TENTERAMNYA KEHIDUPAN YANG BERASAL DARI SEDEQAH ORANG
Jika kita lihat kehidupan para bhiksu di Thailand, mereka para bhiksu ini dengan bowl-nya mulai dari pagi sudah keluar untuk menerima sedeqah yang diberikan donator dengan ikhlas dan hormat untuk kemudian dibawa ke kuil tempat mereka mengabdi, hasil sedeqah tersebut mereka kumpulkan kemudian mereka (para bhiksu) makan bersama-sama. Terlihat kehidupan mereka sangat damai dan tenteram. Tahun lalu ketika seorang keluarga raja Bumiphol (raja Thailand) wafat, maka pada saat hari Pemakaman pada saat itu, dijamulah para bhiksu ini oleh kerajaan keluarga raja Bumiphol. Terlihat para bhiksu duduk berjejer diatas meja dengan bersila, setiap seorang bhiksu dilayani oleh pejabat tinggi kerajaan Thailand, seorang bhiksu dilayani oleh pejabat setingkat menteri. Para pejabat-pejabat tersebut tidak ikut makan tapi benar-benar mereka sebagai pelayan, mulai dari menghidangkan makanan hingga selesai bhiksu makan mereka layani, bhiksu duduk diatas meja yang lebih tinggi sementara pejabat tinggi tadi duduk berhadapan dikursi didepan meja. Demikianlah dengan sabarnya pejabat-pejabat tadi memberikan sedeqah makan pada acara pemakaman keluarga raja Bumiphol. Begitulah kehidupan para bhiksu di Thailand mereka hidup dari sedeqah orang lain sebagai sumber penghidupan mereka sehari-hari. Setiap pagi para bhiksu tersebut dengan memakai jubah warna bata mereka dengan sabarnya membawa gentongnya untuk menerima sedeqah orang untuk dibawa ke kuil dan dimakan secara bersama-sama. Doeloe, sewaktu penulis masih dikampung kelahiran, seorang Mu'alim yang selalu menjadi Imam disurau kami, beliau itu juga tidak mempunyai gaji yang tetap, tapi sumber kehidupan beliau adalah dari sedeqah orang, saya melihat bahwa Mu'alim tersebut hidupnya sangat damai dan tenteram. Sekarang baru tahulah saya bahwa kehidupan dari sedeqah orang adalah hidup yang sungguh mulia. Allah yarham HAMKA, yang memperkenalkan kehidupan rukun ber-agama, ketika beliau menjadi ketua MUI, (menurut sumber yang sangat terpercaya) beliau juga tidak mau menerima gaji dari pemerintah, karena duit itu tidak tahu bersumber dari mana, apakah halal atau haram. Maka kehidupan buya Hamka adalah juga dari sedeqah alias sumbangan rekan-rekan beliau. Tapi walau hidup dari sedeqah adalah sangat damai dan tenteram, tapi penulis sendiri belum mampu untuk hijrah ke-kehidupan yang berdasarkan sedeqah orang, karena hingga pada saat menulis email tersebut, penulis masih menjadi kuli untuk bisa menyambung kehidupan ini, salam cool selalu. Alkhori M Alkhor Community Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
