Tuan guru Alkhori:
Jika agama sebagai TOOL sebenarnya yang terpenting adalah tujuan akhirnya.
Ibarat dari Doha ingin ke Jakarta bukan pesawatnya yang terpenting tapi yang
sangat penting adalah tiba di Jakarta itu adalah yang lebih utama yaitu tepat
waktu ditambah option-option yang lain
Murid Bango Samparan:
Menurut hemat saya, tuan guru, tujuan itu justru kemudian menjadi tidak penting
lagi. Yang penting adalah bagaimana MEMASTIKAN apakah PESAWAT memang LAIK
membawa kita ke tujuan tersebut.
Semua pesawat bisa saja diiklankan atau diklaim akan membawa kita ke Jakarta,
tetapi kalau yang diiklankan adalah pesawat lama yang kondisinya sudah dedel
duwel, masak tuan guru berani naik ke dalamnya.
Tuan guru Alkhori:
(statement ini akan banyak mengandung komentar, terutama dari mereka-mereka
yang explosive dan flamable dan mau menang sendiri, yang merasa paling benar
diri sendiri, kalau memberikan komentar meledak-ledak, seolah-olah beliau
sendirilah calon penghuni surga, orang lain sesat semua) subhanallah &
astaghfirullah. Murid Bango Samparan:
Ahh, tuan guru yang jangan lalu stereotipe seperti itu, apa setiap komentar
selalu karena sifat explosive, flamable, dan mau menang sendiri. Rasanya
paragraf-paragraf semacam itu tak menguntungkan dalam diskusi, orang malah
punya kesan tuan guru mengklaim diri sebagai yang paling siip, orang lain
sebagai tidak siip.
Salam hangat
B. Samparan
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam