sampeyan kirim ke facebook SBY funs club aja mas... :)

2009/7/9 saidi <[email protected]>:
> wah kurang tau ya pak, hehehe... saya dapatnya kemarin......
> Jika memang perkiraan mas Hamami benar, anggap aja saya hanya refresh aja,
> mumpung lagi iklim PILPRES, biar nanti Presiden terpilih lebih PEDULI lagi.
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: hamami
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, July 09, 2009 3:17 PM
> Subject: Re: [Is-lam] Fw: PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
>
> Bukankah ini peristiwa yang terjadi +/- 2 atau 3 tahun lalu, pak….?
>
>
>
> ________________________________
>
> From: saidi [mailto:[email protected]]
> Sent: Thursday, July 09, 2009 3:36 PM
> To: [is-lam]
> Subject: [Is-lam] Fw: PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
>
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
>
> From: regina
>
>
>
>
>
>
>
>
> Dari milis tetangga...semoga ini jadi pembelajaran buat kita.
>
> PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
>
> Salemba, Warta Kota
>
> PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong
> mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta
> rel listrik (KRL) jurusan Jakarta - Bogor pun geger Minggu (5/6).
> Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn)
> tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan
> memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa
> KRL.
>
> Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas
> dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban
> kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas
> karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa
> Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.
>
> Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari
> terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke
> Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke
> puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas,
> meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan
> botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari,” ujar
> bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di
> Cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan
> sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan
> kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai
> hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.
>
> Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa
> menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00.
> Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam
> gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada
> siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski
> termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain
> kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai
> harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak.
> Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat
> itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat
> menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap
> di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.
>
> Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet.
> Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus
> jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan
> terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang
> Khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono
> menggendong Khaerunisa menuju stasiun.
>
> Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang
> menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh
> Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor
> spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung
> berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi
> menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang
> ambulans hitam.
>
> Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan.
> Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat
> permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang
> terbujur kaku.
>
> Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya
> telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh
> adiknya.
>
> Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut,
> lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono
> harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung
> sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan
> uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di
> RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan
> Muriski di perjalanan.
>
> Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku
> benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut
> karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi
> perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang
> seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa.
> Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan
> tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa
> Indonesia,” ujarnya.
>
> Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz, mengatakan peristiwa
> itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memberikan pelayanan
> kesehatan bagi orang yang tidak mampu. Yang terjadi selama ini,
> pemerintah hanya memerangi kemiskinan, tidak mengurusi orang miskin
> kata Wardah.
>
>
>
>
>
> ________________________________
>
> Get your preferred Email name!
> Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
>
>
>
> __._,_.___
>
> Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
>
> Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
>
> Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
> Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format
> to Traditional
> Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
>
> Recent Activity
>
> ·                      20
>
> New Members
>
> Visit Your Group
>
> Give Back
>
> Yahoo! for Good
>
> Get inspired
>
> by a good cause.
>
> Y! Toolbar
>
> Get it Free!
>
> easy 1-click access
>
> to your groups.
>
> Yahoo! Groups
>
> Start a group
>
> in 3 easy steps.
>
> Connect with others.
>
> .
>
> __,_._,___
>
>
>
> ________________________________
>
> Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
> Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
>
>
>
> ________________________________
>
> Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
> Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
>
> __________ NOD32 4117 (20090530) Information __________
>
> This message was checked by NOD32 antivirus system.
> http://www.eset.com
>
> ________________________________
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke