Kejadian itu terjadi antara 2004-2008.
Ada 11,5 juta rakyat Indonesia yang busung lapar.

Yang saya lakukan cuma bisa menulis:
http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/06/obat-diare-dan-buang-buang-air-besar-mencret/

Selama kekayaan alam dan pasar Indonesia diserahkan kepada asing, maka 
mayoritas rakyat Indonesia akan hidup melarat. Yang senang paling hanya 
segelintir penguasa dgn kroninya.

Jika ini terus memburuk 5 tahun ke depan, minimal saya tidak turut menanggung 
dosa karena memilih pemimpin yang lebih mementingkan orang asing/kafir 
ketimbang rakyatnya....


===

Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

http://media-islam.or.id

--- Pada Kam, 9/7/09, saidi <[email protected]> menulis:

Dari: saidi <[email protected]>
Judul: [Is-lam] Fw: PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
Kepada: "[is-lam]" <[email protected]>
Tanggal: Kamis, 9 Juli, 2009, 1:35 AM



 
#yiv1249930543 DIV {
MARGIN:0px;}


        

----- 
Original Message ----- 
From: regina 
 













  
  
    
      

        
        
        
        
          
          
            

Dari milis 
              tetangga...semoga ini jadi pembelajaran buat 
              kita.


              
                
                
                
                
                
                PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR 
                ANAKNYA
                Salemba, Warta Kota
                
PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus 
                menggendong
mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil 
                jenazah. Penumpang kereta
rel listrik (KRL) jurusan Jakarta - 
                Bogor pun geger Minggu (5/6).
Sebab, mereka tahu bahwa 
                seorang pemulung bernama Supriono (38 thn)
tengah menggendong 
                mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan
memakamkan si 
                kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan 
                jasa
KRL.
                Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, 
                lantas
dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak 
                adalah korban
kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono 
                mengatakan si anak tewas
karena penyakit muntaber. Polisi 
                belum langsung percaya dan memaksa
Supriono membawa jenazah 
                itu ke RSCM untuk diautopsi.
                Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat 
                hari
terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk 
                berobat ke
Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali 
                bawa Khaerunisa ke
puskesmas, saya tidak punya uang untuk 
                membawanya lagi ke puskesmas,
meski biaya hanya Rp 4.000,- 
                saya hanya pemulung kardus, gelas dan
botol plastik yang 
                penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari,” ujar
bapak 2 anak 
                yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di
Cikini 
                itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh 
                dengan
sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih 
                mengikuti ayah dan
kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk 
                memulung kardus di Manggarai
hingga Salemba, meski hanya 
                terbaring digerobak ayahnya.
                Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya 
                Khaerunisa
menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) 
                pukul 07.00.
Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan 
                terbaring di dalam
gerobak yang kotor itu, di sela-sela 
                kardus yang bau. Tak ada
siapa-siapa, kecuali sang bapak dan 
                kakaknya. Supriono dan Muriski
termangu. Uang di saku tinggal 
                Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain
kafan untuk membungkus 
                mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai
harus menyewa 
                ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak.
Supriono 
                mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan 
                mayat
itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono 
                berniat
menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, 
                Bogor.. Ia berharap
di sana mendapatkan bantuan dari sesama 
                pemulung.
                Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di 
                Stasiun Tebet.
Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang 
                kemudian dipakai membungkus
jenazah si kecil. Kepala mayat 
                anak yang dicinta itu dibiarkan
terbuka, biar orang tak tahu 
                kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang
Khalik. Dengan 
                menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, 
                Supriono
menggendong Khaerunisa menuju stasiun.
                Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang 
                pedagang
menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu 
                dijelaskan oleh
Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan 
                akan dibawa ke Bogor
spontan penumpang KRL yang mendengar 
                penjelasan Supriono langsung
berkerumun dan Supriono langsung 
                dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi
menyuruh agar Supriono 
                membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang
ambulans hitam.
                Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera 
                dimakamkan.
Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika 
                menantikan surat
permintaan pulang dari RSCM. Sambil 
                memandangi mayat Khaerunisa yang
terbujur kaku.
                Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau 
                adiknya
telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali 
                memegang tubuh
adiknya.
                Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat 
                tersebut,
lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa 
                ambulans, Supriono
harus berjalan kaki menggendong mayat 
                Khaerunisa dengan kain sarung
sambil menggandeng tangan 
                Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan
uang sekadarnya 
                untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di
RSCM juga 
                memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan
Muriski 
                di perjalanan.
                Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan 
                mengaku
benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat 
                tragis tersebut
karena masyarakat dan aparat pemerintah saat 
                ini sudah tidak lagi
perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu 
                adalah dosa masyarakat yang
seharusnya kita bertanggung jawab 
                untuk mengurus jenazah Khaerunisa.
Jangan bilang keluarga 
                Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan
tempat 
                tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk 
                bangsa
Indonesia,” ujarnya.
                Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz, 
                mengatakan peristiwa
itu seharusnya tidak terjadi jika 
                pemerintah memberikan pelayanan
kesehatan bagi orang yang 
                tidak mampu. Yang terjadi selama ini,
pemerintah hanya 
                memerangi kemiskinan, tidak mengurusi orang miskin
kata 
                Wardah.
                 

        
        Get your preferred Email name! 
Now 
        you can @ymail.com and @rocketmail. com. 
        

__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply 
(via web post) | Start a new topic 
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar 

 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 

Change settings via email: Switch 
delivery to Daily Digest | Switch 
format to Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! 
Groups Terms of Use | Unsubscribe 




Recent 
Activity

  
   20
  New MembersVisit Your Group 



Give Back
Yahoo! for Good
Get inspired
by a good cause.

Y! Toolbar
Get it Free!
easy 1-click access
to your groups.

Yahoo! Groups
Start a group
in 3 easy steps.
Connect with 
others.
. 

__,_._,___














Selalu bersama teman-teman di Yahoo! 
Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda 
sekarang!


Bersenang-senang 
di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau 
jaringan sosial Anda sekarang! 
-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger. Sekarang bisa 
dengan Yahoo! Messenger baru. http://id.messenger.yahoo.com
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke