Hi,,,hi,,,hi,,,,
Aya..aya wae.
Saya malah cuma baru kenal 6 bulan saja dengan calon istri saya, Karna sudah
kebelet,,, ya udah saya tanya doi.. mau gak jadi istriku... doi jawab dengan
tegas,.... MAU...
----- Original Message -----
From: Echy Pamungkas
To: [email protected]
Sent: Wednesday, August 12, 2009 10:36 AM
Subject: Re: [Is-lam] Tips dan Nasihat untuk Menikah
duh mas dewa jadi curhat...saya malah nggak pernah pacaran mas...
wassalamu'alaikum wr wb
Echy Pamungkas
--- Pada Sel, 11/8/09, Dewa Gede Permana <[email protected]>
menulis:
Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]>
Judul: Re: [Is-lam] Tips dan Nasihat untuk Menikah
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 11 Agustus, 2009, 1:55 PM
Betul mas, lamanya masa pacaran memang bukan jaminan mendapatkan
informasi yg akurat perihal pasangan. Saya dulu pacaran selama lebih
dari 7 tahun dan saya pikir sudah cukup kenal baik-buruk tabiatnya dgn
lengkap, tetapi nyatanya ya meleset juga. Yang dulunya saya kira dia
wanita keukeuh, kuat, mandiri dan rasional tapi ternyata belakangan
ketika hadapi sakit barulah muncul perilaku mutan nya. Bisa
dibayangkan kalo keukeuh nyampur dengan irrasional?.... kebanyakan
malah nyusahin orang-orang disekitarnya saja. 2 hari keluar dari RS
tiba-tiba maksain diri nginap 2 malam di puncak utk mengawasi kegiatan
LDK mahasiswa2 nya, mentang2 pudek dah kayak pejabat eselon supersibuk
aja. Pulang sampai rumah dah keliatan pucat.... eehh besoknya masuk
kerja dan pulang agak lambat krn ada meeting katanya. Serasa
menghadapi cat woman aja nih. Itu kalo tdk ditegur dgn keras bisa-bisa
opname lagi... dan kalo opname dah pasti ane juga gak bisa kerja....
soale ternyata baru ketahuan sekarang kalo istri saya itu sangat tdk
suka dgn suasana rumah sakit. Dulu pas pacaran hal ini gak terlihat
krn memang gak pernah di opname.
2009/8/11 A Nizami <[email protected]>:
> Assalamu'alaikum wr wb,
>
> Umumnya setiap orang yang dewasa pasti ingin menikah untuk
membentuk keluarga sakinah mawaddah war rahmah atau keluarga yang bahagia di
dunia dan akhirat. Apalagi nikah adalah satu perintah agama:
> “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan
orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan
hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan
mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha
Mengetahui.” [An Nuur:32]
> Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai)
separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam
memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)
> Hadis riwayat Anas ra.:
> Bahwa beberapa orang sahabat Nabi saw. bertanya secara diam-diam
kepada istri-istri Nabi saw. tentang amal ibadah beliau. Lalu di antara mereka
ada yang mengatakan: Aku tidak akan menikah dengan wanita. Yang lain berkata:
Aku tidak akan memakan daging. Dan yang lain lagi mengatakan: Aku tidak akan
tidur dengan alas. Mendengar itu, Nabi saw. memuji Allah dan bersabda: Apa yang
diinginkan orang-orang yang berkata begini, begini! Padahal aku sendiri salat
dan tidur, berpuasa dan berbuka serta menikahi wanita! Barang siapa yang tidak
menyukai sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku. (Shahih Muslim No.2487)
> Hadis riwayat Sa`ad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:
> Rasulullah saw. melarang Usman bin Mazh`un hidup mengurung diri
untuk beribadah dan menjauhi wanita (istri) dan seandainya beliau mengizinkan,
niscaya kami akan mengebiri diri. (Shahih Muslim No.2488)
> Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda,
barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena
ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu
hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." Muttafaq Alaihi.
> Nah bagaimana caranya agar kita bisa memiliki keluarga yang bahagia?
> Itu semua tak lepas dari usaha, doa, dan tawakkal kita kepada Allah
SWT. Allah dan RasulNya sudah memberi petunjuk di Al Qur’an dan Hadits.
> Melihat dan berkenalan
> Sebelum memutuskan untuk menikah, kita harus melihat dulu calon
pasangan kita. Ini agar tidak seperti membeli kucing dalam karung:
> Menurut riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan menikahi seorang
wanita: "Apakah engkau telah melihatnya?" Ia menjawab: Belum. Beliau bersabda:
"Pergi dan lihatlah dia."
> Jangan Berpacaran
> Meski kita harus ta’aruf atau mengenal, tapi pacaran dalam Islam
adalah hal yang terlarang.
> “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah
suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]
> Ada orang yang berpacaran sampai bertahun-tahun lebih. Bahkan ada
pula yang sampai kumpul kebo dengan alasan agar bisa mengenal calon
pasangannya. Itu adalah haram. Toh begitu menikah, banyak juga yang cerai.
> Sebab bagaimana pun juga orang pacaran itu selalu menutupi
kekurangannya dan hanya menampilkan yang baik-baik saja. Banyak ulama
mengatakan, kalau pacaran itu tidak pernah kita mendengar suara kentut dari
pasangan kita.. Tapi begitu menikah, sering sekali kedengaran. Jadi pacaran itu
bukanlah hal yang yang tepat untuk mengenal pasangan.
> Untuk mengenal pasangan anda, carilah informasi dari orang dekatnya
entah itu saudara, teman, atau tetangganya. Minta juga penilaian dari orang tua
dan keluarga anda. Sebab orang yang jatuh cinta itu banyak yang “buta.” Tidak
dapat melihat kekurangan orang yang dia cinta.
> Sulit Mencari Jodoh?
> Ada juga orang yang sulit mencari jodoh. Kemungkinan orang ini
terlalu pilih-pilih atau selektif. Yang penting itu sebenarnya akhlak dan
agamanya. Tampang itu yang biasa-biasa saja, begitu pula yang lainnya.
> Selain itu seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau
mengikuti pengajian. Makin luas silaturrahim anda, makin mudah pula anda
mencari jodoh. Jangan lupa untuk senantiasa senyum sehingga orang tidak kabur
ketika melihat anda...
> Jangan Melamar Wanita yang Sedang Dilamar Orang Lain
> Ada pepatah Perancis: “Cherchez la Femme” Artinya, (jika ada
keributan) carilah wanitanya. Ini karena sering terjadi perkelahian untuk
memperebutkan wanita. Tak jarang berakhir dengan maut. Oleh karena itu, Islam
melarang seseorang untuk melamar wanita lain yang sedang dilamar pria lain.
> Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah
seseorang di antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya,
hingga pelamar pertama meninggalkan atau mengizinkannya." Muttafaq Alaihi dan
lafadznya menurut Bukhari.
> Memilih Pasangan Hidup
> Pertama-tama kita harus mencari pasangan hidup yang baik menurut
agama. Mungkin banyak orang mengeluh karena dia sulit mendapat jodoh. Tidak ada
pria/wanita yang mendekati dirinya. Nah orang itu harus introspeksi diri.
> Pertama apakah penampilannya kucel dan semrawut? Jika ya, jangan
heran jika banyak orang tidak menengok dirinya. Kita harus berpenampilan
bersih, rapi, dengan wajah yang ceria. Jika wajah murung atau cemberut tentu
orang juga enggan mendekat. Itulah sebabnya Nabi berkata “Senyum itu sedekah”
> Kemudian lihat pergaulan atau jaringan teman dan keluarga anda.
Apakah anda sehari-hari hanya berkurung diri di kamar saja? Tentu saja anda
tidak harus melakukan dugem di diskotik yang akhirnya paling hanya dapat
pecandu narkoba/alkohol sebagai suami/istri. Tapi anda bisa mengikuti pengajian
di lingkungan rumah anda.
> Bagaimana pun juga keluarga dan teman bisa jadi mak
comblang/perantara yang ampuh untuk mencari jodoh.
> Jangan pasang kriteria terlalu tinggi, misalnya harus
ganteng/cantik, harus cerdas lulus S3, kaya, dan beriman. Sulit mencari orang
yang sempurna. Jika pun anda bisa menemukan orang yang seperti itu, belum tentu
dia mau dengan anda..
> Pilihlah wanita yang beriman dan saleh untuk jadi pasangan anda:
> Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik
perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)
> Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta
kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya.
Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)
> Wanita yang baik akan senantiasa menjaga auratnya. Dia tidak akan
menerima tamu pria yang bukan muhrimnya jika anda pergi bekerja.
> Sebaliknya, jangan pilih wanita yang mengumbar auratnya/sexy untuk
menggoda para pria. Banyak terjadi wanita seperti ini ketika suaminya pergi,
maka dia selingkuh dengan pria lain. Bahkan tidak jarang akhirnya membunuh
suaminya agar bisa tetap bersama pacarnya. Semoga hal ini tidak menimpa kita
semua.
> “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang
berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini
melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian
itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin” [An Nuur:3]
> Pilih wanita yang beriman. Bukan yang musyrik/beda agama:
> “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka
beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik,
walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik
(dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang
mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka
mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.
Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia
supaya mereka mengambil pelajaran.” [Al Baqarah:221]
> Sebelum anda jatuh cinta dengan seseorang, teliti dulu agamanya.
Islam apa bukan? Jika Islam, perhatikan lagi, sholat apa tidak? Jika tidak
sholat, sebaiknya tinggalkan karena sholat adalah pembeda antara orang yang
beriman dengan orang kafir.
> Seganteng atau secantik apa pun orang yang membuat anda jatuh hati,
jika dia kafir niscaya akan dibakar dengan api neraka sehingga wujudnya akan
jadi mengerikan. Jika anda pernah menyaksikan mayat yang hangus hitam terbakar,
ingatlah itu. Seganteng apa pun orang itu misalnya seganteng Primus atau Keanu
Reves, tapi jika dia kafir maka wajahnya akan mengerikan bukan hanya di neraka.
Tapi juga di kubur. Ingatlah hal ini agar anda tidak tertarik dengan orang
kafir yang ganteng atau cantik.
> Meski mungkin sudah banyak yang tahu, ada baiknya kita baca ayat di
bawah tentang siapa yang tidak boleh kita nikahi:
> “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang
perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang
perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari
saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu
yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan;
ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari
isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu
itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan
diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan
(dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi
pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An
Nisaa’:23]
> Amati Bagaimana Amarahnya
> Setiap orang pasti pernah marah. Cuma ada yang melampiaskan
kemarahannya dengan perbuatan yang menyakitkan, ada juga yang sekedar
mengeluarkan kata-kata kotor, ada pula yang sekedar diam saja.
> Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi akibat pasangan tidak
mampu mengontrol amarahnya. Kadang bukan sekedar melukai, tapi juga bisa
membunuh pasangan atau anaknya. Oleh karena itu anda harus bisa mengetahui
bagaimana sifat calon pasangan anda jika marah agar tidak menyesal nantinya.
Jangan sampai, terutama kaum wanita, jadi sansak hidup yang selalu dipukul oleh
suaminya.
> Ada wanita yang baru tahu suaminya kasar setelah menikah. Sering
memukul hingga membuat dia berdarah. Sebelum menikah, katanya calon suaminya
sangat baik. Oleh karena itu tak ada salahnya jika anda sekali dua kali mencoba
membuat pasangan anda marah agar hal semacam itu bisa dideteksi secara dini.
Jika anda terlanjur menikahi orang seperti ini, sebaiknya segera mencari
perlindungan dan bercerai. Memang setelah marah mereka sangat baik dan sangat
cepat menjadi baik lagi karena seluruh kemarahannya mereka keluarkan kepada
anda. Tapi pasti mereka akan mengulanginya lagi.
> Sebaik-baik orang adalah yang diam jika dia marah. Jika pun
berkata, dia sekedar mengungkapkan hal yang dia tidak suka tanpa menyebut anda
dengan sebutan yang buruk.
> Paling dekat dengan aku kedudukannya pada had kiamat adalah orang
yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap
keluarganya. (HR. Ar-Ridha)
> Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)
> Selama menikah, Nabi belum pernah memukul istri atau pun
anak-anaknya.
> Pada saat anda sudah menikah, sebaiknya hanya ada 1 pihak saja yang
marah. Yang lain sebaiknya mengalah. Ketika marah, jangan sekali-kali
mengucapkan kata “Cerai.” Sebab itu bukanlah kata yang bisa diucapkan secara
main-main atau untuk mengancam.
> Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tiga hal yang
bila dikatakan dengan sungguh akan jadi dan bila dikatakan dengan main-main
akan jadi, yaitu: nikah, talak dan rujuk (kembali ke istri lagi)." Riwayat Imam
Empat kecuali Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim.
> Jangan pula anda mengeluarkan kata-kata dari “Kebun Binatang” atau
pun sebutan menyakitkan lainnya.
> “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki
merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik
dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya,
boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu
sendiri (sesama Muslim) dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung
ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan
barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
[Al Hujuraat:11]
> Jangan Mencintai Pasangan Anda Secara Berlebihan
> Menurut pepatah Inggris: “Love me little, love me long”. Cintai aku
sedikit, tapi abadi. Biasanya pasangan yang cintanya berlebihan, sehingga di
depan umum pun tampil sangat mesra, dalam beberapa tahun saja pasti bercerai.
Ini karena rasa cintanya terlalu diumbar sehingga dalam waktu singkat sudah
“habis.”
> Dalam Islam, kita tidak boleh berlebihan. Kita harus mengutamakan
cinta kita kepada Allah dan Rasulnya. Jika pun kita mencintai sesama atau
pasangan kita, itu karena Allah.
> Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai
karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah
imannya. (HR. Abu Dawud)
> Jika kita mencintai pasangan kita lebih daripada Allah, niscaya
hati kita akan hancur dan putus asa jika pasangan kita meninggalkan kita baik
karena cerai atau pun karena mati.
> Sebaliknya jika kita mencintai Allah di atas segalanya, niscaya
kita akan selalu tegar dan tabah karena kita yakin bahwa Allah itu Maha Hidup
dan Abadi serta selalu bersama dengan hambanya yang Saleh.
> Menikahlah Karena Cinta
> Seharusnya kita menikah karena cinta. Bukan karena paksaan. Oleh
karena itu, sebetulnya kisah kawin paksa antara Siti Nurbaya dengan Datuk
Maringgih itu bertentangan dalam Islam.
> Dari Zakwan ia berkata: Aku mendengar Aisyah berkata: Aku bertanya
kepada Rasulullah saw. tentang seorang gadis perawan yang dinikahkan oleh
keluarganya, apakah ia harus dimintai persetujuan ataukah tidak? Beliau
menjawab: Ya, harus dimintai persetujuan! Lalu Aisyah berkata: Aku katakan
kepada beliau, perempuan itu merasa malu. Rasulullah saw. bersabda: Itulah
tanda setujunya bila ia diam. (Shahih Muslim No.2544)
> Syiarkanlah Pernikahan
> Dalam Islam, pernikahan itu meski itu adalah pernikahan kedua,
ketiga, atau keempat (poligami) harus disiarkan ke masyarakat luas agar nanti
tidak terjadi fitnah.
> Dari Amir Ibnu Abdullah Ibnu al-Zubair, dari ayahnya Radliyallaahu
'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sebarkanlah
berita pernikahan." Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Hakim.
> Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
> Bahwa Nabi saw. melihat warna bekas wangian pengantin di tubuh
Abdurrahman bin Auf, lalu beliau bertanya: Apakah ini? Abdurrahman menjawab:
Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja menikahi seorang wanita dengan
mahar seharga lima dirham emas. Rasulullah saw. lalu bersabda: Semoga Allah
memberkahimu dan rayakanlah walaupun dengan seekor kambing. (Shahih Muslim
No.2556)
> Dari Anas Ibnu Malik ra bahwa Nabi SAW pernah melihat bekas
kekuningan pada Abdurrahman Ibnu Auf. Lalu beliau bersabda: "Apa ini?". Ia
berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menikahi seorang perempuan
dengan maskawin senilai satu biji emas. Beliau bersabda: "Semoga Allah
memberkahimu, selenggarakanlah walimah (resepsi) walaupun hanya dengan seekor
kambing." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.
> Sering orang melakukan pernikahan secara diam-diam atau nikah siri
sehingga orang banyak tidak tahu apakah mereka berdua menikah atau tidak. Itu
jelas tidak sesuai dengan sunnah Nabi. Jika yang dilakukan pernikahan siri
adalah istri kedua sementara istri pertama dirayakan, maka itu adalah
ketidak-adilan yang tidak bisa ditolerir.
> Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda: "Barang siapa
memiliki dua orang istri dan ia condong kepada salah satunya (tidak adil), ia
akan datang pada hari kiamat dengan tubuh miring." Riwayat Ahmad dan Imam
Empat, dan sanadnya shahih.
> Jangan Bercerai
> Perceraian adalah hal yang halal tapi dibenci Allah:
> Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Perbuatan halal
yang paling dibenci Allah ialah cerai." Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah
> Kenapa begitu?
> Karena perceraian bukan hanya menyakitkan pihak yang bercerai, tapi
juga anak-anaknya.
> Agar tidak bercerai, maka suami harus bertanggung-jawab memberi
nafkah lahir dan batin pada istrinya dan keluarganya serta memperlakukan mereka
dengan baik.
> Istri juga harus paham bahwa suami adalah pemimpin keluarga dan
menghormatinya.
> “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena
Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain
(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta
mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi
memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah
memelihara (mereka)..” [An Nisaa’:34]
> Sediakanlah makan dan minuman bagi suami dan keluarganya. Karena
wanita bertanggung-jawab mengatur hal itu. Masing-masing punya tugas dan
tanggung–jawab.
> Jika marah, sebaiknya diam. Jangan melontarkan kata-kata yang
menyakitkan. Apalagi sampai main tangan. Jika ada satu yang marah, yang lain
hendaknya mengalah. Sebab kalau keduanya sama-sama marah bisa berakibat “fatal.”
> Istri juga harus menghargai orang tua suami, begitu pula sebaliknya
karena kedua orang tua tersebut seolah-olah sudah jadi orang tua mereka semua.
> Sering perceraian terjadi karena faktor ekonomi, misalnya suami
penghasilannya kurang atau bahkan diPHK. Istri hendaknya tidak diam atau justru
merongrong suaminya. Sebaliknya coba bantu suaminya mencari nafkah.
> Meski wanita tidak wajib mencari nafkah, toh Khadijah yang
merupakan wanita yang paling utama, membantu Nabi dengan harta kekayaannya.
> Saya lihat juga para istri yang langgeng menikah dengan suaminya,
aktif membantu suaminya mencari uang dengan membuka katering atau berdagang di
rumah sehingga mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga kuliah.
>
> Baca selengkapnya di:
> Media Islam – Belajar Islam sesuai Al Qur’an dan Hadits
> www.media-islam.or.id
>
>
> ===
> Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
> Info untuk Indonesia lebih baik: www.infoindonesia.wordpress..com
> Belajar Islam via SMS: REG SI ke 3252 Berhenti ketik:UNREG SI Hanya
dari Telkomsel
>
> Milis Syiar Islam: [email protected]
>
>
> Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade
browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di
sini!
> http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
------------------------------------------------------------------------------
Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)
------------------------------------------------------------------------------
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam