FENOMENA PERAWAN TUA
Oleh Ustazah Khadijah Aam Suatu penyakit sosial yang sedang menyusahkan sebagian besar masyarakat hari ini adalah masalah perawan tua. Apapun penyebab terjadinya masalah ini, namun hakekatnya ia sudah wujud dan telah menjadi realitas yang menyayat hati. Membiarkannya begitu saja tanpa berusaha menyelesaikannya seperti membiarkan orang sakit tanpa diobati. Ini adalah satu kekejaman. Kita jarang menemukan laki-laki yang belum menikah ketika umurnya telah mencapai 30 tahun lebih. Tapi sering kita jumpa perempuan yang belum menikah walaupun sudah berumur lebih dari 30 tahun. Sedangkan keinginan menikah adalah satu kehendak fitrah yang murni yang kalau tidak dipenuhi, manusia akan mengalami satu tekanan dan kekosongan jiwa yang berterusan. Pikiran akan terganggu. Malu pada ejekan masyarakat akan menyempitkan dada. Rasa sunyi dan kara kekosongan sering melanda. Hari tuanya dilihat begitu kosong dan amat menyusahkan. Bagaimana rasanya jika Anda yang mengalaminya. Salah satu tanda akhir zaman adalah jumlah perempuan lebih banyak dari laki-laki. Ini disebut dalam hadist. Dan itulah yang sedang terjadi kini. Di seluruh dunia keadaan inilah yang terjadi dan akan terjadi terus. Bahkan akan lebih kronis dari waktu ke waktu. Dunia modern yang penuh dengan kaum intelektual ini seharusnya sudah memikirkan apakah langkah-langkah praktis untuk mengatasi ketidakseimbangan jumlah perempuan dengan laki-laki. Supaya semua perempuan terbela dan bahagia karena dapat mempunyai suami dan anak-anak. Siapa saja yang mempunyai sifat kemanusiaan yang tulen, pasti akan simpati dengan perawan tua. Sebab walaupun ia nampaknya tidak hilang pertimbangan dan tidak melakukan maksiat, tapi hatinya menderita. Batinnya menjerit juga. Sekalipun ia wanita yang sabar, namun harapan atau desakan untuk menikah akan sering mengganggunya. Siapa mau susah? Tentu tidak ada. Oleh karena itu mencari jalan untuk menyelesaikan masalah ini telah menjadi kewajiban kita semua. Wanita Barat sudah memilih kehidupan liar sebagai cara untuk mengisi kehendak biologisnya. Mereka menjual tubuh dengan murah kepada sembarang laki-laki. Mereka tidak memikirkan untuk menikah, sebab institusi pernikahan dan rumah tangga sudah tidak perlu bagi mereka. Mereka boleh mencintai sepuluh laki-laki dalam satu waktu dan melakukan hubungan dengan laki-laki mana saja atau suami siapa saja yang mereka sukai. Suami cuma pinjaman, boleh ada boleh tidak. Boleh datang dan pergi. Boleh tidak ada keluarga. Karena tidak ada undang-undang yang melarang berbuat seperti itu. Itulah cara hidup Barat dan mereka merasa bahagia seperti itu. Sanggupkah kita seperti itu? Sanggupkah kita membiarkan saudara seagama jadi seperti itu? Percayalah tidak ada kebahagiaan dalam melanggar perintah Tuhan. Tidak ada ketenteraman dengan melakukan kemungkaran. Sejahat apapun wanita Islam, namun keinginan berumah tangga tetap ada. Ingin mempunyai suami yang sah, yang diakui oleh masyarakat serta mempunyai anak-anak secara halal dan suci. Apakah jalan keluar yang sebaik-baiknya untuk masalah ini? Saya tidak melihat cara lain yang lebih baik dibanding poligami. Walaupun pahit untuk diakui oleh sebagian pihak, namun hanya itulah caranya untuk menghiburkan duka lara sebagian kaum wanita. Meski pahit, namun tidak sepahit menjadi perawan tua sepanjang waktu. Dan tidaklah segelap kehidupan perempuan jalanan, yang suaminya hanyalah pinjaman, dapat datang kemudian hilang. Pahitnya poligami adalah pergiliran ujian dan nikmat. Suami meninggalkan merasa rindu, nanti pulang bersama kasih sayang. Sejahat-jahatnya suami, masih juga memikirkan tanggungjawab pada rumah tangga dan anak-anak. Tidaklah sampai tidak tahu ke mana hendak mengadu. Bertengkar ada, berbaik-baik juga ada. Bila tua ketahuan juga rumah tangga dan anak cucunya. Ada masa depan seperti orang lain. Sementara kehidupan perawan tua atau perempuan yang melacurkan diri itu nasibnya gelap pekat. Jauh lebih parah dan lebih malang daripada wanita yang berpoligami. Laki-laki yang menggunakan pelacur bukan orang yang mau bertanggungjawab atas dirinya dan anaknya. Laki-laki yang tidak bertanggungjawab itu cuma mau menghibur hatinya sesaat. Setelah itu wanita itu akan ditinggalkannya tanpa ada rasa simpati atau tidak ada ikatan apa-apa. Sebab itu, perawan tua, apalagi yang menjual diri, tidak tahu kemana pergantungan hidup mau ditujukan. Sedangkan wanita poligami tahu siapa laki-laki yang diminta pertanggungjawaban hidupnya dan anaknya, yaitu suaminya. Saya paham tentang adanya perawan tua yang rela tidak menikah daripada merampas suami orang. Baguslah kalau begitu, asalkan jangan alim kucing saja. Sebab dalam sejarah cuma ada seorang yang bahagia tanpa menikah dengan menolak pinangan Imam Hasan Al Basri. Ia adalah Rabiatul Adawiyah. Cintanya pada Allah menakutkannya untuk menikah. Takut kalau-kalau terganggu urusannya dengan "kekasihnya" itu. Cintanya pada Allah telah membunuh nafsunya pada laki-laki. Sehingga dengan tidak menikah itu sedikitpun tidak menyusahkannya. Tapi wanita lain yang hubungannya dengan Allah agak lemah, bila tidak menikah akan menimbulkan bermacam-macam masalah. Dia akan lebih selamat bila berpoligami daripada tidak menikah sama sekali. Pejuang-pejuang perempuan yang selalu meluangkan hasrat ingin membela nasib perempuan, seharusnya yang paling depan dalam memperjuangkan langkah ini. Buktikan bahwa kita rela berkorban untuk perjuangan menegakkan keadilan untuk semua. Dan kita sendiri tidak dapat atau tidak sanggup, itu artinya perjuangan kita bermotif untuk mencari kepentingan diri. Kalau begitu untuk apa kita meminta orang lain mengikuti jejak kita? Sebab perjuangan yang hak itu faedahnya untuk semua, bukan untuk sekelompok orang saja. Relakah pejuang kebebasan wanita (women's liberation) memberi peluang suami mereka berpoligami untuk membela nasib perawan tua. -----Original Message----- From: Dewa Gede Permana [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, July 28, 2009 12:00 AM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Ada apa dengan POLGAM...? Makasih nih mas Hamami dah coba menertibkan topik, kalau diteliti kembali dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita jumpai istilah "keadilan" atau "adil" itu dipergunakan dalam banyak hal, pun dengan berbagai penafsiran juga tentunya. Dan anehnya tidak jarang pula atas nama "keadilan" ini justru malah membawa mendekat kepada perbuatan aniaya. Polgam adalah salah satu contoh kasus dari ejawantah perilaku adil seperti yg sdh disitir oleh Mas Bango, sedangkan keadilan itu sendiri nurut saya sebetulnya adalah konsep universal dan akan selalu menuntut pemberlakuannya pada seluruh aspek kehidupan, tidak hanya masalah polgam saja tetapi juga pada masalah2 misalnya kepemimpinan, pergaulan sesama, dunia pekerjaan, personal manajemen, dll. Dulu pernah saya coba tanyakan ke beberapa kawan mengenai konsep "adil" menurut mereka dan tentu saja jawaban yg muncul bisa bermacam-macam tergantung dari sisi mana mereka melihat. Ada yg bilang adil itu "sama dan sebanding", ada yg bilang adil itu "sesuai takaran", ada juga yg bilang adil itu "sesuai hukum / aturan yang berlaku", ada juga yg bilang adil itu "tidak mengakibatkan kerugian pada pihak manapun", dst.. dst. Sampai disini kemudian ada kesimpulan kecil sementara yg bisa saya tarik, jangankan berbuat adil, mendefinisikan adil saja sudah rumit !? sehingga bisa saja terjadi "adil menurut si A belum tentu adil menurut si B, dan adil menurut si B belum tentu adil menurut si A.... lantas timbul pertanyaan : bagaimanakah cara mudah untuk menjembatani makna konsep "adil" ini agar tidak terperosok menjadi sebagai "tidak adil" atau "mendekati perbuatan aniaya" definisi ? Monggo semuanya yg ada uneg-uneg.... saya coba menampung aja.. :) :) salam hangat 2009/7/27 hamami <[email protected]>: > > Saya cuma ganti subjectnya, biar agak pas dengan isinya. > > -----Original Message----- > From: Bango Samparan [mailto:[email protected]] > Sent: Monday, July 27, 2009 10:23 AM > To: [email protected] > Subject: [***SPAM*** Score/Req: 07.50/05.00] Re: [Is-lam] [***SPAM*** > Score/Req: 09.80/05.00] Layanan RS Pemerintah memang harus begitu yah? > > > Coba kita lihat teks-teks-nya kang, sekalian uji coba Zekr for mac nih. > > ??? > ?????? ???????? ?????? ?????????? ??? ???????????? ??????????? ??? ????? > ?????? ???? ?????????? ???????? ????????? ????????? ? ?????? ???????? ?????? > ?????????? ??????????? ???? ??? ???????? ????????????? ? ??????? ???????? > ?????? ????????? [?:?] > Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) > perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah > wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika > kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, > atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat > kepada tidak berbuat aniaya. > > Menarik ya kang. Kalau takut tidak bisa adil sama anak yatim, diperintahkan > untuk menikahi wanita biasa. Dua, tiga, atau empat. Kalau takut tidak bisa > berlaku adil, nah nikahi satu orang saja. > > Bhwee, lha situ termasuk yang takut enggak, kalau enggak ya silahkan maju > tak gentar, mencari lebih dari satu. Islam tuh memang hebat tho, memberi > kesempatan bagi yang punya kapasitas untuk berkinerja lebih =)) > > > ?????? ????????????? ???? ?????????? ?????? ?????????? ?????? ?????????? ? > ????? ????????? ????? ????????? ???????????? ???????????????? ? ?????? > ?????????? ??????????? ??????? ??????? ????? ???????? ???????? [?:???] > Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara > isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu > janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu > biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan > memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun > lagi Maha Penyayang. > > Walah, ayat ini bukan menghakimi ketidakmampuan manusia untuk Adil secara > mutlak, body and soul, tetapi malah memberi rukhsoh (keringanan), yang > penting secara lahiriah tidak condong pada yang kamu cintai dan > menterlantarkan yang lain. > > Nah jadi kalau IMHO, semuanya kembalinya pada dialog antar yang sedang > melakukan. Akhirnya, biasanya kan "nobody perfect but it's okay". Bukan > begitu kakang Dewa? > > Salam hangat > B. Samparan > > > --- On Mon, 7/27/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: > >> From: Dewa Gede Permana <[email protected]> >> Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 09.80/05.00] Layanan RS > Pemerintah memang harus begitu yah? >> To: [email protected] >> Date: Monday, July 27, 2009, 8:35 AM >> memang bener je.... :)) >> Satu aja blom tentu terawat, apalagi banyak. >> Ini katanya terkait dengan konsep ADIL.... yang katanya sih >> susah >> dicerna; dan saking sulitnya trus timbul beragam penafsiran >> mengenai >> makna "adil" itu sendiri. >> Kalo nurut sampeyan "adil" itu kira-kira seperti apa >> mas...? >> >> Bojoku masih di RS, masih perlu waktu katanya, pihak RS >> banyak >> larangan ini-itu lah pokoke, gak boleh konsumsi ini-itu yg >> dibawa dari >> luar RS. Katanya mereka punya metode sendiri dan katanya >> itu yg >> terbaik nurut mereka. Yo wis melu wae lah. >> Kasihan orang2 yg bawain ini-itu... di jogrog no wae >> nganggur... :)) >> >> :) >> salam hangat >> >> >> 2009/7/27 Bango Samparan <[email protected]>: >> > >> > Halah mas, soal kuantitas itu bukan masalah utama kok >> mas. Lawong 1 wae, nek ra beres, ya bisa terjadi >> pemberontakan kok, mulai dari minta ranjang sendiri, kamar >> sendiri, rumah sendiri, lalu hidup sendiri. >> > >> > Piye kabar keng garwo? Sudah di-install lagi lom >> sistemnya? Semoga errornya lekas hilang kang. Syafaakilaah. >> > >> > Salam hangat >> > B. Samparan >> > >> > >> Is-lam mailing list >> [email protected] >> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam >> > > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam __________ NOD32 4117 (20090530) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
