iya mas, mirip seperti ketika disodorkan dihadapan kita stimulus
situasi orang yg sakit ataupun situasi orang-orang teraniaya dan tak
berdaya.
Sebagian orang mengatakan dalam situasi seperti itu wajah Allah tampak
nyata dan bagi seorang mukmin yg mampu memandangNYA maka ia akan
menyambut tegur-sapaNYA dan merespon dengan penuh takzim. Bukan rasa
iba yang muncul karena Allah tidak membutuhkan peng-iba-annya, justru
yang tiba-tiba tersematkan adalah rasa sakit sebagaimana yg dirasakan
oleh orang-orang yg teraniaya tersebut. Jika si mukmin dibekali sebuah
daya maka tentu saja respon yg muncul adalah respon adaptif, solve the
problem. Seperti itulah universalitas hati seorang mukmin, dia bisa
merasakan apa-apa yg terjadi disekitarnya tanpa terbatasi oleh dimensi
ruang dan waktu. Apa yg dilihat semata hanya WajahNYA.

:)
salam hangat

2009/6/3 Bango Samparan <[email protected]>:
> Peminta, rasa-rasanya, dibangkitkan dalam keadaan tanpa wajah ya?
> Kalau Abu Hanifah lain, hidup dari menjadi pedagang. Nah, para
> murid-muridnya yang tidak mampu, sekolah di tempatnya dengan gratis-tis,
> bahkan segala kebutuhannya dipenuhi.
> Salam hangat
> B. Samparan
>
> --- On Wed, 6/3/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:
>
> From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] Tenteramnya Kehidupan Yang Berasal dari Sedeqah Orang
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, June 3, 2009, 1:00 AM
>
> Kog sepertinya ada yang kurang klop nih....
>
> - Tangan menutup itu lebih baik daripada tangan tengadah.
> - Mencari nafkah yg baik dan halal adalah sebuah kewajiban.
> - Tujuan dari manusia bekerja salah satunya adalah berusaha untuk
> mendapatkan nafkah melalui interaksi sosial positif, yg saling
> menguntungkan dari sudut duniawi maupun ukhrawi.
> - Setiap manusia sudah dibekali segala perangkat dan kemampuan utk
> menghadapi tantangan hidupnya masing2.
> - Sudah menjadi kewajiban bagi si kaya utk membantu si miskin, harta
> ataupun ilmu.
>
>
> - Nah sekarang akan didudukkan diposisi mana keadaan manusia yg
> mendedikasikan dirinya sebagai penengadah tangan?
> Adakah anjuran : ¨meminta-mintalah sedekah kepada orang-orang yang
> berkewajiban memberikan sedekah¨ ?
>
> monggo mas.... ane rada binun..... :)
>
> :)
> salam hangat
>
> 2009/6/3 Alkhori M <[email protected]>:
>> TENTERAMNYA KEHIDUPAN YANG BERASAL DARI SEDEQAH ORANG
>>
>>
>>
>> Jika kita lihat kehidupan para bhiksu di Thailand, mereka para bhiksu ini
>> dengan bowl-nya mulai dari pagi sudah keluar untuk menerima sedeqah yang
>> diberikan donator dengan ikhlas dan hormat untuk kemudian dibawa ke kuil
>> tempat mereka mengabdi, hasil sedeqah tersebut mereka kumpulkan kemudian
>> mereka (para bhiksu) makan bersama-sama. Terlihat kehidupan mereka sangat
>> damai dan tenteram.
>>
>>
>>
>> Tahun lalu ketika seorang keluarga raja Bumiphol (raja Thailand) wafat,
>> maka
>> pada saat hari Pemakaman pada saat itu, dijamulah para bhiksu ini oleh
>> kerajaan keluarga raja Bumiphol. Terlihat para bhiksu duduk berjejer
>> diatas
>> meja dengan bersila, setiap seorang bhiksu dilayani oleh pejabat tinggi
>> kerajaan Thailand, seorang bhiksu dilayani oleh pejabat setingkat menteri.
>> Para pejabat-pejabat tersebut tidak ikut makan tapi benar-benar mereka
>> sebagai pelayan, mulai dari menghidangkan makanan hingga selesai bhiksu
>> makan mereka layani, bhiksu duduk diatas meja yang lebih tinggi sementara
>> pejabat tinggi tadi duduk berhadapan dikursi didepan meja. Demikianlah
>> dengan sabarnya pejabat-pejabat tadi memberikan sedeqah makan pada acara
>> pemakaman keluarga raja Bumiphol. Begitulah kehidupan para bhiksu di
>> Thailand mereka hidup dari sedeqah orang lain sebagai sumber penghidupan
>> mereka sehari-hari. Setiap pagi para bhiksu tersebut dengan memakai jubah
>> warna bata mereka dengan sabarnya membawa gentongnya untuk menerima
>> sedeqah
>> orang untuk dibawa ke kuil dan dimakan secara bersama-sama.
>>
>>
>>
>> Doeloe, sewaktu penulis masih dikampung kelahiran, seorang Mu’alim yang
>> selalu menjadi Imam disurau kami, beliau itu juga tidak mempunyai gaji
>> yang
>> tetap, tapi sumber kehidupan beliau adalah dari sedeqah orang, saya
>> melihat
>> bahwa Mu’alim tersebut hidupnya sangat damai dan tenteram. Sekarang baru
>> tahulah saya bahwa kehidupan dari sedeqah orang adalah hidup yang sungguh
>> mulia.
>>
>>
>>
>> Allah yarham HAMKA, yang memperkenalkan kehidupan rukun ber-agama, ketika
>> beliau menjadi ketua MUI, (menurut sumber yang sangat terpercaya) beliau
>> juga tidak mau menerima gaji dari pemerintah, karena duit itu tidak tahu
>> bersumber dari mana, apakah halal atau haram. Maka kehidupan buya Hamka
>> adalah juga dari sedeqah alias sumbangan rekan-rekan beliau.
>>
>>
>>
>> Tapi walau hidup dari sedeqah adalah sangat damai dan tenteram, tapi
>> penulis
>> sendiri belum mampu untuk hijrah ke-kehidupan yang berdasarkan sedeqah
>> orang, karena hingga pada saat menulis email tersebut, penulis masih
>> menjadi
>> kuli untuk bisa menyambung kehidupan ini, salam cool selalu.
>>
>>
>>
>> Alkhori M
>>
>> Alkhor Community
>>
>> Qatar
>>
>>
>>
>> _______________________________________________
>> Is-lam mailing list
>> [email protected]
>> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>>
>>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke