Mas Bango ini sekedar info saja ya, semua partai-partai hijau besar
itu dah ketutup gak berkutik oleh duit. Kita-kita disini dan juga
rakyat kebanyakan yg dibawah itu gak bakal bisa nembus info mengenai
konstelasi politik diatas-atas sana. Berita-berita di media itu berada
di layer 3, sementara info aslinya berada di layer 5 atau 6 barangkali
(dan kalo mau tembus ya sampeyan kudu masuk bersosialisasi langsung
dengan orang2 dekat yang mengitari the top person nya); sedangkan
masyarakat di pelosok sana hanya mendapatkan isyu info di layer 1.
Jadi diskrepansinya jauh banget. Memang antara bottom layer dan top
layer sama-sama membicarakan kekurangan uang dan kesejahteraan, tetapi
uang yg dibicarakan ini adalah uang yg berbeda! Coba sampeyan
bandingkan sendiri uang 200 rb bagi seorang tukang ojek dipelosok
dengan uang 900 milyar bagi satu partai; yang satu berbicara mengenai
libur ngojek 2 hari, dan satunya lagi bicara jaminan hidup 5 tahun
kedepan !!!??? Opo ora mblegedhes namanya. Jadi sama seperti yg pernah
dulu saya singgung : "uang memang bukanlah segalanya, tetapi segalanya
tetaplah membutuhkan uang".
Bagi Negara, yang disebut rakyat adalah para pejabat-pejabat yang
duduk di eksekutif, legislatif, dan yudikatif itu. Dan bukan yang
dibawah-bawah yg jumlahnya ratusan juta dimana justru disinilah yg
punya kepolosan dan idealisme itu. Negara dijaman sekarang tak bisa
dibandingkan dengan era orde lama yg memang situasinya betul2 penuh
perjuangan hadapi intervensi fisik dari luar.
Kalo saya boleh ambil kesimpulan nyleneh, oh rupanya pejabat-pejabat
yang sekarang inilah yang merasakan buah dari semua perjuangan orang-
orang tempoe doeloe. Lantas bagaimana dengan rakyat yg dibawah?
he..he.. yg namanya keset mah tetep aja diposisikan sebagai keset....
injek abis.
Lantas bagaimana dengan pilpres nanti ?
Ini dah pasti gak beda prosesnya. Jual beli dukungan ditingkat atas.
Siapa yg punya uang itulah yg menang. Sampeyan sdh tahu kan siapa-
siapa aja mereka itu. jadi sama seperti yg pernah sampeyan katakan
tempo hari, lupakan saja idealisme.... krn ternyata itu memang jauh
dari realitas politik di lapangan. Uang 1 trilyun bisa lah membeli 5
partai.... lha kalo 17 trilyun ?
On Apr 29, 2009, at 5:21 AM, Bango Samparan wrote:
Sorry, justru itu di sini letak kebodohan temen-temen, terutama
petinggi PKS. Seharusnya kan mereka tahu sejauh apapun gerakan Islam
mencoba berlunak-lunak, tidak mungkin musuh-musuhnya percaya gerakan
Islam kok tidak ingin merubah dunia:-)
Lha anehnya PKS dalam kampanye malah mencoba mengusung
"keterbukaan", "nasionalisme", "inklusivitas", dan yang sejenisnya.
Siapa mau percaya? Kalau mau memilih partai dengan branding seperti
itu, jelas yang lebih bisa dipercaya adalah PD, Golkar, PDIP, dan
yang sejenisnya. Bahkan PAN yang separah itu saja, karena kesannya
adalah lahir dari rahim komunitas Muhammadiyah, orang tidak mau
percaya kok.
Nah tema besar kampanye PKS, justru minim menyentuh branding
awalnya, dakwah, profesional dan perduli.
Lha kalau dakwah, jelas ada ideologi khas yang ditawarkan jadi
alternatif. Jadi, harusnya perlahan kita didik kembali umat untuk
percaya akan ideologi alternatif itu, yakni Islam. Tawarkan Islam
apa adanya! Lalu, moga-moga lima tahun ke depan, suara PKS
bertambah. Bukan suara karbitan, tetapi suara riil, karena rakyat
makin cinta terhadap ideologi alternatif yang ditawarkan PKS - yakni
Islam apa adanya.
Untuk Amerika, Amerika memang masih menjadi setan besar, meski ada
elemen-elemen di dalamnya yang mencoba untuk merubah ujud ini. Oleh
karena itu, kita respon dan apreasiasi sesuai dengan tindakan makro
riilnya saja!
Kalau saya jadi presiden Amerika, akan saya tarik semua pasukan AS
dari seluruh belahan dunia. Lha kalau di negara-negara Islam, karena
itu, akhirnya malah perang saudara, saya akan jual senjata kepada
semua pihak. Industri senjata saya jadi berkembang dan itu bisa
menjadi faktor pengurang pengangguran dalam negeri. Ngapain saya sok
jadi polisi dunia:-)
Dahlan Iskan, sudah agak lama, pernah mengulas sebuah buku karangan
penulis Amerika (ada yang bisa kasih info ke saya nih?), yang
menyatakan, "Sudahlah, biarkan negera-negara Islam itu
bereksperimentasi dengan fundamentalisme-nya dalam mengurus negara.
Nah, kalau berhasil, ya syukur. Kalau gagal, biarkan masyarakatnya
kapok dan menolak sendiri fundamentalisme."
Salam hangat
B. Samparan
--- On Tue, 4/28/09, hamami <[email protected]> wrote:
From: hamami <[email protected]>
Subject: Re: [is-lam] Adu Domba - Bls: Khamenei Salahkan AS-Israel
Atas Bomdi Irak --c2|
To: [email protected]
Date: Tuesday, April 28, 2009, 10:35 AM
Capek dan habis energi kita bila akan menanggapi pendapat orang2
yang memang
pada dasarnya sudah curiga dan tidak menyukai Islam, apalagi mereka
yang
menguasai media informasi.
Biarkanlah anjing menggonggong Kafilah tetap berlalu.
Sejarah membuktikan tak ada guna dan hasil memperdebatkan hal
seperti ini,
ditambah lagi tidak sedikit pendapat negatif seperti itu juga timbul
dari
kalangan Islam sendiri.
Wassalam
Hamami
-----Original Message-----
From: A Nizami [mailto:[email protected]]
Sent: Monday, April 27, 2009 4:59 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Adu Domba - Bls: Khamenei Salahkan AS-Israel
Atas
Bomdi Irak --c2|
Ini saya dapat email dari seorang jurnalis.
Ada tulisan dari Reuters yang mengkhawatirkan koalisi PD dengan PKS
dengan
alasan PKS itu Islam radikal.
Padahal kita tahu PKS itu berupaya setoleran mungkin sampai merekrut
caleg
non Muslim dan pakai semboyan warna-warni dengan iklan wanita yang
tidak
berjilbab.
Toh mereka tetap khawatir dan benci terhadap orang Islam.
Yakinlah firman Allah di bawah benar:
2. Al Baqarah
120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu
hingga
kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk
Allah itulah
petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan
mereka
setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi
pelindung
dan penolong bagimu.
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam