah itu saja, 
karena kesannya adalah lahir dari rahim komunitas Muhammadiyah, orang tidak mau 
percaya kok.
Nah tema besar kampanye PKS, justru minim menyentuh branding awalnya, dakwah, 
profesional dan perduli.
Lha kalau dakwah, jelas ada ideologi khas yang ditawarkan jadi alternatif. 
Jadi, harusnya perlahan kita didik kembali umat untuk percaya akan ideologi 
alternatif itu, yakni Islam. Tawarkan Islam apa adanya! Lalu, moga-moga lima 
tahun ke depan, suara PKS bertambah. Bukan suara karbitan, tetapi suara riil, 
karena rakyat makin cinta terhadap ideologi alternatif yang ditawarkan PKS - 
yakni Islam apa adanya.
Untuk Amerika, Amerika memang masih menjadi setan besar, meski ada 
elemen-elemen di dalamnya yang mencoba untuk merubah ujud ini. Oleh karena itu, 
kita respon dan apreasiasi sesuai dengan tindakan makro riilnya saja!
Kalau saya jadi presiden Amerika, akan saya tarik semua pasukan AS dari seluruh 
belahan dunia. Lha kalau di negara-negara Islam, karena itu, akhirnya malah 
perang saudara, saya akan jual senjata kepada semua pihak. Industri senjata 
saya jadi berkembang dan itu bisa menjadi faktor pengurang pengangguran dalam 
negeri. Ngapain saya sok jadi polisi dunia:-)
Dahlan Iskan, sudah agak lama, pernah mengulas sebuah buku karangan penulis 
Amerika (ada yang bisa kasih info ke saya nih?), yang menyatakan, "Sudahlah, 
biarkan negera-negara Islam itu bereksperimentasi dengan fundamentalisme-nya 
dalam mengurus negara. Nah, kalau berhasil, ya syukur. Kalau gagal, biarkan 
masyarakatnya kapok dan menolak sendiri fundamentalisme."
Salam hangatB. Samparan
--- On Tue, 4/28/09, hamami <[email protected]> wrote:

From: hamami <[email protected]>
Subject: Re: [is-lam] Adu Domba - Bls: Khamenei Salahkan AS-Israel Atas Bomdi 
Irak --c2|
To: [email protected]
Date: Tuesday, April 28, 2009, 10:35 AM

Capek dan habis energi kita bila akan menanggapi pendapat orang2 yang memang
pada dasarnya sudah curiga dan tidak menyukai Islam, apalagi mereka yang
menguasai media informasi.

Biarkanlah anjing menggonggong Kafilah tetap berlalu.
Sejarah membuktikan tak ada guna dan hasil memperdebatkan hal seperti ini,
ditambah lagi tidak sedikit pendapat negatif seperti itu juga timbul dari
kalangan Islam sendiri.

Wassalam
Hamami

-----Original Message-----
From: A Nizami [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, April 27, 2009 4:59 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Adu Domba - Bls: Khamenei Salahkan AS-Israel Atas
Bomdi Irak --c2|


Ini saya dapat email dari seorang jurnalis.
Ada tulisan dari Reuters yang mengkhawatirkan koalisi PD dengan PKS dengan
alasan PKS itu Islam radikal.

Padahal kita tahu PKS itu berupaya setoleran mungkin sampai merekrut caleg
non Muslim dan pakai semboyan warna-warni dengan iklan wanita yang tidak
berjilbab.

Toh mereka tetap khawatir dan benci terhadap orang Islam.
Yakinlah firman Allah di bawah benar:

2. Al Baqarah 

120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga
kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah
petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka
setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung
dan penolong bagimu. 





      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke