Aslm.Kang Dewa, apa yang panjenengan sepertinya hampir menimpa semua pasien di
RS Pemerintah. Jadi bertanya-tanya, memang kalau RS Pemerintah layanannya harus
begitu yah?
Ini saya baru saja pulang dari RS dengan penuh kekecewaan. Januari lalu saya
pernah dapat rujukan dari RS Banyumas yang konon terbaik di Barlingmascakeb
(Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen). Diagnosa anak
sulung saya yang baru 2 tahun 9 bulan itu masih belum jelas, antara hiperaktif
dan gangguan pendengaran, gejalanya anak belum bisa ngomong dan aktif sekali.
Untuk lebih jelasnya, dokter THT membuat rujukan agar anak saya di tes BERRA di
RS Sarjito Yogyakarta. Tapi berhubung saat itu kami belum punya dana cukup
untuk pergi ke Jogja, barulah pada pertengahan Juli ini saya kembali ke RS
Banyumas untuk memperpanjang rujukan. Salah saya juga kenapa ASKES anak sampai
'ketingsut' entah kemana. Tapi karena sudah telanjur ijin nggak masuk
kerja,saya nekad membawa anak ke RS Banyumas yang perjalanannya hampir 2 jam
(plus ngetemnya) dari rumah saya dengan kendaraan umum. Saya pede saja karena
saya punya rujukan dokter keluarga dan rujukan
dari dokter THT untuk ke Sarjito yang urung saya gunakan. Toh didalamnya ada
no induk ASKES anak saya, kalo komputerize kan tetap bisa dicari.Tapi
perjalanan kami dengan anak ke RS Banyumas selama hampir 2 jam dengan bis yang
panas dan sesak sia-sia. Petugas ASKES tetap minta bukti askes asli, alasannya
kalau tanpa itu komputernya tidak bisa. Saya jadi bingung, kan yang di-input
cuma kodenya, no induknya, bukan kartunya!Kalau saya melihat Alfamart (mungkin
memang sedikit berbeda) juga menggunakan komputerize, kalau saya nggak bawa
kartu aku, saya cukup menyebutkan no kartunya saja beres. Aneh aja, lalu apa
gnanya komputerize yang serba online, kalau ternyata ngurus perpanjangan
rujukan berbelit-belit, padahal jelas-jelas nggak mungkin saya nipu ngaku-ngaku
punya askes, buktinya dokter setempat dulu pernah mengeluarkan rujukan. Ah
entahlah, padahal kepentingan saya cuma memperpanjang rujukan untuk periksa di
Jogja. Mungkin saya yang salah karena teledor
kartu bisa hilang. Hehehe....yang saya harap, anak saya bisa sembuh dan normal
seperti anak-anak pada umumnya.Wassalam.Echy Pamungkas
--- Pada Kam, 23/7/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> menulis:
Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]>
Judul: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 08.70/05.00] Re: Fw: Orang Miskin
Dilarang Sakit
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 23 Juli, 2009, 2:04 AM
Syukron atas semua saran serta nasihat dari Mas Echy, Mas Fahru, Mas
Mawan, Mas Saidi, Mas Syarif, Om Wong, Mas Nizami, Mas Bango, dan
rekan2 lainnya yg tak bisa diabsen atu2. Apa yg telah sohiebz2
sarankan itu pun sudah saya sampaikan ke bininda. Saya baru bisa
meninggalkan istri jam 23.30, dari pagi jam 8.00 nunggu di RSUP utk
pesan kamar dan ternyata penuh semua; dan sudah saya coba siang tadi
konfirmasi ke RSUP lain dan ternyata juga penuh, no room. Rupanya DBD
memang lagi panen raya... dan akibatnya jam 21.00 baru dapat kamar dan
itupun di kelas 3... :)) Diajak ke RS swasta blio gak mau, ya
sudah.... sempat kepikir mungkin istri memang lagi pengen merasakan
layanan jamsostek, ya wis terserah saja. Terbukti selama hampir 10 jam
ngendon di UGD katanya kaki kedinginan tanpa ada jasa penyewaan
selimut, kepala tambah nut-nut an dan suara lumayan berisik dari
pasien2 yg keluar-masuk. Saya juga ngerasa diusir-usir meskipun pake
cara halus (dimana-mana UGD memang bukan tempat utk mojok). Sistem
informasi di RS katanya sudah computerized, tapi utk memprediksi kamar
kosong kog masih njlimet gak karuan... kayaknya kog seperti di
"manual-manual" kan, padahal kasus2 DBD sudah ratusan bahkan ribuan
ditangani RSUP. Mungkin utk sementara ilmu statistik mendadak menjadi
"not applicable" utk urusan booking kamar. Yang saya butuhkan
sebetulnya hanya "ada" atau "tidak ada" utk 3-4 jam kedepan? tetapi
justru jawaban bag registrasi terdengar rada nyleneh dan nggantung :
"tidak bisa diperkirakan pak, ya sabar saja mudah-mudahan ada... bapak
cek lagi saja setiap setengah jam !...@#$%".... weeeitsss 'n zzziiii
ternyata 10 jam kemudian baru ada... :))) Sebetulnya kalau dilihat
dari segi keramahan mereka (front desk) dapatlah dikatakan cukup baik
dalam memberikan layanan sbg customer service, namun mungkin sistem yg
dibangun oleh RS itulah yg seringkali membuat mereka juga tdk bisa
berbuat banyak. Seharian dari pagi sampe malam sepertinya saya disuruh
senam kesabaran. Yo wis dah nasib... yg penting ane gak ikutan
kebawa-bawa ambruk, ntar malah repot kalo gak ada yg nganter anak2
brangkat sekolah.
Sebetulnya ada beberapa kejanggalan kecil yg saya temui hari ini
terkait dengan layanan thd kelompok jamsostek-mania, tetapi blom bisa
saya ungkap sebelum perawatan atas istri saya ini tuntas. Bener apa
kata Om Wong, tadi sebelum saya pulang, sempat juga ambil juice bening
sebanyak 600 cc (6 kantong) ke depo farmasi... :))
:)
Salam Hangat
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru
sekarang! http://id.messenger.yahoo.com_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam