Dari statistik Ohio University dijelaskan bahwa 1 dari 3 wanita di AS pernah 
diperkosa. Kemudian dari Ensiklopedi MS Encarta juga dijelaskan 80% pelaku 
adalah pacar dari si korban.

Hanya 16% kasus perkosaan yang dilaporkan.

Banyak kasus perzinahan mungkin sebetulnya adalah perkosaan di mana si pacar 
mendesak untuk diberi jatah.

Jadi pacaran itu dampak negatifnya cukup banyak.

http://oak.cats.ohiou.edu/~ad361896/anne/cease/rapestatisticspage.html

Statistik dari Ohio University

    * In the United States, 1.3 women are raped every minute. That results in 
78 rapes each hour, 1872 rapes each day, 56160 rapes ech month and 683,280 
rapes each year.
    * 1 out of every 3 American women will be sexually assulted in her lifetime.
    * The United States has the world’s highest rape rate of the countries that 
publish such statistics. It’s 4 times higher than Germany, 13 times higher than 
England, and 20 times higher than Japan.
    * 1 in 7 women will be raped by her husband.
    * 83% of rape cases are ages 24 or under.
    * 1 in 4 college women have either been raped or suffered attempted rape.
    * 1 in 12 males students surveyed had commited acts that met the legal 
definition of rape. Furthermore, 84% of the men who had commited such acts said 
what they had done was definitely not rape.
    * 75% of male students and 55% of female students involved in acquintance 
rape had been drinking or using drugs.
    * Only 16% of rapes are ever reported to the police.

===
Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Info untuk Indonesia lebih baik: www.infoindonesia.wordpress.com
Belajar Islam via SMS: REG SI ke 3252 Berhenti ketik:UNREG SI Hanya dari 
Telkomsel

Milis Syiar Islam: [email protected]


--- Pada Sel, 11/8/09, Syarif Hidayat <[email protected]> menulis:

> Dari: Syarif Hidayat <[email protected]>
> Judul: Re: [Is-lam] Tips dan Nasihat untuk Menikah
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 11 Agustus, 2009, 10:41 PM
> 
> 
>  
>  
> 
> 
>  
> Hi,,,hi,,,hi,,,,
> Aya..aya wae.
> Saya malah cuma baru kenal 6 bulan saja
> dengan calon istri 
> saya, Karna sudah kebelet,,, ya udah saya tanya doi.. mau
> gak jadi istriku... 
> doi jawab dengan tegas,.... MAU....
> 
>   ----- Original Message
> ----- 
>   From: 
>   Echy Pamungkas 
>   
>   To: [email protected]
> 
>   
>   Sent: Wednesday,
> August 12, 2009 10:36 
>   AM
>   Subject: Re:
> [Is-lam] Tips dan Nasihat 
>   untuk Menikah
>   
> 
>   
>     
>     
>       
>         duh mas dewa jadi curhat...saya malah nggak
> pernah pacaran 
>         mas...
>          
>         wassalamu'alaikum wr wb
>         Echy Pamungkas
> 
> --- Pada Sel, 11/8/09, Dewa Gede Permana 
>         <[email protected]>
> 
>         menulis:
> 
>         
> Dari: 
>           Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Judul: 
>           Re: [Is-lam] Tips dan Nasihat untuk Menikah
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: 
>           Selasa, 11 Agustus, 2009, 1:55 PM
> 
> 
>           Betul mas, lamanya masa
> pacaran memang bukan 
>           jaminan mendapatkan
> informasi yg akurat perihal pasangan. Saya dulu 
>           pacaran selama lebih
> dari 7 tahun dan saya pikir sudah cukup kenal 
>           baik-buruk tabiatnya dgn
> lengkap, tetapi nyatanya ya meleset juga. 
>           Yang dulunya saya kira dia
> wanita keukeuh, kuat, mandiri dan 
>           rasional tapi ternyata belakangan
> ketika hadapi sakit barulah 
>           muncul perilaku mutan nya. Bisa
> dibayangkan kalo keukeuh nyampur 
>           dengan irrasional?.... kebanyakan
> malah nyusahin orang-orang 
>           disekitarnya saja. 2 hari keluar dari RS
> tiba-tiba maksain diri 
>           nginap 2 malam di puncak utk mengawasi kegiatan
> LDK mahasiswa2 nya, 
>           mentang2 pudek dah kayak pejabat eselon
> supersibuk
> aja. Pulang 
>           sampai rumah dah keliatan pucat.... eehh besoknya
> masuk
> kerja dan 
>           pulang agak lambat krn ada meeting katanya.
> Serasa
> menghadapi cat 
>           woman aja nih. Itu kalo tdk ditegur dgn keras
> bisa-bisa
> opname 
>           lagi... dan kalo opname dah pasti ane juga gak
> bisa kerja....
> soale 
>           ternyata baru ketahuan sekarang kalo istri saya
> itu sangat tdk
> suka 
>           dgn suasana rumah sakit. Dulu pas pacaran hal ini
> gak terlihat
> krn 
>           memang gak pernah di opname.
> 
> 2009/8/11 A Nizami <[email protected]>:
> > 
>           Assalamu'alaikum wr wb,
> >
> > Umumnya setiap orang yang 
>           dewasa pasti ingin menikah untuk membentuk
> keluarga sakinah mawaddah 
>           war rahmah atau keluarga yang bahagia di dunia
> dan akhirat. Apalagi 
>           nikah adalah satu perintah agama:
> > “Dan kawinkanlah orang-orang 
>           yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang
> layak (berkawin) 
>           dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan
> hamba-hamba sahayamu yang 
>           perempuan. Jika mereka miskin Allah akan
> memampukan mereka dengan 
>           kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya)
> lagi Maha Mengetahui.” 
>           [An Nuur:32]
> > Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah 
>           melindungi (menguasai) separo agamanya, karena
> itu hendaklah dia 
>           bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang
> separonya lagi. (HR. Al 
>           Hakim dan Ath-Thahawi)
> > Hadis riwayat Anas ra.:
> > Bahwa 
>           beberapa orang sahabat Nabi saw. bertanya secara
> diam-diam kepada 
>           istri-istri Nabi saw. tentang amal ibadah beliau.
> Lalu di antara 
>           mereka ada yang mengatakan: Aku tidak akan
> menikah dengan wanita. Yang 
>           lain berkata: Aku tidak akan memakan daging. Dan
> yang lain lagi 
>           mengatakan: Aku tidak akan tidur dengan alas.
> Mendengar itu, Nabi saw. 
>           memuji Allah dan bersabda: Apa yang diinginkan
> orang-orang yang 
>           berkata begini, begini! Padahal aku sendiri salat
> dan tidur, berpuasa 
>           dan berbuka serta menikahi wanita! Barang siapa
> yang tidak menyukai 
>           sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku.
> (Shahih Muslim 
>           No.2487)
> > Hadis riwayat Sa`ad bin Abu Waqqash ra., ia 
>           berkata:
> > Rasulullah saw. melarang Usman bin Mazh`un hidup 
>           mengurung diri untuk beribadah dan menjauhi
> wanita (istri) dan 
>           seandainya beliau mengizinkan, niscaya kami akan
> mengebiri diri. 
>           (Shahih Muslim No.2488)
> > Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 
>           'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
> 'alaihi wa Sallam bersabda pada 
>           kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di
> antara kamu telah mampu 
>           berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat
> menundukkan pandangan 
>           dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu
> hendaknya berpuasa, 
>           sebab ia dapat mengendalikanmu." Muttafaq
> Alaihi.
> > Nah 
>           bagaimana caranya agar kita bisa memiliki
> keluarga yang 
>           bahagia?
> > Itu semua tak lepas dari usaha, doa, dan tawakkal 
>           kita kepada Allah SWT. Allah dan RasulNya sudah
> memberi petunjuk di Al 
>           Qur’an dan Hadits.
> > Melihat dan berkenalan
> > Sebelum 
>           memutuskan untuk menikah, kita harus melihat dulu
> calon pasangan kita. 
>           Ini agar tidak seperti membeli kucing dalam
> karung:
> > Menurut 
>           riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi
> Shallallaahu 'alaihi wa 
>           Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan
> menikahi seorang 
>           wanita: "Apakah engkau telah
> melihatnya?" Ia menjawab: Belum. Beliau 
>           bersabda: "Pergi dan lihatlah dia."
> > Jangan Berpacaran
> > 
>           Meski kita harus ta’aruf atau mengenal, tapi
> pacaran dalam Islam 
>           adalah hal yang terlarang.
> > “Dan janganlah kamu mendekati zina; 
>           sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang
> keji. Dan suatu 
>           jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]
> > Ada orang yang berpacaran 
>           sampai bertahun-tahun lebih. Bahkan ada pula yang
> sampai kumpul kebo 
>           dengan alasan agar bisa mengenal calon
> pasangannya. Itu adalah haram.. 
>           Toh begitu menikah, banyak juga yang cerai.
> > Sebab bagaimana 
>           pun juga orang pacaran itu selalu menutupi
> kekurangannya dan hanya 
>           menampilkan yang baik-baik saja. Banyak ulama
> mengatakan, kalau 
>           pacaran itu tidak pernah kita mendengar suara
> kentut dari pasangan 
>           kita.. Tapi begitu menikah, sering sekali
> kedengaran. Jadi pacaran itu 
>           bukanlah hal yang yang tepat untuk mengenal
> pasangan.
> > Untuk 
>           mengenal pasangan anda, carilah informasi dari
> orang dekatnya entah 
>           itu saudara, teman, atau tetangganya. Minta juga
> penilaian dari orang 
>           tua dan keluarga anda. Sebab orang yang jatuh
> cinta itu banyak yang 
>           “buta.” Tidak dapat melihat kekurangan orang
> yang dia cinta.
> > 
>           Sulit Mencari Jodoh?
> > Ada juga orang yang sulit mencari jodoh. 
>           Kemungkinan orang ini terlalu pilih-pilih atau
> selektif. Yang penting 
>           itu sebenarnya akhlak dan agamanya. Tampang itu
> yang biasa-biasa saja, 
>           begitu pula yang lainnya.
> > Selain itu seringlah bersilaturrahim 
>           ke tempat saudara atau mengikuti pengajian. Makin
> luas silaturrahim 
>           anda, makin mudah pula anda mencari jodoh. Jangan
> lupa untuk 
>           senantiasa senyum sehingga orang tidak kabur
> ketika melihat 
>           anda...
> > Jangan Melamar Wanita yang Sedang Dilamar Orang 
>           Lain
> > Ada pepatah Perancis: “Cherchez la Femme” Artinya,
> (jika 
>           ada keributan) carilah wanitanya. Ini karena
> sering terjadi 
>           perkelahian untuk memperebutkan wanita. Tak
> jarang berakhir dengan 
>           maut. Oleh karena itu, Islam melarang seseorang
> untuk melamar wanita 
>           lain yang sedang dilamar pria lain.
> > Dari Ibnu Umar ra bahwa 
>           Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah
> seseorang di antara kamu melamar 
>           seseorang yang sedang dilamar saudaranya, hingga
> pelamar pertama 
>           meninggalkan atau mengizinkannya." Muttafaq
> Alaihi dan lafadznya 
>           menurut Bukhari.
> > Memilih Pasangan Hidup
> > Pertama-tama 
>           kita harus mencari pasangan hidup yang baik
> menurut agama. Mungkin 
>           banyak orang mengeluh karena dia sulit mendapat
> jodoh. Tidak ada 
>           pria/wanita yang mendekati dirinya. Nah orang itu
> harus introspeksi 
>           diri.
> > Pertama apakah penampilannya kucel dan semrawut? Jika 
>           ya, jangan heran jika banyak orang tidak menengok
> dirinya. Kita harus 
>           berpenampilan bersih, rapi, dengan wajah yang
> ceria. Jika wajah murung 
>           atau cemberut tentu orang juga enggan mendekat.
> Itulah sebabnya Nabi 
>           berkata “Senyum itu sedekah”
> > Kemudian lihat pergaulan atau 
>           jaringan teman dan keluarga anda. Apakah anda
> sehari-hari hanya 
>           berkurung diri di kamar saja? Tentu saja anda
> tidak harus melakukan 
>           dugem di diskotik yang akhirnya paling hanya
> dapat pecandu 
>           narkoba/alkohol sebagai suami/istri. Tapi anda
> bisa mengikuti 
>           pengajian di lingkungan rumah anda.
> > Bagaimana pun juga 
>           keluarga dan teman bisa jadi mak
> comblang/perantara yang ampuh untuk 
>           mencari jodoh.
> > Jangan pasang kriteria terlalu tinggi, misalnya 
>           harus ganteng/cantik, harus cerdas lulus S3,
> kaya, dan beriman. Sulit 
>           mencari orang yang sempurna. Jika pun anda bisa
> menemukan orang yang 
>           seperti itu, belum tentu dia mau dengan anda..
> > Pilihlah wanita 
>           yang beriman dan saleh untuk jadi pasangan anda:
> > Sesungguhnya 
>           dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik
> perhiasan adalah 
>           wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)
> > Wanita dinikahi 
>           karena empat faktor, yakni karena harta
> kekayaannya, karena 
>           kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena
> agamanya. Hendaknya 
>           pilihlah yang beragama agar berkah kedua
> tanganmu. (HR. 
>           Muslim)
> > Wanita yang baik akan senantiasa menjaga auratnya. Dia
> 
>           tidak akan menerima tamu pria yang bukan
> muhrimnya jika anda pergi 
>           bekerja.
> > Sebaliknya, jangan pilih wanita yang mengumbar 
>           auratnya/sexy untuk menggoda para pria. Banyak
> terjadi wanita seperti 
>           ini ketika suaminya pergi, maka dia selingkuh
> dengan pria lain. Bahkan 
>           tidak jarang akhirnya membunuh suaminya agar bisa
> tetap bersama 
>           pacarnya. Semoga hal ini tidak menimpa kita
> semua.
> > “Laki-laki 
>           yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan
> yang berzina, atau 
>           perempuan yang musyrik; dan perempuan yang
> berzina tidak dikawini 
>           melainkan oleh laki-laki yang berzina atau
> laki-laki musyrik, dan yang 
>           demikian itu diharamkan atas oran-orang yang
> mukmin” [An 
>           Nuur:3]
> > Pilih wanita yang beriman. Bukan yang musyrik/beda 
>           agama:
> > “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, 
>           sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak
> yang mukmin lebih 
>           baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik
> hatimu. Dan janganlah 
>           kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan
> wanita-wanita mukmin) 
>           sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang
> mukmin lebih baik dari 
>           orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu.
> Mereka mengajak ke neraka, 
>           sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan
> izin-Nya. Dan Allah 
>           menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya)
> kepada manusia 
>           supaya mereka mengambil pelajaran.” [Al
> Baqarah:221]
> > Sebelum 
>           anda jatuh cinta dengan seseorang, teliti dulu
> agamanya. Islam apa 
>           bukan? Jika Islam, perhatikan lagi, sholat apa
> tidak? Jika tidak 
>           sholat, sebaiknya tinggalkan karena sholat adalah
> pembeda antara orang 
>           yang beriman dengan orang kafir.
> > Seganteng atau secantik apa 
>           pun orang yang membuat anda jatuh hati, jika dia
> kafir niscaya akan 
>           dibakar dengan api neraka sehingga wujudnya akan
> jadi mengerikan. Jika 
>           anda pernah menyaksikan mayat yang hangus hitam
> terbakar, ingatlah 
>           itu. Seganteng apa pun orang itu misalnya
> seganteng Primus atau Keanu 
>           Reves, tapi jika dia kafir maka wajahnya akan
> mengerikan bukan hanya 
>           di neraka. Tapi juga di kubur. Ingatlah hal ini
> agar anda tidak 
>           tertarik dengan orang kafir yang ganteng atau
> cantik.
> > Meski 
>           mungkin sudah banyak yang tahu, ada baiknya kita
> baca ayat di bawah 
>           tentang siapa yang tidak boleh kita nikahi:
> > “Diharamkan atas 
>           kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang
> perempuan; 
>           saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara
> bapakmu yang 
>           perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan;
> anak-anak perempuan 
>           dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak
> perempuan dari 
>           saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang
> menyusui kamu; 
>           saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu
> (mertua); anak-anak 
>           isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri
> yang telah kamu 
>           campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan
> isterimu itu (dan sudah 
>           kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu
> mengawininya; (dan diharamkan 
>           bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu);
> dan menghimpunkan 
>           (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara,
> kecuali yang telah 
>           terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha
> Pengampun lagi Maha 
>           Penyayang.” [An Nisaa’:23]
> > Amati Bagaimana Amarahnya
> > 
>           Setiap orang pasti pernah marah. Cuma ada yang
> melampiaskan 
>           kemarahannya dengan perbuatan yang menyakitkan,
> ada juga yang sekedar 
>           mengeluarkan kata-kata kotor, ada pula yang
> sekedar diam saja.
> > 
>           Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi
> akibat pasangan tidak 
>           mampu mengontrol amarahnya. Kadang bukan sekedar
> melukai, tapi juga 
>           bisa membunuh pasangan atau anaknya. Oleh karena
> itu anda harus bisa 
>           mengetahui bagaimana sifat calon pasangan anda
> jika marah agar tidak 
>           menyesal nantinya. Jangan sampai, terutama kaum
> wanita, jadi sansak 
>           hidup yang selalu dipukul oleh suaminya.
> > Ada wanita yang baru 
>           tahu suaminya kasar setelah menikah. Sering
> memukul hingga membuat dia 
>           berdarah. Sebelum menikah, katanya calon suaminya
> sangat baik. Oleh 
>           karena itu tak ada salahnya jika anda sekali dua
> kali mencoba membuat 
>           pasangan anda marah agar hal semacam itu bisa
> dideteksi secara dini. 
>           Jika anda terlanjur menikahi orang seperti ini,
> sebaiknya segera 
>           mencari perlindungan dan bercerai. Memang setelah
> marah mereka sangat 
>           baik dan sangat cepat menjadi baik lagi karena
> seluruh kemarahannya 
>           mereka keluarkan kepada anda. Tapi pasti mereka
> akan mengulanginya 
>           lagi.
> > Sebaik-baik orang adalah yang diam jika dia marah.
> Jika 
>           pun berkata, dia sekedar mengungkapkan hal yang
> dia tidak suka tanpa 
>           menyebut anda dengan sebutan yang buruk.
> > Paling dekat dengan 
>           aku kedudukannya pada had kiamat adalah orang
> yang paling baik 
>           akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling
> baik terhadap 
>           keluarganya. (HR. Ar-Ridha)
> > Bila seorang dari kamu sedang 
>           marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)
> > Selama menikah, Nabi belum 
>           pernah memukul istri atau pun anak-anaknya.
> > Pada saat anda 
>           sudah menikah, sebaiknya hanya ada 1 pihak saja
> yang marah. Yang lain 
>           sebaiknya mengalah. Ketika marah, jangan
> sekali-kali mengucapkan kata 
>           “Cerai.” Sebab itu bukanlah kata yang bisa
> diucapkan secara main-main 
>           atau untuk mengancam.
> > Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah 
>           SAW bersabda: "Tiga hal yang bila dikatakan
> dengan sungguh akan jadi 
>           dan bila dikatakan dengan main-main akan jadi,
> yaitu: nikah, talak dan 
>           rujuk (kembali ke istri lagi)." Riwayat Imam
> Empat kecuali Nasa'i. 
>           Hadits shahih menurut Hakim.
> > Jangan pula anda mengeluarkan 
>           kata-kata dari “Kebun Binatang” atau pun
> sebutan menyakitkan 
>           lainnya.
> > “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan 
>           orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain,
> boleh jadi yang 
>           ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan
> jangan pula sekumpulan 
>           perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh
> jadi yang direndahkan 
>           itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu
> sendiri (sesama 
>           Muslim) dan jangan memanggil dengan gelaran yang
> mengandung ejekan. 
>           Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang
> buruk sesudah iman dan 
>           barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka
> itulah orang-orang yang 
>           zalim.” [Al Hujuraat:11]
> > Jangan Mencintai Pasangan Anda Secara 
>           Berlebihan
> > Menurut pepatah Inggris: “Love me little, love me 
>           long”. Cintai aku sedikit, tapi abadi. Biasanya
> pasangan yang cintanya 
>           berlebihan, sehingga di depan umum pun tampil
> sangat mesra, dalam 
>           beberapa tahun saja pasti bercerai. Ini karena
> rasa cintanya terlalu 
>           diumbar sehingga dalam waktu singkat sudah
> “habis.”
> > Dalam 
>           Islam, kita tidak boleh berlebihan. Kita harus
> mengutamakan cinta kita 
>           kepada Allah dan Rasulnya. Jika pun kita
> mencintai sesama atau 
>           pasangan kita, itu karena Allah.
> > Barangsiapa memberi karena 
>           Allah, menolak karena Allah, mencintai karena
> Allah, membenci karena 
>           Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah
> imannya. (HR.. Abu 
>           Dawud)
> > Jika kita mencintai pasangan kita lebih daripada
> Allah, 
>           niscaya hati kita akan hancur dan putus asa jika
> pasangan kita 
>           meninggalkan kita baik karena cerai atau pun
> karena mati.
> > 
>           Sebaliknya jika kita mencintai Allah di atas
> segalanya, niscaya kita 
>           akan selalu tegar dan tabah karena kita yakin
> bahwa Allah itu Maha 
>           Hidup dan Abadi serta selalu bersama dengan
> hambanya yang 
>           Saleh.
> > Menikahlah Karena Cinta
> > Seharusnya kita menikah 
>           karena cinta. Bukan karena paksaan. Oleh karena
> itu, sebetulnya kisah 
>           kawin paksa antara Siti Nurbaya dengan Datuk
> Maringgih itu 
>           bertentangan dalam Islam.
> > Dari Zakwan ia berkata: Aku 
>           mendengar Aisyah berkata: Aku bertanya kepada
> Rasulullah saw. tentang 
>           seorang gadis perawan yang dinikahkan oleh
> keluarganya, apakah ia 
>           harus dimintai persetujuan ataukah tidak? Beliau
> menjawab: Ya, harus 
>           dimintai persetujuan! Lalu Aisyah berkata: Aku
> katakan kepada beliau, 
>           perempuan itu merasa malu. Rasulullah saw.
> bersabda: Itulah tanda 
>           setujunya bila ia diam. (Shahih Muslim No.2544)
> > Syiarkanlah 
>           Pernikahan
> > Dalam Islam, pernikahan itu meski itu adalah 
>           pernikahan kedua, ketiga, atau keempat (poligami)
> harus disiarkan ke 
>           masyarakat luas agar nanti tidak terjadi fitnah.
> > Dari Amir 
>           Ibnu Abdullah Ibnu al-Zubair, dari ayahnya
> Radliyallaahu 'anhu bahwa 
>           Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
> bersabda: "Sebarkanlah 
>           berita pernikahan.." Riwayat Ahmad. Hadits
> shahih menurut 
>           Hakim.
> > Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
> > Bahwa Nabi 
>           saw. melihat warna bekas wangian pengantin di
> tubuh Abdurrahman bin 
>           Auf, lalu beliau bertanya: Apakah ini?
> Abdurrahman menjawab: Wahai 
>           Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja menikahi
> seorang wanita dengan 
>           mahar seharga lima dirham emas. Rasulullah saw.
> lalu bersabda: Semoga 
>           Allah memberkahimu dan rayakanlah walaupun dengan
> seekor kambing. 
>           (Shahih Muslim No.2556)
> > Dari Anas Ibnu Malik ra bahwa Nabi SAW 
>           pernah melihat bekas kekuningan pada Abdurrahman
> Ibnu Auf. Lalu beliau 
>           bersabda: "Apa ini?". Ia berkata: Wahai
> Rasulullah, sesungguhnya aku 
>           telah menikahi seorang perempuan dengan maskawin
> senilai satu biji 
>           emas. Beliau bersabda: "Semoga Allah
> memberkahimu, selenggarakanlah 
>           walimah (resepsi) walaupun hanya dengan seekor
> kambing." Muttafaq 
>           Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.
> > Sering orang melakukan 
>           pernikahan secara diam-diam atau nikah siri
> sehingga orang banyak 
>           tidak tahu apakah mereka berdua menikah atau
> tidak. Itu jelas tidak 
>           sesuai dengan sunnah Nabi. Jika yang dilakukan
> pernikahan siri adalah 
>           istri kedua sementara istri pertama dirayakan,
> maka itu adalah 
>           ketidak-adilan yang tidak bisa ditolerir.
> > Dari Abu Hurairah ra 
>           bahwa Nabi SAW bersabda: "Barang siapa
> memiliki dua orang istri dan ia 
>           condong kepada salah satunya (tidak adil), ia
> akan datang pada hari 
>           kiamat dengan tubuh miring." Riwayat Ahmad
> dan Imam Empat, dan 
>           sanadnya shahih.
> > Jangan Bercerai
> > Perceraian adalah hal 
>           yang halal tapi dibenci Allah:
> > Dari Ibnu Umar ra bahwa 
>           Rasulullah SAW bersabda: "Perbuatan halal
> yang paling dibenci Allah 
>           ialah cerai." Riwayat Abu Dawud dan Ibnu
> Majah
> > Kenapa 
>           begitu?
> > Karena perceraian bukan hanya menyakitkan pihak yang 
>           bercerai, tapi juga anak-anaknya.
> > Agar tidak bercerai, maka 
>           suami harus bertanggung-jawab memberi nafkah
> lahir dan batin pada 
>           istrinya dan keluarganya serta memperlakukan
> mereka dengan 
>           baik.
> > Istri juga harus paham bahwa suami adalah pemimpin 
>           keluarga dan menghormatinya.
> > “Kaum laki-laki itu adalah 
>           pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah
> telah melebihkan 
>           sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian
> yang lain (wanita), dan 
>           karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan
> sebagian dari harta 
>           mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah
> yang taat kepada Allah 
>           lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak
> ada, oleh karena Allah 
>           telah memelihara (mereka)..” [An Nisaa’:34]
> > Sediakanlah makan 
>           dan minuman bagi suami dan keluarganya. Karena
> wanita 
>           bertanggung-jawab mengatur hal itu. Masing-masing
> punya tugas dan 
>           tanggung–jawab.
> > Jika marah, sebaiknya diam. Jangan melontarkan 
>           kata-kata yang menyakitkan. Apalagi sampai main
> tangan. Jika ada satu 
>           yang marah, yang lain hendaknya mengalah. Sebab
> kalau keduanya 
>           sama-sama marah bisa berakibat “fatal..”
> > Istri juga harus 
>           menghargai orang tua suami, begitu pula
> sebaliknya karena kedua orang 
>           tua tersebut seolah-olah sudah jadi orang tua
> mereka semua.
> > 
>           Sering perceraian terjadi karena faktor ekonomi,
> misalnya suami 
>           penghasilannya kurang atau bahkan diPHK. Istri
> hendaknya tidak diam 
>           atau justru merongrong suaminya. Sebaliknya coba
> bantu suaminya 
>           mencari nafkah.
> > Meski wanita tidak wajib mencari nafkah, toh 
>           Khadijah yang merupakan wanita yang paling utama,
> membantu Nabi dengan 
>           harta kekayaannya.
> > Saya lihat juga para istri yang langgeng 
>           menikah dengan suaminya, aktif membantu suaminya
> mencari uang dengan 
>           membuka katering atau berdagang di rumah sehingga
> mereka bisa 
>           menyekolahkan anak-anaknya hingga kuliah.
> >
> > Baca 
>           selengkapnya di:
> > Media Islam – Belajar Islam sesuai Al Qur’an 
>           dan Hadits
> > www.media-islam.or.id
> >
> >
> > 
>           ===
> > Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> > http://media-islam.or.id
> > Info untuk 
>           Indonesia lebih baik:
> www.infoindonesia.wordpress..com
> > Belajar 
>           Islam via SMS: REG SI ke 3252 Berhenti
> ketik:UNREG SI Hanya dari 
>           Telkomsel
> >
> > Milis Syiar Islam: [email protected]
> >
> >
> > 
>                Akses email lebih cepat.
> Yahoo! menyarankan Anda 
>           meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru
> yang dioptimalkan 
>           untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
> > http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
> >
> > 
>           _______________________________________________
> > Is-lam mailing 
>           list
> > [email protected]
> > 
>           http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> >
> _______________________________________________
> Is-lam 
>           mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> 
>   
>   Berselancar
> 
>   lebih cepat. 
> Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! 
>   otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda
> membuka browser.Dapatkan
> 
>   IE8 di sini! (Gratis)
>   
>   
> 
>   _______________________________________________
> Is-lam mailing 
>   list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>  
> 
> -----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


      Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke