Hi,,,hi,,,hi,,,,
Aya..aya wae.
Saya malah cuma baru kenal 6 bulan saja dengan calon istri saya, Karna sudah 
kebelet,,, ya udah saya tanya doi.. mau gak jadi istriku... doi jawab dengan 
tegas,.... MAU...
  ----- Original Message ----- 
  From: Echy Pamungkas 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, August 12, 2009 10:36 AM
  Subject: Re: [Is-lam] Tips dan Nasihat untuk Menikah


        duh mas dewa jadi curhat...saya malah nggak pernah pacaran mas...

        wassalamu'alaikum wr wb
        Echy Pamungkas

        --- Pada Sel, 11/8/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> 
menulis:


          Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]>
          Judul: Re: [Is-lam] Tips dan Nasihat untuk Menikah
          Kepada: [email protected]
          Tanggal: Selasa, 11 Agustus, 2009, 1:55 PM


          Betul mas, lamanya masa pacaran memang bukan jaminan mendapatkan
          informasi yg akurat perihal pasangan. Saya dulu pacaran selama lebih
          dari 7 tahun dan saya pikir sudah cukup kenal baik-buruk tabiatnya dgn
          lengkap, tetapi nyatanya ya meleset juga. Yang dulunya saya kira dia
          wanita keukeuh, kuat, mandiri dan rasional tapi ternyata belakangan
          ketika hadapi sakit barulah muncul perilaku mutan nya. Bisa
          dibayangkan kalo keukeuh nyampur dengan irrasional?.... kebanyakan
          malah nyusahin orang-orang disekitarnya saja. 2 hari keluar dari RS
          tiba-tiba maksain diri nginap 2 malam di puncak utk mengawasi kegiatan
          LDK mahasiswa2 nya, mentang2 pudek dah kayak pejabat eselon supersibuk
          aja. Pulang sampai rumah dah keliatan pucat.... eehh besoknya masuk
          kerja dan pulang agak lambat krn ada meeting katanya. Serasa
          menghadapi cat woman aja nih. Itu kalo tdk ditegur dgn keras bisa-bisa
          opname lagi... dan kalo opname dah pasti ane juga gak bisa kerja....
          soale ternyata baru ketahuan sekarang kalo istri saya itu sangat tdk
          suka dgn suasana rumah sakit. Dulu pas pacaran hal ini gak terlihat
          krn memang gak pernah di opname.

          2009/8/11 A Nizami <[email protected]>:
          > Assalamu'alaikum wr wb,
          >
          > Umumnya setiap orang yang dewasa pasti ingin menikah untuk 
membentuk keluarga sakinah mawaddah war rahmah atau keluarga yang bahagia di 
dunia dan akhirat. Apalagi nikah adalah satu perintah agama:
          > “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan 
orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan 
hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan 
mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha 
Mengetahui.” [An Nuur:32]
          > Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) 
separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam 
memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)
          > Hadis riwayat Anas ra.:
          > Bahwa beberapa orang sahabat Nabi saw. bertanya secara diam-diam 
kepada istri-istri Nabi saw. tentang amal ibadah beliau. Lalu di antara mereka 
ada yang mengatakan: Aku tidak akan menikah dengan wanita. Yang lain berkata: 
Aku tidak akan memakan daging. Dan yang lain lagi mengatakan: Aku tidak akan 
tidur dengan alas. Mendengar itu, Nabi saw. memuji Allah dan bersabda: Apa yang 
diinginkan orang-orang yang berkata begini, begini! Padahal aku sendiri salat 
dan tidur, berpuasa dan berbuka serta menikahi wanita! Barang siapa yang tidak 
menyukai sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku. (Shahih Muslim No.2487)
          > Hadis riwayat Sa`ad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:
          > Rasulullah saw. melarang Usman bin Mazh`un hidup mengurung diri 
untuk beribadah dan menjauhi wanita (istri) dan seandainya beliau mengizinkan, 
niscaya kami akan mengebiri diri. (Shahih Muslim No.2488)
          > Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah 
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, 
barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena 
ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu 
hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." Muttafaq Alaihi.
          > Nah bagaimana caranya agar kita bisa memiliki keluarga yang bahagia?
          > Itu semua tak lepas dari usaha, doa, dan tawakkal kita kepada Allah 
SWT. Allah dan RasulNya sudah memberi petunjuk di Al Qur’an dan Hadits.
          > Melihat dan berkenalan
          > Sebelum memutuskan untuk menikah, kita harus melihat dulu calon 
pasangan kita. Ini agar tidak seperti membeli kucing dalam karung:
          > Menurut riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallaahu 
'alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan menikahi seorang 
wanita: "Apakah engkau telah melihatnya?" Ia menjawab: Belum. Beliau bersabda: 
"Pergi dan lihatlah dia."
          > Jangan Berpacaran
          > Meski kita harus ta’aruf atau mengenal, tapi pacaran dalam Islam 
adalah hal yang terlarang.
          > “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah 
suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]
          > Ada orang yang berpacaran sampai bertahun-tahun lebih. Bahkan ada 
pula yang sampai kumpul kebo dengan alasan agar bisa mengenal calon 
pasangannya. Itu adalah haram. Toh begitu menikah, banyak juga yang cerai.
          > Sebab bagaimana pun juga orang pacaran itu selalu menutupi 
kekurangannya dan hanya menampilkan yang baik-baik saja. Banyak ulama 
mengatakan, kalau pacaran itu tidak pernah kita mendengar suara kentut dari 
pasangan kita.. Tapi begitu menikah, sering sekali kedengaran. Jadi pacaran itu 
bukanlah hal yang yang tepat untuk mengenal pasangan.
          > Untuk mengenal pasangan anda, carilah informasi dari orang dekatnya 
entah itu saudara, teman, atau tetangganya. Minta juga penilaian dari orang tua 
dan keluarga anda. Sebab orang yang jatuh cinta itu banyak yang “buta.” Tidak 
dapat melihat kekurangan orang yang dia cinta.
          > Sulit Mencari Jodoh?
          > Ada juga orang yang sulit mencari jodoh. Kemungkinan orang ini 
terlalu pilih-pilih atau selektif. Yang penting itu sebenarnya akhlak dan 
agamanya. Tampang itu yang biasa-biasa saja, begitu pula yang lainnya.
          > Selain itu seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau 
mengikuti pengajian. Makin luas silaturrahim anda, makin mudah pula anda 
mencari jodoh. Jangan lupa untuk senantiasa senyum sehingga orang tidak kabur 
ketika melihat anda...
          > Jangan Melamar Wanita yang Sedang Dilamar Orang Lain
          > Ada pepatah Perancis: “Cherchez la Femme” Artinya, (jika ada 
keributan) carilah wanitanya. Ini karena sering terjadi perkelahian untuk 
memperebutkan wanita. Tak jarang berakhir dengan maut. Oleh karena itu, Islam 
melarang seseorang untuk melamar wanita lain yang sedang dilamar pria lain.
          > Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah 
seseorang di antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya, 
hingga pelamar pertama meninggalkan atau mengizinkannya." Muttafaq Alaihi dan 
lafadznya menurut Bukhari.
          > Memilih Pasangan Hidup
          > Pertama-tama kita harus mencari pasangan hidup yang baik menurut 
agama. Mungkin banyak orang mengeluh karena dia sulit mendapat jodoh. Tidak ada 
pria/wanita yang mendekati dirinya. Nah orang itu harus introspeksi diri.
          > Pertama apakah penampilannya kucel dan semrawut? Jika ya, jangan 
heran jika banyak orang tidak menengok dirinya. Kita harus berpenampilan 
bersih, rapi, dengan wajah yang ceria. Jika wajah murung atau cemberut tentu 
orang juga enggan mendekat. Itulah sebabnya Nabi berkata “Senyum itu sedekah”
          > Kemudian lihat pergaulan atau jaringan teman dan keluarga anda. 
Apakah anda sehari-hari hanya berkurung diri di kamar saja? Tentu saja anda 
tidak harus melakukan dugem di diskotik yang akhirnya paling hanya dapat 
pecandu narkoba/alkohol sebagai suami/istri. Tapi anda bisa mengikuti pengajian 
di lingkungan rumah anda.
          > Bagaimana pun juga keluarga dan teman bisa jadi mak 
comblang/perantara yang ampuh untuk mencari jodoh.
          > Jangan pasang kriteria terlalu tinggi, misalnya harus 
ganteng/cantik, harus cerdas lulus S3, kaya, dan beriman. Sulit mencari orang 
yang sempurna. Jika pun anda bisa menemukan orang yang seperti itu, belum tentu 
dia mau dengan anda..
          > Pilihlah wanita yang beriman dan saleh untuk jadi pasangan anda:
          > Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik 
perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)
          > Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta 
kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. 
Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)
          > Wanita yang baik akan senantiasa menjaga auratnya. Dia tidak akan 
menerima tamu pria yang bukan muhrimnya jika anda pergi bekerja.
          > Sebaliknya, jangan pilih wanita yang mengumbar auratnya/sexy untuk 
menggoda para pria. Banyak terjadi wanita seperti ini ketika suaminya pergi, 
maka dia selingkuh dengan pria lain. Bahkan tidak jarang akhirnya membunuh 
suaminya agar bisa tetap bersama pacarnya. Semoga hal ini tidak menimpa kita 
semua.
          > “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang 
berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini 
melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian 
itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin” [An Nuur:3]
          > Pilih wanita yang beriman. Bukan yang musyrik/beda agama:
          > “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka 
beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, 
walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik 
(dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang 
mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka 
mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. 
Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia 
supaya mereka mengambil pelajaran.” [Al Baqarah:221]
          > Sebelum anda jatuh cinta dengan seseorang, teliti dulu agamanya. 
Islam apa bukan? Jika Islam, perhatikan lagi, sholat apa tidak? Jika tidak 
sholat, sebaiknya tinggalkan karena sholat adalah pembeda antara orang yang 
beriman dengan orang kafir.
          > Seganteng atau secantik apa pun orang yang membuat anda jatuh hati, 
jika dia kafir niscaya akan dibakar dengan api neraka sehingga wujudnya akan 
jadi mengerikan. Jika anda pernah menyaksikan mayat yang hangus hitam terbakar, 
ingatlah itu. Seganteng apa pun orang itu misalnya seganteng Primus atau Keanu 
Reves, tapi jika dia kafir maka wajahnya akan mengerikan bukan hanya di neraka. 
Tapi juga di kubur. Ingatlah hal ini agar anda tidak tertarik dengan orang 
kafir yang ganteng atau cantik.
          > Meski mungkin sudah banyak yang tahu, ada baiknya kita baca ayat di 
bawah tentang siapa yang tidak boleh kita nikahi:
          > “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang 
perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang 
perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari 
saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu 
yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; 
ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari 
isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu 
itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan 
diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan 
(dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi 
pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An 
Nisaa’:23]
          > Amati Bagaimana Amarahnya
          > Setiap orang pasti pernah marah. Cuma ada yang melampiaskan 
kemarahannya dengan perbuatan yang menyakitkan, ada juga yang sekedar 
mengeluarkan kata-kata kotor, ada pula yang sekedar diam saja.
          > Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi akibat pasangan tidak 
mampu mengontrol amarahnya. Kadang bukan sekedar melukai, tapi juga bisa 
membunuh pasangan atau anaknya. Oleh karena itu anda harus bisa mengetahui 
bagaimana sifat calon pasangan anda jika marah agar tidak menyesal nantinya. 
Jangan sampai, terutama kaum wanita, jadi sansak hidup yang selalu dipukul oleh 
suaminya.
          > Ada wanita yang baru tahu suaminya kasar setelah menikah. Sering 
memukul hingga membuat dia berdarah. Sebelum menikah, katanya calon suaminya 
sangat baik. Oleh karena itu tak ada salahnya jika anda sekali dua kali mencoba 
membuat pasangan anda marah agar hal semacam itu bisa dideteksi secara dini. 
Jika anda terlanjur menikahi orang seperti ini, sebaiknya segera mencari 
perlindungan dan bercerai. Memang setelah marah mereka sangat baik dan sangat 
cepat menjadi baik lagi karena seluruh kemarahannya mereka keluarkan kepada 
anda. Tapi pasti mereka akan mengulanginya lagi.
          > Sebaik-baik orang adalah yang diam jika dia marah. Jika pun 
berkata, dia sekedar mengungkapkan hal yang dia tidak suka tanpa menyebut anda 
dengan sebutan yang buruk.
          > Paling dekat dengan aku kedudukannya pada had kiamat adalah orang 
yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap 
keluarganya. (HR. Ar-Ridha)
          > Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)
          > Selama menikah, Nabi belum pernah memukul istri atau pun 
anak-anaknya.
          > Pada saat anda sudah menikah, sebaiknya hanya ada 1 pihak saja yang 
marah. Yang lain sebaiknya mengalah. Ketika marah, jangan sekali-kali 
mengucapkan kata “Cerai.” Sebab itu bukanlah kata yang bisa diucapkan secara 
main-main atau untuk mengancam.
          > Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tiga hal yang 
bila dikatakan dengan sungguh akan jadi dan bila dikatakan dengan main-main 
akan jadi, yaitu: nikah, talak dan rujuk (kembali ke istri lagi)." Riwayat Imam 
Empat kecuali Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim.
          > Jangan pula anda mengeluarkan kata-kata dari “Kebun Binatang” atau 
pun sebutan menyakitkan lainnya.
          > “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki 
merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik 
dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, 
boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu 
sendiri (sesama Muslim) dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung 
ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan 
barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” 
[Al Hujuraat:11]
          > Jangan Mencintai Pasangan Anda Secara Berlebihan
          > Menurut pepatah Inggris: “Love me little, love me long”. Cintai aku 
sedikit, tapi abadi. Biasanya pasangan yang cintanya berlebihan, sehingga di 
depan umum pun tampil sangat mesra, dalam beberapa tahun saja pasti bercerai. 
Ini karena rasa cintanya terlalu diumbar sehingga dalam waktu singkat sudah 
“habis.”
          > Dalam Islam, kita tidak boleh berlebihan. Kita harus mengutamakan 
cinta kita kepada Allah dan Rasulnya. Jika pun kita mencintai sesama atau 
pasangan kita, itu karena Allah.
          > Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai 
karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah 
imannya. (HR. Abu Dawud)
          > Jika kita mencintai pasangan kita lebih daripada Allah, niscaya 
hati kita akan hancur dan putus asa jika pasangan kita meninggalkan kita baik 
karena cerai atau pun karena mati.
          > Sebaliknya jika kita mencintai Allah di atas segalanya, niscaya 
kita akan selalu tegar dan tabah karena kita yakin bahwa Allah itu Maha Hidup 
dan Abadi serta selalu bersama dengan hambanya yang Saleh.
          > Menikahlah Karena Cinta
          > Seharusnya kita menikah karena cinta. Bukan karena paksaan. Oleh 
karena itu, sebetulnya kisah kawin paksa antara Siti Nurbaya dengan Datuk 
Maringgih itu bertentangan dalam Islam.
          > Dari Zakwan ia berkata: Aku mendengar Aisyah berkata: Aku bertanya 
kepada Rasulullah saw. tentang seorang gadis perawan yang dinikahkan oleh 
keluarganya, apakah ia harus dimintai persetujuan ataukah tidak? Beliau 
menjawab: Ya, harus dimintai persetujuan! Lalu Aisyah berkata: Aku katakan 
kepada beliau, perempuan itu merasa malu. Rasulullah saw. bersabda: Itulah 
tanda setujunya bila ia diam. (Shahih Muslim No.2544)
          > Syiarkanlah Pernikahan
          > Dalam Islam, pernikahan itu meski itu adalah pernikahan kedua, 
ketiga, atau keempat (poligami) harus disiarkan ke masyarakat luas agar nanti 
tidak terjadi fitnah.
          > Dari Amir Ibnu Abdullah Ibnu al-Zubair, dari ayahnya Radliyallaahu 
'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sebarkanlah 
berita pernikahan." Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Hakim.
          > Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
          > Bahwa Nabi saw. melihat warna bekas wangian pengantin di tubuh 
Abdurrahman bin Auf, lalu beliau bertanya: Apakah ini? Abdurrahman menjawab: 
Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja menikahi seorang wanita dengan 
mahar seharga lima dirham emas. Rasulullah saw. lalu bersabda: Semoga Allah 
memberkahimu dan rayakanlah walaupun dengan seekor kambing. (Shahih Muslim 
No.2556)
          > Dari Anas Ibnu Malik ra bahwa Nabi SAW pernah melihat bekas 
kekuningan pada Abdurrahman Ibnu Auf. Lalu beliau bersabda: "Apa ini?". Ia 
berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menikahi seorang perempuan 
dengan maskawin senilai satu biji emas. Beliau bersabda: "Semoga Allah 
memberkahimu, selenggarakanlah walimah (resepsi) walaupun hanya dengan seekor 
kambing." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.
          > Sering orang melakukan pernikahan secara diam-diam atau nikah siri 
sehingga orang banyak tidak tahu apakah mereka berdua menikah atau tidak. Itu 
jelas tidak sesuai dengan sunnah Nabi. Jika yang dilakukan pernikahan siri 
adalah istri kedua sementara istri pertama dirayakan, maka itu adalah 
ketidak-adilan yang tidak bisa ditolerir.
          > Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda: "Barang siapa 
memiliki dua orang istri dan ia condong kepada salah satunya (tidak adil), ia 
akan datang pada hari kiamat dengan tubuh miring." Riwayat Ahmad dan Imam 
Empat, dan sanadnya shahih.
          > Jangan Bercerai
          > Perceraian adalah hal yang halal tapi dibenci Allah:
          > Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Perbuatan halal 
yang paling dibenci Allah ialah cerai." Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah
          > Kenapa begitu?
          > Karena perceraian bukan hanya menyakitkan pihak yang bercerai, tapi 
juga anak-anaknya.
          > Agar tidak bercerai, maka suami harus bertanggung-jawab memberi 
nafkah lahir dan batin pada istrinya dan keluarganya serta memperlakukan mereka 
dengan baik.
          > Istri juga harus paham bahwa suami adalah pemimpin keluarga dan 
menghormatinya.
          > “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena 
Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain 
(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta 
mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi 
memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah 
memelihara (mereka)..” [An Nisaa’:34]
          > Sediakanlah makan dan minuman bagi suami dan keluarganya. Karena 
wanita bertanggung-jawab mengatur hal itu. Masing-masing punya tugas dan 
tanggung–jawab.
          > Jika marah, sebaiknya diam. Jangan melontarkan kata-kata yang 
menyakitkan. Apalagi sampai main tangan. Jika ada satu yang marah, yang lain 
hendaknya mengalah. Sebab kalau keduanya sama-sama marah bisa berakibat “fatal.”
          > Istri juga harus menghargai orang tua suami, begitu pula sebaliknya 
karena kedua orang tua tersebut seolah-olah sudah jadi orang tua mereka semua.
          > Sering perceraian terjadi karena faktor ekonomi, misalnya suami 
penghasilannya kurang atau bahkan diPHK. Istri hendaknya tidak diam atau justru 
merongrong suaminya. Sebaliknya coba bantu suaminya mencari nafkah.
          > Meski wanita tidak wajib mencari nafkah, toh Khadijah yang 
merupakan wanita yang paling utama, membantu Nabi dengan harta kekayaannya.
          > Saya lihat juga para istri yang langgeng menikah dengan suaminya, 
aktif membantu suaminya mencari uang dengan membuka katering atau berdagang di 
rumah sehingga mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga kuliah.
          >
          > Baca selengkapnya di:
          > Media Islam – Belajar Islam sesuai Al Qur’an dan Hadits
          > www.media-islam.or.id
          >
          >
          > ===
          > Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
          > http://media-islam.or.id
          > Info untuk Indonesia lebih baik: www.infoindonesia.wordpress..com
          > Belajar Islam via SMS: REG SI ke 3252 Berhenti ketik:UNREG SI Hanya 
dari Telkomsel
          >
          > Milis Syiar Islam: [email protected]
          >
          >
          >      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade 
browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di 
sini!
          > http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
          >
          > _______________________________________________
          > Is-lam mailing list
          > [email protected]
          > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
          >
          _______________________________________________
          Is-lam mailing list
          [email protected]
          http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
       


------------------------------------------------------------------------------
  Berselancar lebih cepat. 
  Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)


------------------------------------------------------------------------------


  _______________________________________________
  Is-lam mailing list
  [email protected]
  http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke