Suhu Alkhori,

 

Assalamualaikum, saya nampaknya agak kurang mengerti maksud ungkapan suhu
dibawah ini:

 

"Sekarang baru tahulah saya bahwa kehidupan dari sedeqah orang adalah hidup
yang sungguh mulia."

 

Bukankah menerima sedekah itu berarti kita menengadahkan tangan.? Sedangkan
ada nasihat (hadist.?) yang mengatakan  " Tangan diatas (memberi) lebih baik
dari tangan dibawah (meminta) ".

Bisakah suhu sedikit memberi pencerahan apa maksud " kehidupan dari sedeqah
orang adalah hidup yang sungguh mulia."

 

Wassalam

Hamami

 

  _____  

From: Alkhori M [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, June 03, 2009 12:03 AM
To: [email protected]
Subject: [***SPAM*** Score/Req: 06.90/05.00] [Is-lam] Tenteramnya Kehidupan
Yang Berasal dari Sedeqah Orang

 

TENTERAMNYA KEHIDUPAN YANG BERASAL DARI SEDEQAH ORANG

 

Jika kita lihat kehidupan para bhiksu di Thailand, mereka para bhiksu ini
dengan bowl-nya mulai dari pagi sudah keluar untuk menerima sedeqah yang
diberikan donator dengan ikhlas dan hormat untuk kemudian dibawa ke kuil
tempat mereka mengabdi, hasil sedeqah tersebut mereka kumpulkan kemudian
mereka (para bhiksu) makan bersama-sama. Terlihat kehidupan mereka sangat
damai dan tenteram.

 

Tahun lalu ketika seorang keluarga raja Bumiphol (raja Thailand) wafat, maka
pada saat hari Pemakaman pada saat itu, dijamulah para bhiksu ini oleh
kerajaan keluarga raja Bumiphol. Terlihat para bhiksu duduk berjejer diatas
meja dengan bersila, setiap seorang bhiksu dilayani oleh pejabat tinggi
kerajaan Thailand, seorang bhiksu dilayani oleh pejabat setingkat menteri.
Para pejabat-pejabat tersebut tidak ikut makan tapi benar-benar mereka
sebagai pelayan, mulai dari menghidangkan makanan hingga selesai bhiksu
makan mereka layani, bhiksu duduk diatas meja yang lebih tinggi sementara
pejabat tinggi tadi duduk berhadapan dikursi didepan meja. Demikianlah
dengan sabarnya pejabat-pejabat tadi memberikan sedeqah makan pada acara
pemakaman keluarga raja Bumiphol. Begitulah kehidupan para bhiksu di
Thailand mereka hidup dari sedeqah orang lain sebagai sumber penghidupan
mereka sehari-hari. Setiap pagi para bhiksu tersebut dengan memakai jubah
warna bata mereka dengan sabarnya membawa gentongnya untuk menerima sedeqah
orang untuk dibawa ke kuil dan dimakan secara bersama-sama.

 

Doeloe, sewaktu penulis masih dikampung kelahiran, seorang Mu'alim yang
selalu menjadi Imam disurau kami, beliau itu juga tidak mempunyai gaji yang
tetap, tapi sumber kehidupan beliau adalah dari sedeqah orang, saya melihat
bahwa Mu'alim tersebut hidupnya sangat damai dan tenteram. Sekarang baru
tahulah saya bahwa kehidupan dari sedeqah orang adalah hidup yang sungguh
mulia.

 

Allah yarham HAMKA, yang memperkenalkan kehidupan rukun ber-agama, ketika
beliau menjadi ketua MUI, (menurut sumber yang sangat terpercaya) beliau
juga tidak mau menerima gaji dari pemerintah, karena duit itu tidak tahu
bersumber dari mana, apakah halal atau haram. Maka kehidupan buya Hamka
adalah juga dari sedeqah alias sumbangan rekan-rekan beliau.

 

Tapi walau hidup dari sedeqah adalah sangat damai dan tenteram, tapi penulis
sendiri belum mampu untuk hijrah ke-kehidupan yang berdasarkan sedeqah
orang, karena hingga pada saat menulis email tersebut, penulis masih menjadi
kuli untuk bisa menyambung kehidupan ini, salam cool selalu. 

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 



__________ NOD32 4117 (20090530) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke